Browsing Category:

Review

  • Review

    Rumah Cokelat by Sitta Karina

    The best moments in reading are when you come across something — a thought, a feeling, a way of looking at things — that you’d thought special, particular to you. And here it it is, set down by someone else, a person you’ve never met, maybe even someone long dead. And it’s as if a hand has come out and taken yours. — The History Boys

    Buku bergenre MomLit ini bercerita tentang konflik yang terjadi dalam kehidupan seorang ibu muda-bekerja dengan seorang suami dan balita. Mulai dari “persaingan” dengan ART, ketidaksesuaian pola asuh anak dengan orang tua, menghadapi “teror” dari tetangga yang super mom, sampai soal keuangan keluarga dan godaan pihak ketiga. Komplit semua ada.

    Sebagai ibu, saat membaca buku ini saya merasa “ih, ini gue banget”. Terutama di bagian Hannah mengacuhkan Rasya yang sedang asik bercerita karena terlalu terpaku pada majalah yang sedang dibacanya. Atau saat Hannah marah karena Rasya tidak mau mandi.

    Penggambaran tokoh Hannah yang berusaha untuk seideal mungkin dalam mendidik anak; jungkir balik menyeimbangkan waktu antara anak dan pekerjaan sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi working at home mother; hobi mencari diskonan sebagai bentuk penghematan, itu juga saya banget. Banyak hal yang dialami Hannah, sejatinya memang terjadi pada kehidupan para ibu urban masa kini. Ini yang membuat Rumah Cokelat menarik untuk dibaca. Buku ini serupa diary kita saya yang dituliskan oleh orang lain.

    Selain cerita dan karakter Hannah, satu lagi hal yang saya suka adalah banyak kutipan menarik tentang hubungan ibu-anak dan bagaimana menghadapi suatu masalah yang bisa ditemukan dalam buku ini. Bahasa dan cara Sitta Karina bercerita juga mengalir dengan nyaman.

    Sayangnya, konflik-konflik ini tidak dibahas secara mendalam. Semua nampak hanya terjadi di permukaan, beberapa konflik seakan dipaksakan untuk ada, karena pergulatan emosi Hannah kurang terasa. Alurnya pun terasa terlalu cepat.

    Karakter Wigra (yang sebenarnya membuat saya jatuh hati) bagi saya terlalu sempurna. Sehingga Hannah terbaca begitu rapuh dan tergantung pada suaminya ketika menghadapi suatu masalah. Khas cerita dalam chicklit. Atau mungkin begitu seharusnya seorang istri kah?

    Intinya sih meski menarik, buku ini kurang nendang buat saya. Namun, bagi yang lebih suka cerita ringan dengan buku yang tidak terlalu tebal, Rumah Cokelat cocok untuk bacaan penggugah hati di kala senggang.

  • Foods and Places

    Uniknya Bebek Telur Asin

    Surabaya itu surganya bebek goreng. Mulai dari bebek Tugu Pahlawan yang tersohor itu, bebek Kayu Tangan yang meski nyelempit di Bratang Gede tapi nggak pernah sepi sampai bebek Palupi. Tapi, kalau bebek telur asin? Hmmm…

    Ceritanya sore itu saya, suami dan Cinta abis ngubek Hi Tech Mall cari komputer. Karena besoknya suami sudah harus kembali ke Brunei, kita pengen wiskul makan bebek. Tiba-tiba dia nanya, “mau nyoba bebek telur asin nggak?” “Hah, kek gimana tuh? Kalo kepiting atau cumi saus telur asin sih udah tahu. Tapi kalo bebek goreng?” Demi rasa penasaran, akhirnya kita memutuskan untuk hunting menu unik itu, berbekal alamat dari akun facebook Bebek Telur Asin.

    Untungnya warung bebek Pak Joss yang terletak di jalan raya Ngagel Jaya itu gampang dicari. Sore itu pun kami berhasil membawa pulang 2 porsi bebek saus telur asin untuk dimakan di rumah.

    Ternyata pilihan suami nggak salah. Bebek gorengnya empuk. Nggak ada amisnya sama sekali. Saya yang emang doyan segala sesuatu berbau telur asin, puas banget sama sausnya. Di makan sama sambal hijaunya yang pedas itu benar-benar bikin lupa diet.

    Dan itu bukan pengalaman terakhir sama si bebek unik itu. Beberapa minggu kemudian, seusai menemani adik keliling survey vendor untuk acara pernikahannya, kami mampir di warung bebek Pak Joss ini lagi.

    Bebek Saus Telur Asin Pak Joss

    Ternyata, makan di tempat selagi hangat rasanya lebih puas. Bumbunya terasa banget sampai ke daging-dagingnya yang empuk. Bahkan nggak perlu sambal untuk menikmati enaknya bebek dan saus telur asinnya. Tapi buat yang doyan pedes, makan pakai sambelnya pun tetap nggak mengurangi enaknya rasa bebek. Bahkan kalo belum sampe ngrikiti tulangnya rasanya belum puas aslinya nggragas :)) Apalagi warungnya nyaman dan bersih. Wuiih, meski yang makan 3 perempuan bertubuh mungil (kalo dibandingin sama Hulk sih), porsi yang cukup besar itu tandas oleh kami bertiga.

    Lebih senang lagi setelah tahu si bebek telor asin ini bisa delivery ke luar kota Surabaya. Adik saya sudah 2 kali pesan untuk dimakan sendiri dan untuk rekan sejawatnya para dokter di RS. Risa Sentra Medika, Mataram. Saya sendiri pernah mencoba delivery ke Sidoarjo karena pas lagi pengen makan bebek tapi malas ke Surabaya.

    Kalau pengen nyoba sensasi lain dari sajian bebek goreng, Bebek Telur Asin Pak Joss ini cocok banget jadi pilihan.

  • Review

    #Charity4NF

    Beberapa minggu yang lalu saya sempat baca berita di situs Metro News tentang seorang bayi yang diculik dan diperkosa lantas ditinggalkan begitu saja di atas perahu yang sedang terapung dalam keadaan alat kelamin yang terluka. Sedih dan marah banget rasanya, kok bisa ada orang yang setega itu. Penculikan sendiri sudah pasti melukai hati orang tua dan anak itu sendiri, ini ditambah lagi perkosaan.

    Lama berselang nggak ada kelanjutan kabarnya lagi. Saya kira pelakunya sudah tertangkap dan kasus tersebut sudah diproses. Tapi lantas saya kembali membaca beritanya di linimasa mbak Silly, founder Blood For Life tentang perkosaan bayi NF. Ternyata kasus itu belum selesai, pelakunya belum ditangkap dan yang lebih miris lagi bayi NF adalah korban kelima, yang berarti ada 4 korban sebelumnya :((

    Sebagai ibu dari seorang anak perempuan yang masih balita perasaan saya seperti diaduk-aduk membayangkan keadaan 5 bocah tak berdosa itu. Apalagi setelah mendapatkan cerita dari seorang teman yang melihat langsung keadaan bayi NF, saya langsung nangis sesenggukan. Duh, bayi sekecil itu sudah harus menderita karena perbuatan seseorang yang sudah nggak pantas lagi disebut manusia.

    Bersyukur lantas ada 3 orang perempuan berhati mulia yang menggagas pengumpulan dana untuk pengobatan bayi NF. Meski banyak rintangannya tapi mbak Silly, penyanyi dan penyiar radio Female Jakarta Xochitl Priscilla (FLa) dan Titut Ismail tetap berusaha untuk membantu NF dan keluarganya. Perjuangan mereka jauh-jauh ke Makasar pun membuahkan hasil, bisa bertemu dengan bayi NF dan keluarganya, melihat langsung dan mendokumentasikan keperluan untuk membuat acara #charity4NF.

    Penggalangan dana untuk bayi NF tersebut diawali dengan gerakan sosial lewat Twitter. Dengan hashtag #charity4NF, mereka mengumpulkan sumbangan melalui rekening BCA cabang Kemang No Rek: 2861532846 a/n XOCHITL PRISCILLA yang sampai postingan ini ditulis kabarnya sudah terkumpul puluhan juta rupiah.  Sedangkan puncak acaranya yang bertajuk “Stop Child Abuse: Charity for baby NF” sendiri akan diselenggarakan di Cilandak Town Square (CITOS) hari Minggu, 26 Juni 2011.

    Meski dana yang ada sudah banyak tapi bayi NF masih perlu biaya banyak untuk proses pengobatannya lho, jadi sumbangan masih diterima. Yuk, kita bantu bayi NF agar segera pulih dari sakitnya dengan sedikit uang yang kita punya. Sekaligus kita doakan agar NF dihilangkan traumanya dan diberi kekuatan dan kebahagiaan lahir batin. Juga keluarganya diberi ketabahan. Semoga pelakunya segera ditangkap (lalu diserahkan ke massa, dipotong alat kelaminnya dan digebukin sampe mampus #abaikan) supaya nggak ada lagi korban yang lain.

    Gambar diambil dari twitternya Xochitl Priscilla.

  • Beauty & Fashion, Traveling

    Make Up Travelling Kit

    Sejak mulai suka dandan lagi, yang namanya alat kosmetik pasti nggak pernah ketinggalan dibawa di tas. Meski kadang cuma berisi pensil alis dan lipgloss kalau bepergian ke tempat yang dekat dari rumah. Nah, untuk perjalanan jauh dan menginap 1-3 hari tentu isi tas kosmetik harus lebih lengkap tapi tetap simpel supaya masih bisa dandan walau jauh dari rumah. Memilih kosmetik yang sesuai untuk bepergian tentu butuh trik karena kadang acara yang kita hadiri selain jalan-jalan santai juga ada makan malam di tempat istimewa atau pesta.

    Saya sendiri kebetulan suka dandanan dengan warna-warna natural untuk acara santai. Apalagi kabarnya nude make up masih jadi tren di tahun 2011 ini. Jadi peralatan kosmetik yang dibawa pun didominasi dengan warna-warna kecoklatan dan pink. Perona mata sengaja cuma bawa 1 set yang berisi 4 warna dasar, meski demikian 4 warna ini jika dipulaskan dengan cara yang berbeda bisa menghasilkan efek natural, smooky eyes atau seksi. Lipstik juga hanya bawa 1 warna nude yang matte plus 1 lipgloss warna pink. Untuk tampilan segar bisa pakai lipgloss aja, sedangkan untuk riasan yang agak berwarna oleskan lipstik sebelum memakai lipgloss. Kalau sekiranya kita harus menghadiri pesta atau undangan khusus sebaiknya membawa 2 lipstik, di mana salah satunya berwarna lebih terang dan solid.

    Untuk dasar riasan sehari-hari biasanya saya memakai krim wajah dari salah satu klinik kecantikan tapi saat travelling seperti ini saya lebih suka menggunakan BB Cream yang mengandung SPF tinggi karena aktivitas yang dilakukan pasti lebih banyak di luar ruang dan siang hari. Selain itu BB Cream juga cukup ringan sehingga riasan tampak natural tapi cukup bisa menutupi warna kulit yang nggak rata. Dan setelah selesai kegiatan, tinggal dibersihkan dengan tissue basah khusus penghapus make up dan kemudian dilanjutkan dengan pemakaian cairan pembersih muka dan penyegar.

    Oya, krim mata dan concealer nggak boleh ketinggalan supaya mata tetap segar meski biasanya waktu liburan kurang tidur. Tapi sejak iseng mencoba keriting bulu mata beberapa bulan lalu, saya jadi jarang memakai maskara kecuali untuk acara khusus seperti pesta. Untuk mempertajam mata saya memilih pakai eyeliner berbentuk pen di kelopak atas mata.

    Berikut adalah alat kosmetik andalan saya saat bepergian, simpel tapi bisa bikin wajah tampak segar dan cantik saat difoto narsismode:on

    1. Cleansing Oil-in-Cotton (Biore)
    2. B.B Cream Clear Smooth Minerals (Maybelline)
    3. Regenerist Eye Lifting Serum (Olay)
    4. Peachy Sweetie Blush On (Maybelline)
    5. Colorburst Lipstick no. 075 Peach (Revlon)
    6. Lipgloss: ColorStay Mineral Lipglaze no. 535 (Revlon)
    7. Pensil Alis: Viva Coklat
    8. Eyeliner: Candy Pen Eyeliner Black (VOV)
    9. Eyeshadow: Shimmer Cubes Palette 07 (The Body Shop)
    10. Concealer: 1055 CC 02 Special Correctiv (SLA Paris)
    11. Make Up Brush 7 set (Replika MAC)
    12. White Musk Eau De Toillette (The Body Shop)

    Kalau kamu, apa kosmetik andalan yang wajib dibawa saat bepergian jauh?

  • Review, Traveling

    Pantai Camplong, Madura

    Pas long weekend Paskah kemarin, Grannynya Cinta ngajak ke pantai Camplong di Madura sana sekalian lewat jembatan Suramadu. Menurut Granny yang pernah tinggal di Madura selama beberapa tahun, pantai ini dari dulu sudah jadi obyek wisata yang cukup menarik. Dari rumah kami berangkat jam 7.30 dengan harapan sampai di Sampang nggak terlalu siang. Beruntung banget sekarang sudah ada jembatan Suramadu, perjalanan ke Madura pun bisa lewat darat sambil menikmati indahnya laut dari atas jembatan.

    Photobucket

    Setelah 3 jam perjalanan (niat banget ya pengen main air laut aja jauh-jauh ke Madura) yang bikin Cinta sedikit mabuk, akhirnya kami sampai juga ke obyek wisata pantai Camplong ini. Pintu masuk ke obyek wisata ini terletak di dekat Hotel Wisata Camplong, jadi kalau sudah sampai di Sampang cari aja papan Hotel Wisata Camplong di sebelah kanan jalan lalu masuk dan parkir di depan deretan ruko kosong sebelah hotel dan rumah makan. Tiket masuknya murah banget: Rp 2.000,00 per orang plus Rp 3.000,00 untuk parkir mobil.

    Di area wisata ini banyak penjual makanan seperti bakso, es degan, jambu air, dan sebagainya. Sedangkan di pantainya sendiri cuma ada 1 warung yang jual rujak dan air kelapa muda. Kalau bosan main air atau sekedar jalan-jalan bisa naik perahu ke laut dengan membayar Rp 15.000,00 per orang. Berhubung Cinta mabuk di mobil, kami nggak naik perahu karena takut dia makin mabuk, apalagi anginnya lumayan kencang. Akhirnya kami main pasir aja sambil makan rujak cingur dan rujak buah plus es degan.

    Cinta yang biasanya nggak mau dekat-dekat air dan lebih memilih mencari kerang dan main pasir, hari itu tiba-tiba asik main air sama Grannynya sampai bajunya basah semua. Bahkan saking senangnya lari-lari, lempar-lempar pasir dan mandi di pinggir laut, Cinta baru mau diajak pulang setelah kelihatan mau hujan.

    Photobucket

    Sebenarnya pantai Camplong ini bagus, pasirnya putih dan masih alami, sayang nggak terawat sehingga tampak kotor karena susah sekali menemukan tempat sampah di sana. Pengunjungnya juga lumayan banyak meski nggak seramai Parangtritis di Yogya atau Pasir Putih di Situbondo. Toilet umumnya pun cukup bersih sehingga saya berani memandikan Cinta yang basah dan lengket kena pasir dan air laut di sana.

    Sebelum pulang, Granny mengajak kami makan di rumah makan yang bersebelahan dengan hotel. Rasa soto dagingnya lumayan enak, begitu juga dengan nasi gorengnya, sayang mie gorengnya terlalu manis. Capek main dan perut kenyang membuat Cinta tertidur pulas selama dalam perjalanan Sampang sampai Bangkalan.

    Benar-benar nggak sia-sialah menempuh 6 jam perjalanan pergi-pulang Sidoarjo-Sampang melihat Cinta senang sekali main di sana. Apalagi dalam perjalanan pulang sempat mampir ke warung nasi bebek Sanjay di Bangkalan yang terkenal itu. Such a fun trip 🙂

  • Family Health, Foods and Places

    Klinik Anakku BSD

    Klinik Anakku BSD

    Hari Sabtu kemarin, karena Cinta makin lemas dan demamnya sampai 40 derajat Celcius, akhirnya saya memutuskan untuk bawa Cinta ke dokter. “Hah, batuk pilek demam aja ke dokter? Baca lagi dong guidelinesnya. Common cold nggak perlu ke dokter. Nanti juga sembuh sendiri!” Wuah, iya deh… Gini ya, menurut saya meski udah hafal guidelines common problems in pediatric tapi ya namanya saya bukan dokter, pengen dong konsultasi sama yang ahlinya. Setidaknya untuk memastikan dugaan saya kalau batuk pilek demamnya Cinta itu memang cuma common cold. Lagipula apa salahnya sih diskusi sama dokter? Yang penting kita udah punya pegangan jadi enak nanya-nanya ke dokternya.

    Nah, karena deket rumah nggak ada dokter anak yang bagus akhirnya hunting dokter spesialis anak di sekitaran BSD. Awalnya sih mau ke Eka Hospital tapi takutnya hari Sabtu nggak ada yang praktek. Lagipula agak malas juga kalau harus ke RS karena pengalaman suka banyak banget pasiennya, antri dokter sama antri obat bisa berjam-jam. Keburu makin lemes deh ah si Cinta.

    Memang sih kalau cuma common cold juga bisa periksa di dokter umum dan di kompleks ada dokter umum langganan para ibu yang anaknya sakit. Jadi mestinya bagus dong ya. Tapi saya masih belum sreg nih karena belum pernah bawa Cinta periksa di dokter umum selain ke UGD dulu karena demam tinggi.

    Lantas saya ingat kalau nggak salah ada klinik khusus untuk anak di BSD dan setelah browsing nemu Klinik Anakku. Klinik ini lokasinya di Ruko Golden Madrid 2 Blok I-8, Jl. Letnan Sutopo (depan Pasar Modern BSD). Untuk memastikan bahwa ada dokter yang praktik, saya telpon dulu ke nomor 021-531 64830 dan 021-7091 3227. Alhamdulillah, bagian pendaftarannya memastikan kalau dokter praktik sampai jam 11.

    Begitu sampai di sana ternyata kliniknya sepi, jadi sambil nunggu saya daftar, Cinta bisa main di ruang tunggu. Permainannya nggak banyak sih, cuma lumayan lah daripada lu manyun 😀 eh, maksudnya cukup menghibur. Kalau malas main juga bisa nonton TV. Berhubung pasiennya cuma kita, abis daftar langsung diajak ke ruang praktik dokter di lantai 2. Setelah ditimbang dan ditanya keluhannya oleh suster, kita masuk kamar periksa.

    Ruang periksanya khas ruang periksa dokter spesialis anak. Dinding bercat terang, wallpaper Pooh, tempat tidur beralas lucu dan penuh boneka di atasnya. Di meja dokter juga ada mainan-mainan yang berjejer, bahkan stetoskopnya dikasih sarung yang ada bonekanya. Dekorasi seperti itu bikin anak nyaman dan mungkin bisa sedikit berkurang rasa takutnya.

    Dokternya sendiri ramah dan mau berkomunikasi dengan Cinta, minimal tanya nama, umur, sekolah, dan ngobrol sedikit untuk mencairkan suasana gitu lah. Abis ngomong ama Cinta, beliau tanya tentang gejala yang dialami Cinta. Sempat kaget juga begitu saya kasih tahu kalau demam sampai 40 der C, ditanya kejang nggak. Ya Alhamdulillah sih nggak pakai kejang demam. Waktu periksa pun Cinta nggak disuruh tiduran, cukup duduk di atas tempat tidur, jadi dia nggak tegang. Begitu selesai diperiksa, dokter bilang cuma batuk pilek dan ada radang lalu menuliskan resep *nyengir*. Cinta langsung bilang, “bu dokter, obatnya jangan yang pahit ya. Cinta nggak suka.” Beliau dengan ramah menjawab, “Oh, enggak kok. Nanti ada yang rasa jeruk ya obatnya.” Eh, dibalas lagi sama Cinta, “Maunya yang rasa blueberry muffin aja bu dokter, sama Stimuno.” Yang dijawab, “Yah, kalau Stimuno nanti lama sembuhnya.” Hihihi, ada-ada aja si Cinta.

    Sambil menunggu dokter nulis resep saya tanya obat apa aja yang dikasih dan seperti dokter pada umumnya, beliau cuma bilang obat buat batuk, pilek dan demam berupa puyer plus antibiotik buat radangnya dan ibuprofen untuk demam. Lagi-lagi, saya cuma nyengir aja karena lagi males ngobrol panjang lebar. Yang penting saya tahu kalau memang gejala yang dialami Cinta itu common cold aja.

    Abis periksa turun ke bawah, nunggu obat yang langsung diambil di situ. Begitu selesai dicek oleh apoteker, saya bayar sekitar Rp 250,000.00 untuk dokter dan obat plus bonus majalah Anakku karena Cinta adalah pasien baru. Cinta pun main lagi sambil nunggu obat selesai diracik. Bosan main, dia liat-liat etalase di situ yang memajang mainan. Sedangkan saya asik liat lemari yang isinya buku-buku tentang parenting dan kesehatan. Ternyata nggak terlalu lama nunggu obatnya. Sekitar 15 menit aja udah bisa diambil.

    Well, overall sih pelayanan dan tempatnya cukup bagus dan cepat ya.  Buat saya yang penting nggak terlalu ramai, sehingga antrinya nggak terlalu lama dan bikin capek. Biaya yang dikeluarkan juga standar lah. Soal dokter dan obat-obatan, kalau memang kepengin yang rational use medicine ya harus kitanya yang cerewet nanya-nanya. Sekalian “ngasih tahu” dokter kan kalau pasien sekarang udah punya sedikit ilmu dan bisa diajak diskusi.

  • Foods and Places, Traveling

    Serunya Main di Paradise Dreamland

    Berhubung hari Rabu Cinta nggak sekolah, mulai dari Selasa malam saya udah sounding mau ngajak Cinta berenang. Seneng banget dia dan langsung semangat nyiapin baju renang dan pelampung untuk besok paginya. Bangun tidur sebenarnya Cinta udah batuk-batuk tapi karena udah janji, saya tanya Cinta masih mau berenang atau mau istirahat di rumah aja. Dia bilang tetap mau berenang tapi nggak lama-lama. Okelah, mari berangkat kalau gitu. Awalnya Cinta minta berenang di Sport Centernya Bukit Dago, tapi ternyata lagi rame dipakai sama anak sekolah. Akhirnya meski dengan berat hati dia setuju untuk pindah ke kompleks sebelah, Serpong City Paradise.

    Swimming Pool

    Di SCP ada yang namanya Paradise Dreamland, isinya kolam renang dan playground gede. Meskipun jaraknya cuma 10 menit dari rumah dan sering banget lewat di depannya tapi baru kali itu kami main di sana. Kolam renangnya bagus dan bersih. Ada kolam dalam untuk orang dewasa (tapi nggak terlalu dalam juga sih, paling 145 cm), kolam dangkal untuk anak-anak dan whirpool. Berhubung hari itu nggak terlalu banyak pengunjungnya, hawanya juga belum terlalu panas ditambah alunan musik yang enak didengar, kami betah berlama-lama berenang di sana.

    Abis berenang langsung bersih-bersih dan ganti karena Cinta minta main di playground yang ada di sebelah kolam renang. Ruang gantinya sendiri bersih, terang dan nyaman. Selain ada shower, kamar mandi dan bilik ganti juga ada loker-loker buat nyimpen tas dan sepatu. Buat saya yang agak cerewet soal ruang ganti dan kamar mandi, langsung mengacungkan jempol sama ruang ganti Paradise Dreamland ini.

    Giant Playground

    Begitu selesai, kami langsung menuju  tempat main raksasa. Cinta senang sekali liat arena permainan yang banyak. Dia nyobain satu-satu, bahkan tempat yang tinggi sekalipun. Mamanya aja yang deg-degan nungguin di bawah. Bosan main di situ, pindah ke tempat ayunan, panjat dinding, jungkat-jungkit dan masih banyak lagi. Kalau nggak karena matahari yang mulai panas, Cinta mungkin nggak mau pulang saking asiknya menjelajah satu per satu permainan di situ.

    Total biaya yang kami keluarkan untuk main dan minum (makan bawa bekal dari rumah karena takut di sana nggak ada yang jual jajanan. Tapi ternyata ada booth spaghetti dan burger) juga nggak terlalu mahal. Tiket terusan kolam renang + giant playground untuk umum di hari kerja Rp 17,000.00/orang. Jadi untuk 2 orang plus 1 kotak Happy Jus dan 1 Teh Kotak, saya keluar uang nggak sampai Rp 50,000.00. Kalau mau main di playground aja biayanya Rp 5,000.00/orang di hari kerja dan Rp 6,000.00/orang di hari Sabtu, Minggu/libur nasional. Sedangkan untuk berenang aja bayar Rp 15,000.00/orang pas weekdays dan Rp 21,000.00/orang pas weekend dan hari libur nasional.

  • Beauty & Fashion

    (Ceritanya) Belajar Dandan

    Photobucket

    Mommies Daily Beauty Workshop

    Karena sering ngikutin twitnya Cicha tentang cara-cara bermake up, jadi kepengin lagi belajar dandan. Dulu, waktu masih kerja di bank yang namanya dandan udah jadi kegiatan sehari-hari karena sebagai frontliner memang diwajibkan untuk memakai tata rias. Tapi ya nggak sampai dandan lengkap dengan foundation, concealer dan sebagainya. Cukup eyeshadow, blush on dan lipstik.

    Setelah punya anak apalagi kemudian melepas seragam kantoran, urusan dandan jadi nomer sekian. Pergi ke luar rumah (kecuali ke pesta) biasanya cuma pakai pensil alis dan lipgloss. Sampai cara memakai eyeshadow yang benar pun lupa.

    Tiba-tiba Januari kemarin (yayaya another very late posting) MommiesDaily bikin Beauty Workshop for Mommies: Brighten Your Day. Waaaa, langsung daftar deh. Dan nggak rugi banget ikut acara itu karena banyak tip dandan dari make up artist Adi Bhuana yang bagus banget plus dapet lipstik Clinique yang keren itu. Mas Adi bahkan menjelaskan fungsi dari beberapa perlengkapan lenong yang wajib dipakai supaya hasil make up bagus dan wajah keliatan flawless, seperti foundation yang berguna untuk menutup pori-pori, flek hitam dan meratakan warna kulit. Sedangkan concealer untuk menutup jerawat, kantung dan lingkar mata.

    Photobucket

    Dapet ilmu dandan & Lipstik

    Ketika melakukan perawatan kulit wajah di sebuah klinik kecantikan beberapa tahun lalu, dokter melarang pakai bedak supaya hasil krim-krim muka itu keliatan maksimal. Meski sekarang sudah nggak perawatan di situ lagi, saya sudah terlanjur terbiasa untuk nggak pakai bedak. Tapi ternyata pake bedak itu penting sodara-sodara, karena berfungsi untuk mengikat foundation supaya make up nggak pecah dan tahan lama. Malah supaya bedak awet di muka tapi nggak keliatan cakey, sebaiknya pakai bedak tabur dulu baru pakai bedak padat.

    Make up sendiri biasanya berpusat pada daerah mata, makanya para penata rias suka berlama-lama menghias mata. Tapi ternyata penggunaan eyeshadow itu bisa bikin sudut mata cepat keriput. Sehingga disarankan pakai eye cream 2x sehari baru pakai eye shadow base kalau mau dandan yang dilanjutkan pakai eyeshadow. Menurut mas Adi, bagi yang berkacamata kaya saya, aplikasi eyeshadow harus lebih tebal biar keliatan. Atau pakai kacamata yang frameless. Lebih bagus lagi kalau pakai softlens aja 😀

    Oya, untuk bisa menghasilkan dandanan yang bagus, perawatan kulit muka itu penting banget. Karena dengan kulit yang sehat, make up bisa menempel lebih sempurna dan cantik.

    Pulang dari situ, jadi makin rajin belajar dandan. Sampai cari-cari tutorialnya di youtube. Beberapa video jadi favorit saya seperti tutorialnya Bebexo, Elle Fowler dan Blair Fowler karena gampang diikuti. Meski sekarang belum terlalu pinter dandan apalagi pakai foundation dan bikin shading untuk menyempurnakan bagian-bagian tertentu di muka tapi setidaknya saya sudah bisa pakai eyeliner, yaaaaaiiyy.

    Photobucket

    Hasil belajar dandan

    Foto-foto koleksi MommiesDaily by Lita dan koleksi pribadi.

  • Foods and Places, Traveling

    Serunya Main Salju

    PhotobucketSejak beberapa minggu yang lalu waktu liat baliho gede Snow in BSD City di depan ruko-ruko BSD, udah pengen ngajak Cinta ke sana. Akhirnya baru kesampaian tanggal 28 Desember 2010 yang lalu (huhuhu another late posting), itupun sebagai hadiah karena dari hasil penilaian gurunya, perkembangan Cinta selama 1 semester di sekolah cukup bagus.

    Sampai di area Ocean Park BSD, kami langsung cari parkir yang dekat lokasi salju itu. Tadinya saya pikir pengunjung hari itu sudah lumayan rame karena lagi libur anak sekolah. Tapi waktu kemarin kami ke Ocean Park untuk makan di D’Cost (yang akhirnya batal karena penuh) ternyata yang mau main di salju jauh lebih banyak dari waktu kami ke sana. Mungkin karena tanggal 2 Januari 2011 itu adalah hari terakhir pertunjukan salju.

    Untuk masuk ke area salju, tiap orang dewasa dikenakan biaya Rp 50.000,00 sedangkan anak usia 1 tahun sampe yang tingginya 140 cm bayarnya Rp 40.000,00. Dengan HTM segitu bisa main sepuasnya lho dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam. Kalo bosen di dalam atau kedinginan dan lapar bisa keluar dulu, makan Pop Mie di booth yang ada di situ trus masuk lagi.

    Karena yang datang cukup banyak, terpaksa antri untuk dapat jaket khusus, terutama anak-anak. Jadi nunggu ada yang keluar dulu baru kita dapat jaketnya. Itupun rada rebutan karena banyak yang nggak mau antri *sigh*. Melihat yang keluar dari arena tampak kedinginan dengan pipi merah-merah, saya minta suami belikan sarung tangan di stan Pop Mie untuk Cinta sementara saya antri jaket. Sepertinya sih lain kali mending bawa jaket sendiri yang tebal karena selain jaket yang ada terbatas jumlahnya, ukurannya nggak pas, juga kotor dan nggak bisa direkatkan lagi velcronya. Jangan lupa juga pake kaos kaki dan sarung tangan karena memang di dalam dingin banget. Kata petugasnya, suhu di dalam arena sampai 11 derajat Celcius.

    Sebelum masuk ke dalam ruangan saljunya, pengunjung dikumpulkan dulu sambil diberi pengarahan, termasuk larangan memotret pakai kamera atau ponsel pribadi karena di dalam sudah ada fotografernya. Dengan bayar Rp 20.000,00 bisa dapat 1 lembar foto dan file yang disimpan di CD. Setelah siap, kami dipersilakan masuk dan begitu pintu dibuka langsung terasa dinginnya.

    PhotobucketPhotobucket

    Arena saljunya remang-remang kaya di Sea World plus dingin banget, bikin Cinta agak takut dan nggak mau jalan sendiri. Jadilah dia digendong sambil kami melihat-lihat ice carving beraneka bentuk yang ada di situ. Yang jadi atraksi utama adalah arena seluncur salju dan salju yang turun seperti hujan rintik-rintik. Dengan suasana gelap gitu dan suara mesin salju yang keras jadi berasa lagi kena badai salju (imajinasi tingkat tinggi). Karena saya kedinginan banget dan Cinta nggak mau turun dari gendongan, akhirnya suami aja yang main perosotan salju. Yah, lumayan daripada cuma berdiri nonton orang main. Padahal kayanya pengunjung lain seru nyobain jalan di es tanpa sepatu khusus, perosotan, foto-foto (ada yang sembunyi-sembunyi pake kamera pribadi termasuk saya sebelum akhirnya ditegur petugas hihihi).

    Nggak sampe 30 menit kami ada di sana, Cinta sudah minta keluar. Mungkin nggak betah dinginnya atau takut gelap. Secara keseluruhan cukup menyenangkan sih, cuma sepertinya lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar dan nggak takut gelap. Nggak sedikit juga pengunjung dewasa yang datang berkelompok. Senang juga bisa ngerasain dinginnya salju di tengah panasnya Serpong.