Gundul Gundul Pacul

Sejak kecil (ya, sekarang masih kecil juga sih menurut emaknya) Cinta itu nggak suka banget lihat papanya dicukur gundul. Sementara suami sukanya cukur gundul meski nggak sampai plontos. Gara-gara perbedaan selera ini Cinta pernah nggak mau deket-deket si papa karena nekat cukur gundul, padahal waktu itu masih jarang ketemu akibat long distance marriage. Sejak itu tiap mau potong rambut suami selalu minta ijin anak gadisnya supaya dibolehin cukur cepak. Untungnya, beranjak besar Cinta sudah mulai cuek sama rambut papanya jadi nggak terlalu cerewet lagi ngelarang si papa gundul.

Nah, menjelang Keenan 2 bulan kami mulai kasak kusuk berencana memotong rambutnya. Awalnya mama mertua nyaranin untuk potong di tukang cukur aja bareng sama suami yang langsung ditolak karena dia pengen nyukur sendiri rambut anak-anaknya. Rupanya suami belum kapok dengan pengalaman mencukur rambut Cinta dengan gunting dan cukuran kumis hampir 5,5 tahun lalu yang makan waktu 1 jam. Asli yang nggendong dan nyusuin sampai pegel karena nggak selesai-selesai.

Belajar dari situ dan cerita papa mertua tentang ponakan yang digundul bapaknya pakai alat cukur elektrik, kami pun hunting alat pencukur rambut dan menemukan benda ini di Soon Lee Megamart, Kuala Belait seharga B$ 39. A bit pricey sih menurut saya tapi dengan pertimbangan bisa buat potong rambut Keenan selanjutnya akhirnya dibeli juga Pritech Hair Trimmer Child-Spesific itu.

Pas tanggal 5 Mei kemarin, di usia Keenan yang tepat dua bulan, tanpa diawali prosesi apapun -nggak kaya Cinta yang acara potong rambutnya dibarengkan sama akikahnya-, dengan anak bayi digendong yangtinya yang nggak berhenti mengucap basmallah dan tasbih, suami mencukur rambut anak lanang kesayangannya. Alhamdulillah, lancar banget prosesnya dan selesai hanya dalam waktu 15 menit. Lebih cepat dari durasi mandinya Cinta pagi itu, sehingga dia nggak sempat lihat adeknya dicukur.

Kata suami, alat cukurnya enak banget, mudah dibersihkan dan aman. Kebetulan selama dicukur Keenan cuma gerak sedikit jadi nggak ada yang luka. Hasil cukurannya juga rapi. Puas deh sama si Pritech ini.

Rambut yang dicukur, setelah dikira-kira beratnya untuk mengeluarkan sedekah seharga emas sesuai berat rambut, dititipkan ke mertua untuk ditanam di halaman depan rumah mereka seperti rambut cucu laki-lakinya yang lain. Sedangkan rambut Cinta dulu karena anak perempuan ditanam di halaman belakang. Nggak tahu juga sih alasan perbedaan depan belakang ini, kepercayaan orang Jawa aja katanya.

Selamat ulang bulan ke-2, Keenan Aditya. Sehat terus, makin kuat, cepat besar dan tambah pintar.

May 7, 2013
Previous Post Next Post

You may also like