Serunya Rebutan Belanja di Toko Online

Sebenarnya saya nggak sering-sering amat belanja online. Apalagi produk fesyen yang dijual lewat Instagram. Penyebabnya adalah beberapa kali kecewa dengan kualitas bahan dan model yang nggak sesuai dengan foto yang dipajang. Sejak saat itu, kalau beli baju atau hijab saya lebih suka lewat Zalora atau Hijabenka.
Karena itulah saya sedikit banget follow akun online shop di akun IG utama saya. Padahal awal-awal mainan IG yang saya follow kebanyakan ols, bahkan sampai bikin akun IG khusus untuk mengikuti toko-toko online. Tapi kemudian saya coba lebih selektif. Yang sering posting SFS sehari 10 posting jelas saya unfollow. Pening bok kalau liat timeline IG isinya iklan semua. Beberapa akun yang tetap saya ikuti sampai sekarang antara lain karena pernah beli dan suka dengan kualitas barangnya, ols punya teman, foto-fotonya bagus dan nggak ikut SFSan gitu.

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman berencana untuk patungan beli kado ulang tahun untuk seorang sahabat, sebut saja namanya Mawar. Karena pilihan barang keren dan modis tapi terjangkau di Brunei ini sedikit, kami memutuskan untuk belanja online di Indonesia untuk kemudian dibawa ke Brunei oleh Melati yang lagi mudik. Kami pun mulai stalking online shop yang difollow si Mawar ini, yang membuat saya akhirnya follow akun-akun itu untuk ngeliat barang-barangnya karena kebanyakan akun mereka digembok. Dari situlah saya sadar kalau barang-barang jualan di IG sekarang udah keren-keren banget dan kualitasnya bagus-bagus dilihat dari testinya. Apalagi mereka nggak segan-segan endorse beauty blogger atau hijaber yang memang terkenal selektif pilihan barangnya. 

Bertepatan dengan itu, setibanya di Brunei, Melati ngasih oleh-oleh berupa 2 pashmina yang bahannya enak banget dipake dan mudah diatur. Dan nggak lama kemudian, seorang teman yang lain cerita tentang jilbab instant yang sering dia pakai dan saya suka karena modelnya manis juga bahannya nggak tipis meski lentur. Ketebalan bahan kerudung akhir-akhir ini agak penting buat saya karena mulai risih pakai yang nerawang meskipun saya juga pakai dalaman yang panjang sampai menutup leher. 

Lantas, si teman ini, Anggrek, menyebut sebuah akun OLS di IG tempat dia membeli jilbab itu sambil bercerita kalau belinya pake rebutan. Yang ternyata sama dengan OLS tempat Melati beli pashmina oleh-oleh tadi. Sebenarnya nama akun itu nggak asing buat saya tapi saya males follow karena ya belinya pakai rebutan itu. Apalah enaknya beli harus cepet-cepetan kirim Line/WA. Emangnya saya kurang kerjaan banget mantengin IG demi menunggu waktu upload. 

Eh, nggak lama kemudian, Anggrek ngasih tahu kalau si OLS itu mau upload produk dalam waktu dekat dan dia ngajakin order bareng dengan dia yang mesenin. Karena penasaran dan merasa nggak pake repot akhirnya saya ikut order. Alhamdulillah dapet. Dan setelah barang diterima, ternyata saya suka pake banget sodara-sodara. 

Jadilah setelah itu saya jadi follow OLS tersebut dan mulai menemukan beberapa akun yang menjual lagi barang yang mereka beli dari si OLS. Istilahnya tangan kedua, bukan reseller. Kenapa ada tangan kedua? Ya karena barang yang dijual oleh OLS tersebut terbatas, bahkan satu alamat cuma boleh pesan dalam jumlah yang ditentukan. Jadi yang nggak kebagian bisa beli lewat tangan kedua itu tadi walaupun harganya jelas lebih mahal. 

Nah, setelah beberapa kali titip order lewat Anggrek, saya iseng nyoba pesan sendiri dengan beberapa tips dari dia. Antara lain:

1. Follow dan hidupkan notifikasi akun ols tersebut di IG jadi kita nggak ketinggalan info produk yang akan diupload dan waktu uploadnya.

2. Pilih produk yang mau dibeli sebelum si OLS open order. Biasanya 1-2 hari sebelum open order, OLS itu akan upload pilihan warna dan produknya. 

3. Siapkan format Line/WA sesuai petunjuk order mereka. Nah, di sini saya lebih suka pakai Line. Karena kita bisa nulis dulu dan meski keluar dari aplikasi, tulisan itu nggak terhapus. Jadi nggak capek copy paste.

4. Pantengin waktu open ordernya. Biasanya 5 menit menjelang open order, si OLS akan upload foto yang berisi format order dan persiapan untuk order. 

5. Dalam waktu 5 menit itu, rajin-rajin refresh timeline IG karena tepat pada waktu yang sudah ditentukan, si OLS akan upload foto yang bertuliskan “Send your chat now.” Percayalah, ketepatan & kecepatan mengirim chat ini pengaruh banget dalam perolehan barang hahaha. Secara dalam menit pertama aja biasanya dia menerima ratusan chat dari WA dan Line. 

6. Sabar menunggu balasan. Beberapa kali chat dibalas setelah beberapa jam, pernah juga dibalas dalam waktu kurang dari satu jam. Tapi pasti dibalas kok meski sekadar mengabarkan kalau barang yang kita pesan sudah habis.

7. Kalau kehabisan barang tersebut tapi kita naksir banget, coba ke Shopee. Biasanya para tangan kedua menjual produk yang mereka dapat di sana, tentu dengan selisih harga mulai dari 5000-20000 lebih mahal dari harga aslinya.

Setelah mempraktikkan tips tersebut, alhamdulillah beberapa kali berhasil mendapatkan barang pesanan saya di akun @heaven_lights dan @pulchragallery. Bahkan gantian dengan teman, saya menerima titipan order dari temen-temen yang lain. Tentu nggak memungut jasa titip ya. Wong sama tetangga dan untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual lagi. Kalaupun nggak dapat biasanya karena memang stoknya cuma ratusan. Sedangkan kalau ribuan, Insya Allah dapat. 

Beda lagi dengan OLS yang menjual produk fesyennya lewat web meski info produk dan waktu open ordernya tetap diumumkan lewat akun instagramnya seperti @vanillahijab. Sejauh ini saya baru 2 kali berhasil rebutan lewat web. Kalau ini memang keberhasilan bergantung pada kecepatan internet dan keberuntungan rasanya. Tapi begitu dapet rasanya seneng banget.

Perasaan deg-degan nunggu open order, kirim chat dan menanti balasan itu bikin kecanduan juga lho. Apalagi kualitas produk yang dijual memang bagus dan selalu aja ada produk atau warna baru yang bikin kita kepingin punya. Akhirnya nggak sadar orderan demi orderan bikin rupiah melayang dengan deras. Memang harganya nggak mahal-mahal amat. Untuk jilbab instant dan pashmina rata-rata 60000 – 85000, sementara baju seperti kemeja, tunik, dress dibandrol mulai 100000. Tapi kalau sampai ketagihan order kan ya tekor lah lama-lama.

Jadi ya pinter-pinter deh milih mana yang dibutuhkan. Atau kalau memang nggak bisa menahan hasrat rebutan belanja online, sekalian aja terima jasa titip order lalu jual tangan kedua atau sekalian buka akun di Shopee. Kan lumayan menyalurkan hobi belanja tapi nggak keluar duit malah dapat pemasukan hehehe.

Teman pojokmungil suka rebutan belanja di toko online juga nggak? Cerita yuk pengalaman serunya.

Dec 31, 2016
Previous Post Next Post

You may also like