Koin oh Koin

Koin yang nyangkut

Kemarin pagi, seperti biasa habis minum susu Cinta main sendiri di kamarnya sambil nunggu saya merebus air untuk mandi. Baru aja nyalain kompor tiba-tiba Cinta nangis kejer sambil berusaha untuk muntah. Langsung saya samperin di kamarnya dan (saya nggak begitu ingat detil kejadiannya) tiba-tiba liat ada benda bulat mengkilat nyangkut di ujung lidahnya. Dem, Cinta nggak sengaja nelen koin. Nggak pake mikir, cuma sempat bilang bismillah langsung saya masukin jari ke mulutnya. Alhamdulillah ujung koin yang ada di dalam masih bisa teraih. Akhirnya saya congkel dan keluarlah koin sebesar uang Rp 100,- jadul yang biasa buat kerokan itu.

Selama proses ngeluarin yang cuma berlangsung dalam hitungan detik itu rasanya ujung jari dan koin melukai dinding mulutnya. Sehingga begitu koin keluar Cinta langsung muntah beberapa kali, sambil terus nangis. Setelah di lap, saya peluk sambil membiarkan dia menyelesaikan nangisnya. Peluk aja, nggak pake ngomong apa-apa. Saya tahu dia cuma lagi butuh menenangkan diri karena saya pun begitu. Abis puas nangis, ya main lagi. Ngoceh-ngoceh lagi, nyanyi-nyanyi lagi dengan matanya yang berbinar-binar. Gantian saya yang terduduk lemas di pinggir tempat tidurnya menahan air mata.

Banyak yang berkelebat di pikiran saya begitu kejadian menegangkan itu selesai. Antara bersyukur banget nget nget nget… Alhamdulillah… Puji Tuhan, koin itu bisa keluar cuma dengan dicongkel dengan jari. Sementara segala macam teori dan praktek pertolongan pertama yang harus dilakukan saat anak tersedak kaya Heimlich Maneuver benar-benar menguap dari kepala. Sekaligus ngebayangin kalau seandainya saya nggak bisa mengeluarkan koin itu, what should I do? Sementara UGD jauhnya sekitar 15-20 menit perjalanan dari rumah.

Kalau ditanya dari mana Cinta dapat koin, saya juga nggak tahu. Mungkin dari kotak mainannya, mungkin dari celengan yang suka dia buka tutup kuncinya. Pertanyaan, “Kok, Cinta masih suka masukin benda asing ke mulut? Emang umur berapa?” juga jadi PR buat saya. Seharusnya anak usia 3 tahun 8 bulan sudah melewati fase oral ya. Tapi belakangan emang dia suka ngemutin apa aja yang menarik perhatiannya; kertas, karet rambut, koin. Normal kah atau Cinta lagi mengalami regresi alias kembali ke tahap perkembangan yang paling memuaskannya? Ada yang bisa bantu jawab kah?

Yang pasti ini pelajaran banget buat saya. Harus rajin-rajin inspeksi kotak mainannya, nggak bosen kasih pemahaman untuk nggak masukin benda-benda asing ke mulut dan sebisa mungkin menemani Cinta waktu lagi main. Seperti yang dibilang mbak Resti, dalam sepersekian detik apapun bisa terjadi. Yup, we’ll never know. But thank God everything is fine now.

Komentar ditutup.