Daur Ulang Masakan

Posted in Life as Mom by

Sebagai ibu yang merangkap koki atau minimal mengatur soal makanan di rumah, lumayan sering saya mendapati makanan yang tidak dapat dihabiskan dalam sekali makan atau dalam satu hari. Biasanya sih karena yang dimasakin (atau dibelikan) makanan enggak terlalu selera dengan menu yang tersedia atau lagi kepingin jajan di luar padahal sudah terlanjur masak atau karena masak terlalu banyak.

Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah sih karena mau dibuang sayang. Jujur aja kalau sudah capek masak terus terpaksa harus buang sisa makanan itu sakitnya di sini *tunjuk dada dan dompet*. Dulu waktu masih tinggal di rumah mama sih enggak pernah merasa seperti itu. Nggak doyan makan ya minta dibuatin embak menu lain, udah terlanjur ambil lauk banyak ternyata rasanya enggak cocok ya sisanya taruh aja di piring untuk diberesin bibik. Gitu deh. Baru setelah punya rumah sendiri, ngatur duit belanja sendiri, masak sendiri terasa banget sedihnya, lihat hasil jerih payah masak dan cari duit terbuang sia-sia gitu.

Sekarang biasanya masakan yang tersisa saya masukkan dalam wadah kedap udara lalu disimpan di kulkas untuk dimakan lagi besok atau besoknya lagi. Cuma seringkali anak-anak enggak mau lagi makan makanan yang sama dengan hari sebelumnya. Apalagi kalau sebenarnya mereka enggak terlalu doyan.

Tantangannya di situ deh, gimana caranya supaya masakan yang tersisa ini bisa diolah lagi jadi sesuatu yang baru yang lebih cocok di lidah keluarga. Sebenarnya ini sudah biasa kita lakukan ya. Seperti sisa nasi hari ini, besoknya bisa kita tambahin bumbu, kasih telur, suwiran ayam atau sosis, jadi deh nasi goreng. Dan olahan nasi ini memang paling gampang sebenarnya. Selain nasi goreng, bisa juga dibuat frittata nasi dan bitterballen nasi. Selain lebih enak, biasanya anak-anak juga lebih semangat makannya. Apalagi kalau dikasih keju, susu, trus dalamnya diisi sayur yang sudah dicincang. Jadi deh one dish meal atau camilan yang bergizi.

Yang juga lumayan sering dipraktikkan adalah daging ayam atau sapi sisa semur atau kari semalam setelah kuahnya dibuang bisa digoreng untuk disantap keesokan paginya. Bumbu dari kuah semur dan kari yang sudah meresap ke ayam atau daging bikin rasanya makin mantap. Atau suwiran ayam yang masih banyak dari sisa Soto bisa ditumis bersama sambal balado dan potongan kentang yang sudah digoreng. Jadi deh suwir ayam balado hihihi.  Dimakan pakai nasi hangat plus tumisan sayur bisa jadi menu sarapan yang praktis dan cepat.

Pernah juga nih mencoba isi sup dijadikan isi makaroni schottel seperti yang pernah diajarin mamakokihandal yang kemudian menginspirasi saya untuk memanfaatkan sisa spageti dan saus bolognese yang belum tercampur menjadi spageti panggang. Itu yah, si Keenan bisa habis 3 potong sendiri sekali makan, sedangkan Cinta dengan hepinya bilang, “You make the most delicious spaghetti pizza, ever‘” Ihiiiiy. Padahal mah, resepnya gampang banget. Cuma bawang bombay ditumis lalu dicampur dengan saus bolognese, susu, telur, keju dan spageti sampai kental, dan kemudian dipanggang di rice cooker!

Spageti Panggang Favorit Bocah

Sisa saus bolognese ini juga sering saya makan bersama roti diisi keju, lettuce dan telur mata sapi untuk brunch atau makan siang. Asli kenyang dan enak. Konon makan telur mata sapi saat sarapan bisa bikin kita kenyang lebih lama. Nah, apalagi ditambah roti ya. Alhamdulillah.

Sayangnya enggak semua hasil daur ulang ini sukses sih. Seperti kemarin saya bikin puding ubi ungu, memanfaatkan ubi ungu kukus yang jadi camilan di hari Minggu, ternyata cuma saya yang doyan. Padahal enak lho, teksturnya  spongy seperti cake lembut gitu. Cuma mungkin anak-anak saya enggak biasa makan puding seperti itu. Jadi ya terpaksa masak-masak sendiri, makan-makan sendiri, eh berdua ding sama suami tapi tetap porsi saya yang paling banyak *sembunyiin timbangan*.

Puding Ubi Kukus dan Vla Vanila

Sedihnya, enggak semua bahan bisa didaur ulang, seperti bayam. Kalau enggak habis ya terpaksa dibuang. Itupun setelah enggak sanggup lagi menghabiskan sendirian. Maklum orang rumah enggak terlalu doyan bayam, apalagi kalau dibuat sayur bening. Padahal saya suka sekali. Hujan-hujan makan sayur bening dengan nasi hangat dan perkedel jagung plus sambal terasi dan kerupuk. Nikmatnyoooo…

Nah, PR saya sekarang adalah sisa ubi kukus dan pancake dari sarapan hari Minggu kemarin. Si ubi sih sudah ada rencana untuk diolah jadi cake marmer ubi kukus untuk potluck rapat Indonesian Bazaar besok dengan catatan enggak malas, karena seperti biasa tiap hari Selasa seperti sekarang dari siang sampai sore mondar-mandir antar jemput si Kakak sekolah dan tuition.

Didaur ulang jadi apa ya pancake ini?

Tapi pancake ini nih masih belum ada bayangan mau diapain. Sudah berusaha cari sontekan di google, sayang belum ada yang pas di hati. Sekarang sih masih tersimpan manis di freezer. Mungkin teman-teman bisa kasih ide?

Oct 28, 2014
Previous Post Next Post

You may also like