Browsing Tag:

Brunei

  • Ganti paspor anak di kbri bandar seri begawan, syarat paspor anak, pembuatan paspor anak di kbri bandar seri begawan, daftar online pembuatan paspor anak, alur pembuatan paspor berbasis simkim
    Life in Brunei

    Ganti Paspor Anak di KBRI Bandar Seri Begawan

    Gimana sih prosedur ganti paspor untuk anak? Dan dokumen apa saja yang harus disertakan?

    Meskipun sudah beberapa kali ganti paspor anak-anak, tetap saja pertanyaan itu jadi pikiran saya. Maklum, kan bukannya tiap tahun kami membuat paspor baru untuk anak-anak. Apalagi sejak kuartal kedua 2017, ada penerapan sistem pembuatan paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan menjadi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

    Perbedaan utama dari sistem baru ini adalah pemohon diwajibkan datang untuk pengambilan foto, data biometrik berupa sidik jari dan wawancara.

    – Situs Kemenlu.go.id/bandarseribegawan

    Dengan sistem ini, pembuatan paspor baru yang tadinya bisa dilakukan dalam 1 kali antrian di satu hari kerja berubah menjadi 2 kali antrian, dan kalau sedang kurang beruntung tidak bisa dilakukan dalam satu hari kerja. Saat sistem ini diujicobakan, beberapa teman harus kembali 1 bulan setelah proses validasi data untuk foto dan wawancara. Bahkan ada yang sampai 2 bulan hahaha. Jadi sempat ricuh lah di grup komunitas soal sistem pembuatan paspor baru ini di awal penerapannya.

    Kalau diingat kok jadi mirip dengan sistem pembuatan paspor baru di kantor imigrasi Indonesia saat saya bikin paspor untuk Cinta 9 tahun lalu, di mana setelah validasi kelengkapan dokumen kita harus kembali lagi beberapa hari kemudian untuk foto dan wawancara, lalu kembali lagi untuk ambil paspor.

    Tapi, setahu saya, berdasarkan pengalaman teman-teman, sistem di kantor imigrasi sekarang dengan pendaftaran online jadi lebih praktis. Berkas divalidasi saat pendaftaran online, jadi pemohon cukup datang di jadwal yang sudah ditentukan untuk wawancara, foto dan biometrik. Betul nggak? Ada yang bisa share pengalaman bikin paspor baru di kantor imigrasi Indonesia?

    Ganti paspor anak di kbri bandar seri begawan, syarat paspor anak, pembuatan paspor anak di kbri bandar seri begawan, daftar online pembuatan paspor anak, alur pembuatan paspor berbasis simkim

    Jadi, ketika paspor Keenan tinggal 2 lembar dan paspor Cinta akan habis masa berlakunya pada bulan November yang akan datang, saya pun mencoba mencari informasi tentang pembuatan paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan. Sebenarnya kalau nggak salah ingat, KBRI sudah pernah melakukan sosialisasi pembuatan paspor baru berbasis SIMKIM ini untuk WNI yang tinggal di Kuala Belait. Cuma ya gitu deh, saya orangnya suka menganggap sepele masalah seperti ini sehingga nggak hadir saat sosialisasi. Akhirnya waktu butuh ya bingung sendiri. Alhamdulillah setelah ngubek FPnya KBRI Bandar Seri Begawan, saya menemukan video yang menjelaskan tentang alur pembuatan paspor berbasis SIMKIM di KBRI BSB.

    Begitu tahu alurnya, saya pun mencari tahu apa bisa langsung datang atau harus daftar online dulu seperti di kantor imigrasi Indonesia. Dari hasil ngepoin satu per satu post di FP KBRI Bandar Seri Begawan, saya menemukan memutuskan untuk daftar online lebih dulu untuk menghindari resiko antri lebih dari 1 hari untuk proses pembuatan paspor. Maklum, jauh bok. Malas kalau harus bolak-balik Kuala Belait – BSB hanya untuk bikin paspor.

    Lagipula bagi saya lebih praktis daftar online, karena:

    1. Bisa memastikan jadwal temu.
    2. Dapat informasi tentang persyaratan dokumen yang harus disertakan.
    3. Ada link untuk mengunduh formulir yang harus diisi sehingga saat datang ke KBRI nggak perlu lagi mengisi formulir dan bisa langsung ambil nomer antrian untuk proses pemeriksaan persyaratan dokumen.

    Pendaftaran online ini bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi android M-KBRIBSB di Play Store (belum tersedia aplikasi untuk iOS) atau akses melalui browser internet yang beralamat di: https://m.kbribsb.org. Untuk alur pendaftaran online bisa dilihat di video ini:

    Setelah melakukan pendaftaran online, pada jadwal yang ditentukan saya dan rombongan sirkus pun menuju KBRI. Niat berangkat jam 7.30, nyatanya baru bisa jalan dari rumah satu jam kemudian. Alhasil sampai di KBRI sudah siang aja dong, hiks. Sesampainya di depan ruang layanan konsuler, saya pun terheran-heran karena barcode antrian online yang harusnya ditunjukkan ke petugas untuk langsung dapat nomer antrian sama sekali nggak ditanya. Malah alih-alih masuk ke ruang layanan konsuler, saya diarahkan ke hall gedung konsuler KBRI, di mana sudah ada puluhan orang yang sedang menunggu panggilan verifikasi berkas. Belakangan saya baru tahu bahwa pada saat itu sedang ada program Pelayanan Percepatan Pembuatan Paspor, di mana staf layanan konsuler KBRI dibantu oleh tim Perbantuan Teknis (Perbanis) dari Dirjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Dipandu oleh petugas dari KBRI, saya meletakkan berkas anak-anak di meja panjang yang telah disediakan lalu duduk manis menunggu panggilan. Sambil menunggu, anak-anak sempat makan camilan berupa pisang goreng yang disediakan oleh KBRI, bahkan Cinta makan 2 potong. Katanya pisang gorengnya enak :)) Sementara saya karena stres melihat banyaknya orang yang antri, nggak berselera untuk makan.

    Setelah menunggu lebih dari 30 menit, akhirnya nama Cinta dan Keenan dipanggil. Setelah petugas memastikan bahwa formulir dan dokumen persyaratan lengkap, mereka mendapat nomer antrian SIMKIM 220 dan 223. Petugas menyarankan agar kami kembali pukul 15.00 untuk proses SIMKIM sementara saat itu baru menjelang pukul 10.30.

    persyaratan pembuatan paspor anak

    Dokumen yang DIperlukan Untuk Pembuatan Paspor Anak

    Saya mulai galau, suami ngajak pulang tapi saya kasihan sama anak-anak kalau harus menempuh total sekitar 4 jam-an untuk kembali ke KB, istirahat sebentar di rumah, berangkat lagi ke Bandar dan kembali lagi ke Kuala Belait. Ngebayanginnya aja sudah lelah. Meski ajakan suami pulang sebenarnya juga masuk akal, karena saat itu hari Jumat. There’s nothing we can do at Bandar to kill the time, karena sesuai peraturan, semuaaaaa tutup mulai jam 12 siang sampai jam 2 sore untuk istirahat sholat Jumat.

    Akhirnya diputuskan ke Mabohai mall dulu yang dekat dengan KBRI untuk makan siang di Misato Teppanyaki Restaurant dan lihat-lihat Toys R Us, mumpung masih ada waktu 1,5 jam. Di Mabohai juga ada Starbucks dan toko buku Best Eastern. Menurut saya ya okelah buat menghabiskan waktu. Lha emang bukan rezekinya kami ya, sampai di sana kok restorannya tutup. Sementara Keenan sudah mulai tantrum karena nggak diizinkan membeli Thomas & Friends Busy Book dan semakin menjadi tantrumnya ketika nggak dikasih beli mainan yang dia mau di Toys R Us. Rencana berantakan total. Keenan diangkut ke mobil dalam keadaan masih tantrum berat. Mungkin ini tantrum terhebohnya Keenan dalam hampir 5 tahun usianya.

    Dalam kondisi emosi semua, suami melarikan mobil ke arah pulang. Di tengah perjalanan, saya minta untuk berhenti di Mc Donald’s Jerudong Park. Keenan yang awalnya nggak mau ke McD, akhirnya mau ikut turun dan reda tantrumnya setelah main sebentar di playground McD. Abis makan, kami kembali ke Bandar untuk sholat Jumat. Suami dan Keenan pergi ke masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, sementara saya dan Cinta menunggu di parkiran. Baru saja azan sholat selesai berkumandang, Keenan sudah dianter balik ke mobil karena dia bilang capek nungguin di masjid. Setelah suami selesai sholat, kami berkeliling Bandar sebentar dan memutuskan untuk main Pokemon Go di parkiran Stadium Hassanal Bolkiah sambil menunggu KBRI buka kembali jam 2 siang.

    Jam 2.15 kami sudah sampai di ruang layanan konsuler KBRI. Nomer antrian masih di angka 190an. Saya pikir lumayan nih, tinggal 30an orang. Perkiraan saya sebelum pukul 3 sudah dipanggil karena ada 2 meja untuk input data dan 3 ruang foto dan biometrik. Ternyata perkiraan saya salah ::cry cry::. Menjelang pukul 3.30 sore baru nomer antrian Cinta dipanggil ke ruang input data, alhamdulillah waktu tahu saya bawa dua nomer antrian, petugasnya memutuskan berkas Cinta dan Keenan diproses sekalian biar nggak antri lagi. Alhamdulillah lagi, petugasnya ramah dan ngajak becanda jadi stres karena antri sekian lama itu agak berkurang. Proses input data ini sekitar 5 – 15 menitan karena 2 orang sekaligus yang masuk.

    Setelah itu antri lagi untuk foto dan biometrik. Kali ini nggak pakai nomer antrian, paspor lama anak-anak ditumpuk di meja layanan konsuler dan antrian dipanggil berdasarkan tumpukan paspor paling atas. Alhamdulillah selama tahap antri ini anak-anak dapat kenalan baru jadi mereka ngobrol dan main bareng. Keenan juga sempat ngajak main hide and seek di teras gedung karena bosan menunggu di dalam ruangan. Yah, daripada rewel saya turutin aja deh. Udah kaya orang aneh lah saya dan Keenan main petak umpet di antara banyaknya pemohon paspor sore itu :))

    alur pembuatan paspor berbasis simkim, pembuatan paspor di kbri bandar seri begawan

    Alur Pembuatan Paspor Berbasis SIMKIM, difoto dari ruang konsuler KBRI BSB

    alur pembuatan paspor berbasis simkim, pembuatan paspor di kbri bandar seri begawan

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Akhirnya jam 4 lebih baru nama Cinta dan Keenan dipanggil bareng. Setelah diperiksa data dan wawancara, Cinta difoto dan diambil sidik jarinya lebih dulu. Merasa sudah besar dan bisa tanda tangan, saat ditanya oleh ibu petugas, Cinta setuju untuk menandatangani berkasnya sendiri. Agak terharu lah mamaknya ini, anak saya sudah bisa tanda tangan berkas penting sendiri. Mbok jangan cepet-cepet besarnya, Nak.

    Begitu giliran Keenan, dia kooperatif sekali saat difoto, bahkan dengan semangat ikut rekam sidik jari meskipun harus beberapa kali diulang karena nggak masuk, ibu petugasnya sampai nyeletuk, “Your finger’s so tiny.” :)) Sambil nunggu cetak tanda terima, saya sempat bertanya apakah biasanya memang pelayanan pembuatan paspor sampai sore seperti itu. Beliau menerangkan bahwa ini kondisi khusus karena sedang ada program Pelayanan Percepatan Pembuatan Paspor bekerja sama dengan tim dari Jakarta. Wah, pantesan.

    Berarti saya beruntung karena meski sampai sore, prosesnya bisa selesai dalam 1 hari. Seandainya jam pelayanan berlaku seperti biasanya, kemungkinan besar kami harus kembali lagi kemudian hari untuk proses foto dan biometrik meskipun sudah daftar online.

    Jadi untuk para warga negara Indonesia yang berencana membuat paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan, berikut tips dari saya:

    1. Daftar online.
    2. Pastikan formulir diisi di rumah dan dokumen persyaratan lengkap dibawa asli dan fotokopinya. Persyaratan dokumen bisa dilihat di aplikasi M-KBRIBSB atau web KBRI Bandar Seri Begawan atau telpon ke KBRI: +673 2330180
    3. Datang sepagi mungkin. Kalau perlu jam 8.30 pagi sudah sampai di KBRI supaya dapat nomer antrian awal sehingga proses bisa selesai dalam 1 hari. Ini penting terutama bagi yang rumahnya nggak di daerah Bandar seperti saya atau yang mengandalkan orang lain untuk datang ke KBRI. Kalau bolak-balik kan repot juga ya, bok.
    4. Batas waktu ambil nomer antrian adalah pukul 10.30 pagi. Jadi datanglah sebelum waktu itu.
    5. Bagi yang tinggal di luar Bandar, sebaiknya nggak pilih hari Jumat. Karena kalau dapat antrian foto setelah istirahat sholat Jumat akan susah cari tempat nongkrong atau aktivitas selama menunggu KBRI istirahat sholat Jumat, kecuali ada rumah teman yang bisa dituju.
    6. Bagi yang tinggal di daerah Tutong dan Belait, kalau nggak mendesak sekali, sebaiknya tunggu KBRI mengadakan layanan konsuler di kota Anda. Biasanya setahun 2 kali KBRI turun ke dua kota tersebut. Pada masa ini pembuatan paspor biasanya bisa selesai dalam 2 hari, masukin berkas dan input data di hari Sabtu, hari Minggu paspornya bisa diambil. Lebih praktis, hemat waktu dan tenaga.
    7. Paspor selesai dalam 3 hari kerja. Meskipun dalam tanda terima pembayaran tercantum tanggal pengambilan paspor, sebaiknya telpon dulu ke KBRI untuk ngecek apakah paspor kita sudah siap atau belum.
    8. Siapkan surat kuasa untuk pengambilan paspor kalau kita nggak bisa ambil sendiri. Satu surat kuasa untuk satu paspor.
    9. Follow akun FB KBRI Bandar Seri Begawan untuk info-info layanan konsuler dan simpan nomer penting KBRI ini:

    nomer penting kbri bandar seri begawan, nomer hotline kbri bandar seri begawan, kbri brunei

    Oke lanjut lagi ceritanya. Setelah selesai foto dan biometrik, suami antri lagi untuk bayar bea pembuatan paspor. Totalnya $40 untuk paspor 48 halaman dengan rincian $34 untuk paspor dan $6 untuk biaya biometrik. Kami diminta kembali Jumat minggu berikutnya untuk mengambil paspor. Saat suami tanya apakah pengambilan paspor bisa diwakilkan seperti biasanya, petugas meminta kami untuk menyertakan surat kuasa dan tanda terima pembayaran kepada orang yang mengambilkan paspor. Padahal dulu bisa cuma bawa tanda terima pembayaran aja, ternyata sekarang aturannya lebih ketat. Mungkin untuk menghindari paspor jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab ya.

    Sayangnya, pada hari yang ditentukan, suami nggak bisa menemani ambil paspor ke Bandar karena ada jadwal meeting, sementara saya nggak pede jalan sendiri ke Bandar bawa anak-anak dan nggak ada dari kantor yang bisa diminta tolong untuk ambil karena nggak ada jadwal jalan ke Bandar hari itu. Akhirnya paspor bisa kami ambil hari Senin kemarin. Alhamdulillah semua data benar, foto anak-anak juga bagus secara motretnya pakai kamera DSLR :))

    Yah, begitulah pengalaman kami membuat paspor baru berbasis SIMKIM untuk anak-anak di KBRI Bandar Seri Begawan. Meski capek karena harus menunggu seharian, kami mengapresiasi kerja keras staf layanan konsuler KBRI yang melayani ratusan permohonan pembuatan paspor setiap harinya. Semoga ke depannya bisa ditemukan sistem yang lebih mudah, praktis dan nyaman baik untuk pemohon paspor dan staf KBRI.

    Sahabat pojokmungil punya pengalaman seru saat mengurus paspor di kantor imigrasi Indonesia atau KBRI di negara sahabat tinggal saat ini? Sharing yuk. Boleh di kolom komen atau di blog masing-masing dan tag saya ya.

  • Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei
    Daily Stories, Kids Activities, Life in Brunei

    Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

    Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

    Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

    pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip

    Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

    Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

    Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

    pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip

    Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

    Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

    fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran

    Bagian dari BSP Fire Truck

    Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

    BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip

    Demo truk pemadam kebakaran

    Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

    field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei

    Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

    Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video:

  • Daily Stories, Life in Brunei, Life with My Kids

    Suka Duka Tahun Ajaran Sekolah 2017

    Alhamdulillah, tahun ajaran 2017 sudah berakhir hari ini. Kakak Cinta tahun ini menyelesaikan Year 4 dan Keenan berhasil mengikuti pelajaran di KG 2. Insya Allah, pada bulan Januari 2018, Keenan akan duduk di bangku KG 3 dan kakak akan mulai mengikuti pelajaran di kelas 5.

    Awal tahun ajaran di Brunei memang berbeda dengan di Indonesia yang mulai pada bulan Juli. Sedangkan seperti Malaysia dan Singapura, Brunei memulai tahun ajaran barunya di bulan Januari.

    Tahun 2017 ini alhamdulillah banyak sekali pengalaman menarik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di sekolah. Baik dari segi akademis maupun non akademis. Padahal, kami mengawali tahun ini dengan penuh kekhawatiran bagi Keenan dan penuh kepasrahan untuk Kakak.

    Maklum, tahun 2016 kemarin, saya dan Keenan merasa tidak nyaman di sekolah yang lama, yang akhirnya membuat saya dan suami memutuskan untuk mengeluarkan Keenan dari sekolah itu dan memindahkannya ke sekolah yang sekarang. Ketika berdiskusi dengan kepala KG yang sekarang mengenai kondisinya Keenan, kami ragu bahwa Keenan akan mampu mengikuti pelajaran di KG2, bahkan sempat ada wacana supaya Keenan mengulang KG1. Tapi akhirnya Keenan diperkenankan untuk masuk KG2 dengan masa percobaan 1 term, lebih kurang 4 bulan, atau caturwulan kalau di Indonesia.

    Masa percobaan itu kami lalui dengan penuh kecemasan. Pindah dari sekolah yang banyak mainnya ke sekolah yang lebih serius belajarnya dengan guru yang sangat disiplin dan tegas jadi ujian berat untuk Keenan. Sampai 2 minggu pertama sekolah, Keenan masih nggak mau saya tinggal. Namun, alhamdulillah sekolahnya yang baru ini punya kebijakan untuk membiarkan anak ditemani oleh orangtua atau pengasuhnya sampai mereka merasa nyaman. Jadi, pada 1 minggu pertama, hampir semua anak di kelas Keenan dan kelas bawahnya masih ditungguin orangtua atau pengasuhnya. Pada minggu kedua, Keenan mulai mau saya tunggui di luar kelas. Sampai pada minggu ketiga dia benar-benar mau ditinggal.

    Sejak saat itu, banyak sekali kemajuan yang dicapai oleh Keenan. Mulai dari perkembangan kemampuan bahasanya, sosialisasinya sampai kemampuan akademisnya. Keenan yang tadinya sempat didiagnosa lambat bicara, sekarang alhamdulillah jadi cerewet sekali. Memang, jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami speech delay masih cukup tertinggal, tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, wah sudah jauh berbeda. Tingkat konsentrasinya perlahan-lahan mulai membaik, untuk hal-hal yang dia sukai, Keenan mulai betah untuk duduk diam dan mengerjakannya selama lebih dari 10 menit.

    Latihan-latihan rutin yang diberikan oleh guru kelasnya, membuat Keenan dapat mengenal dan menghafal angka 1-50. Penjumlahan sampai 5 dan sekitar 20 kata dalam huruf Cina. Bagi saya itu merupakan prestasi tersendiri. Keenan juga nampak menikmati bergaul dan bermain bersama teman-teman kelasnya, hafal satu per satu nama temannya di kelas dan dapat mengikuti instruksi dari gurunya.

    Satu hal yang membuat saya tenang adalah, sampai hari terakhir sekolah, meskipun seringkali dia bilang nggak mau berangkat sekolah, begitu sampai di kelas dan bertemu teman-temannya, langsung lupa dengan rewelnya dan dengan senang hati menyuruh saya pulang. Berbeda sekali dengan tahun lalu yang seringkali histeris saat tiba di depan sekolah lamanya. Sampai di bulan-bulan terakhir sekolah tahun lalu, Keenan benar-benar nggak mau turun dari mobil dan sembunyi di balik kursi pengemudi supaya saya nggak bisa memaksanya turun. Hiks.

    Sedangkan bagi kakak Cinta, tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan pengalaman baru. Dan hal itu berawal dari kesukaannya berbagai aktivitasnya di Year 3. Mulai dari mengikuti ICAS (International Competitions and Assessments for Schools) sejak Year 3, tahun ini kakak Cinta berhasil meraih nilai High Distinction dan mendapat Gold Medal untuk mata pelajaran ICT dan Distinction untuk pelajaran Bahasa Inggris.

    Keberaniannya mengikuti lomba menyanyi di Year 3 juga membuat kakak percaya diri mengikuti Co Curricular Activities Choir dan mengantarkannya tampil di acara 79th School Anniversary Performance dan dipercaya mendapatkan bagian menyanyi solo di lagu Greatest Love of All yang dipopulerkan oleh Whitney Houston.

    Nggak cuma itu, kakak juga berhasil memperoleh juara ke-2 untuk lomba mewarnai yang diselenggarakan sekolah bekerjasama dengan jaringan resto fastfood Jollibee dalam rangka perayaan Children Day.

    Prestasinya ini membuat kakak jadi lebih dikenal oleh para guru, sehingga ia dipilih sebagai salah satu wakil sekolah untuk mengikuti Perarakan Jubli Emas Sultan Brunei Bertahta. Meskipun ternyata kakak dan teman-temannya gagal bertemu langsung dengan Sultan, tapi pengalaman tersebut menjadi kenangan manis bagi Cinta.

    Photo Credit: CCMS Primary Seria

    Dari segi akademis tidak banyak perubahan tapi ada perbaikan di beberapa mata pelajaran yang berbahasa Melayu. Cinta mulai lebih lancar dan percaya diri berbicara dan menulis dalam Bahasa Melayu dan tulisan Jawi sehingga nilai pelajaran Ugama dan Melayu Islam Beraja (MIB)nya meningkat dari tahun lalu.

    Dari segi sosialisasi, Cinta juga mulai membuka diri untuk berteman dengan lebih banyak orang. Dari yang tadinya hanya punya 1 teman baik dari kelas 1, sekarang teman segengnya sudah lebih dari 3 orang. Begitu juga dengan teman di sekolah Ugama dan les mengaji.

    Namun, meski banyak hal baik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di tahun ajaran 2017, banyak juga hal-hal yang membuat mereka (dan mamanya) patah hati.

    Bagi kakak, hal yang terparah adalah ketika dibully oleh teman-teman sekelasnya di Sekolah Ugama. Memang sejak masuk sekolah Ugama 3 tahun yang lalu, kakak nggak punya teman dekat. Dia selalu merasa teman-temannya menganggap dia aneh dan nggak mau berteman dengan dia. Tapi selama ini dia berusaha untuk nggak peduli meskipun beberapa kali mengadu diganggu oleh temannya.

    Rupanya tahun ini gangguannya semakin parah, beberapa teman perempuan mulai melakukan gangguan secara fisik dan verbal. Mulai dari menyebut kata-kata yang tidak pantas kepada Cinta, menarik kerudungnya sampai terakhir sebelum sekolah berakhir, hadiah ulang tahun yang dia siapkan untuk temannya dan dia simpan di tas hilang. Cukup sering saya mendapati dia menangis saat saya jemput sekolah Ugama. Namun selalu saya beri semangat dan menguatkan mentalnya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bicara dengan guru kelasnya.

    Alhamdulillah, cikgu cepat tanggap dan berjanji menegur para pelakunya (and she did) bahkan meminta maaf karena dia nggak tahu bahwa selama ini Cinta diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Sejak itu, menurut Cinta, teman-temannya nggak ada yang mengganggu dia. Tapi tetap saja, dia lebih nyaman bersama teman baiknya dari kelas sebelah atau bersama kakak-kakak kelas yang nggak dia kenal saat menunggu saya menjemputnya pulang sekolah.

    Dari segi pelajaran, ada penurunan nilai yang cukup signifikan untuk pelajaran Matematika. Biang keladinya adalah kurang konsentrasi dan kurang latihan. Sehingga saat ulangan atau ujian, banyak kesalahan remeh yang dia lakukan. Untuk itu, saya berencana untuk menambah waktu belajarnya tahun depan dan mengaktifkan lagi belajar online menggunakan IXL.

    Satu lagi yang benar-benar membuat kakak patah hati adalah tahun ini dia kehilangan tiga teman baiknya sesama orang Indonesia. Mereka baru dekat sekitar setahun belakangan, ketika Cinta bergabung di grup ngaji anak-anak Indonesia. Meski berbeda sekolah, keempat anak ini (dan adik-adik mereka) cepat sekali akrabnya. Setiap selesai mengaji, biasanya mereka akan bermain bersama barang 1-2 jam sebelum pulang. Salah seorang temannya, kembali lebih dulu ke Indonesia pada bulan Mei dan menyusul 2 orang lagi di bulan November ini. Habis sudah sahabat baiknya sesama  orang Indonesia di Brunei ini. Hiks.

    Sedangkan bagi Keenan, hal yang kurang menyenangkan adalah ketika harus mengikuti kelas tambahan untuk pelajaran Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Bersyukurnya kedua guru untuk mata pelajaran tersebut adalah guru-guru favoritnya sehingga dia cukup dapat beradaptasi dengan harus tinggal di sekolah lebih lama saat teman-teman lainnya boleh pulang. Namun, namanya juga anak-anak, ada saatnya dia capek dan akhirnya tantrum saat harus mengikuti kelas tambahan.

    Karena harus ikut remedial ini juga, Keenan nggak bisa ikut grup tari untuk pentas 79th School Anniversary sebab waktu latihan bentrok dengan jadwal ekstra classes. Awalnya dia sedih, tapi waktu nonton teman-temannya rehearsal, Keenan ikut semangat dan senang untuk mereka. Sayang dia nggak bisa ikut nonton grup paduan suara kakak dan grup tari teman-temannya tampil di acara 79th School Anniversary Dinner karena sakit dan harus tinggal di rumah.

    Yah, begitulah suka duka di tahun ajaran 2017 ini. Tentu masih banyak hal yang nggak saya tuliskan di sini. Tapi ini cukuplah sebagai catatan penting, kenang-kenangan dan bahan evaluasi untuk tahun ajaran berikutnya. Saya bersyukur sekali tahun ini berdampingan dengan guru-guru yang sangat komunikatif dan suportif membimbing anak-anak di sekolah. Semoga dengan berbagai prestasi di tahun ini, kakak Cinta dan Keenan semakin semangat untuk menghadapi tahun ajaran 2018.  

     

  • Life in Brunei

    Istiadat Perarakan 50 Tahun Sultan Brunei Bertahta

    Hari Kamis, 5 Oktober 2017, rakyat Brunei merayakan salah satu hari yang kelak akan tercatat dalam sebuah sejarah negara ini. Di hari itu, raja tercinta rakyat Brunei, Kebawah Duli Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadi Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, genap 50 tahun bertahta sebagai Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

    Tepat pada tanggal 5 Oktober 1967, Sultan Hassanal Bolkiah dinobatkan menjadi Sultan Brunei ke-69 setelah ayahandanya, almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien turun tahta di tahun yang sama. Selama memimpin negara kecil yang kaya akan kandungan minyaknya ini, Sultan Hassanal Bolkiah sangat dicintai oleh rakyatnya. 

    Kecintaan rakyat Brunei kepada pemimpinnya ini nampak dari antusiasme mereka dalam setiap perayaan hari kebangsaan, hari keputeraan (perayaan ulang tahun Sultan) dan terutama hari-hari bersejarah seperti peringatan jubli perak (25 tahun menaiki tahta).

    Photo Credit: Borneo Bulletin

    Perayaan Jubli Emas kemarin pun menjadi sejarah bagi rakyat Brunei. Diperkirakan hampir 60ribu penduduk Brunei memadati jalan-jalan di Bandar Seri Begawan yang dilewati oleh Usungan Diraja. Saya dan keluarga termasuk salah satu di antaranya.

    Awalnya kami nggak terlalu antusias untuk pergi, karena seperti biasa tiap ada perayaan di Bandar pasti jalanan akan ditutup, sehingga macet dan susah cari parkir. Tapi, berhubung kakak Cinta terpilih sebagai salah satu dari 47 siswa di sekolahnya yang ikut sebagai pelambai bendera di Bandar, akhirnya kami memutuskan untuk ikut menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan.

    Photo Credit: CCMS Primary Seria

    Dari rumah kami berangkat pukul 5.15 pagi, selepas sholat Subuh. Mengantar kakak ke meeting point dulu untuk naik bus bareng teman-teman sekolahnya ke Bandar. Setelah bus kakak dan rombongan berangkat, jam 6 pagi, saya, suami dan Keenan menyusul. Kami sampai di Bandar jam 7.30 pagi dan sudah banyak orang yang memadati jalan yang akan dilalui perarakan. Sempat keliling cukup lama dan kena macet sampai akhirnya kami dapat tempat parkir di atas trotoar :)) Itupun masih harus jalan kaki cukup jauh ke lokasi perarakan.

    Pukul 8.30 kami sudah sampai di Yayasan dan cuaca mulai panas. Kami berusaha untuk jalan ke Istana Nurul Iman. Tapi baru 500 meter, Keenan yang belum sarapan mulai rewel, bekal air minum mulai menipis, saya kebelet pipis dan harus antri 15 menit untuk menggunakan toilet di Masjid Omar Ali Saifuddien. Rasanya sudah pengen pulang aja.

    Setelah bertanya sama teman yang sudah menunggu di Bomba BSB, tempat start perarakan, kami memutuskan untuk jalan ke arah sana aja. Nggak jauh dari Yayasan, cuma 1,5 km dan 15 menit jalan kaki. Eh, sebelum sampai di sana alhamdulillah ketemu pedagang makanan dan minuman. Saya sempat berkomentar ke suami, “Ini kalau di Indonesia, trotoar sepanjang jalan ini pasti sudah dipenuhi aneka jualan makanan dan minuman nih. Nggak sampai kepayahan cari-cari seperti ini.” Tapi ada baiknya juga pedagang minuman dan makanan dilokalisasi seperti kemarin, sehingga trotoar benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat berjalan dan berdiri. Bahkan akhirnya kami pun memutuskan untuk duduk di trotoar bersama rombongan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) yang berdandan dengan cantiknya memakai baju adat dan sebagian ibu memakai seragam dari kain jumputan sementara bapak-bapak berseragam batik.

    brunei darussalam, indonesia family in brunei darussalam, golden jubilee brunei darussalam, hmjubliemas

    Setelah menunggu cukup lama. akhirnya perarakan pun dimulai. Orang-orang yang tadinya duduk di pinggir jalan langsung memadati separator jalan agar bisa melihat rombongan Sultan dari dekat. Awalnya saya sempat nggak dapat tempat saking penuhnya orang, nggak bisa juga ikut berdesakan karena saya menggendong Keenan. Sampai seorang bapak yang berdiri di separator memberikan tempatnya untuk saya, sementara beliau turun ke depan. Alhamdulillah dari tempat saya berdiri saya bisa melihat perarakan dan mengambil video dengan cukup jelas. 

    Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan itu dimulai dari Bandar Seri Begawan Fire and Rescue Station. Baginda Sultan dan rombongan tiba di Bomba mengendarai mobil yang disambut oleh sekitar 22ribu pelajar, termasuk Cinta di antaranya, yang melambaikan bendera Brunei di pinggir jalan sepanjang Istana Nurul Iman kediaman keluarga diraja sampai ke Bomba Bandar Seri Begawan. Dari Bomba, Sultan, Raja Isteri, Pengiran Muda Mahkota Pengiran Muda Al-Muhtadee Billah, Pengiran Anak Puteri Hajah Shaleha, Pengiran Muda Abdul Malik, Pengiran Muda Haji Abdul ‘Azim, Pengiran Muda Abdul ‘Mateen dan Pengiran Muda Abdul Wakeel menaiki Usungan Diraja atau Royal Chariot yang sehari-hari disimpan dalam musium Royal Regalia. Anggota keluarga diraja yang lain mengikuti perarakan dengan menggunakan koleksi mobil mewah mereka. Oya, Prince Edward, Earl of Wessex dan istrinya Sophie, Countess of Wessex juga mengikuti perarakan sebagai wakil undangan dari Kerajaan Inggris.

    Leading the Royal Procession was the Grand Chamberlain followed by marching bands from the Royal Brunei Armed Forces and Royal Brunei Police Force.

    Following closely behind was a special customised vehicle carrying a Changkah (huge two-pronged spear) and guarded by a Pateh and Damong, as well as 40 bearers of Sinipit (decorated spears) and Taming (decorated shields).

    Walking ahead of the Royal Chariot were two Panglimas (decorated army officers): the Panglima Raja who carried a Pemuras (a large gun), and the Panglima Asgar who carried a Kalasak (shield) and a Kampilan (dagger). There were also 16 bearers of Pedang (swords) and Perisai (shields) as well as 16 bearers of the Tombok Benderangan (gold-plated spears). Also part of the Royal Procession was the Gendang Arak-Arakan, a vehicle which carried an ensemble of royal musical instruments.

    -Borneo Bulletin, Thousands line up in capital to cheer Golden Jubilee Royal Procession, Oct 6, 2017-

    Saking senangnya melihat Sultan secara langsung sampai rasanya terharu sekali. Ketika usungan diraja lewat tanpa menunggu rombongan yang lain selesai melintas, saya dan suami ikut berjalan cepat mengejar kereta beliau supaya Keenan bisa melihat usungan lebih dekat. Sepanjang jalan tersebut, saya nyaris menangis dan merinding melihat suka cita rakyat berseru, “Daulat Tuan Patik!” dan melantunkan asma Allah serta salawat mendoakan pemimpinnya. Masya Allah, begitu dicintainya raja satu ini oleh rakyatnya.

    Yah, alhamdulillah, saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari sejarah negara Brunei Darussalam. Once in a lifetime moment, karena nggak banyak pemimpin yang bisa memimpin sampai 50 tahun kan. Nggak sia-sia semua pengorbanan yang harus dilalui ‘hanya’ untuk bisa menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan ini, termasuk kena macet hampir 1 jam untuk bisa keluar dari Bandar dan ngebut sepanjang lebuh raya supaya nggak terlalu telat menjemput kakak di meeting point-nya di Seria. 

    Daulat Kebawah Duli Tuan Patik. Kekal Qarar Memerintah Di Atas Takhta.

  • Seria, Brunei Darussalam, My Booney Cafe, Sri Selera Seria
    Daily Stories, Life in Brunei, Traveling

    Jumat Pagi di Sudut Seria Bersama Keenan

    Nggak seperti Indonesia yang sekolah libur di hari Sabtu dan Minggu, di Brunei sekolah kerajaan dan swasta lokal libur di hari Jumat dan Minggu. Namun, hari Jumat kemarin kakak Cinta harus latihan di sekolah untuk acara Sports Day 2 minggu lagi. Jadi kalau biasanya kami bermalas-malasan di Jumat pagi kali ini harus bersiap-siap untuk mengantar kakak sekolah. Tapi tetap aja sih kebiasaan bangun agak siang di hari Jumat nggak bisa hilang, sehingga Keenan nggak sempat sarapan di rumah. Akhirnya setelah mengantar kakak ke sekolah dia minta diajak sarapan di dekat sekolah kakak.

    Seria, Brunei Darussalam, My Booney Cafe, Sri Selera Seria

    Foto ini diambil pada Jumat siang ketika semua aktivitas perekonomian di Seria berhenti setiap pukul 12 – 2 siang supaya orang Muslim bisa melakukan ibadah sholat Jumat.

    Sekolah kakak dan rumah kami terletak di mukim Seria, sekitar 80 km dari Bandar Seri Begawan. Seria adalah kota kecil yang menjadi pusat eksplorasi minyak dan gas bumi, sumber kekayaan negerinya Sultan Hassanal Bolkiah. Dari rumah ke sekolah kakak dan Keenan berjarak 8 km yang biasanya kalau nggak macet bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Nggak banyak yang bisa dilihat dari Seria ini, pusat kotanya terletak di area yang bisa dikelilingi selama 15 menit dengan berjalan kaki. Mulai dari aneka tempat makan, bank, hotel, terminal bus, toko buku, deretan penjahit, kedai gunting rambut dan toko baju ada di sini. Meskipun nggak besar dan berkesan kota tua, aneka makanan enak ada di lokasi itu. Sebut saja resto sushi halal Kaizen Sushi favorit yang selalu penuh di jam makan siang dan malam dan Gohan Sushi yang nggak kalah enaknya. Restoran fast food modern seperti Jollibee, KFC, Burger King dan SugarBun bersebelahan dengan kedai-kedai masakan khas India dan Brunei yang sudah buka selama beberapa generasi. Nggak terlalu jauh dari area ini ada kantor polisi yang berseberangan dengan kantor pos.

    Bingung juga awalnya mau makan apa karena jam segitu tempat makan yang menyediakan menu fast food favoritnya belum ada yang buka. Tadinya berencana ajak dia makan roti telur a la kedai India aja, kebetulan Keenan memang suka sama roti-rotian semacam itu. Tapi dipikir-pikir kok nggak kenyang ya dan saya lagi malas mencium aroma kari-karian hihihi. Setelah muter-muter di area Plaza Seria yang kebetulan dekat sekali sama sekolah kakak, akhirnya memutuskan untuk makan di My Booney Cafe aja.  

    My Booney Cafe, Seria, Brunei Darussalam, halal food

    My Booney Cafe & Restaurant di Seria

    Seperti biasa, tiap makan di My Booney, Keenan selalu order dimsum siomay. Sayangnya pagi itu, siomay kesukaannya sudah habis. Setelah melihat aneka dimsum yang disajikan di meja, akhirnya dia milih siomay udang. Trus saya tawarin kolomee. Eh, dia mau.

    Kolomee, Kolomee Seria, Seria, Brunei local food, Brunei halal food, Brunei Darussalam, kolomee wonton

    Wonton Kolomee. Edisi sarapan porsinya lebih kecil.

    Kolomee itu kalau di Indonesia mungkin sejenis mie ayam, tapi di sini isinya kita bisa pilih mulai dari daging/ayam cincang, wonton rebus, roasted chicken dan masih banyak lagi. Rasanya juga agak beda sih, namun buat saya kolomee di My Booney Seria ini yang paling cocok di lidah saya dari beberapa kolomee yang pernah saya coba di Brunei ini karena bumbunya berasa banget sampai ke mienya dan rasanya cenderung gurih asin. Meskipun kadang terlalu medok dan kalau makan porsi gede agak eneq. Untungya di kafe ini kalau mulai dari jam 6 sampai 11 pagi ada menu sarapan yang porsi kolomeenya lumayan kecil. Jadi nggak khawatir nggak habis deh. Sementara saya yang tadinya nggak mau order karena udah ada siomay udang akhirnya tergoda untuk memesan set roti dan telur setengah matang plus teh hangat. Duh, apa kabar #menujulangsing2017?

    Setelah makan, Keenan tiba-tiba ngajak ngasih makan burung. Di dekat My Booney ada terminal bus yang nggak terlalu besar dan di salah satu sudutnya suka banyak burung ngumpul. Nah, kadang orang-orang iseng kasih makan burung di situ. Karena masih pagi, meskipun sudah lumayan panas, saya iyakan saja permintaan Keenan. 

    bus station, Seria, Brunei Darussalam

    Terminal Bus dan Tempat Parkir Taxi, Seria, Brunei Darussalam

    Sebelumnya kami nyeberang dulu dari My Booney ke deretan kedai runcit di depan terminal bus untuk beli makanan burung. Hampir semua kedai runcit di situ jual makanan burung, jadi nggak susah milihnya. Dengan uang B$ 1, kami sudah bisa dapat 1 kg jagung kering. 

    Seria, Brunei Darussalam

    Deretan kedai runcit (toko kelontong) di Seria

    Anak 4 tahun yang merasa sudah besar dan mandiri itu, langsung berinisiatif membawa sendiri tas plastik berisi jagung itu. Baru saja mau nyebrang ke terminal, eh tasnya jatuh di jalan. Jadilah jagung berhamburan di jalan raya dan langsung dikerubuti burung, sementara Keenan mau nangis ngeliat bawaannya jatuh :)) Akhirnya kami kembali lagi ke kedai dan membeli 1 kantong jagung lagi demi niat memberi makan burung terlaksana.

    Sampai di terminal, Keenan seneng banget bisa melempar-lempar jagung ke kawanan burung sambil sesekali berlari berusaha menangkap burung. Hihihi, kebahagiaan anak kecil itu sederhana ya. Alhamdulillah di sudut terminal bus yang itu nggak banyak mobil lewat, ada beberapa yang datang dan pergi untuk parkir namun masih aman untuk anak-anak ngasih makan burung di situ.

    Simply happiness

    Cukup lama juga kita nongkrong di situ, nggak peduli diliatin orang lewat. Bahkan ada sepasang kakek nenek yang sampai senyum-senyum ngeliatin si Keenan. Begitu jagungnya habis, eh malah minta beli jagung lagi. Karena sayanya sudah kepanasan saya tawarin beli permen lollipop aja untuk dimakan di rumah. Untungnya dia setuju. Tapi begitu sampai di kedai langsung minta es krim. “It’s very hot, Mom. I want to eat ice cream,” katanya. Ya sudahlah, kami beli es krim trus nyebrang lagi ke Kompleks Sri Selera Seria untuk numpang duduk makan es krim.

    Seria, food court, Seria food court, halal food in Brunei, non halal food in Brunei, Brunei Darussalam, Seria local food, Brunei local food

    Food court di Seria dengan sisi sebelah kanan untuk aneka gerai makanan halal dan sisi sebelah kiri untuk gerai makanan non halal

    Kompleks Sri Selera Seria ini semacam food court. Cukup besar tempatnya dengan dua sisi berseberangan yang menyediakan makanan halal dan non halal. Pagi ini sisi makanan non halal lebih ramai daripada sisi makanan halal. Keadaan biasanya berbalik di waktu makan siang dan malam. Di sisi makanan halal, menu yang tersedia beragam, mulai dari sate, pecel, aneka gorengan, bakso, sayur-sayuran sampai sup tulang, salah satu menu khas Brunei. Kadang kalau lagi kangen masakan Indonesia sederhana atau gorengan tapi terlalu malas bikin sendiri saya suka beli di sini meski rasanya ya sudah disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Misalnya soto rasa sup atau bebek goreng yang ukuran bebeknya gede banget.

    Sementara untuk sisi makanan non halal saya nggak tahu isinya apa aja, nggak pede juga mau nengok-nengok ke sana karena di setiap sisi dindingnya ada papan kecil merah bertuliskan, “Bukan Tempat Makan Orang Muslim.” Kalau pakai kerudung kaya saya melipir ke sebelah sana pasti diliatin deh hihihi. Pokoknya mah, nggak usah khawatir cari makan di Brunei. Gerai dan rumah makan yang menyajikan masakan non halal pasti akan memasang papan kecil tersebut di dekat pintu masuk atau minimal di tempat yang mudah terlihat. Kalau nggak ada tandanya, insyaAllah masakannya halal.

    Salah satu sudut Seria yang menunjukkan deretan kedai runcit dan tampak belakang Plaza Seria diambil dari depan Komplek Sri Selera Seria

    Kencan di Jumat pagi bersama Keenan di Seria berakhir setelah es krimnya habis. Perutnya yang kenyang dan hatinya yang riang karena sempat bermain di luar memudahkan saya untuk mengajaknya pulang sambil berjanji lain waktu akan membawanya memberi makan burung lagi dengan anggota keluarga yang lebih lengkap.

  • DIY, Life as Mom

    Bros Dari Pita Ala Ibu-Ibu KB Seria

    Yang namanya kumpul-kumpul sambil arisan kayanya nggak lepas dari keseharian ibu-ibu Indonesia ya. Coba deh mulai dari arisan di perumahan, arisan bareng ibu-ibu di sekolah anak (kalau anaknya 2, arisannya bisa ikut dua kelompok), arisan sama ibu-ibu seprofesi, you name it. Jenis arisannya sendiri sekarang makin banyak. Kalau jaman mama kita dulu mungkin cuma arisan uang dan arisan panci, jaman digital gini ada dong arisan emas, arisan buku, arisan iPhone dan kamera mirrorles, arisan jalan-jalan dan masih banyak lagi yang dikelola secara online. Asli deh, yang kaya gini ini diperlukan modal kepercayaan yang besar ya. Setor uang ke orang-orang yang secara fisik belum pernah kita temui di dunia nyata. 

    Buat sebagian ibu (baca: khususnya saya) jumlah arisan nggak penting, yang penting ngumpulnya, karena acara ngumpul inilah yang sebenarnya seru. Makanya saya jarang ikut arisan dengan jumlah besar, selain sayang uangnya juga karena tujuan utamanya bukan itu.

    Tapi sebagian lain, memanfaatkan arisan sebagai kesempatan untuk nabung. Masuk akal juga sih, dengan ikut arisan mau nggak mau kan kita menyisihkan sejumlah tertentu uang belanja yang bisa diambil kemudian saat tiba waktunya. Sebenarnya tabungan formal jenis ini sudah ada di beberapa bank, seperti CIMB Niaga dengan nama Tabungan Mapan, di mana kita setor ke bank jumlah tertentu setiap bulan dalam jangka waktu tertentu. Dan setelah waktunya berakhir, dana kita bisa langsung cair ke tabungan utama. Kenapa saya ngasih contohnya tabungan dari bank CIMB Niaga? Ya karena saya tahunya itu, secara mantan pegawai gitu :))

    Cuma, sepertinya tabungan jenis ini masih kalah pamornya dengan arisan ya. Setidaknya di lingkungan saya sih seperti itu, ibu-ibunya lebih memilih ikut arisan atau menginvestasikan uangnya ke asuransi unit link dan reksadana. Nah, sejak merantau ke Brunei saya kira nggak akan ketemu lagi sama yang namanya arisan tapi ternyata saya salah. Hari pertama saya gabung dengan komunitas ibu-ibu Indonesia di wilayah Seria dan Kuala Belait (biasa disebut ibu-ibu KB Seria), langsung diajak arisan yang baru memulai putaran barunya. Jadilah, sejak saat itu sampai sekarang saya sudah ikut 3 putaran arisan di komunitas ini. Dan, sahabat-sahabat saya di Jakarta, para mamak bundar alias Circle Moms, rencananya akan mulai juga arisan putaran baru bulan ini setelah lama vakum. Tujuan kedua arisan ini sama, supaya bisa ngumpul secara rutin dan mempererat persaudaraan antar anggotanya.

    Indonesian ladies in KB – Seria

    A post shared by Alfa Kurnia | PojokMungil.com (@alfakurnia) on

    Karena tujuan itulah, arisan di komunitas KB Seria bukan jadi acara utama setiap kali kami berkumpul di hari Rabu, minggu pertama bulan berjalan, sehingga yang nggak ikut arisan pun sangat diperbolehkan untuk bergabung. Dan sejak 2 tahun lalu, pada acara yang diberi judul silaturahmi ini selalu ada sharing session dari salah seorang ibu yang ditunjuk karena memiliki keahlian sesuai tema bulanan. Jadi misalnya bulan Januari temanya cooking class ya dicari seorang ibu yang mau berbagi ketrampilan memasaknya. Sejauh ini sudah pernah ada kelas investasi, bikin cireng, dekor kue, kesehatan organ intim wanita, bikin bunga dari manik-manik dan masih banyak lagi. Nggak harus sulit kok, sederhana pun nggak apa-apa yang penting bermanfaat dan acara silaturahmi nggak sekadar menjadi ajang bertukar gosip. 

    Nah, pada hari Rabu kemarin kegiatan silaturahmi ibu-ibu KB Seria selain arisan juga diisi dengan crafty class membuat bros dari pita.

    Pengajarnya adalah mbak Yulisma Jamalin yang biasa kita panggil mbak Uun. Mbak Uun ini memang terkenal kreatif. Selain pandai crochet tanpa pola, cross stitch, bikin bunga dari manik-manik juga akhir-akhir ini merambah ke bidang doodling dan coloring yang lagi ngetren itu. Jadi nggak heran lah kalau beliau yang ditunjuk untuk mengisi crafty class.

    Silaturahmi ibu-ibu KB Seria bulan September 2016

    A post shared by Alfa Kurnia | PojokMungil.com (@alfakurnia) on

     

    Karena keterbatasan waktu, maklum, ibu-ibu KB Seria kan bagaikan Cinderella, jam 12 teng sudah harus bergegas memacu kendaraan masing-masing untuk menjemput anak-anaknya pulang sekolah, menyiapkan makanan untuk para suami yang pulang makan siang di rumah, dan aktivitas lain, maka mbak Uun pun memilihkan ketrampilan sederhana untuk kami. Selain mudah dibuat, bahannya pun gampang dicari. Jadi, kami pun bisa ngajarin anak-anak untuk membuat sendiri di rumah. Senang lah. Pas banget untuk isi kegiatan libur sekolah minggu depan.

    Bros Dari Pita

    Bahan:

    4 buah pita hijau dengan panjang berbeda
    3 buah pita perak dengan panjang berbeda
    (Selisih antara ketujuh pita ini masing-masing 1 cm)
    Kain keras dipotong kotak untuk alas pin
    Pin
    Manik-manik
    Lem tembak

     

    Cara Membuat:

    1. Lipat masing-masing pita menjadi dua bagian sama panjang sampai terbentuk garis lipatan di tengah pita, lalu buka lagi.
    2. Bubuhkan lem panas ke garis lipatan di tengah pita, lalu bawa ujung kanan kiri pita ke tengah, tempel. Lakukan hal yang sama pada semua pita.
    3. Susun pita dari yang paling panjang di bawah sampai yang paling pendek di atas sesuai selera. Setelah puas dengan susunan pita, lem bagian belakang masing-masing pita agar menempel satu sama lain.
    4. Bubuhkan lem ke bagian tengah pita paling atas, susun manik-manik di atasnya.
    5. Tempel kain keras di bagian paling belakang pita, lalu tempel pin di atas kain keras.
    6. Bros dari pita siap digunakan.

    Catatan:

    Kalau nggak ada lem tembak, bisa juga dijahit dan saya pribadi sepertinya lebih suka dijahit karena manik-maniknya gampang lepas kalau cuma ditempel dengan lem tembak.

    Nah, gampang kan? Rencananya mau ajak Cinta bikin ini juga setelah dia pulang dari Science Camp minggu depan. Lumayan untuk isi liburan sekolah. Yuk coba yuk.

     

  • pout care, pout hair and body care, hair product for children
    Beauty & Fashion, Daily Stories

    Yang Alami Untuk Rambut Si Kecil: Pout Care

    Mencari produk perawatan tubuh dan rambut untuk anak menurut saya bukan hal yang mudah. Kulit dan rambut anak yang masih sensitif seringkali membuat saya harus memeriksa dengan teliti kandungan apa saja yang ada dalam produk tersebut. Inginnya sih semua serba alami dan aman bagi anak.

    Tadinya saya menggunakan salah satu produk dari sebuah merek ternama bagi anak-anak saya. Tapi, Cinta yang mulai memasuki masa pra remaja merasa nggak puas dengan sampo “bayi” tersebut sehingga sering memakai sampo saya atau papanya. Padahal produk perawatan rambut tersebut belum tentu aman baginya.

    Sampai suatu hari seorang teman menyarankan saya menggunakan produk perawatan rambut dari Pout yang diklaim alami dan cocok untuk anak. Pucuk dicinta ulam tiba, saya mendapat satu paket berisi produk perawatan rambut buatan Australia ini. Mulai dari sampo, kondisioner, hair spray sampai hair wax untuk dicoba bersama anak-anak.

    pout care, pout hair and body care, hair product for children

    Jadi, selama sebulan ini, anak-anak menggunakan produk-produk dari Pout, and they we love it.

    Keenan suka dengan karakter pada kemasan produk yang anak-anak banget (especially the Blueberry Potion yang menggambarkan karakter ksatria berkuda); kakak Cinta suka dengan wanginya yang lembut dan kemasannya yang nggak “bayi”; sedangkan saya suka sekali dengan hasilnya di rambut anak-anak.

    Kemasan Pout sendiri benar-benar menyenangkan dilihat. Karakter putri, ksatria berkuda, peri, penyihir baik hati, ilmuwan dan bajak laut yang sedang menaiki carrousel atau komidi putar dengan warna warna cerah.

    Bahan-bahannya juga aman bagi anak, bahkan yang memiliki kulit sensitif sekalipun, karena dibuat dari bahan alami berkualitas tinggi tanpa kandungan sulfat atau paraben. Rangkaian produk Pout juga dilengkapi dengan berbagai ekstrak bunga serta tanaman organik yang berasal dari Australia, seperti Alfalfa, Sage dan Rosemary untuk menutrisi dan menguatkan rambut anak-anak.

    pout care, pout hair & body care, natural hair product for children

    Favorit saya sejauh ini adalah pout Care Blueberry Potion Natural Shampoo. Wanginya lembut, nggak pedih di mata, dan membuat rambut terasa lembut dan mudah disisir.  Oya, produk sampo Pout ini waktu dibilas nggak meninggalkan kesan kesat di rambut, jadi kalau terbiasa dengan produk sampo di pasaran seperti saya, awalnya mengira sampo ini susah dibilas. Padahal sebaliknya. Dan kelembaban pada rambut setelah dibilas itu yang membuatnya mudah disisir. Bahkan untuk rambut tebal dengan helaian besar seperti rambutnya kakak Cinta.

    Merawat rambutnya Cinta ini memang agak tricky. Helaiannya yang tebal tapi halus seringkali membuat rambut lurusnya sulit diatur dan mudah berantakan. Nah, untuk itu saya pakaikan pout Care Peaches and Cream Natural Detangler setiap habis keramas supaya mudah disisir. 

    Hair detangler ini juga sering dipakai Cinta saat harus berangkat lagi sekolah Ugama di siang hari setelah sepagian tertutup kerudung supaya kulit kepalanya terasa segar. Produk ini mengandung minyak Argan yang bermanfaat menstimulasi pertumbuhan rambut dan mencegah ujung rambut pecah-pecah. 

    Manfaat hair detangler ini juga tampak di rambutnya Keenan, lho. Setelah rutin memakai selama sebulan lebih, rambut Keenan jadi kelihatan lebih tebal. Selain itu, dia jadi gampang diajak menyisir rambut setelah mandi karena suka saat rambutnya disemprot pout Care Peaches and Cream Natural Detangler ini.

    Setelah memakai detangler, biasanya saya menata rambut Keenan dengan pout Huckleberry Sorbet Natural Wax. Saya suka sekali produk ini karena membantu saya menata rambut Keenan dengan model-model lucu tanpa takut rambut bayinya rusak. Kandungan akar Burdoch organik, Rosemary dan ekstrak Yarrow berfungsi menguatkan dan mencegah kerusakan rambut. Pelembab yang terkandung di dalamnya membuat rambut mudah ditata. Biasanya sih, kalau nggak banyak dipegang, tatanan rambut yang menggunakan hair wax ini bisa tahan selama 4 jam. Cocok banget buat cowok-cowok kecil kita yang stylish, ya Ma.

    pout hair and body care, pout care, natural hair product for children

    Selain ketiga produk tersebut, anak-anak juga berkesempatan mencoba pout Care Strawbery Magic Natural Shampoo yang diperkaya dengan tumbuhan Sage, Comfrey dan Parsley organik yang berguna menguatkan rambut serta menstimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala sehingga rambut kakak dan Keenan nampak lebih berkilau dan sehat. Dan untuk melengkapinya, kami juga sesekali menggunakan pout Green Apple Whoosh Hydrating Conditioner yang mengandung Alfalfa organik, Calendula dan ekstrak Elderflower untuk melindungi kulit kepala yang sensitif dan rambut dari lingkungan yang kurang sehat. Biasanya kondisioner ini kami pakai setelah berenang atau beraktivitas di pantai, sehingga rambut anak-anak yang terpapar klorin dan sinar matahari kembali lembut dan sehat.

    Sementara ini produk-produk Pout baru dapat kita jumpai di beberapa toko di Singapura dan beberapa cube di Brunei. Tapi kita juga bisa beli online lewat websitenya: pout Hair & Body Care karena pout melayani pengiriman ke Singapura, Indonesia, Brunei, Malaysia, Filipina sampai Thailand. 

     

     

  • Gohan Sushi Restaurant, Japanese Food, Seria, Brunei
    Foods and Places, Life in Brunei

    NgeRamen di Gohan Sushi

    Setiap Sabtu siang abis jemput kakak Cinta sekolah adalah waktunya jajan alias makan siang di luar. Karena cuma punya waktu 1 jam sebelum kakak masuk sekolah Ugama, pilihan tempat makan pun terbatas hanya yang ada di sekitar Seria Plaza.

    Kalau biasanya kakak Cinta yang menentukan jenis makanan apa yang ingin di santap, kali ini giliran papa yang memilih. Dan karena beliau ingin makan ramen, maka kami pun mencoba Gohan Sushi Restaurant, restoran Jepang yang baru buka cabang di Seria ini akhir tahun 2015 yang lalu.

    Gohan Sushi, Seria, Brunei, Japanese Food

    Gohan Sushi Restaurant Seria

    Seperti kebanyakan restoran Jepang di Brunei, Gohan Sushi ini sudah punya sertifikat halal. Jadi kami nggak waswas kalau mau pesan sushi dan aneka makanan khas negara matahari terbit itu.

    Kebetulan siang itu Gohan Sushi cukup sepi. Di dalam ruangan cuma ada satu keluarga selain kami yang kalau diliat dari seragam anaknya satu sekolah sama Cinta. Baru beberapa saat kemudian ada beberapa pelanggan lain yang datang.

    chuka wakame, gohan sushi, japanese food, restaurant, brunei, seria

    Gohan’s Chuka Wakame

    Setelah memilih-milih, kami memesan Chuka Wakame, rumput laut favorit keluarga, Niku Ramen dan Niku Spicy Ramen untuk saya dan suami, Tori Katsu Cheese dan Garlic Fried Rice kesukaan Cinta dan Keenan, plus 1 porsi Ninniku Gohan, sushi yang cuma terdiri dari nasi, tobiko (flying fish roe yang berwarna oranye cerah dan biasa disajikan pada sushi) plus sedikit cheese spread di dalamnya untuk Keenan. Sengaja pilih jenis sushi itu karena Keenan suka banget makan sushi tapi nggak suka isinya. Jadi kalau order sushi di tempat lain, biasanya nasinya dimakan Keenan nah isinya mama yang makan hihihi. Berhubung tadi ada menu itu ya udah coba aja deh.

    ninniku gohan, sushi, gohan sushi, japanese food, seria, brunei

    Ninniku Gohan

    Eh, ternyata dia suka lho menu sushi itu, begitu pula kakak. Cuma mereka kurang suka cheese spreadnya. Jadi pas makan bagian yang ada cheese spreadnya langsung dilepeh sama dia.

    Tori Katsu, Japanese Food, Gohan Sushi, Restaurant, Brunei, Seria

    Gohan’s Tori Katsu

    Sedangkan kakak lahap makan pilihan menunya. Karena porsinya lumayan banyak bisa berdua sama Keenan juga nasi gorengnya. Rasanya cukup enak, gurih tapi nggak terlalu garlicky gitu. Tori katsunya renyah di luar dan ngeju.

    ramen, niku ramen, gohan sushi, restaurant, japanese food, brunei, seria

    Gohan’s Niku Ramen

    Niku Ramennya enak! Kuahnya gurih dan segar. Mienya kurang berbumbu tapi justru pas dipadu dengan irisan daging tipis yang empuk dan gurih. Sukak pake banget deh. Nyicip versi pedesnya punya suami juga enak sih. Cuma saya lebih cocok yang original aja. Niku Spicy Ramen menurut saya cuma Niku Ramen yang dikasih banyak cabe bubuk hehehe.

    Oya, untuk menu ramen, Gohan ini punya banyak pilihan, mulai dari yang beef atau chicken broth base seperti yang saya pesan sampai tom yam dan kimchi soup base pun ada.

    Nah, minuman yang cocok untuk menemani si Ramen hangat di siang yang panas seperti kemarin ya apalagi kalau bukan Ocha dingin. Seger banget.

    Pokoknya siang itu kami bahagia. Selain makanan yang dipesan cocok di lidah, pelayanannya juga cepat dan ramah. Suasana tempat makannya terang dan nyaman. Total harga yang kami bayar juga nggak terlalu mahal, ya mungkin karena kami nggak pesan sushi ya. Tapi dengan menu segitu aja sudah bisa bikin perut kenyang kok. Kapan-kapan kalau waktunya lebih santai dan lagi pengen, kita coba deh sushinya. Ini aja saking keasikan makan akhirnya si Kakak jadi bolos sekolah Ugama. Maaf ya, Cikguuuu…

    Gohan Sushi Restaurant
    First Floor, No 23, Jalan Sultan Omar Ali, Seria
    Operating hours: 11am to 10pm daily.
    For enquiries, reservations or more information, call 8772377, 3221216 or 3221218.

  • lion dance, chap goh mei, chinese new year 2016
    Life in Brunei

    Perayaan Chap Goh Mei di Sekolah Cinta

    Sebagai sekolah Cina, sudah menjadi tradisi mereka merayakan hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Cina. Ada Mid Autumn Festival, Chinese New Year, Chap Goh Mei, dll. Setiap perayaan punya ciri khasnya sendiri dan perayaan Chap Goh Mei pasti dimeriahkan dengan pertunjukan Lion Dance.

    Chap Goh Mei 2016, Lion Dance, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese school, Seria

    Persiapan sekaligus mengiringi barongsai yang memberkati ruang kelas

    Kalau biasanya pertunjukan ini hanya dapat dilihat oleh anak-anak karena diadakan di sela-sela aktivitas belajar mengajar, tahun ini sekolah memberi kesempatan kepada orangtua untuk menyaksikannya. Dan saya pun nggak menyia-nyiakan kesempatan itu. Hari Senin, 22 Februari kemarin, atas permintaan kakak Cinta, saya sudah siap di dalam gedung sekolah sebelum pukul 10 pagi.

    Ada untungnya juga datang lebih awal dari waktu pertunjukan yang dijadwalkan jam 10 pagi itu. Selain bisa melihat para Lion Dancer bersiap-siap, saya juga bisa menyaksikan kehebohan anak-anak ketika barongsai memasuki ruang kelas dan ‘memberkati’ kelas mereka. Seru juga, apalagi di kelas lower primary. Anak-anak kecil itu berebut pengen megang si barongsai.

    lion dance, chap goh mei 2016, chinese new year 2016, brunei, seria

    Lion Dance masuk dan memberkati ruang kelas dengan mengupas jeruk-jeruk persembahan. Sumber foto: CCMS FP

    Padahal para penari barongsai itu ya kakak-kakak kelas mereka juga. Anak-anak middle school dari sekolah yang sama. Meski masih SMA, kemampuan mereka bagus lho. Malah klub-klub lion dance dari sekolah-sekolah ini sering diundang perform dalam perayaan Chinese New Year di kantor atau rumah.

    Kalau dulu, mereka juga sering tampil di tempat umum. Waktu masih tinggal di apartemen yang jadi satu dengan supermarket, tiap tahun baru Cina pasti bisa nonton lion dance ini dari dekat, karena pemilik apartemen & supermarket selalu mengadakan pertunjukan lion dance untuk memberkati toko dan apartemennya serta menghibur keluarga dan pengunjungnya. Tapi sejak 3 tahun terakhir, berdasarkan peraturan baru, pertunjukan tersebut hanya boleh dilakukan di rumah, sekolah atau komunitas khusus. Meski demikian, konon, honor untuk tampil menari barogsai ini cukup besar. Hebat ya, klub sekolah pun bisa jadi profesional.

    Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese School, Seria

    Lion Dance

    Setelah berkeliling masuk ke beberapa ruang kelas, rombongan barongsai ini kembali ke lapangan, berkumpul bersama ratusan anak yang sudah duduk manis menunggu kehadiran mereka. Saya pun menemukan Cinta di tengah teman-temannya. Dan begitu melihat saya, dia memilih untuk menonton dari pinggir ruang kelas bersama saya daripada teman-temannya. Saya jadi merasa tersanjung hihihi. Untungnya lokasi kami nonton cukup strategis sehingga bisa leluasa menyaksikan atraksi lion dance itu.

    Meski cukup sederhana dan nggak pakai panjat-panjat tiang seperti biasanya. Pertunjukannya cukup menghibur. Anak-anak antusias nontonnya, terutama ketika salah satu barongsai lempar-lempar jeruk dan permen. Pada berebut deh.

    Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Chinese School, Brunei, Seria

    Berebut jeruk dan permen. Sumber foto: CCMS FP

    Jeruk memang selalu jadi bagian dalam perayaan Chap Goh Mei, seperti kue keranjang yang tak terpisahkan dengan perayaam Mid Autumn Festival. Tiap tahun baru Cina, pasti supermarket banjir dengan jeruk-jeruk Mandarin yang manis-manis dan dibungkus plastik itu.

    Chap Goh Mei sendiri adalah perayaan yang dilakukan pada malam ke-15 setelah tahun baru Cina sebagai penutup dari rangkaian perayaan Chinese New Year. Ketika Chap Goh Mei, biasanya keluarga berkumpul untuk makan besar dan menyalakan kembang api. Macam lebaran gitu kali ya. Rumah-rumah pun dihias indah dengan lampion merah. Pokoknya tiap tahun baru Cina, rumah-rumah, toko-toko dan sekolah Cina pasti lebih meriah dari biasanya dengan aneka hiasan berwarna merah. Cantik banget.

    Selamat memasuki tahun Monyet bagi teman-teman yang merayakan. May good luck and good fortune always be with you.