Zootopia. Film Seru Sarat Makna

zootopia, resensi film zootopia

Ada yang belum nonton Zootopia?

 photo 2_zpsadjnmcaw.jpg

Saya akhirnya nonton juga minggu kemarin, padahal kakak Cinta masih ada ujian catur wulan pertama hari Senin dan Keenan sedang demam karena batuk pilek. Tapi sudah terlanjur janji karena hampir semua temannya si kakak sudah nonton, begitu pula teman-teman saya di Path. Jadi, sebagai mamak mamak yang kompetitif harus ikut nonton juga hahaha.

Nggak ding, becanda. Akhirnya tertarik nonton karena baca cerita teman-teman yang sudah nonton duluan dan mereka bilang film ini bagus banget. Selain itu ketika saya browsing, saya mendapati informasi bahwa film yang dirilis tanggal 17 Februari 2016 di Indonesia ini sudah menjadi film no. 1 di dunia hanya 4 hari setelah penayangannya di Amerika tanggal 4 Maret 2016 lalu. Nah jadi penasaran kan. Akhirnya angkut deh anak-anak nonton. Dan alhamdulillah, kami sangat terhibur dengan film ini.

Zootopia is the World'z #1 Movie! – In Theatres NOW!

Thank you to the fanz for making Zootopia the world'z #1 movie! Get tickets: http://di.sn/6000BbvgY

Posted by Zootopia on Monday, 7 March 2016

Bagi yang sudah nonton pasti tahu lah apa yang bikin film ini merajai box office di beberapa negara, tapi buat yang masih ragu untuk nonton, yuk simak resensinya di bawah ini.

Zootopia adalah film animasi besutan Disney yang disutradarai oleh Byron Howard (Tangled, 2010; Bolt, 2008) dan Rich Moore (Wreck-It-Ralph, 2012; The Simpson, 1989). Film ini bercerita tentang usaha seekor rubah penipu dan seekor kelinci yang baru lulus dari akademi polisi untuk mengungkap misteri hilangnya 14 ekor predator dari Zootopia, sebuah kota di mana para binatang bersifat dan memiliki kehidupan dan pekerjaan seperti manusia.

Di Zootopia, semua orang eh binatang dapat mewujudkan apapun impian mereka, menjadi apapun yang mereka inginkan. Hal inilah yang mendorong seekor kelinci kecil, Judy Hoops (disuarakan oleh Ginnifer Goodwin) untuk berusaha keras mencapai cita-citanya menjadi polisi meskipun mendapat tantangan dari banyak pihak, termasuk dari orangtuanya sendiri. Dan ketika ia berhasil lulus dari akademi polisi pun, hambatan tidak berakhir begitu saja.

Stereotip kelinci sebagai binatang kecil yang imut-imut, lemah dan kurang pandai membuat Judy diremehkan oleh atasannya, Chief Bogo (Idris Elba). Tapi bukan Judy namanya kalau pantang menyerah. Dari tugas awal sebagai petugas parkir, Judy didukung oleh asisten walikota, Mrs. Bellwether, berusaha mencari seekor otter yang hilang ketika tidak ada seekor polisi pun yang mau menangani kasusnya. Akibat kekurangan sokongan dari rekan-rekannya di kepolisian, Judy pun meminta dengan paksa bantuan dari seekor rubah licik, Nick Wilde untuk menuntaskan kasus tersebut dalam 48 jam.

Selama itu, Judy dan Nick mengalami berbagai petualangan yang luar biasa. Dari yang mengesalkan bagi Judy (tapi lucu menurut kami) bersama para sloth sampai yang menegangkan dengan Mr. Big. Dan semuanya membawa mereka ke sebuah konspirasi yang lebih besar dan seru.

zootopia, resensi film zootopia

Film yang berdurasi 2 jam 46 menit ini benar-benar membawa anak-anak merasakan berbagai emosi. Senang, terinspirasi, kesal, sedih, senang lagi, lega, tegang, tenang, haru, tegang lagi, sampai berakhir bahagia. Juga mengajarkan anak akan banyak hal. Kalau mau mengenalkan anak pada diskriminasi gender dan stereotip budaya atau suku, nonton deh film ini. Kalau ingin mengajarkan anak untuk tidak putus asa dalam meraih cita-cita mereka, bawa mereka menyaksikan usaha Judy mewujudkan mimpinya.

Dan para orangtua, film ini bisa menjadi materi belajar parenting lho. Di sini kita bisa lihat betapa Judy bekerja keras dari kecil supaya dapat menjadi kelinci pertama dalam kesatuan Zootopia Police Department, meski kedua orangtuanya menentangnya. Bukan menentang karena mereka nggak sayang Judy, tapi justru karena mereka sayang. Bonnie dan Stu Hoops takut Judy akan kecewa jika ia keukeuh dengan cita-citanya sehingga mereka terus berkata bahwa kelinci itu takdirnya hidup dalam perkebunan dan menjadi petani. Karena sikap seperti itulah, dari 200 sekian saudara kelincinya, hanya Judy yang dapat mendobrak stereotip dumb bunny serta keluar dari Bunnyburrow untuk merantau di Zootopia. Bayangkan, Ma, Pa, kasih sayang dan kekhawatiran berlebihan kita ternyata dapat membunuh mimpi seorang anak.

Meskipun durasinya panjang, film ini jauh dari membosankan kok. Bahkan kalau liat beberapa resensinya di IMDB, kebanyakan memberikan komentar positif. Secara keseluruhan ratingnya 8,4 dari 10. Cinta, anak saya berusia 8 tahun, sepanjang film nggak bisa melepaskan perhatiannya dari layar. Sedangkan Keenan ya lebih memilih main naik turun tangga dan berkeliling di dalam gedung bioskop bersama teman seusianya. Tapi kebanyakan anak-anak yang berusia di atas 3 tahun sudah dapat menikmati film ini dari awal sampai akhir.

resensi film zootopia
resensi singkat dari Cinta

Selain skenario yang bagus dan mengaduk emosi, lagu-lagu dalam film Zootopia juga bagus-bagus. Hitnya pastilah Try Everything yang dibawakan oleh Shakira sebagai Gazelle. Semoga lagu ini bisa menjadi pengganti Let It Go yang sudah berkumandang di dalam rumah saya selama 2 tahun terakhir ini ya. Tapi mama papa generasi 80an pasti akan tersenyum mengenali potongan lagu seperti All By Myself dan Everybody Hurts.

Jadi, kalau belum ada rencana mengisi akhir pekan ini, saya sarankan nonton Zootopia deh. Tapi tetap jangan biarkan anak-anak nonton sendiri ya. Film ini ratingnya Parental Guidance, masih perlu kehadiran orangtua untuk mendiskusikan tentang isi film supaya anak nggak salah paham, karena ada beberapa adegan di mana para binatang telanjang di sebuah klub kebugaran. Juga penampilan Gazelle yang layaknya artis masa kini dengan kostum dengan gerakan tari orang dewasa. Serta beberapa adegan kekerasan seperti ketika seekor binatang kecil dibully temannya sampai terluka dan seekor binatang diserang oleh binatang lain sampai matanya terluka.

But overall, film ini seperti kebanyakan film Disney lain, aman bagi anak. Selama kita, sebagai orangtua mengarahkan fokus anak kepada hal-hal positif yang ada dalam film.

Selamat menonton ya.

Dan kalau ada yang sudah nonton, yuk, bagi kesannya di sini 🙂

5 Tips Menjadi Ibu Produktif ala Ayu Novanti

life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan

Beberapa waktu lalu saya membaca status salah seorang blogger yang mencari ibu-ibu yang memiliki pekerjaan sampingan baik fulltime maupun parttime di luar aktivitas mereka sebagai ibu rumah tangga. Ternyata yang komen banyak sekali. Ada yang menjalankan usaha online shop, penulis, menjahit, menerima pesanan kue dan masih banyak lagi. Hebat banget ya ibu-ibu jaman sekarang, masih bisa meluangkan waktu untuk berkarya  di sela-sela kesibukan mengurus suami, anak-anak dan rumah. Teman saya Dahlian Ayu Novanti, salah satunya.

life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan

Pemilik blog ayunovanti dan toko online jahitanibu ini termasuk ibu rumah tangga yang berkarya di usianya yang masih sangat muda. Dan semuanya itu ia lakukan dari rumah lho. Nah, bagaimana kiatnya menjadi ibu yang berkarya dari rumah? Yuk, simak tips dari Vanti berikut ini.

Find Your Passion

Temukan hal kita sukai. Baik itu menulis, menjahit, membuat kue, desain web, desain baju, dan masih banyak lagi pilihannya. Vanti sendiri sebenarnya sudah ngeblog sejak SMA, namun baru tahun November 2014 memutuskan untuk menulis lagi karena suaminya membelikan website sebagai kado ulang tahun ke-24. Hal ini memacu semangatnya untuk kembali menulis, menyalurkan hobi lamanya.

Terbuka Dengan Tantangan Baru

Awalnya, blog ayunovanti.com hanya digunakan sebagai sarana curhat atau sekadar menuangkan isi kepalanya. Tapi setelah sempat bekerja di public relation agency, yang kebanyakan proyeknya melibatkan blogger, ia berusaha menulis lebih serius dan menjajaki kemungkinan memperoleh penghasilan tambahan dengan menjadi blogger profesional. Sekarang melalui blognya yang berkategori lifestyle blog, Vanti mulai mendapatkan tawaran kerjasama seperti job review dan menjadi content writer. Ia pun tak segan mengikuti lomba blog untuk mengasah kemampuan menulisnya.

Jangan Takut Jenuh

Namanya ibu-ibu yang baru belajar menghasilkan uang sendiri, seringkali kita merasa jenuh dan kemudian malas melanjutkan sesuatu yang sudah dirintis tersebut. Tapi sebaiknya perasaan bosan jangan dihindari. Kalau sedang jenuh dengan suatu kegiatan ya jangan dipaksakan untuk melakukan hal tersebut. Seperti yang dilakukan Vanti. Ibu yang baru melahirkan anak pertamanya pada bulan Agustus 2015 lalu ini, mencoba mengatasi perasaan bosan ngeblognya dengan cara rajin menengok ke komunitas blogger supaya dapat ilham menulis. Ketika kejenuhan belum teratasi, ia pun mencari proyek lain yang bisa menggugah semangatnya seperti Jahitan Ibu yang dirintisnya bersama sang mama.

Bergabung Dengan Komunitas Serupa

Untuk menjaga semangat dalam melakukan pekerjaan kita, sebaiknya bergabung dalam komunitas yang sejalan dengan kegiatan kita. Misalnya grup memasak, grup blogger, grup MLM, grup menjahit dan sebagainya. Manfaat lainnya adalah kita dapat memperoleh ilmu-ilmu baru, mendapatkan info-info terkini serta memperluas jaringan dan membuka rejeki.

Utamakan Keluarga

Sebagai ibu rumah tangga, tugas utama kita adalah mengurus suami, anak dan rumah. Sehingga kita harus mengatur waktu sebaik mungkin supaya kebutuhan anak dan suami tetap terpenuhi meski kita memiliki kesibukan lain. Begitu pula yang dilakukan oleh Vanti. Misalnya ketika harus meninggalkan anak untuk belanja kain, Vanti akan menyiapkan ASI perah bagi bayinya.

ayu novanti, ayunovanti.com, arisan link

Ternyata nggak susah kan ya menjadi ibu yang produktif? Intinya adalah menemukan passion dan pandai mengatur waktu aja sih. Vanti sudah membuktikannya walaupun menurutnya sampai saat ini, ia pun masih terus berusaha mengatur waktunya lebih baik.

Nah, untuk tips parenting lain serta serba-serbi kehidupan seorang ibu, yuk langsung main aja ke blog ayunovanti.com. Meskipun baru mulai ngeblog lagi sejak tahun 2014, blog Vanti memiliki konten yang menarik dan cara penulisan yang apik. Gaya bahasanya pun khas ibu muda jaman sekarang. Santai namun nggak alay sehingga membuat betah yang membacanya.

Belajar Membaca Dalam Bahasa Inggris Dengan Seri Usborne Very First Reading

usborne very first reading, book review, books for early reader

Belajar membaca sendiri merupakan tantangan bagi tiap anak, terutama yang mau masuk SD. Nah, belajar membaca dalam bahasa asing bisa jadi membuat tantangan tersebut makin berat. Itulah yang dialami Cinta ketika memasuki jenjang Kindergarten (KG) 3, beberapa tahun lalu. Meskipun sudah cukup fasih berbahasa Inggris, untuk membaca dia masih mengalami kesulitan. Salah satu penyebabnya adalah cara pengucapan huruf yang berbeda saat dirangkai dalam satu kata. Misalnya huruf C, ketika berdiri sendiri, dia akan berbunyi “si” sedangkan saat dirangkai dengan huruf lain membentuk satu kata, ia dibunyikan menjadi “keh”.

Ternyata, kesulitan itu juga dialami oleh teman-teman sekelasnya dulu. Sehingga pihak sekolah membuat program membaca bersama. Jadi, orangtua diminta membeli buku yang sudah ditunjuk oleh sekolah dan kemudian buku itu dibaca anak bersama-sama dengan gurunya di sekolah, lalu dibawa pulang untuk dibaca bersama orangtua di rumah. Setiap minggu selalu ada target halaman yang harus dibaca bersama.

Memberatkan? Menyiksa anak? Oh enggak, sama sekali enggak. Buku yang dipilih sekolah adalah seri Very First Reading Book keluaran Usborne. Buku ini sangat children friendly karena gambarnya banyak, ukuran hurufnya besar-besar dan jumlah kata perhalamannya disesuaikan dengan level bukunya. Semakin rendah tingkatannya semakin mudah dan sedikit jumlah kata yang harus dibaca oleh anak.

Buku ini mengajarkan membaca dengan sistem phonic yaitu membaca per suku kata, bukan mengeja tiap huruf. Dengan begini anak nggak lagi kesulitan membedakan huruf yang berbeda.

Saat program membaca bersama ini, guru di sekolah akan mengajarkan kata yang harus dibaca oleh anak, seperti gambar di bawah ini, yaitu Pat, is dan sad. Dan dalam satu buku, anak hanyak akan belajar kata yang dikombinasikan dari 8 huruf saja, sehingga mereka mudah mengingatnya.

 

Nah, di rumah. Orangtua tinggal mengulangi halaman yang telah dibaca oleh anak di sekolah. Biasanya perminggu anak diminta untuk membaca 1=2 halaman. Iya, cuma sedikit, jadi nggak memberatkan kan. Apalagi bentuknya adalah buku cerita dengan banyak gambar, sehingga anak pun tertarik untuk membaca hingga tuntas.

Nggak sekadar membaca, di bagian akhir buku, ada  2 permainan yang bisa digunakan untuk memastikan anak memahami isi buku, seperti memasangkan gambar suatu halaman dengan kalimat yang ada di dalamnya. Orangtua bertugas membacakan kalimatnya dan anak diminta untuk menunjuk gambar yang sesuai. Selain itu juga ada mengurutkan cerita sesuai dengan isi buku.

Seri ini juga “memaksa” orangtua untuk duduk bersama dan membantu anak membaca, karena tanpa orangtua membaca bagiannya, anak nggak bisa membaca bagian mereka. Dengan berbagi dan bergantian membaca cerita, acara membaca menjadi menyenangkan bagi anak. Aktivitas ini pada akhirnya membiasakan orangtua dan anak untuk memiliki ritual membaca bersama dan meningkatkan bonding antara kita serta meningkatkan kepercayaan diri anak dalam membaca. Asik kan.

Buku ini bisa dipakai untuk anak usia TK, Cinta dan teman-temannya mulai menggunakan buku di KG 3 dengan range usia 4-6 tahun, dan sudah mengenal huruf dan kata dengan sistem phonic.

Phonics is a method for teaching reading and writing of the English language by developing learners’ phonemic awareness—the ability to hear, identify, and manipulate phonemes—in order to teach the correspondence between these sounds and the spellingpatterns (graphemes) that represent them.

The goal of phonics is to enable beginning readers to decode new written words by sounding them out, or in phonics terms, blendingthe sound-spelling patterns. Since it focuses on the spoken and written units within words, phonics is a sublexical approach and, as a result, is often contrasted with whole language, a word-level-up philosophy for teaching reading (see History and controversy below).

Since the turn of the 20th century phonics has been widely used in primary education and in teaching literacy throughout the English-speaking world. More specifically synthetic phonics is now the accepted method of teaching reading in the education systems in the UK and Australia. – sumber Wikipedia.

Seri ini juga dapat digunakan secara mandiri di rumah dengan orangtua sebagai pendampingnya karena ada panduan menggunakan buku Very First Reading di bagian belakang buku-buku tersebut.

Setelah program membaca di sekolah selesai dengan satu judul di buku 1 dan satu lagi di buku 2, saya pun jatuh cinta dengan seri ini. Sampai Cinta benar-benar lancar membaca, kami menggunakan 8 buku dari buku 1-6. Kemudian dia pindah ke seri Usborne First Reading. Kenapa memilih buku keluaran Usborne? Karena paling mudah untuk dibaca bagi early reader, buku ini juga didapat. Hampir di supermarket di kota kami menjual buku ini dan harganya nggak terlalu mahal, mulai dari B$7,9 per bukunya.

Bagi pembaca yang tinggal di luar UK dan US, mungkin bisa mendapatkan buku-buku keluaran Usborne di toko-toko buku besar atau membeli secara online seperti bookdepository.com.

Selamat belajar membaca dan bersenang-senang.

world book day, book review, book for children, usborne book

Inilah Produk Fashion yang Wajib Dimiliki Wanita

produk fashion, matahari mall, fashion wanita

fashion, women, produk fashion, matahari mall

Sudah pernah merasakan asyiknya belanja di MatahariMall? Ada banyak sekali penawaran menarik yang MatahariMall berikan, terbukti saat SuperSeptember lalu. Usai menggelar promo besar saat peluncurannya, tentu banyak dari kamu yang penasaran event heboh apalagi yang akan diberikan oleh situs belanja online pendatang baru itu.

Sambut November 2015 bersama diskon dari MatahariMall.

Jika melihat pada trend tahun terdahulu, biasanya online shop di Indonesia ramai-ramai menggaungkan diskon gila-gilaan di penghujung akhir tahun. Nah, moment besar ini tentunya gak bakal dilewatkan oleh MatahariMall.com sebagai startup baru. Buat kamu yang berniat untuk belanja saat gajian nanti, pastikan kamu menyisihkan amunisi cukup (baca: duit) untuk berburu produk-produk fashion saat promo mendatang. Kendati belum ada informasi detil dari pihak MatahariMall terkait promo yang akan mereka berikan, kamu bisa mengunjungi halaman berikut untuk mengikuti update terbaru terkait diskon & promo belanja MatahariMall November 2015.

Back to topic, Bicara soal kebutuhan, wanita tentu memiliki kebutuhan produk fashion yang banyak. Sebenarnya tak perlu terlalu boros dalam membeli produk-produk fashion yang Anda inginkan. Setidaknya beberapa produk fashion wajib ini akan membuat penampilan Anda makin istimewa di mana pun Anda berada.

fashion, matahari mall, jeans, shirt, must have fashion, blazer
Searah jarum jam: Adore Blazer Jas, DocDenim Ladies Jeans, Gudang Fashion Kaos Polos Panjang, Nana Blanche Fashion Tank Top. Semua produk dapat diperoleh di MatahariMall.com

Tanktop adalah pakaian dalam yang wajib Anda kenakan saat beraktivitas di luar rumah. Dengan tanktop, Anda akan merasa percaya diri setiap saat. Untuk baju yang berwarna cerah tentu tanktop putih adalah padanan yang tepat. Sementara baju yang berwarna gelap seperti hitam, coklat, atau biru navy lebih pas dipadukan dengan tanktop berwarna gelap.

Blazer hitam berwarna klasik adalah produk fashion yang istimewa. Anda bisa mengenakannya ketika beraktivitas di kantor atau saat harus menghadiri acara undangan. Dipadukan dengan kaos polos atau kemeja, penampilan Anda pun makin menawan.

Jika Anda mengenakan kaos berwarna putih polos, penampilan Anda akan tampak netral dan berkelas. Anda juga bisa memadukan kaos putih dengan berbagai produk fashion lainnya seperti jaket, blazer, aksesoris kalung, atau jaket kulit.

Siapa sih yang tak pernah mengenakan celana jeans. Celana jeans memang bisa menjadi andalan dalam berbagai kesempatan. Siapkan beberapa potong celana jeans dengan warna-warna netral seperti hitam atau biru navy agar mudah dipadupadankan dengan produk fashion lainnya.

Kalau Anda ingin segera mendapatkan produk fashion tersebut setelah membaca ulasan kali ini, Anda dapat segera mengunjungi MatahariMall. Promo November yang ditawarkan MatahariMall akan membuat Anda jadi bisa memenuhi kebutuhan berbusana sambil berhemat. Jangan sampai Anda kehabisan produk fashion yang Anda inginkan, ya. Tak perlu tunggu lama-lama untuk kunjungi toko online MatahariMall sekarang juga.

 

Inside Out: Ketika Emosi Punya Perasaan

Jujur aja meski berkali-kali lihat trailernya di Disney Channel awalnya saya nggak tertarik untuk nonton film terbaru dari Disney Pixar ini. Apalagi baca resensinya di IMDB banyak yang ngasih kurang dari 5 bintang, bahkan ada yang 1! Beberapa top review bilang film ini membosankan, nggak seperti film-film Disney Pixar yang lain. Ada juga yang mengatakan bahwa film ini bukan untuk anak-anak dan masih banyak kritikan lain.

Tapi karena di minggu pertama penayangannya di Indonesia –yang kebetulan bertepatan dengan waktu penayangan di Brunei– banyak yang posting nonton Inside Out dan rata-rata bilang film yang dibintangi oleh Amy Poehler dan Phyllis Smith ini bagus, saya pun tergoda untuk nonton. Biar kekinian gitu lah.

Karena rating film IO adalah PG1 saya coba cek dulu di Parents Guide for Inside Out di IMDB untuk mengetahui apakah ada yang kurang sesuai ditonton oleh anak seumur Cinta. Setelah yakin semuanya cukup aman baru deh saya mengajak kakak Cinta untuk movie date nonton film Inside Out di PSB Dualplex Seria.

Dan ternyata film ini menguras air mata, sodara-sodara. Asli mulai dari 15 menit film ditayangkan sampai akhir berkali-kali saya harus diam-diam mengusap mata yang basah karena terharu melihat adegan-adegan di dalamnya.

 photo AC4D118E-2DB2-473B-9D70-E1FDF6437650_zpskgfrjgru.jpg

Cerita dimulai saat Riley baru lahir dan muncul Joy yang mengontrol perasaannya bersama dengan keempat rekannya Sadness, Anger, Fear dan Disgust. Kemudian waktu pun bergulir dengan menampilkan Riley yang tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria, punya hubungan emosional yang erat dengan ortunya, suka hoki dan melakukan hal-hal konyol berkat dominasi Joy, sampai suatu saat Riley harus pindah ke San Fransisco bersama ayah dan ibunya.

Di sinilah konflik perasaan mulai muncul. Joy, Sadness, Anger, Fear dan Disgust berganti-ganti memainkan peran pada emosi Riley yang harus beradaptasi pada banyak hal. Rumah baru, moving van yang nggak kunjung datang, sekolah baru dan pekerjaan ayah yang menyita waktunya.

Kebingungan menghadapi keadaan ini, Joy berusaha mengontrol perasaan, ia setengah memaksa teman-temannya untuk selalu bergembira. Joy meminta Fear untuk membuat daftar hal buruk yang bisa terjadi pada hari pertama sekolah dan berusaha mengantisipasinya. Bahkan ia berusaha mengisolasi Sadness yang beberapa kali membuat Riley sedih. Joy ingin Riley selalu senang apalagi saat Ibu mengatakan bahwa mereka sangat beruntung karena pada kondisi yang penuh tekanan seperti ini keceriaan Riley memberikan semangat bagi orangtuanya.

Tapi saking inginnya Joy membuat Riley merasa bahagia, kecelakaan pun terjadi. Joy dan Sadness tanpa sengaja terlempar dari markas dan terdampar di tempat penyimpangan long term memory. Mereka pun berusaha kembali ke markas dengan membawa core memories ((The core memories are objects of major importance inInside Out. Like all memory orbs, core memories represent past events of Riley‘s life. However, they have a much greater importance than usual memories. They represent key moments that have defined Riley’s current personality. Core memories appear brighter than any other memory and power each Island of Personality. – source: Pixar Wikia)) .

Dalam perjalanan ini Joy dan Riley menyaksikan bagian-bagian masa lalu Riley yang membentuk kepribadiannya runtuh satu persatu. Sementara di markas keadaan semakin memburuk karena Fear, Anger dan Disgust kebingungan dan kendali emosi membuat Riley melakukan hal-hal di luar kebiasaannya.

Kondisi inilah yang saya sadari sering muncul dalam perilaku Cinta saat ia harus menghadapi pengalaman baru atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Perubahan kepribadian dan perilaku yang tidak biasa. Seringkali saya bilang meminta ia untuk tetap ceria, nggak terima saat dia merasa sedih atau marah, bahkan takut. Padahal semua perasaan itu ya harus diterima apa adanya.

Kita nggak bisa terus-menerus menekan dan menyembunyikan kesedihan, nggak bagus juga menahan marah dan takut. Konon merepresi perasaan negatif ini akan membuat kita mudah sakit ya.

Ternyata boleh kok merasa sedih, marah dan takut, hanya saja harus disalurkan dalam perilaku yang aman dan nyaman.

Saat berduka boleh sedih dan menangis karena itu akan membuat kita lebih tenang. Seperti yang dilakukan oleh Sadness ketika Bing Bong merasa sedih. Alih-alih mengabaikan kesedihannya seperti yang dilakukan Joy, Sadness berempati dan menggali kesedihan Bing Bong sambil duduk di sampingnya sampai Bing Bong merasa lega. Persis pekerjaan psikolog.

Film ini benar-benar jadi pengingat bagi saya. Setelah beberapa waktu lalu membaca cuplikan buku “Kata Siapa Tidak Boleh Marah” karya Zhizhi Siregar di Instagram fufuelmart tentang perbedaan reaksi anak ketika ia marah dan diabaikan dengan dipeluk saat ia merasa marah. Kali ini saya diajari untuk menerima perasaan sedih. Tahu nggak benang merahnya adalah pada acceptance.

Menerima dan mengenali perasaan diri kita dan anak adalah hal yang penting. Sesungguhnya yang diperlukan saat kita berada pada kondisi yang tidak nyaman adalah, “Hey, saya mengerti kamu sedih/marah/takut/kecewa. Wajar kok kamu merasa seperti ini. Saya juga pasti akan merasakan hal yang sama,” plus pelukan hangat. Seringkali sebuah pelukan erat tanpa kata-kata saja sudah bisa mengungkapkan hal tersebut. Dan itu cukup.

Buat mahasiswa psikologi wajib banget deh nonton ini. Kalian akan tahu tentang short term memories, long term memories, subconcious, sampai imaginary friend yang selama ini nampak abstrak. Buat para orangtua film ini bagus untuk memahami kondisi emosi anak. Sedangkan untuk anak-anak, mereka akan terhibur dengan cerita penuh warna, mengetahui pulau-pulau yang ada dalam peta emosi mereka. Cinta pun terpesona sambil bilang, “Is this what really happen inside my brain?”

Bahkan dia bisa merecall salah satu pulau ketika kami bepergian hari Minggu kemarin dan Keenan asik menunjuk-nunjuk keluar mobil sambil mengoceh, “Dinosaurs.” Saat saya dan papanya mengomentari hal tersebut, Cinta berujar, “He’s imaginating you know. Kids do that.” “Oh iya, seperti Imagination Land-nya Riley ya, Kak.” “Yes, it’s a fun land,” jawabnya.

9 bintang deh buat film Inside Out.

Kalau menurut kalian bagaimana?

  1. Parental Guidance Suggested: Parents urged to give “parental guidance.” May contain some materials parents might not like for their young children []

Disney Descendants

Sudah sebulan ini Disney Channel jor joran menayangkan iklan Disney Channel Original Movie terbaru: Descendants yang akan tayang tanggal 13 September 2015 di Disney Channel Asia. Ngeliat trailer dan cerita para pemeran utamanya sih sepertinya lumayan juga nih untuk ditonton. Cuma kok ya masih lama tayangnya.

Tapi hari Jumat lalu waktu Cinta pulang dari playdate di rumah temannya, dia cerita abis nonton Descendants. Lha jadi penasaran kan saya. Coba nyari di filmbagus21 eh ada. Ternyata film ini memang sudah tayang tanggal 31 Juli di Amerika.

Jadi Descendants ini bercerita tentang anak-anak para penjahat terhebatnya Disney yaitu Mal, anak perempuan dari Maleficent; Evie, putrinya The Evil Queen; Carlos, anak tunggalnya Cruella De Vil dan Jay, anaknya Jafar. Masih pada inget kan di cerita klasik Disney mana para penjahat ini muncul?

Keempat anak yang selama ini tinggal di Isle of the Lost, pulau terasing tempat para orangtua mereka dibuang, tiba-tiba diberi kesempatan untuk sekolah dan tinggal di The United Kingdom of Auradon, kerajaan para Disney princes dan princesses. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para evil villains untuk membalas dendam dengan memberikan misi rahasia kepada anak-anak mereka yang awalnya disambut dengan antusias.

Ternyata setelah Mal, Evie, Carlos dan Jay tinggal di Auradon, mereka menyadari bahwa nggak mudah melaksanakan misi itu. Terutama karena kata hati mereka berperang melawan keinginan untuk membuat orangtua mereka bangga. Nah, mana yang menang? Harus liat sendiri filmnya hehehe.

Tapi gampang ketebak kok. Ya, memang agak cheesy filmnya. Mungkin karena ditujukan untuk anak-anak ya. Karakter-karakternya juga kurang kuat kecuali Mal. Dan yang paling bikin sedih adalah those great villains look so pathetic. Hiks. Nggak ada deh sisa-sisa kepongahan dan keserakahan Jafar, kelicikan the Evil Queen dan kekejaman Cruella De Vil. Sungguh mereka tampak konyol. Karakter Maleficent agak mendingan ya meski masih kurang aura jahatnya.

Lagi-lagi ya penonton dewasa seperti saya harus memaklumi bahwa ‘ini film anak-anak’. Meski demikian banyak kok pesan moralnya untuk para orangtua, seperti kita nggak bisa memaksakan anak untuk mengikuti jejak kita. Atau ada masa-masa di mana anak akan mengalami dilema antara mengikuti kata orangtua atau lingkungan, di saat seperti ini hubungan yang harmonis antara anak dengan ortu memegang peranan penting. Dan anak harus diberi kesempatan membuat keputusan penting, sekaligus berani menghadapi risikonya dan belajar mempertanggungjawabkan keputusannya.

Sementara buat anak-anak film ini lumayan kok buat hiburan sekaligus memperkenalkan tokoh-tokoh film klasik Disney. Cinta bilang dia suka nontonnya, menurutnya jalan ceritanya bagus meski dia nggak kenal Cruela De Vil dan Jafar. Karakter favoritnya adalah Mal, “Because she has purple hair. No, actually because she’s the best of them all.” Lagu-lagunya juga cukup menarik terutama yang dinyanyikan solo oleh Mal. Meski kalau dibandingkan dengan High School Musical dan Teen Beach Movie masih jauh lah.

Mungkin kalau dibuat lebih serius lagi dan dikurangi nyanyian dan tariannya (udah mirip sama film India aja gitu) film dengan jalan cerita yang unik ini bisalah tayang di bioskop. Sementara ini mumpung nontonnya nggak bayar layak kok buat tontonan di akhir pekan sambil makan popcorn rame-rame di ruang keluarga. Selamat menikmati.