Ganti Paspor Anak di KBRI Bandar Seri Begawan

Posted in Life in Brunei by

Gimana sih prosedur ganti paspor untuk anak? Dan dokumen apa saja yang harus disertakan?

Meskipun sudah beberapa kali ganti paspor anak-anak, tetap saja pertanyaan itu jadi pikiran saya. Maklum, kan bukannya tiap tahun kami membuat paspor baru untuk anak-anak. Apalagi sejak kuartal kedua 2017, ada penerapan sistem pembuatan paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan menjadi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Perbedaan utama dari sistem baru ini adalah pemohon diwajibkan datang untuk pengambilan foto, data biometrik berupa sidik jari dan wawancara.

– Situs Kemenlu.go.id/bandarseribegawan

Dengan sistem ini, pembuatan paspor baru yang tadinya bisa dilakukan dalam 1 kali antrian di satu hari kerja berubah menjadi 2 kali antrian, dan kalau sedang kurang beruntung tidak bisa dilakukan dalam satu hari kerja. Saat sistem ini diujicobakan, beberapa teman harus kembali 1 bulan setelah proses validasi data untuk foto dan wawancara. Bahkan ada yang sampai 2 bulan hahaha. Jadi sempat ricuh lah di grup komunitas soal sistem pembuatan paspor baru ini di awal penerapannya.

Kalau diingat kok jadi mirip dengan sistem pembuatan paspor baru di kantor imigrasi Indonesia saat saya bikin paspor untuk Cinta 9 tahun lalu, di mana setelah validasi kelengkapan dokumen kita harus kembali lagi beberapa hari kemudian untuk foto dan wawancara, lalu kembali lagi untuk ambil paspor.

Tapi, setahu saya, berdasarkan pengalaman teman-teman, sistem di kantor imigrasi sekarang dengan pendaftaran online jadi lebih praktis. Berkas divalidasi saat pendaftaran online, jadi pemohon cukup datang di jadwal yang sudah ditentukan untuk wawancara, foto dan biometrik. Betul nggak? Ada yang bisa share pengalaman bikin paspor baru di kantor imigrasi Indonesia?

Ganti paspor anak di kbri bandar seri begawan, syarat paspor anak, pembuatan paspor anak di kbri bandar seri begawan, daftar online pembuatan paspor anak, alur pembuatan paspor berbasis simkim

Jadi, ketika paspor Keenan tinggal 2 lembar dan paspor Cinta akan habis masa berlakunya pada bulan November yang akan datang, saya pun mencoba mencari informasi tentang pembuatan paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan. Sebenarnya kalau nggak salah ingat, KBRI sudah pernah melakukan sosialisasi pembuatan paspor baru berbasis SIMKIM ini untuk WNI yang tinggal di Kuala Belait. Cuma ya gitu deh, saya orangnya suka menganggap sepele masalah seperti ini sehingga nggak hadir saat sosialisasi. Akhirnya waktu butuh ya bingung sendiri. Alhamdulillah setelah ngubek FPnya KBRI Bandar Seri Begawan, saya menemukan video yang menjelaskan tentang alur pembuatan paspor berbasis SIMKIM di KBRI BSB.

Begitu tahu alurnya, saya pun mencari tahu apa bisa langsung datang atau harus daftar online dulu seperti di kantor imigrasi Indonesia. Dari hasil ngepoin satu per satu post di FP KBRI Bandar Seri Begawan, saya menemukan memutuskan untuk daftar online lebih dulu untuk menghindari resiko antri lebih dari 1 hari untuk proses pembuatan paspor. Maklum, jauh bok. Malas kalau harus bolak-balik Kuala Belait – BSB hanya untuk bikin paspor.

Lagipula bagi saya lebih praktis daftar online, karena:

  1. Bisa memastikan jadwal temu.
  2. Dapat informasi tentang persyaratan dokumen yang harus disertakan.
  3. Ada link untuk mengunduh formulir yang harus diisi sehingga saat datang ke KBRI nggak perlu lagi mengisi formulir dan bisa langsung ambil nomer antrian untuk proses pemeriksaan persyaratan dokumen.

Pendaftaran online ini bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi android M-KBRIBSB di Play Store (belum tersedia aplikasi untuk iOS) atau akses melalui browser internet yang beralamat di: https://m.kbribsb.org. Untuk alur pendaftaran online bisa dilihat di video ini:

Setelah melakukan pendaftaran online, pada jadwal yang ditentukan saya dan rombongan sirkus pun menuju KBRI. Niat berangkat jam 7.30, nyatanya baru bisa jalan dari rumah satu jam kemudian. Alhasil sampai di KBRI sudah siang aja dong, hiks. Sesampainya di depan ruang layanan konsuler, saya pun terheran-heran karena barcode antrian online yang harusnya ditunjukkan ke petugas untuk langsung dapat nomer antrian sama sekali nggak ditanya. Malah alih-alih masuk ke ruang layanan konsuler, saya diarahkan ke hall gedung konsuler KBRI, di mana sudah ada puluhan orang yang sedang menunggu panggilan verifikasi berkas. Belakangan saya baru tahu bahwa pada saat itu sedang ada program Pelayanan Percepatan Pembuatan Paspor, di mana staf layanan konsuler KBRI dibantu oleh tim Perbantuan Teknis (Perbanis) dari Dirjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dipandu oleh petugas dari KBRI, saya meletakkan berkas anak-anak di meja panjang yang telah disediakan lalu duduk manis menunggu panggilan. Sambil menunggu, anak-anak sempat makan camilan berupa pisang goreng yang disediakan oleh KBRI, bahkan Cinta makan 2 potong. Katanya pisang gorengnya enak :)) Sementara saya karena stres melihat banyaknya orang yang antri, nggak berselera untuk makan.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, akhirnya nama Cinta dan Keenan dipanggil. Setelah petugas memastikan bahwa formulir dan dokumen persyaratan lengkap, mereka mendapat nomer antrian SIMKIM 220 dan 223. Petugas menyarankan agar kami kembali pukul 15.00 untuk proses SIMKIM sementara saat itu baru menjelang pukul 10.30.

persyaratan pembuatan paspor anak

Dokumen yang DIperlukan Untuk Pembuatan Paspor Anak

Saya mulai galau, suami ngajak pulang tapi saya kasihan sama anak-anak kalau harus menempuh total sekitar 4 jam-an untuk kembali ke KB, istirahat sebentar di rumah, berangkat lagi ke Bandar dan kembali lagi ke Kuala Belait. Ngebayanginnya aja sudah lelah. Meski ajakan suami pulang sebenarnya juga masuk akal, karena saat itu hari Jumat. There’s nothing we can do at Bandar to kill the time, karena sesuai peraturan, semuaaaaa tutup mulai jam 12 siang sampai jam 2 sore untuk istirahat sholat Jumat.

Akhirnya diputuskan ke Mabohai mall dulu yang dekat dengan KBRI untuk makan siang di Misato Teppanyaki Restaurant dan lihat-lihat Toys R Us, mumpung masih ada waktu 1,5 jam. Di Mabohai juga ada Starbucks dan toko buku Best Eastern. Menurut saya ya okelah buat menghabiskan waktu. Lha emang bukan rezekinya kami ya, sampai di sana kok restorannya tutup. Sementara Keenan sudah mulai tantrum karena nggak diizinkan membeli Thomas & Friends Busy Book dan semakin menjadi tantrumnya ketika nggak dikasih beli mainan yang dia mau di Toys R Us. Rencana berantakan total. Keenan diangkut ke mobil dalam keadaan masih tantrum berat. Mungkin ini tantrum terhebohnya Keenan dalam hampir 5 tahun usianya.

Dalam kondisi emosi semua, suami melarikan mobil ke arah pulang. Di tengah perjalanan, saya minta untuk berhenti di Mc Donald’s Jerudong Park. Keenan yang awalnya nggak mau ke McD, akhirnya mau ikut turun dan reda tantrumnya setelah main sebentar di playground McD. Abis makan, kami kembali ke Bandar untuk sholat Jumat. Suami dan Keenan pergi ke masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, sementara saya dan Cinta menunggu di parkiran. Baru saja azan sholat selesai berkumandang, Keenan sudah dianter balik ke mobil karena dia bilang capek nungguin di masjid. Setelah suami selesai sholat, kami berkeliling Bandar sebentar dan memutuskan untuk main Pokemon Go di parkiran Stadium Hassanal Bolkiah sambil menunggu KBRI buka kembali jam 2 siang.

Jam 2.15 kami sudah sampai di ruang layanan konsuler KBRI. Nomer antrian masih di angka 190an. Saya pikir lumayan nih, tinggal 30an orang. Perkiraan saya sebelum pukul 3 sudah dipanggil karena ada 2 meja untuk input data dan 3 ruang foto dan biometrik. Ternyata perkiraan saya salah ::cry cry::. Menjelang pukul 3.30 sore baru nomer antrian Cinta dipanggil ke ruang input data, alhamdulillah waktu tahu saya bawa dua nomer antrian, petugasnya memutuskan berkas Cinta dan Keenan diproses sekalian biar nggak antri lagi. Alhamdulillah lagi, petugasnya ramah dan ngajak becanda jadi stres karena antri sekian lama itu agak berkurang. Proses input data ini sekitar 5 – 15 menitan karena 2 orang sekaligus yang masuk.

Setelah itu antri lagi untuk foto dan biometrik. Kali ini nggak pakai nomer antrian, paspor lama anak-anak ditumpuk di meja layanan konsuler dan antrian dipanggil berdasarkan tumpukan paspor paling atas. Alhamdulillah selama tahap antri ini anak-anak dapat kenalan baru jadi mereka ngobrol dan main bareng. Keenan juga sempat ngajak main hide and seek di teras gedung karena bosan menunggu di dalam ruangan. Yah, daripada rewel saya turutin aja deh. Udah kaya orang aneh lah saya dan Keenan main petak umpet di antara banyaknya pemohon paspor sore itu :))

alur pembuatan paspor berbasis simkim, pembuatan paspor di kbri bandar seri begawan

Alur Pembuatan Paspor Berbasis SIMKIM, difoto dari ruang konsuler KBRI BSB

alur pembuatan paspor berbasis simkim, pembuatan paspor di kbri bandar seri begawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya jam 4 lebih baru nama Cinta dan Keenan dipanggil bareng. Setelah diperiksa data dan wawancara, Cinta difoto dan diambil sidik jarinya lebih dulu. Merasa sudah besar dan bisa tanda tangan, saat ditanya oleh ibu petugas, Cinta setuju untuk menandatangani berkasnya sendiri. Agak terharu lah mamaknya ini, anak saya sudah bisa tanda tangan berkas penting sendiri. Mbok jangan cepet-cepet besarnya, Nak.

Begitu giliran Keenan, dia kooperatif sekali saat difoto, bahkan dengan semangat ikut rekam sidik jari meskipun harus beberapa kali diulang karena nggak masuk, ibu petugasnya sampai nyeletuk, “Your finger’s so tiny.” :)) Sambil nunggu cetak tanda terima, saya sempat bertanya apakah biasanya memang pelayanan pembuatan paspor sampai sore seperti itu. Beliau menerangkan bahwa ini kondisi khusus karena sedang ada program Pelayanan Percepatan Pembuatan Paspor bekerja sama dengan tim dari Jakarta. Wah, pantesan.

Berarti saya beruntung karena meski sampai sore, prosesnya bisa selesai dalam 1 hari. Seandainya jam pelayanan berlaku seperti biasanya, kemungkinan besar kami harus kembali lagi kemudian hari untuk proses foto dan biometrik meskipun sudah daftar online.

Jadi untuk para warga negara Indonesia yang berencana membuat paspor baru di KBRI Bandar Seri Begawan, berikut tips dari saya:

  1. Daftar online.
  2. Pastikan formulir diisi di rumah dan dokumen persyaratan lengkap dibawa asli dan fotokopinya. Persyaratan dokumen bisa dilihat di aplikasi M-KBRIBSB atau web KBRI Bandar Seri Begawan atau telpon ke KBRI: +673 2330180
  3. Datang sepagi mungkin. Kalau perlu jam 8.30 pagi sudah sampai di KBRI supaya dapat nomer antrian awal sehingga proses bisa selesai dalam 1 hari. Ini penting terutama bagi yang rumahnya nggak di daerah Bandar seperti saya atau yang mengandalkan orang lain untuk datang ke KBRI. Kalau bolak-balik kan repot juga ya, bok.
  4. Batas waktu ambil nomer antrian adalah pukul 10.30 pagi. Jadi datanglah sebelum waktu itu.
  5. Bagi yang tinggal di luar Bandar, sebaiknya nggak pilih hari Jumat. Karena kalau dapat antrian foto setelah istirahat sholat Jumat akan susah cari tempat nongkrong atau aktivitas selama menunggu KBRI istirahat sholat Jumat, kecuali ada rumah teman yang bisa dituju.
  6. Bagi yang tinggal di daerah Tutong dan Belait, kalau nggak mendesak sekali, sebaiknya tunggu KBRI mengadakan layanan konsuler di kota Anda. Biasanya setahun 2 kali KBRI turun ke dua kota tersebut. Pada masa ini pembuatan paspor biasanya bisa selesai dalam 2 hari, masukin berkas dan input data di hari Sabtu, hari Minggu paspornya bisa diambil. Lebih praktis, hemat waktu dan tenaga.
  7. Paspor selesai dalam 3 hari kerja. Meskipun dalam tanda terima pembayaran tercantum tanggal pengambilan paspor, sebaiknya telpon dulu ke KBRI untuk ngecek apakah paspor kita sudah siap atau belum.
  8. Siapkan surat kuasa untuk pengambilan paspor kalau kita nggak bisa ambil sendiri. Satu surat kuasa untuk satu paspor.
  9. Follow akun FB KBRI Bandar Seri Begawan untuk info-info layanan konsuler dan simpan nomer penting KBRI ini:

nomer penting kbri bandar seri begawan, nomer hotline kbri bandar seri begawan, kbri brunei

Oke lanjut lagi ceritanya. Setelah selesai foto dan biometrik, suami antri lagi untuk bayar bea pembuatan paspor. Totalnya $40 untuk paspor 48 halaman dengan rincian $34 untuk paspor dan $6 untuk biaya biometrik. Kami diminta kembali Jumat minggu berikutnya untuk mengambil paspor. Saat suami tanya apakah pengambilan paspor bisa diwakilkan seperti biasanya, petugas meminta kami untuk menyertakan surat kuasa dan tanda terima pembayaran kepada orang yang mengambilkan paspor. Padahal dulu bisa cuma bawa tanda terima pembayaran aja, ternyata sekarang aturannya lebih ketat. Mungkin untuk menghindari paspor jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab ya.

Sayangnya, pada hari yang ditentukan, suami nggak bisa menemani ambil paspor ke Bandar karena ada jadwal meeting, sementara saya nggak pede jalan sendiri ke Bandar bawa anak-anak dan nggak ada dari kantor yang bisa diminta tolong untuk ambil karena nggak ada jadwal jalan ke Bandar hari itu. Akhirnya paspor bisa kami ambil hari Senin kemarin. Alhamdulillah semua data benar, foto anak-anak juga bagus secara motretnya pakai kamera DSLR :))

Yah, begitulah pengalaman kami membuat paspor baru berbasis SIMKIM untuk anak-anak di KBRI Bandar Seri Begawan. Meski capek karena harus menunggu seharian, kami mengapresiasi kerja keras staf layanan konsuler KBRI yang melayani ratusan permohonan pembuatan paspor setiap harinya. Semoga ke depannya bisa ditemukan sistem yang lebih mudah, praktis dan nyaman baik untuk pemohon paspor dan staf KBRI.

Sahabat pojokmungil punya pengalaman seru saat mengurus paspor di kantor imigrasi Indonesia atau KBRI di negara sahabat tinggal saat ini? Sharing yuk. Boleh di kolom komen atau di blog masing-masing dan tag saya ya.

Feb 12, 2018
Previous Post

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

You may also like