Browsing Category:

Review

  • Babbles, Beauty & Fashion

    Serunya Rebutan Belanja di Toko Online

    Sebenarnya saya nggak sering-sering amat belanja online. Apalagi produk fesyen yang dijual lewat Instagram. Penyebabnya adalah beberapa kali kecewa dengan kualitas bahan dan model yang nggak sesuai dengan foto yang dipajang. Sejak saat itu, kalau beli baju atau hijab saya lebih suka lewat Zalora atau Hijabenka.
    Karena itulah saya sedikit banget follow akun online shop di akun IG utama saya. Padahal awal-awal mainan IG yang saya follow kebanyakan ols, bahkan sampai bikin akun IG khusus untuk mengikuti toko-toko online. Tapi kemudian saya coba lebih selektif. Yang sering posting SFS sehari 10 posting jelas saya unfollow. Pening bok kalau liat timeline IG isinya iklan semua. Beberapa akun yang tetap saya ikuti sampai sekarang antara lain karena pernah beli dan suka dengan kualitas barangnya, ols punya teman, foto-fotonya bagus dan nggak ikut SFSan gitu.

    Nah, beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman berencana untuk patungan beli kado ulang tahun untuk seorang sahabat, sebut saja namanya Mawar. Karena pilihan barang keren dan modis tapi terjangkau di Brunei ini sedikit, kami memutuskan untuk belanja online di Indonesia untuk kemudian dibawa ke Brunei oleh Melati yang lagi mudik. Kami pun mulai stalking online shop yang difollow si Mawar ini, yang membuat saya akhirnya follow akun-akun itu untuk ngeliat barang-barangnya karena kebanyakan akun mereka digembok. Dari situlah saya sadar kalau barang-barang jualan di IG sekarang udah keren-keren banget dan kualitasnya bagus-bagus dilihat dari testinya. Apalagi mereka nggak segan-segan endorse beauty blogger atau hijaber yang memang terkenal selektif pilihan barangnya. 

    Bertepatan dengan itu, setibanya di Brunei, Melati ngasih oleh-oleh berupa 2 pashmina yang bahannya enak banget dipake dan mudah diatur. Dan nggak lama kemudian, seorang teman yang lain cerita tentang jilbab instant yang sering dia pakai dan saya suka karena modelnya manis juga bahannya nggak tipis meski lentur. Ketebalan bahan kerudung akhir-akhir ini agak penting buat saya karena mulai risih pakai yang nerawang meskipun saya juga pakai dalaman yang panjang sampai menutup leher. 

    Lantas, si teman ini, Anggrek, menyebut sebuah akun OLS di IG tempat dia membeli jilbab itu sambil bercerita kalau belinya pake rebutan. Yang ternyata sama dengan OLS tempat Melati beli pashmina oleh-oleh tadi. Sebenarnya nama akun itu nggak asing buat saya tapi saya males follow karena ya belinya pakai rebutan itu. Apalah enaknya beli harus cepet-cepetan kirim Line/WA. Emangnya saya kurang kerjaan banget mantengin IG demi menunggu waktu upload. 

    Eh, nggak lama kemudian, Anggrek ngasih tahu kalau si OLS itu mau upload produk dalam waktu dekat dan dia ngajakin order bareng dengan dia yang mesenin. Karena penasaran dan merasa nggak pake repot akhirnya saya ikut order. Alhamdulillah dapet. Dan setelah barang diterima, ternyata saya suka pake banget sodara-sodara. 

    Jadilah setelah itu saya jadi follow OLS tersebut dan mulai menemukan beberapa akun yang menjual lagi barang yang mereka beli dari si OLS. Istilahnya tangan kedua, bukan reseller. Kenapa ada tangan kedua? Ya karena barang yang dijual oleh OLS tersebut terbatas, bahkan satu alamat cuma boleh pesan dalam jumlah yang ditentukan. Jadi yang nggak kebagian bisa beli lewat tangan kedua itu tadi walaupun harganya jelas lebih mahal. 

    Nah, setelah beberapa kali titip order lewat Anggrek, saya iseng nyoba pesan sendiri dengan beberapa tips dari dia. Antara lain:

    1. Follow dan hidupkan notifikasi akun ols tersebut di IG jadi kita nggak ketinggalan info produk yang akan diupload dan waktu uploadnya.

    2. Pilih produk yang mau dibeli sebelum si OLS open order. Biasanya 1-2 hari sebelum open order, OLS itu akan upload pilihan warna dan produknya. 

    3. Siapkan format Line/WA sesuai petunjuk order mereka. Nah, di sini saya lebih suka pakai Line. Karena kita bisa nulis dulu dan meski keluar dari aplikasi, tulisan itu nggak terhapus. Jadi nggak capek copy paste.

    4. Pantengin waktu open ordernya. Biasanya 5 menit menjelang open order, si OLS akan upload foto yang berisi format order dan persiapan untuk order. 

    5. Dalam waktu 5 menit itu, rajin-rajin refresh timeline IG karena tepat pada waktu yang sudah ditentukan, si OLS akan upload foto yang bertuliskan “Send your chat now.” Percayalah, ketepatan & kecepatan mengirim chat ini pengaruh banget dalam perolehan barang hahaha. Secara dalam menit pertama aja biasanya dia menerima ratusan chat dari WA dan Line. 

    6. Sabar menunggu balasan. Beberapa kali chat dibalas setelah beberapa jam, pernah juga dibalas dalam waktu kurang dari satu jam. Tapi pasti dibalas kok meski sekadar mengabarkan kalau barang yang kita pesan sudah habis.

    7. Kalau kehabisan barang tersebut tapi kita naksir banget, coba ke Shopee. Biasanya para tangan kedua menjual produk yang mereka dapat di sana, tentu dengan selisih harga mulai dari 5000-20000 lebih mahal dari harga aslinya.

    Setelah mempraktikkan tips tersebut, alhamdulillah beberapa kali berhasil mendapatkan barang pesanan saya di akun @heaven_lights dan @pulchragallery. Bahkan gantian dengan teman, saya menerima titipan order dari temen-temen yang lain. Tentu nggak memungut jasa titip ya. Wong sama tetangga dan untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual lagi. Kalaupun nggak dapat biasanya karena memang stoknya cuma ratusan. Sedangkan kalau ribuan, Insya Allah dapat. 

    Beda lagi dengan OLS yang menjual produk fesyennya lewat web meski info produk dan waktu open ordernya tetap diumumkan lewat akun instagramnya seperti @vanillahijab. Sejauh ini saya baru 2 kali berhasil rebutan lewat web. Kalau ini memang keberhasilan bergantung pada kecepatan internet dan keberuntungan rasanya. Tapi begitu dapet rasanya seneng banget.

    Perasaan deg-degan nunggu open order, kirim chat dan menanti balasan itu bikin kecanduan juga lho. Apalagi kualitas produk yang dijual memang bagus dan selalu aja ada produk atau warna baru yang bikin kita kepingin punya. Akhirnya nggak sadar orderan demi orderan bikin rupiah melayang dengan deras. Memang harganya nggak mahal-mahal amat. Untuk jilbab instant dan pashmina rata-rata 60000 – 85000, sementara baju seperti kemeja, tunik, dress dibandrol mulai 100000. Tapi kalau sampai ketagihan order kan ya tekor lah lama-lama.

    Jadi ya pinter-pinter deh milih mana yang dibutuhkan. Atau kalau memang nggak bisa menahan hasrat rebutan belanja online, sekalian aja terima jasa titip order lalu jual tangan kedua atau sekalian buka akun di Shopee. Kan lumayan menyalurkan hobi belanja tapi nggak keluar duit malah dapat pemasukan hehehe.

    Teman pojokmungil suka rebutan belanja di toko online juga nggak? Cerita yuk pengalaman serunya.

  • anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger
    Blogger Profiles, Parenting

    5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Anak ke Sekolah di Usia Dini

    Sekarang sudah bulan Oktober dan karena tahun ajaran baru di Brunei akan dimulai bulan Januari, akhir bulan ini kakak Cinta dan Keenan akan menjalani end year examination. Untuk kakak Cinta hal ini berarti mamanya harus sudah siap-siap bikin latihan soal-soal dari materi pelajaran sejak awal tahun sampai sekarang. Sedangkan untuk Keenan agak santai karena sekolahnya yang sekarang nggak ngasih ujian untuk anak KG 1, cuma ada evaluasi harian dari aktivitas dan perilaku sehari-hari aja. Setelah ujian selesai di minggu pertama bulan November nanti, siap-siap terima rapor dan kenaikan kelas deh. Dan karena berencana memindahkan Keenan ke sekolah baru, berarti harus mulai hunting sekolah dari sekarang.

    Beruntungnya tingal di Seria, meskipun nggak terlalu banyak pilihan sekolah tapi kita bisa daftar sekolah 1-2 bulan sebelum tahun ajaran dimulai, walaupun biasanya pendaftaran sudah mulai dibuka pada bulan Agustus. Berbeda dengan pengalaman saya dulu menyekolahkan kakak Cinta di sebuah kelompok bermain di dekat rumah kami di Gunung Sindur, Bogor sana. Saya harus mulai cari sekolah jauh-jauh hari bahkan pembayaran uang gedung dan lain-lain harus sudah diterima oleh sekolah beberapa bulan sebelum tahun ajaran berlangsung untuk memastikan Cinta mendapatkan tempat di sekolah tersebut. Di beberapa sekolah yang lebih ngetop di Jakarta, menurut pengalaman teman-teman saya, pendaftarannya malah bisa lebih awal lagi, ada yang harus indent 1-2 tahun sebelumnya. Jadi kalau mau masuk TK umur 4 tahun ya harus daftar mulai umur 2 tahun. 

    Soal memasukkan anak sekolah ini memang sering jadi dilema untuk orangtua ya, nggak cuma soal mencari sekolah yang seusai untuk anak dan kantong serta dekat dengan rumah, tapi juga soal kapan tepatnya anak mulai bersekolah. Bahkan hal ini merupakan salah satu keputusan penting yang kita buat dalam 5 tahun kehidupan anak. Untuk ini saya coba mencari pendapat dari seorang sahabat blogger yang pernah menjadi guru di kelompok bermain selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi guru bagi putranya di rumah, Anis Khoir.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    Menurut Anis dan beberapa ahli kesehatan anak serta parenting, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak yaitu:

    1. Kesiapan Anak Untuk Bersekolah

    Kesiapan anak untuk bersekolah biasanya erat kaitannya dengan beberapa hal, yaitu berpisah dengan orangtua (atau pengasuhnya), adaptasi di lingkungan baru dan rentang konsentrasi. Jadi kalau memang anak masih belum siap, ya jangan dipaksa. Karena bagaimanapun menurut Anis, pengasuhan dan pendidikan di usia dini yang terbaik tetap dari ibu. 

    2. Usia

    Anis menyarankan supaya orangtua tidak memasukkan anak ke sekolah pada usia terlalu dini karena sebenarnya pada usia sampai 4 tahun yang dibutuhkan anak adalah lingkungan yang aman untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan itu hanya didapatkan di rumah. Anak usia tersebut juga pada dasarnya belum terlalu perlu bersosialisasi dengan teman sebayanya karena mereka belum bisa bermain bersama-sama, kalaupun nampak bermain berkelompok sebenarnya mereka sedang bermain bersama, alias asik dengan mainannya sendiri dan tidak berinteraksi satu sama lain.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    3. Kesehatan Anak

    Kalau anak kita selama ini memiliki kesehatan yang cukup baik, boleh aja masuk sekolah di usia dini. Hanya pastikan dia memiliki kekebalan tubuh yang cukup dan jumlah murid di kelas nggak terlalu banyak. Menurut Dr Anatoly Belilovski, dokter anak sekaligus direktur Belilovski Pediatric di Brooklyn, NY, semakin banyak jumlah anak di dalam kelas, semakin rentan anak tertular penyakit dari teman sekelasnya. Ini saya alami banget dengan Keenan, sejak masuk sekolah hampir setiap bulan terkena common cold. Bahkan dulu kakak Cinta ketika di KG 2 pernah juga tertular cacar air padahal sudah pernah vaksin cacar air dan saat itu 9 anak dalam 1 kelas mendapat cacar air. Karena itu, Dr. Belilovski menyarankan kalau anak pernah mengalami infeksi serius seperti infeksi telinga, bronkhitis dan lainnya, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk menyekolahkan dia sampai kekebalannya lebih baik.

    4. Tingkat Konsentrasi

    Ini yang sering dikeluhkan oleh para guru kelompok bermain, ya setidaknya dalam kasus saya sejak Keenan masuk sekolah sering sekali mendapatkan keluhan bahwa Keenan nggak mau duduk diam di kelas. Bahkan baru saja beberapa hari yang lalu gurunya Keenan cerita kalau Keenan nggak mau belajar menulis dan lebih memilih berjalan-jalan di dalam kelas. Tapi sebenarnya memang rentang konsentrasi anak usia pra sekolah masih rendah, walaupun menurut Rachel Rudman, seorang terapis khusus okupasi anak, anak diharapkan dapat berkonsentrasi sesuai dengan usianya, misalnya Keenan sekarang umur 3,5 tahun, dia seharusnya bisa duduk dan mengerjakan sesuatu dengan tenang selama 3,5 menit. Namun, Rudman menambahkan bahwa seharusnya kesulitan konsentrasi bukan penghalang anak untuk bisa bersekolah, bahkan dalam beberapa kasus, dengan bersekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Jadi kalau anak sudah mampu fokus untuk menyelesaikan puzzle sederhana, menggambar selama beberapa menit, menyusun balok kayu atau lego, berarti dia aman untuk masuk sekolah.

    5. Choose Wisely

    Ketika anak memang harus bersekolah di usia dini, baik karena kedua orangtuanya bekerja dan nggak ada pengasuh; ibu tinggal di rumah tapi merasa nggak bisa memberikan stimulasi maksimal untuk perkembangan si anak; atau seperti kasus saya yang menjadikan sekolah sebagai pengganti terapi, maka Anis menyarankan untuk memilih sekolah yang benar-benar memahami tumbuh kembang anak, seperti:

    • Jam pelajaran tidak terlalu lama
    • Memiliki kebijakan yang lebih longgar berkaitan dengan school separation anxiety, alias mengijinkan ibu atau pengasuh untuk menemani anak di sekolah sampai ia benar-benar siap untuk ditinggal sendiri.
    • Program yang dimiliki tidak memaksa anak untuk keluar dari zona nyamannya. Artinya, ya semua aktivitas di dalam kelas benar-benar disusun dalam rangka yang menyenangkan bagi anak. Hal ini penting supaya anak memiliki pengalaman yang positif di tahun pertamanya bersekolah.

    Nah, kalau ternyata kita memutuskan untuk menunda anak bersekolah sampai usianya lebih matang tapi bingung apa saja aktivitas yang bisa kita lakukan bersama anak di rumah, main-main saja ke blog http://www.aniskhoir.com. Meskipun belum terlalu banyak, blog yang ditulis oleh ibu muda lulusan Pendidikan Matematika ini berisi beberapa permainan sederhana yang dapat kita buat untuk anak seperti ublek dan pasak konsentrasi serta tip supaya balita kita gemar membaca.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    Blog ibu dari 1 putra bernama Hazwan ini juga berisi tentang berbagai informasi menarik seputar Tuban, kampung halaman suami saya. Sayang saya belum sempat kopdar dengan Anis saat mudik ke Tuban lebaran lalu dan karena bulan lalu rumah mertua akhirnya laku terjual dan beliau pindah ke Surabaya untuk tinggal bersama adik ipar saya, sepertinya tahun-tahun mendatang kami nggak akan mudik Tuban lagi. Jadi agak nyesel gitu baru sempat kenal dengan blog lifestyle yang mulai serius ditekuni Anis sejak bulan Juli 2016 lalu, meskipun dia sudah ngeblog mulai tahun 2009. Lebih nyesel lagi karena baru tahu di Tuban juga ada komunitas blogger Tuban, coba kalau tahu kan tiap mudik ke Tuban nggak cuma ngedekem di rumah aja ya. Masa 10 tahun jadi mantunya orang Tuban cuma tahu Bravo, Samudera, alun-alun, Gua Ngerong dan RM Kurnia Dewi sih. Bahkan ke Pantai Boom yang dekat rumah aja saya belum pernah. Zzzzz. Sungguh rugi saya.

    Tapi nggak rugi kok main ke blog milik mahmud abas kelahiran kota Kediri yang tampilannya bertema minimalis ini. Artikel-artikelnya ditulis dengan manis dalam gaya bahasa serius tapi tidak membosankan. Banyak hal-hal baru yang bisa didapat di sana, bagi saya yang menarik tentu soal parenting dan Tuban. Tapi yang lain juga tidak kalah seru. Hanya saja saya berharap Anis bisa lebih rajin lagi mengisi blognya supaya pembaca yang main ke sana bisa selalu mendapatkan bacaan segar yang menarik.

  • Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
    Blogger Profiles, Life as Mom, Life Hacks

    5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

    Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

    Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

    Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

    Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

    jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

    Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

    Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

    “Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

    Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

    Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
     

    1. Harus Suka Menulis

    Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

    • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
    • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
    • Iklan: pendek dan persuasif.
    • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

    2. Kuasai Topik

    Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

    3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

    Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

    Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

    4. Original

    jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

    Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

    5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

    Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

    Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.

  • Beauty & Fashion, Life Hacks

    Jenis Pakaian yang Wajib Dimiliki Wanita Berhijab

    Wanita berhijab kini tidak akan tampil kuno dan membosankan lagi. Sebab ada banyak sekali variasi hijab yag siap mendukung penampilan. Jadi, kita hanya perlu rajin-rajin mengikuti tren busana untuk wanita berhijab. Supaya penampilan kita bisa senantiasa disesuaikan dengan karakter dan tren yang sedang populer.

    jenis-pakaian-yang-wajib-dimiliki-wanita-berhijab

    Berbicara soal hijab, tentu saja wanita berhijab wajib memiliki beberapa jenis pakaian ini. Sehingga aktivitas sehari-hari semakin lancar dengan gaya berbusana yang tepat.

    Hijab Aneka Warna dan Motif

    Hijab dengan aneka warna dan motif akan melengkapi gaya wanita berhijab. Jadi, jangan lupa menyiapkan hijab berwarna gelap, cerah, dan hijab bermotif. Sebelum membeli hijab, pilihlah warna-warna yang serasi dengan warna pakaian yang kita miliki. Dengan demikian, perpaduan pakaian dan hijab jadi lebih selaras dan menarik.

    Ciput

    Penggunaan ciput akan membuat rambut kita menjadi lebih tertata rapi. Di samping itu, bentuk hijab pun akan lebih teratur dan tidak mudah berubah kalau kita menggunakan ciput untuk menata rambut. Padanan warna ciput sebaiknya disesuaikan dengan warna hijab dan pakaian yang kita miliki. Namun kita juga bisa menyiapkan persediaan ciput dengan warna netral seperti hitam, putih, dan cokelat.

    Manset

    Ketika kita terpaksa untuk menggunakan pakaian lengan pendek atau pakaian yang panjang lengannya kurang, kita bisa menggunakan manset sebagai pelengkap. Miliki beberapa pasang manset yang berkualitas sehingga tidak mudah melar bila sering digunakan. Manset berkualitas akan mendukung penampilan kita agar kelihatan rapi.

    jenis-pakaian-yang-wajib-dimiliki-wanita-berhijab-1

    credit: mataharimall.com

    Kaos Lengan Panjang

    Kaos lengan panjang sangat nyaman digunakan ketika beraktivitas di rumah. Pilih saja kaos yang berukuran agak longgar dengan bahan nyaman yang menyerap keringat. Sehingga aktivitas rumah tangga tidak membuat kita kegerahan karena baju yang sempit atau bahannya panas.

    Dress Lengan Panjang

    Untuk urusan dress lengan panjang, percayakanlah pada MatahariMall. Karena MatahariMall juga dikenal sebagai online shop dress wanita muslim dengan koleksi super lengkap yang modern. Kalau ingin berbelanja dress lengan panjang, jangan ragu untuk mendapatkannya di MatahariMall. Karena semua koleksi toko online ini siap memenuhi kebutuhan kita.

  • gonna be around; song; lagu; widi mulia, the sasono family, motherhood, song about motherhood, lagu tentang pengalaman menjadi ibu
    Life as Mom, Movies & Music

    Gonna Be Around: Celebrating Motherhood Through Song

    Beberapa waktu yang lalu, saya iseng ngeklik satu link Youtube yang dibagi oleh teman saya hanya karena ada Widi Mulia di sampul link tersebut. Maklum, saya penggemar berat B3 sejak mereka masih SMA dan bernama AB3. Perpaduan suara yang bagus, anggota yang cantik-cantik, kemampuan menari yang keren bikin saya yang saat itu juga masih SMA terkagum-kagum sama trio beranggotakan Widi, Lusi dan Nola. Apalagi karena saat itu di usia yang masih muda, ketiga gadis jebolan kompetisi nyanyi Asia Bagus ini sudah meraih banyak prestasi di berbagai ajang nyanyi di luar negeri. Lebih ngefans lagi karena waktu itu banyak yang bilang saya mirip Nola AB3 huahahaha. Iya, iyain aja ya, bikin bahagia orang itu berpahala lho hihihi, lagian itu kan 20 tahun dan 25kg yang lalu. Sekarang sih kasian Nola kalau saya masih dibilang mirip sama dia >_<

    Kekaguman saya berlanjut sampai mereka menjadi ibu. Lusi yang sempat menjadi single parent dan sekarang telah menikah lagi dan membesarkan anak-anaknya di luar negeri, Nola yang masih aktif nyanyi dengan B3 dan berhasil mengorbitkan anak-anaknya menjadi penyanyi cilik berkualitas di Indonesia, Cynthia (dan suami) yang berjuang dengan IVFnya serta Widi yang peduli dengan dunia parenting dan kesehatan anak. Sepertinya saya tumbuh bersama mereka, mulai dari remaja unyu-unyu sampai menjadi ibu-ibu beranak lebih dari satu.

    Jadi, ketika mendapati link tersebut adalah video klip dari single terbarunya Widi yang bertema motherhood jelas saya merasa bahagia. Apalagi setelah mendengar lagunya yang enak didengar dengan lirik yang menyentuh dan video yang menggambarkan kehangatan keluarga Widi Mulia dan Dwi Sasono. Seketika itu saya jatuh cinta.

    Lagu Gonna Be Around seakan mewakili perasaan saya sebagai ibu. Di mana menjadi ibu itu rasanya campur aduk ya, kadang kita bisa terhibur melihat polah anak yang lucu, di lain waktu rasanya pengen meledak karena tingkah mereka yang “menggemaskan” dan di akhir hari yang melelahkan memandangi wajah damai mereka saat tertidur dapat membuat kita bahagia dan bersyukur sekali memiliki mereka di samping kita. Overall, jadi ibu itu menyenangkan. Karena itulah selelah apapun kita eh saya, rasanya ingin bisa selalu berada di sisi anak-anak sampai mereka dewasa nanti. Membacakan cerita sebelum tidur, memeluk mereka saat merasa takut dan menyanyikan lagu pengantar tidur dengan suara seadanya. Mencintai mereka selama mungkin. Merekam semua momen tawa dan tangis mereka dalam hati dan menyimpannya sebagai salah satu harta terindah saya.  

    Seperti itulah isi lagunya Widi. Emak-emak banget kan. Lalu saya pun mewek. Beneran deh, lagu ini bikin baper. Ketika akhirnya muncul di iTunes, saya mengunduhnya dan mengajak anak-anak mendengarkan lagu ini bersama-sama sebelum mereka tidur malam.

    Saking ear catchynya, anak-anak saya pun senang mendengarnya. Bahkan mereka ikut tertawa riang dan menari mengikuti irama lagu dan minta supaya diputar berulang-ulang. Lantas kami pun menari bersama, kakak berdansa dengan Papa, saya dengan Keenan, Keenan dengan Kakak berputar-putar sampai pusing sambil tertawa riang. Malam itu, kami tidur dengan hati yang hangat dan riang. 

    Thanks Widi, your song helped me create a beautiful moment that my kids might forget but I will treasure it forever in my heart.

  • kisekii.com, dwi sari, blogger perempuan, arisan link
    Blogger Profiles

    Kisekii. Jadilah Diri Sendiri dan Temukan Keajaibannya.

    Adakah mama blogger yang mengalami gegar budaya saat bertransisi dari working mom menjadi stay at home mom? Terbiasa keluar rumah di pagi hari, berdandan cantik dan mengenakan blazer modis, bertemu dengan tumpukan pekerjaan, menjalani internal meeting atau meeting dengan klien. Makan siang bersama rekan kerja di food court mall sebelah kantor lalu pulang di sore hari menikmati waktu yang tersisa dengan bersantai bersama keluarga. Ketika menjadi working mom hari demi hari tampak menarik dan menyenangkan meski stres kerja seringkali membuat tubuh dan pikiran nggak bisa fokus dengan urusan keluarga.

    Setelah blazer berganti dengan daster, hari-hari seakan menjadi monoton. Hari berulang seperti film Groundhog Day aja. Sesekali ada sesuatu yang menarik tapi selebihnya ya begitu-begitu aja. Membosankan bagi sebagian orang. Sehingga banyak mantan ibu bekerja yang stres di tahun pertama masa transisinya.

    Tapi ternyata hal itu tidak dirasakan oleh teman blogger saya, Dwi Sari Ambarningsih. Pemilik blog Kisekii.com ini menikmati hari-harinya setelah resign dari sebuah BUMN untuk mengikuti suami tercinta pindah ke kota lain. Nining, panggilan akrabnya, mengaku sempat takut bosan karena banyak yang merasakan hal seperti itu setelah berhenti dari pekerjaannya. Namun, nyatanya Nining justru enjoy dengan peran barunya, padahal dia telah bekerja di luar rumah selama 11 tahun.

    “Mungkin karena saya tipikal betah di rumah. Seharian di rumah bahkan nggak nonton TV sekalipun ya nggak masalah.” ujarnya.

    Untuk menghabiskan waktu, Nining mencoba untuk lebih rajin ngeblog secara serius. Dalam satu minggu ada minimal 2 tulisan baru di blog yang berniche lifestyle ini. “Sejak resign aku lebih bisa menghargai blogku, dulu ngasal aja postnya,” ungkapnya. Nggak sia-sia, kerajinannya membuat kisekii.com memiliki ranking Alexa yang lumayan ramping. 

    kisekii.com, dwi sari, blogger perempuan, arisan link

     

    Domain Kisekii sendiri berasal dari kata bahasa Jepang yang berarti keajaiban dan dengan tagline BeYOUtiful, Nining mengajak pembacanya untuk menghargai keindahan dari hal-hal yang kita temui sehari-hari, mulai dari diri kita sendiri, lagu, persahabatan, sampai kecantikan hati kita. Dengan begitu kita akan mudah menemukan keajaiban-keajaiban kecil yang terjadi di sekitar kita.

    Yang menarik dari blognya Nining adalah pengkategorian yang baik. Maklum, blog lifestyle memang cenderung membingungkan pembaca yang blogwalking karena isinya campur aduk segala ada, sehingga tanpa adanya label atau kategori yang baik kita mau nggak mau harus scroll atas bawah untuk mencari tulisan yang sesuai minat kita. Akibatnya bounce rate jadi tinggi karena orang nggak selalu menemukan apa yang dia cari.

    Tapi, arek Suroboyo yang tengah beradaptasi menjadi kera Ngalam ini sudah membagi tulisan-tulisannya dalam beberapa kategori yang mudah dicari, yaitu Foodie yang berisi aneka resensi tempat makan; Traveling, dimana Nining bercerita tentang tempat-tempat menarik yang pernah ia kunjungi; MovieGeekuntuk para pecinta film; Lifestyle bagi tulisan segala rupa dan Lovembre.com yang mengarah ke situs fiksi yang juga ditulis oleh Nining.

    kisekii.com, dwi sari, blogger perempuan, arisan link

     

    Karena inilah blog kisekii mulai dipercaya agensi sebagai media promosi klien mereka. Beberapa sponsored post dapat ditemui di blog dengan tagline ‘BeYOUtiful’ ini. Tentu ditulis dengan opini yang jujur, seimbang, terpercaya, tidak subyektif dan sesuai dengan pengalamannya menggunakan produk tersebut, sebagaimana tertulis dalam laman Disclosurenya.

    Nah, jadi, beralih dari wanita karir menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita harus berhenti berkreasi. Temukan saja hobi atau aktivitas yang kita sukai dan tekuni di waktu luang, minimal 30 menit sehari. Dengan demikian selain mengisi waktu luang dan mengurangi kejenuhan, siapa tahu kelak dapat menjadi ladang penghasilan baru untuk kita. Selamat berkarya.

  • morning routine for busy mom, morning routine, mom, lifehack
    Blogger Profiles, Life Hacks

    Ritual Pagi Untuk Mood Yang Lebih Baik

    Moms, pernah nggak sih merasa bad mood berkepanjangan? 

    Malas bangun dari tempat tidur, malas ngapa-ngapain, kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang disukai, kepala rasanya penuh dengan berbagai pikiran harus mengerjakan ini dan itu tapi kemudian semuanya berantakan. Menjalani kegiatan sehari-hari pun menjadi sekadar rutinitas tanpa arti. Seakan-akan tubuh dan pikiran nggak nyambung, badannya di mana, pikirannya sudah berkelana ke mana-mana. Moody, bawaannya pengen makan tapi trus nyesel karena kebanyakan makan, akhirnya uring-uringan lagi. Hal-hal kecil bisa bikin kita emosi dan pengennya seharian itu sendiri, tiduran, main hape atau baca buku. Ya, perasaan semacam itulah? Pernah?

    Saya sedang mengalaminya dan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa minggu. Sampai suami saya menyuruh saya ke dokter karena melihat saya yang nampak nggak seperti biasanya. Padahal saya tahu secara fisik saya sehat, never been this fit, thanks to the Body Balance class yang saya ikuti seminggu 2 kali belakangan ini. Bahkan mulai minggu lalu sesi “olahraga” bertambah karena di sore hari anak-anak suka minta ke Billionth Barrel Monument untuk cari Pokemon :))

     

    Karena kondisi ini banyak pekerjaan yang terbengkalai, termasuk urusan ngeblog. Banyak hutang tulisan yang belum saya lunasi, kalaupun akhirnya saya posting saya merasa nggak memberikan 100% usaha saya untuk menulis hal itu. 

    Periode vakum ngeblog ini memang selalu saya alami. Ada saat-saat saya sangat produktif, bisa posting beberapa kali dalam seminggu dengan banyak sekali ide tulisan yang bermunculan. Masih sempat juga untuk berkontribusi di situs-situs lain di sela-sela aktivitas rutin seperti ngurus rumah, antar jemput anak-anak, masak, bergaul, berkomunitas, olahraga dan sebagainya. Kadang memang merasa seperti sprint karena harus mengerjakan sesuatu dengan cepat, sehingga tiap abis Maghrib sering merasa kelelahan tapi saya happy. 

    Lalu muncul periode seperti yang sedang saya alami saat ini. And I feel unhappy

    Kemudian, saya mulai membaca satu per satu blog teman-teman yang tergabung dalam grup V Arisan Link Blogger Perempuan. Lantas mengagumi betapa produktifnya mereka, betapa cerianya nada dalam tulisan mereka. Dan saya semakin merasa down hahaha. Iya, kok saya nggak bisa seperti itu. Katanya pengen jadi blogger profesional, mengalahkan mood saja nggak bisa. Duh.

    Baca juga: Working At Home Mom: Blogger Profesional

    Apalagi ngeliat blog dan aktivitasnya Tia Marty, seorang blogger dan penulis yang sangat produktif menurut saya. Ya, gimana enggak, selain rajin menulis aneka reportase dari berbagai event yang ia kunjungi sebagai blogger, Tia juga berprofesi sebagai scriptwriter untuk serial Bro and Bray, Laundry Kiloan, Kos-kosan Jogja, Lovepedia: Dilema Sahabat, dan layar unggulan: Cinta Seutuhnya. Keren yaa. Profesinya sebagai penulis skrip ini memungkinkan Tia untuk berkenalan dengan para artis, lho. Seru liat foto-foto Tia bareng beberapa pemain sinetron di akun Instagramnya.

    Masih belum puas, Tia yang bergabung dalam berbagai komunitas penulis dan blogger seperti IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis), Blogger Reporter Indonesia, Blogger Perempuan dan Writer Blogger juga sudah menerbitkan beberapa buku fiksi maupun non fiksi. Hiaaa, produktif banget kan. Trus masih sempat juga jalan-jalan dan menyalurkan hobi memotretnya sambil mempromosikan hasil karyanya di media sosial.

    Tia Marty, tiamarty.com, arisan link, blogger perempuan, profil blogger, blogger, scriptwriter

    Buku-buku karya Tia Marty

    Ketika saya mencoba mengorek rahasianya, Tia mengaku nggak punya kiat khusus untuk menjaga moodnya supaya tetap produktif dalam berkreasi. Dia hanya berusaha membuat skala prioritas dalam setiap kegiatannya. 

    “Aku utamakan yang deadline dulu yang aku kerjakan, misalnya menjelang deadlineskrip, aku fokus di situ. Kalau sudah selesai baru ganti fokus nulis buku atau blog.”

    Untuk blog sendiri, walau rajin datang ke event dan mendapat job review, Tia nggak punya target khusus. “Aku jalaninnya santai. Sesempatnya saja,” ujarnya. Meski demikian ternyata beberapa tulisan di blog tiamarty.com sudah berhasil menjadi juara di beberapa kompetisi blog, lho. Itu yang namanya sersan kali ya, serius tapi santai. Maklum, bagi Tia, dunia penulisan ini adalah hal yang dia sukai sehingga ia mengerjakannya dengan senang hati. “Kalau lagi nggak moodya aku tinggalin sebentar buat nonton, jalan-jalan, makan, tidur.”

    Tia Marty, tiamarty.com, arisan link, blogger perempuan, blogger, scriptwriter

    Nah, mungkin itu ya, rahasia supaya periode demotivasi saya ini nggak makin berlarut-larut. Melakukan sesuatu yang saya suka. Tapi, untuk ibu-ibu dengan aktivitas random seperti saya ini, agak susah menjaga mood mungkin ya. Lagi hepi masak di dapur, eh udah waktunya jemput anak sekolah. Lagi nulis, eh, si kecil udah ngoceh-ngoceh minta ditemenin main. Mau ngopi-ngopi cantik sama temen-temen kok ya kerjaan rumah menuntut diselesaikan. Ya udahlah, saya mah tidur aja akhirnya :))

    Namun, ternyata masalah ini nggak cuma saya sendiri yang menghadapi kelelahan mental seperti itu dan menurut beberapa contekan yang saya baca salah satu obatnya adalah melakukan rutinitas rutin tiap pagi supaya seharian dapat melakukan aktivitas dengan tubuh dan pikiran yang segar. Apa aja sih?

    morning routine for busy mom, morning routine, mom, lifehack

    1. Bangun Lebih Dulu dari Penghuni Rumah Lainnya

    Iya, ini pasti sudah rutin dilakukan emak-emak ya. Tidur paling malam (kecuali suami begadang nonton film atau pertandingan olahraga) dan bangun paling pagi. Etapi karena jujur saja saya ini bukan morning person, biasanya suami saya bangun lebih dulu sih, mungkin mesti dicoba deh bangun lebih pagi dari dia.

    2. Minum Segelas Air Hangat dan Perasan Lemon

    Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dengan minum segelas air hangat dan perasan lemon setelah bangun tidur dan sebelum minum teh, kopi atau susu. Air dengan perasan lemon dapat merehidrasi tubuh kita yang kekurangan cairan karena tidur selama 6-8 jam, meningkatkan imunitas tubuh dengan vitamin C yang terdapat dalam lemon, menutrisi sel-sel otak kita dengan potasium, membantu liver mengeluarkan racun dari tubuh, dan masih banyak lagi. Ini adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan energi di pagi hari. 

    3. Ibadah

    Sholat Subuh atau doa pagi atau ritual apa saja yang bisa mendekatkan kita kepada Sang Pencipta. Dengan khusyu’ berdoa, dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal yang perlu kita lakukan di hari itu serta mengurangi stres. Setelah beribadah, luangkan waktu untuk mensyukuri hal-hal yang kita terima di pagi itu. Bisa bangun dalam keadaan sehat, anak-anak yang tidur nyenyak semalam, atau apa saja. Mungkin kita juga bisa membuat jurnal kebahagiaan dengan mencatat 3 hal yang membuat kita bersyukur hari itu. Bersyukur ternyata dapat meningkatkan mood dan energi kita secara natural lho. Huhuhu, mungkin iya ya, selama ini saya kurang bersyukur dan lebih banyak mengeluh sehingga mood tak kunjung membaik.

    4. Regangkan Tubuh

    Saya tuh suka merasa pegel dan kaku tiap bangun tidur. Mungkin karena posisi tidur yang kurang tepat kali ya, soalnya sambil ngelonin anak lanang sih. Kalau sudah gitu, badan jadi nggak enak banget untuk memulai aktivitas di pagi hari. Tapi setelah mulai ikut kelas body balance, keluhan itu mulai berkurang, dan ternyata memaksakan diri untuk berolahraga ringan, minimal meregangkan tubuh di pagi hari bisa membuat kita lebih segar sepanjang hari. Nggak usah susah-susah, cukup dengan berbaring di tempat tidur sambil menarik lutut ke arah dada lalu dipeluk sambil menggoyangkan tubuh ke kanan dan kiri untuk meregangkan tulang belakang dan melepaskan cadangan energi.

    Begitu bangun dari tempat tidur, regangkan tubuh semaksimal mungkin. Rentangkan tangan ke atas sambil menggoyangkan jari-jari dan berdiri jinjit supaya tubuh bagian bawah juga ikut meregang. Enak banget rasanya, aliran darah jadi terasa lancar.

    ritual pagi untuk mood yang lebih baik. lifehack, mom'slife, morning routine for mom

    5. Hirup Udara Segar

    Kalau lagi nggak buru-buru, sebelum menyiapkan sarapan anak-anak, saya suka keluar ke halaman belakang sambil membawa tumpukan baju kotor untuk dimasukkan ke mesin cuci yang terletak di teras belakang. Segar sekali menghirup udara pagi, merasakan rerumputan basah di telapak kaki dan memandangi langit yang pelan-pelan menerang. Supaya lebih mantap, sekalian duduk di luar sambil minum air lemon hangat itu tadi. 1-2 menit saja sudah cukup membuat kita fresh.

    6. Jalan Pagi

    Jalan pagi dapat membantu mengurangi stres, melemaskan otot-otot, menurunkan berat badan dan menjernihkan pikiran kita. Cukup 10-15 menit sehari keliling kompleks perumahan konon sih bisa memberi efek menakjubkan bagi kesehatan tubuh, jiwa dan pikiran kita.

    7. Cek Agenda Kegiatan dan Buat Prioritas

    Nah, ini! Membuat to-do-list atau daily planner akan memudahkan kita membuat skala prioritas hal-hal yang harus kita lakukan segera dan mana yang bisa menunggu. Catatan ini juga dapat mengurangi beban otak kita yang harus terus-menerus mengingat dan berpikir tentang rencana harian kita. Kalau semua tercatat dengan rapi pasti akan lebih mudah bagi kita memastikan apakah kita berada di jalur yang benar hari ini. 

    Begitulah 7 ritual pagi yang bisa membantu kita menjalani hari-hari sibuk dan melelahkan dengan lebih semangat dan pikiran yang jernih. Kalau dilihat semua sepertinya berat ya dan berarti harus bangun lebih pagi. Jadi, nggak masalah kok kalau kita mau memulai satu ritual dulu sampai terbiasa lantas ditambah lagi dengan ritual yang lain. One small step at a time lebih baik daripada terus-menerus berada dalam kondisi mental yang tidak produktif ini. Yuk, dicoba bareng-bareng. Atau mungkin mama ada ritual yang selalu dilakukan tiap pagi untuk meningkatkan mood? Ditunggu sharingnya ya.

  • K-Drama, Drama Korea, Drakor, arisan link, ranirtyas.com, blogger
    Blogger Profiles, Movies & Music

    3 KDrama Populer Untuk Pemula

    Judulnya gitu banget ya hihihi. Maklumin aja deh, abis yang nulis ini bukan pecinta drama Korea tapi penasaran pengen nonton serial tv yang akhir-akhir ini sering diobrolin mamak-mamak di linimasa media sosial saya. Sebenarnya sudah 4 tahun ini saya jarang sekali nonton serial tv yang saya suka karena channel tv selalu dikuasai oleh anak-anak dan suami. Jadi tontonannya ya seputar Disney Channel, Disney Jr, NatGeo, dan sejenisnya. Kadang aja kalau pagi lagi agak santai saya suka nonton Criminal Minds, NCIS dan Castle atau seri tentang baju-baju pengantin gitu di TLC. Kalau malam dan nggak bisa tidur, baru deh nonton serial Sherlock berulang-ulang atau marathon Gilmore’s Girls yang diputar ulang di Netflix.

    Padahal ya, dulu waktu masih tinggal di Jakarta Bogor, jam 7-9 malam itu jatahnya saya menguasai tv. Mulai dari Glee, Desperate Housewives, Grey’s Anatomy, Private Practice, Bones, CSI, sampai segala Next Top Model itu saya ikutin semua. Buat saya, setelah berkutat dengan kesibukan sehari-hari, nonton tv itu salah satu me time yang mudah dan murah. Lagian dulu juga kan LDRan ya sama suami, jadi daripada bengong mending nonton aja.

    Nah, berhubung sekarang udah nggak punya banyak waktu untuk nonton dari tv dan terlalu malas untuk download, akhirnya ketinggalan serial-serial kesayangan. Tapi kok ya lama-lama penasaran sama drama Korea ini, karena kayanya penggemarnya banyak banget, mulai dari remaja tanggung sampai emak-emak macam teman-teman saya. Sementara sekalinya saya nonton drakor sudah sepuluh tahun yang lalu kayanya, dan sempat ikut berderaiairmata ngeliat akting Song Hye-kyo dan Rain di serial Full House.

    Daripada bingung memilih serial drama Korea yang layak tonton, saya pun ngulik blognya Rani R Tyas, seorang lifestyle blogger yang saya kenal lewat grup Arisan Link Blogger Perempuan. Awalnya, saya justru main ke blog Coretan Ran ini untuk mencari cara menyimpan video dari Facebook tanpa harus menggunakan aplikasi tertentu. Tapi malah jadi ngubek-ngubek baca yang lain juga.

    ranirtyas, lifestyle blogger, arisan link, blogger perempuan, blogger, coretan ran

    Memang sih, blog ibu 1 putra ini bikin betah pembacanya. Selain tampilannya yang rapi, tulisan-tulisan di blognya juga sudah dipilah-pilah dalam berbagai kategori. Sehingga nggak susah nyarinya. Tinggal klik aja label yang menarik menurut kita di bagian atas blog dan munculah artikel-artikel yang sesuai. Kalau malas mencari satu per satu, kita juga bisa memasukkan kata kunci dari tulisan yang ingin kita baca di kolom “Looking for Something”. Dengan berbagai kemudahan bagi pembaca, bahasan menarik serta tulisan yang enak dibaca, nggak heran kan kalau akhirnya blog dengan tagline berbahasa Jawa Genggem Donya Langkung Seratan ini memiliki Alexa Traffic Rank 520,962.

    Selain aneka kisah keseharian yang menurutnya absurd, di blog Coretan Ran juga terdapat beberapa postingan sponsor. Tapi jangan khawatir, sesuai dengan disclosurenya, semua resensi produk baik yang berbayar maupun tidak tetap berpijak pada opini jujur dari Rani sebagai pengguna produk dan penulis blog. Sehingga Insya Allah nggak akan misleading ya info-info di blognya Rani.

    Balik lagi ke drama Korea, isi tulisan dalam kategori ini di blog mamanya Han memang belum terlalu banyak tapi bagi saya sudah cukup untuk menyebut beliau sebagai penggemar K Drama. Sehingga saya pun meminta Rani memberikan rekomendasi beberapa drama Korea yang kira-kira cocok ditonton pemula seperti saya.

    Menurut Rani, banyak hal yang menyebabkan serial dari negara Korea Selatan ini menjadi sangat populer akhir-akhir ini, khususnya di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:

    1. Mudah diakses. Selain bisa ditonton di RCTI, drama Korea ini juga dengan mudah dapat kita tonton secara streaming atau download. Malas menghabiskan kuota internet? DVDnya pasti banyak kita temukan di luar sana.
    2. Pemerannya ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Yeah, terlepas dari isu operasi plastik yang dilakukan para aktor dan aktris di negara yang beribukotakan Seoul ini, nggak bisa dipungkiri kalau tampang mereka menarik untuk dilihat. Yang cowok ganteng, imut dan putih, sementara yang cewek cantik dan kulitnya bagus-bagus. Coba aja itu Song Hye-Kyo meski usianya cuma lebih muda 2 tahun dari saya tapi masih seperti awal 20an.
    3. Episodenya sedikit. Lelah nggak sih ngikutin sinetron Indonesia yang sampai bertahun-tahun ceritanya nggak kelar-kelar? Mendingan nonton drakor deh, episodenya paling antara 10-25 aja sehingga nggak membosankan.
    4. Muncul pada saat yang tepat. Kayanya di Indonesia drama Korea mulai booming bersamaan dengan populernya genre musik K-Pop, sehingga nggak cuma boyband dan girlband dari Korea Selatan yang ikut digemari, segala sesuatu yang berbau negara ginseng termasuk serial tv, makanan dan produk perawatan kulitnya pun ikut mendunia.
    5. Paket lengkap. Biasanya dalam satu seri cerita yang disajikan cukup lengkap, persahabatan, percintaan, komedi romantis, dipadu dengan karakter yang kuat dan plot yang berhasil bikin penonton baper.
    6. Banyak pilihannya. Mau drama, komedi, aksi, horor atau drama kolosal, tinggal pilih sesuai selera. Nah, saking banyaknya pilihan, saya pun bingung memilih mana satu yang sebaiknya saya tonton terlebih dahulu. Untuk itu, Rani menyarankan agar saya mencari drama dengan rating tertinggi di situs myasiantv.se/drama. Drama dengan rating tinggi tentu memiliki penggemar yang banyak ya, sehingga dijamin alur cerita dan akting pemerannya tidak mengecewakan. Namun, karena nggak puas hanya lihat di situs itu, saya pun mencoba browsing ke sana sini dan menemukan 3 serial ini selalu menduduki peringkat tertinggi di setiap artikel yang memberi rekomendasi drama Korea terbaik. Apa saja?

     

    K-Drama, Drama Korea, Drakor, arisan link, ranirtyas.com, blogger

     

    Descendants of The Sun

    Meski saya belum pernah nonton serial ini, tapi drama yang dibintangi oleh Song Hye-Kyo dan Song Joong Ki ini pada suatu periode rajin sekali melintas di linimasa media sosial saya dan sukses membuat beberapa teman merelakan jam tidur malamnya berkurang demi menonton kisah cinta berlatar belakang dunia militer dan medis ini.

    Bergenre aksi-komedi-romantis, drama ini berkisah tentang seorang kapten tentara kesatuan yang bertugas di UN Peacekeeper, Yo Si Jin dan seorang dokter andal, Kang Mo Yeon yang bertemu pada sebuah peristiwa lucu dan akhirnya saling jatuh cinta. Pekerjaan Yo Si Jin yang sarat akan konflik dan bahaya membuat hubungan kedua tidak berjalan mulus, bahkan sempat berpisah sampai takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah negara yang sedang dilanda konflik.

    Plot yang anti mainstream, unsur komedi romantis yang kental dan isi yang lengkap membuat drama ini jadi favorit banyak orang. Apalagi episodenya nggak panjang, jadi nggak repot-repot amat kalau mau streaming atau download kan. Tapi, supaya lebih mantap, bisa juga lho kita baca kesan Rani setelah menonton serial yang satu ini di blognya.

    Uncontrollably Fond

    Drama ini bercerita tentang hubungan antara Shin Joon-Young dan No Eul yang dimulai sejak mereka remaja. Sayang, pertemanan antara mereka terpaksa berakhir karena No Eul yang diperankan oleh Suzy Miss-A (Bae Suzy) mengalami kecelakaan yang hampir menyebabkan ia kehilangan nyawanya. Namun, ternyata Shin Joon-Young yang diperankan dengan apik oleh Kim Woo Bin nggak bisa melupakan cinta masa remajanya. Sampai suatu saat mereka dipertemukan lagi ketika No Eul telah menjadi produser sebuah film dokumenter yang money oriented karena terlilit hutang  dan Shin Joon-Young menjadi aktor dan penyanyi terkenal di Korea Selatan.

     

    Hubungan keduanya yang diliputi rahasia Shin Joon-Young tentang kondisi kesehatannya serta drama keluarga yang sangat komplek, seakan-akan sulit untuk bersatu. Tapi menurut bocoran dari blognya Rani, drama ini happy ending kok (eh, kayanya sih hihihi) jadi bolehlah ditonton sebagai hiburan di kala senggang.

    Doctors

    Kayanya nggak boleh membayangkan Grey’s Anatomy atau Private Practice apalagi House, M.D ya kalau mau nonton drama yang satu ini meski keempatnya berlatar belakang dunia medis.

    Bercerita tentang Yoo Hye-jung (Park Shin-hye), seorang gadis yang dibesarkan di lingkungan preman sehingga tumbuh menjadi gangster. Karena memiliki banyak luka batin dari berbagai peristiwa di masa kecilnya, Yoo Hye-jung menutup diri dan hatinya dari orang lain karena tidak mau terluka lagi. Namun, setelah bertemu dengan mentornya,  Hong Ji-hong (Kim Rae-won), gadis itu pelan-pelan bertranformasi dari anak nakal yang tidak memiliki masa depan menjadi calon dokter yang penuh kasih dan berdedikasi. Seperti dua cerita di atas, kedua pasangan ini sempat berpisah selama 13 tahun sampai akhirnya berjumpa lagi ketika Yoo Hye-jung telah menjadi dokter.

    Menarik ya sepertinya. tapi karena sampai tulisan ini tayang serial Doctors masih tayang, belum bisa memperkirakan akhirnya bakal seperti apa. Apalagi serial ini diproduksi oleh SBS yang menurut Rani, berdasarkan bocoran yang ia terima dan survey kecil-kecilan yang pernah dilakukannya, sering memberikan ending yang tidak terduga. Jadi agak deg-degan mau nontonnya, takut baper hahaha. Namun, kalau penasaran, yuk ah nonton aja dan baper bersama.

    Kalau kamu, apa serial drama Korea favoritmu?

  • arisan link, blogger perempuan, mahasiswa psikologi, as oktriwina, aliviaawin, fakultas psikologi, remaja aktif
    Blogger Profiles, Life in Brunei

    5 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Fakultas Psikologi

    Akhir-akhir ini linimasa media sosial saya, khususnya Facebook, dipenuhi dengan tautan artikel tentang seorang selebgram remaja yang kontroversial. Kontroversial karena bagi followernya, gadis berusia 19 tahun itu dianggap keren dan menjadi panutan. Banyak remaja ingin menjalani kehidupan yang dibagi pemilik nilai UN Matematika SMP sempurna tahun 2013 tersebut melalui akun Youtube, Snapchat dan Instagram. Namun, kepopuleran awkarin yang sebenarnya hanya satu di antara banyak remaja sepertinya, membuat para orangtua terkejut, menghujat dan menganggap Karin sebagai perusak moral remaja.

    Mungkin kehidupan Karin adalah potret remaja di Indonesia masa kini, karena beberapa bulan lalu saya pernah membahas tentang gadis asal Riau ini di sebuah forum dan para ibu menganggap sebagai “gaya hidup masa kini anak Indonesia.” Sekolah, gaul, pacaran, tapi tetap memiliki nilai yang bagus di sekolah. 

    arisan link, blogger perempuan, mahasiswa psikologi, as oktriwina, aliviaawin, fakultas psikologi, remaja aktif

    Okelah, saat itu saya merasa sayalah yang udik. Maklum, kelamaan hidup di hutan. Tapi ternyata, saya menemukan bahwa masih banyak lho, remaja Indonesia yang mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan layak dicontoh. Seperti Alifia Seftin Oktriwina, gadis manis asal Padang yang saat ini tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata untuk syarat kelulusannya sebagai mahasiswa Psikologi di Universitas Andalas.

    Saat ini, Awin, panggilan akrabnya memang berusia lebih tua dari Karin. Namun, saat masih duduk di bangku SMA, Awin telah memantapkan diri untuk mengakrabi dunia jurnalistik dengan bergabung sebagai reporter remaja di harian Singgalang untuk suplemen mingguan Singgalang Masuk Sekolah. Lepas dari SMS, Awin bekerja sebagai reporter pada portal inioke.com dan ekspressnews.com.

    Sebagai mahasiswa Psikologi, Awin juga aktif berorganisasi di Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia dan menjabat sebagai Koordinator Badan Informasi dan Komunikasi Wilayah I. Dan masih memiliki waktu untuk mengisi blog pribadinya Le Belle et son Hijab yang berarti Si Gadis Berhijab. 

    arisan link, blogger perempuan, mahasiswa psikologi, as oktriwina, aliviaawin, fakultas psikologi, remaja aktif

    Blog bertagline Simplified Beauty and Syar’i ini berisi kisah keseharian jurnalis muda asal Ranah Minang yang mencintai kata seperti mencintai kedua orangtuanya. Berbagai resensi buku yang pernah ia baca serta tempat makan yang pernah dikunjungi juga mengisi blog dengan tema minimalis berwarna putih. 

    Meski blognya cukup menarik untuk dibaca, akan lebih memudahkan jika diberikan kategori untuk tiap tulisan yang ada atau setidaknya ada fitur search, supaya pembaca dapat mencari tulisan yang sesuai minatnya tanpa harus mengubek-ubek blog dari depan sampai belakang. Selain itu, dengan kapasitas Awin sebagai jurnalis dan mahasiswa Psikologi, sebenarnya banyak hal yang bisa dieksplorasi dan menjadi bahan tulisan menarik di blognya untuk menarik pengunjung. Seperti suka duka menjadi reporter remaja atau hal menarik yang pernah ia alami sebagai mahasiswa Psikologi.

    Stereotipe tertentu seringkali disematkan kepada mahasiswa Psikologi, setidaknya itulah yang saya alami ketika berkuliah di fakultas ini 12 tahun yang lalu. Mulai dari dituduh bisa “membaca” orang lain, diminta bocoran supaya bisa lulus tes psikologi, mencari orang untuk menjadi testee sampai menjalani live in di komunitas-komunitas tertentu sebagai syarat kelulusan sampai merasa kecele karena ternyata belajar Psikologi tidak sesuai dengan bayangan saya sebelumnya. Apa saja? 

    Ini dia 5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Fakultas Psikologi

    arisan link, blogger perempuan, mahasiswa psikologi, as oktriwina, aliviaawin, fakultas psikologi, remaja aktif

    1. Psikologi Tidak Lepas Dari Biologi dan Matematika

    Jadi jangan memilih kuliah Psikologi jika nggak mau belajar Biologi dan Matematika. Di sini kita akan menemukan mata kuliah Psikologi Faal atau biopsikologi. Pelajaran ini wajib karena kita mempelajari tentang perilaku manusia yang dipengaruhi oleh syaraf, indera, respon tubuh kita.

    Dan Matematika, hah! 2 semester kita belajar Statistik. Iya, pengolahan data mentah, tabel, kurva, grafik, sebagai syarat mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian untuk dapat mengikuti pelajaran Psikometri pada tahun-tahun akhir kuliah. Tapi jangan khawatir, nggak seperti jaman SMA, saat kuliah kita boleh dong pakai kalkulator bahkan akan sangat akrab dengan software analisa statistik SPSS.

     2. Tidak Cukup Hanya S1 Untuk Menjadi Psikolog

    Yes, you read it right. Untuk menjadi psikolog, seorang sarjana Psikologi (S.Psi) harus menempuh jenjang pendidikan berikutnya, yaitu Magister Profesi Psikologi. Ada 2 jenis strata 2 untuk Psikologi, Magister Psikologi dan Magister Profesi Psikologi. Magister psikologi dapat ditempuh oleh semua lulusan S1 yang tertarik untuk mempelajari psikologi lebih dalam, namun magister profesi psikologi hanya untuk lulusan S1 Psikologi dan lulusannya inilah yang sering kita cari untuk berkonsultasi secara profesional baik di bidang klinis, pendidikan, industri & organisasi maupun perkembangan anak.

    Karena inilah saya terpaksa harus memendam sementara keinginan menjadi psikolog. Lulus S1 langsung kerja trus menikah, hamil, punya anak dan mengikuti suami berpindah kota membuat saya tidak sempat menempuh jenjang magister profesi. Tapi impian itu belum sirna sama sekali, masih berharap diberi kesempatan meraih gelar tersebut. Mohon doanya yaaa.

    3. Fakultas Psikologi Didominasi Oleh Perempuan

    Mulai dari dosen sampai mahasiswa kebanyakan adalah perempuan. Ini tentu menjadi keuntungan bagi sesama perempuan ya. Seperti pengalaman saya, I got my best friends for life. Bahkan seorang di antaranya jadi adik ipar saya hahaha. Kita nggak perlu takut nggak akan punya teman di program studi ini, pertama karena akan ada banyak sekali perempuan dari berbagai angkatan yang akan klik dengan kepribadian kita. Kedua, di tempat ini kita belajar mengenal perilaku manusia, belajar mengenali pribadi diri sendiri lebih baik dan tidak menghakimi orang lain sehingga meski ada grup-grup kecil, jarang sekali terjadi clash antar grup. 

    4. Mahasiswa Psikologi Bukan Cenayang

    Sungguh! Kami mempelajari perilaku dan pikiran manusia dengan berbagai metode ilmiah. Tes, observasi, eksperimen dan interview adalah sedikit di antaranya. Tidak mudah bagi mahasiswa psikologi untuk menilai kepribadian seseorang hanya dari pertemuan 3 menit. Jadi jangan pernah iseng tanya ke mahasiswa psikologi yang baru kita kenal, “Menurut kamu, aku gimana?” kecuali bersedia menjadi obyek penelitian *wink*

    5. Harus Siap Menjadi Tempat Curhat

    Begitulah, saat orang tahu kalau kita adalah mahasiswa psikologi, nggak jarang mereka langsung bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi. Bisa jadi karena mahasiswa psikologi diajarkan teknik konseling sehingga lebih suka mendengarkan daripada menghakimi, karena sebenarnya itulah yang dibutuhkan oleh orang yang sedang curhat. Didengarkan. 

    Nah, sudah siap jadi anak Psikologi? Kalau mau tanya-tanya lebih lanjut tentang keseruan berkuliah di program studi psikologi atau asiknya menjadi reporter remaja, silakan aja ngobrol sama Awin di akun media sosialnya. Oya, sekarang Awin sudah bikin FAQ Tentang Psikologi, lho. Jadi buat teman-teman yang sedang mencari info tentang serba-serbi perkuliahan di Fakultas Psikolog langsung aja meluncur ke akun youtubenya ya. Atau email Awin di alviaawin@gmail.com.