Browsing Category:

Review

  • Kidzoona Surabaya, tempat bermain anak Surabaya, indoor playground Surabaya
    Foods and Places, Kids Activities

    Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

    Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak, karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

    Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak. Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju Kidzoona bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

    Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

    Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak. Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran. Di Kidzoona, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

    Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
    Regular
    Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
    Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
    Member
    Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
    Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

    * Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
    ** Harga tiket per Desember 2017
    *** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

    Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel, berbekal laptop duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

    Arena profesi tempat saya duduku jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi, burger mainan, merancang bunga dan menjualnya serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang serta banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada, kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

    Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

    Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori berisi beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya hihihi) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

    Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain tanpa sengaja.

    Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Nggak besar sih tapi cukup memadai bagi mereka bermain sambil menunggu kakak-kakaknya bermain di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga, karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

    Pertama kali kami ke Kidzoona TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar tapi hanya boleh dimakan di rest area ini.

    Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

    Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena masih ada keperluan lain di Tunjungan Plaza, adik ipar saya mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain sementara kami keliling TP. Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

    Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak atau berusia 17 tahun dan bisa masuk dengan tiket pendamping. Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

    Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

    Atau kalau mau lebih irit bisa main ke Kidzoona Marvel City. Sampai postingan ini terbit, ada promo kalau beli tiket lewat aplikasi Fave. Lumayan sih, untuk tiket bermain 1 jam jadi Rp 45.000 (termasuk 1 pendamping) dan yang tiket bermain 1 hari jadi Rp 90.000 (termasuk 1 pendamping) berlaku untuk weekdays, weekend dan hari libur nasional.

    Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

     

  • Wardah Lip Cream, Ide Kado untuk Wanita, Kosmetik, matahari mall, hadiah untuk sahabat wanita, hadiah untuk istri
    Beauty & Fashion

    Wardah Exclusive Matte Lip Cream, Hadiah Istimewa Untuk Sahabat Tercinta

    Beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita tentang rencana pesta akhir tahunnya bersama teman-teman perempuannya. Acara ini memang rutin mereka lakukan setiap tahun sejak kuliah. Tentu bukan pesta mewah di hotel-hotel berbintang ala selebgram atau artis-artis ibukota ya. Biasanya sih sekadar berkumpul di sebuah rumah makan atau di rumah salah satu dari mereka dan tukar kado.

    Ajang tukar kado ini biasanya yang paling seru dan memilih kado yang tepat untuk sahabat tersayang, apalagi dengan tema kado tertentu kadang bisa bikin pusing tujuh keliling. Tahun ini, acara teman saya itu bertemakan beauty. Jadi, mereka akan berkumpul di rumah salah seorang teman dan mengundang make up artist untuk bikin kelas dandan. Sehingga, tema kadonya pun nggak jauh-jauh dari produk kecantikan.

    Kelihatannya gampang ya memilih produk kecantikan yang tepat untuk dijadikan kado, tapi dengan banyaknya pilihan nggak jarang malah bikin susah menentukan pilihan yang tepat. Tapi, 5 produk kecantikan ini dapat menjadi hadiah istimewa untuk sahabat tercinta:

     

    Hadiah untuk Wanita, Kado untuk Wanita, Wardah Lip Cream, Produk Kecantikan

    picture credit: Lisy – Pixabay

    Makeup Sponges 

    Sebenarnya makeup sponge ini sudah lama sekali digunakan di dunia kecantikan untuk mengaplikasikan foundation. Namun, sejak Beauty Blender mengeluarkan spon kosmetik dengan bentuk yang unik dan warna yang cerah, produk kecantikan ini mulai dikenal semakin luas. Bahkan banyak make up artist yang meyakini bahwa cara terbaik untuk mengaplikasikan makeup dalam bentuk cair adalah dengan menggunakan spons khusus kosmetik, karena spons berfungsi menyerap kelebihan produk kosmetik cair yang kita gunakan dan membuat make-up yang kita gunakan nampak rapi dan rata. 

    Hadiah ini tentu cocok sekali untuk teman yang sedang senang belajar dandan. Apalagi dengan bentuk yang beraneka ragam dan warna-warni yang cantik, selain untuk dandan, spons makeup ini juga dapat jadi koleksi yang mempercantik meja rias.

    Set Kuas Makeup

    Tahukah sahabat Pojok Mungil, bahwa ada bermacam-macam kuas makeup yang digunakan untuk produk-produk kosmetik yang berbeda. Kuas untuk mengaplikasikan bedak tentu berbeda dengan kuas eyeshadow, dan kuas untuk alis nggak bisa digunakan untuk memulas lipstik.

    Satu set kuas makeup basic tentu akan sangat bermanfaat bagi teman yang suka dandan. Pilih produk yang berkualitas ya, agar hasil pulasan makeup terlihat flawless

    Wardah Lip Cream, makeup brushes, kuas makeup, hadiah untuk wanita, hadiah untuk sahabat, ide kado untuk wanita, ide kado untuk istri, ide kado untuk ibu, ide kado untuk pacar, produk kecantika

    picture credit: kinkate – Pixabay

     

    Wadah Kosmetik

    Rasanya nggak ada seorang pecinta makeup yang bisa menolak hadiah berupa wadah kosmetik. Baik berupa pouch, tas maupun cosmetic organizer yang dapat diletakkan di meja rias. Jika ingin memberi tas kosmetik, pilihlah yang cukup besar untuk menampung kosmetik sehari-hari, namun cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam tas. Cari juga motif pouch yang sesuai dengan kepribadian si teman. Sekarang banyak lho produk tas kosmetik lokal berbahan kulit dengan kualitas yang bagus dengan harga yang bersahabat dengan kantong. Bahkan bisa diberi emboss nama sahabat yang akan kita beri hadiah.

    Nail Polish/Nail Art Gift Set

    Kalau sahabat kita suka menggunakan menghias kukunya, satu set cat kuku beraneka warna atau peralatan nail art bisa jadi pilihan kado yang tepat. Pilih cat dan dekorasi kuku yang berkualitas baik, halal (jika perlu) dan sesuai dengan kepribadiannya. 

    Kosmetik

    Bagi sahabat yang suka dandan, kado berisi kosmetik tentu akan jadi hadiah istimewa baginya. Nggak harus kosmetik impor yang mahal, sekarang sudah banyak sekali produk kosmetik lokal berkualitas ekspor dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya saja, kadang memilih kosmetik yang tepat jadi tantangan tersendiri. Tapi, biasanya perempuan akan suka diberi hadiah lipstik atau pewarna bibir. Kosmetik yang satu ini termasuk salah satu yang pasti dimiliki oleh perempuan, yang nggak terlalu suka dandan sekalipun.

    Kosmetik bibir keluaran merek lokal sekarang pun sudah mulai jadi pilihan banyak orang. Kualitasnya bisa diadu dengan merek impor dan biasanya warnanya sesuai dengan tone kulit orang Indonesia. Salah satu produk lipstik lokal yang jadi favorit adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream. Berbentuk liquid lipstick, Lip Cream Wardah memiliki 12 warna menarik, mulai dari nuansa bold sampai yang nude.

     

    Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini memiliki konsistensi yang cukup kental dan pigmentasinya cukup baik, meski untuk nomer 10 favorit saya si Berry Pretty perlu dua kali aplikasi sampai warnanya terlihat rata di bibir. Karena formulanya transferproof, lip cream Wardah cukup tahan lama asal nggak makan makanan berat yang berminyak. Harganya yang sangat terjangkau bisa jadi pilihan tepat untuk kado akhir tahun bagi sahabat tercinta. Apalagi Wardah terkenal dengan komitmennya memproduksi kosmetik halal sehingga nggak perlu was-was lagi dengan kandungan lip creamnya.

     

  • lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger
    Blogger Profiles, Life Hacks

    5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog

    Jadi blogger itu harus mau mengembangkan diri ya, supaya bisa bertahan di tengah ramainya dunia blog sekarang ini. Selain kualitas tulisan yang baik (baca: enak dibaca), blogger sekarang juga dituntut untuk bisa membuat infografis dan menyajikan foto-foto yang jernih sebagai pendukung artikel-artikelnya di blog. Apalagi yang suka ikut lomba blog, dua hal itu tentu bisa jadi nilai tambah di mata juri ya.

    Tapi beberapa blogger merasa belum cukup puas dengan menyajikan tulisan yang baik lengkap dengan infografis dan foto, sehingga mereka merambah ke video blog atau yang lebih dikenal dengan istilah vlog. Vlog ini biasanya digunakan blogger untuk memberikan info yang lebih jelas kepada pembacanya tentang apa yang mereka tulis, khususnya tulisan untuk launching produk, resensi dan tutorial kosmetik sampai review tempat wisata.

    Video-video yang diunggah di YouTube dan disematkan di tulisan pada blog ini juga bisa dimonetize lho, sehingga blogger dapat memperoleh penghasilan tambahan dari video yang dilihat oleh pembaca blognya. Selain itu vlog juga dapat mendukung branding kita sebagai blogger, meningkatkan traffic blog serta menambah subscriber atau follower blog. Menarik ya. Hal inilah yang dilakukan oleh Retno Kusumawardani, blogger Malang yang aktif menulis di blog http://www.lemaripojok.com.

    Berawal dari sekadar iseng, Retno membuat akun di YouTube untuk menyimpan video-video dari akun Smule-nya. Kemudian ibu dari Atha, Ai dan Aksa ini mengunggah video untuk diikutsertakan ke Giveaway yang diadakan oleh Pakde Cholik, pemilik blog www.abdulcholik.com. Sejak itu, Retno mulai rajin mengunggah video di YouTube untuk kemudian disematkan ke artikel blognya seperti review Redwin Sorbolene Moisturizer dan Romantisnya Westlake Resort Jogja. Selain itu ada beberapa video menarik yang diunggah Retno tapi sayangnya nggak ditulis di blog, padahal sudah ditonton sebanyak lebih dari 2000 kali di YouTube, yaitu tutorial membuat pigura dari kertas ala mas Atha.

    Tanpa video pun, blog Lemari Pojok sudah cukup menarik. Berkategori lifestyle yang fokus pada review dan parenting, tulisan Retno menarik untuk dibaca. Tema blognya pun enak dilihat dan cukup mudah untuk mencari artikel yang kita inginkan karena label tiap tulisan tersusun rapi di sisi kanan blog. Yang paling saya suka dari blog Lemari Pojok ini adalah blogpost berlabel beauty. Mungkin karena bukan beauty bloher, semua yang ditulis Retno mudah saya pahami sebagai emak-emak yang awam di dunia skin care dan kosmetik. Semua informasi yang saya butuhkan tersaji di situ.

    Artikel yang memiliki banyak viewer di blog lemaripojok nggak jauh-jauh dari tempat wisata dan multivitamin untuk anak. Khas blog bertema parenting ya. Tapi yang nggak kalah menarik adalah artikel-artikel yang berisi resep masakan dengan label camilan, mulai dari yang sulit (bagi saya) seperti roti sampai tahu aci favorit saya. Duh, bikin pengen langsung main ke Malang dan minta dibikinin gitu hahaha. Coba deh aneka resep ini dibikin video sederrhana langkah-langkah masaknya trus diupload ke YouTube mungkin akan semakin banyak pembaca tulisan itu ya.

    retno kusumawardani, blogger, youtuber, blogger perempuan, arisan link, lemaripojok.com, lemari pojok, blog lemari pojok

    Menurut Retno, bikin vlog itu susah susah gampang, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong macam kami. Mengatur mood dan waktu untuk ngeblog aja sudah ngos-ngosan apalagi harus ditambah dengan vlog yang memang cukup menyita waktu. Tapi bagi teman-teman pembaca Pojok Mungil yang ingin merambah dunia vlogging, beberapa tips yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber ini mungkin bisa dipraktikkan. Yuk belajar sama-sama:

    lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

    5 Hal yang Harus Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog.

    1. Tujuan Lo Apa?

    Seperti menentukan kategori blog, kita juga harus punya tujuan saat akan membuat kanal YouTube. Tentunya yang mendukung konten blog kita ya. Misalnya sebagai beauty blogger, kita khususkan vlog kita pada review kosmetik, skin care dan tutorial make up. Food blogger bisa mengunggah resep-resep yang ia praktikkan atau tempat makan yang dicoba. Atau emak-emak blogger parenting kaya saya dan Retno misalnya bisa mengisi vlognya dengan tutorial bikin mainan anak atau ya review buku bacaan untuk anak, tempat wisata dan event khusus di sekolah anak. Yang penting vlog ini harus bermanfaat bagi blog kita. Kalau enggak rugi lho, secara bikin vlog itu melelahkan hehehe.

    1. Maksimalkan Penggunaan Gadget Kita

    Punya mirrorless atau kamera DSLR yang memiliki fungsi merekam video tentu jadi nilai plus karena video yang dihasilkan pasti akan bagus. Tapi ada istilah it’s the man behind the gun. Jadi jangan kecil hati kalau nggak punya gadget canggih. Ponsel jaman sekarang pun dilengkapi dengan fitur video, dan itu bisa kita manfaatkan untuk bikin vlog. Untuk mendapatkan video yang baik pelajari juga teknik lighting dan cara-cara merekam video dengan ponsel. Banyak tutorialnya di YouTube maupun webinar yang bisa kita ikuti.

    1. Belajar Basic Video Editing

    Bikin vlog yang bagus nggak cuma rekam trus unggah ke YouTube. Coba deh lihat video-video di YouTube yang kita suka dan betah ngeliatnya, pasti kualitasnya bagus dan sudah diedit dengan baik. Mengedit video sebenarnya paling bagus pakai laptop dengan aplikasi seperti iMovie, Windows Movie Maker atau Final Cut Pro X dan Adobe Premier yang hampir semuanya berbayar. Tapi kita juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel seperti iMovie dan Viva Video, tentunya kalau beli edisi premium bisa lebih bagus pilihan editingnya. Kalau mau yang gratis, langsung aja pakai YouTube editor.

    1. Tulis Blogpost yang Bisa Memuat Video Kita atau Sebaliknya, Buat Video yang Mendukung Blogpost Kita.

    Kalau tujuan kita membuat video di YouTube untuk meningkatkan view blogpost, jangan lupa tuliskan link artikel kita di deskripsi video, begitu juga dengan link semua media sosial kita. Sebaliknya jangan lupa ajak pembaca blog kita untuk subscribe dan like video kita untuk meningkatkan viewer kanal YouTube. Seperti video Retno tentang membuat pigura dari bubur kertas itu kalau dibuat blogpost dan linknya dicantumkan di deskripsi video tentu akan membuat penonton vlog mengunjungi blognya dan meningkatkan trafficnya.

    1. Konsisten

    Kalau ini PR banget nggak sih? Jangankan bikin vlog, ngeblog aja masih moody hihihi. Tapi percaya deh blogger yang konsisten menulis di blog tentu akan punya pembaca setia, begitupun vlog. Menurut blogger/vlogger yang sudah profesional, minimal 1 bulan sekali deh kita bikin vlog untuk disematkan ke blogpost kita. Semakin sering bikin vlog, semakin mudah juga katanya. Dari yang tadinya bingung mau ngomong apa jadi lebih terbiasa dan nggak gagap lagi. Yang awalnya videonya ala kadarnya jadi lebih semangat untuk belajar editing supaya lebih menarik dan enak dilihat. Jadi nggak boleh ada kata malas ya! Practice makes perfect! *ngomong sama kaca*

     

     

  • rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link
    Blogger Profiles

    Menjadi Penulis Konten Plus Ala Rahayu Pawitri

    Kenapa sih blog pojokmungil sering membahas tentang content writer?

    Padahal yang punya blog juga nggak jago-jago amat nulis kontennya.

    Ya, karena kebanyakan blogger selain memonetize blognya, juga mengembangkan keahlian menulisnya dengan menulis untuk konten web lain. Seperti teman-teman blogger saya di grup V arisan link Blogger Perempuan. Salah satunya adalah pemilik blog http://rahayupawitriblog.com.

    Wiwit, panggilan kesayangan kami untuk ibu satu anak ini, memiliki blog berniche lifestyle. Namun, ibu satu ini nggak berpuas diri hanya dengan menjadi seorang blogger. Berawal dari kesukaannya menulis dan belajar hal baru, Wiwit pun mengembangkan dirinya menjadi content writer dan transalator. Bukan hal yang istimewa mungkin, karena sekarang banyak sekali content writer di Indonesia. Namun, Wiwit nggak mau jadi content writer biasa. Ia bertekad untuk menjadi content writer plus plus alias penulis konten yang juga menguasai banyak hal untuk menunjang profesinya tersebut.

    rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

    Apa saja sih yang diperlukan untuk menjadi penulis konten paket lengkap? Ini dia yang dimiliki oleh ibu dari Hana ini:

    1. Mampu Menulis dengan Baik

    Menulis dengan baik itu nggak mudah. Selain harus menguasai EYD, penulis konten juga harus dapat merangkai tulisannya supaya menarik perhatian dan mempersuasi pembaca. Hal ini bisa kita temui di artikel-artikel dalam blog rahayupawitriblog.com. Tulisan yang padat dan langsung mengena pada intinya membuat kita mudah memahami maksud yang hendak beliau sampaikan. Maklum sih, Wiwit berpengalaman menulis untuk web parenting The Asian Parent Indonesia.

    1. Menguasai SEO

    Menulis dengan baik saja ternyata belum cukup bagi seorang penulis konten. Ia pun harus mampu menghubungkan aneka kata kunci atau keyword pada tulisannya agar mudah dikenali oleh mesin pencari sehingga tulisan mereka selalu berada di halaman pertama search engine. Hal ini biasanya kita kenal dengan istilah SEO (Search Engine Optimation) atau proses peningkatan visibilitas sebuah website di mesin pencari. Kalau saya masih tertatih-tatih mempelajari hal ini, berbeda dengan Wiwit yang sudah terlatih menggunakan pakem-pakem SEO yang ia pelajari saat menjadi penulis untuk The Asian Parent Indonesia.

    1. Menguasai Bahasa Inggris atau Bahasa Asing Lain

    Menguasai bahasa asing tentu menjadi nilai plus bagi penulis konten, apalagi kalau kita memang berniat mengembangkan sayap ke dunia digital international. Meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya sudah cukup baik yang dibuktikan dengan pekerjaannya sebagai translator, Wiwit tetap berusaha mengasahnya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris secara online dengan memanfaatkan teknologi Whatsapp.

    1. Mengerti Seluk Beluk Website

    Apalah istimewaanya seorang blogger dan penulis konten kalau hanya bisa menulis. Selain harus dapat membuat infografis atau menyuguhkan foto-foto yang menarik sebagai penunjang tulisannya, penulis konten sebaiknya juga memahami tentang seluk beluk website agar web yang ia kelola menarik bagi pembacanya.

    1. Memahami Seluk Beluk Digital Marketing

    Seorang penulis konten sebaiknya juga memahami seluk beluk digital marketing agar tulisannya menarik calon pembeli. Salah satunya adalah dengan menjaga kualitas dan kuantitas artikel supaya mendapatkan traffic dari search engine. Hal ini tengah dipelajari oleh Wiwit yang sedang sibuk memasarkan training online dari Indscript.

    rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

    Duh, artikel kali ini banyak istilah teknis ya? Kalau ingin mempelajari lebih banyak tentang dunia penulisan konten dan digital marketing atau pengen tahu tentang suka duka penulis konten freelance,  langsung aja kepoin blognya Rahayu atau main-main ke blogging cornernya. Di sana banyak sekali artikel bermanfaat tentang dunia blogging yang bisa kita pelajari.

  • yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan
    Blogger Profiles

    Menyusuri  Sumatera Barat Bersama Yurmawitadotcom

    Sebagai blogger yang tidak tinggal di Indonesia, saya sering merasa iri dengan teman-teman blogger yang berdomisili di Jakarta atau kota metropolitan lain di Indonesia seperti Surabaya dan Bandung. Gimana enggak, banyak sekali kegiatan untuk blogger yang dilakukan di kota-kota tersebut. Mulai dari launching produk sampai jalan-jalan ke tempat wisata. Hampir semua niche blog punya eventnya masing-masing. Mulai dari yang berbayar sampai dibayar. Jadi nggak bakal deh kekurangan ide untuk blogpost.

    Tapi, ternyata menjadi blogger yang tinggal di daerah punya kelebihan sendiri lho. Kita bisa mengangkat keistimewaan daerah tempat tinggal kita, baik tempat wisatanya maupun tradisi atau kebiasaan-kebiasan unik penduduknya. Seperti yang dilakukan oleh Yurmawita, pemilik sekaligus penulis blog yurmawita.com.  

    yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan

    pic source: http://www.yurmawita.com

    Pada blog yang bergenre lifestyle, Yurma, panggilan akrabnya, menuliskan berbagai macam kisah kesehariannya. Mulai dari traveling, parenting, edukasi  sampai resep-resep masakannya. Yang istimewa adalah Yurma memberikan berbagai macam informasi tentang Bengkulu tempat tinggalnya dan beberapa tempat wisata di Sumatera Barat.

    Kesibukannya sebagai seorang ibu sekaligus tenaga pengajar Matematika dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Bengkulu seringkali membuatnya merasa kesulitan membagi waktu untuk menulis di blog. Tapi ternyata Yurma jauh lebih rajin dari saya dalam mengisi blognya. Di tahun 2017 yang baru memasuki bulan keempat saja, Yurma sudah menulis dua puluh dua artikel yang terdiri dari artikel wisata, profil blogger, parenting, lifehack, job review, dan kegiatannya sebagai seorang guru. Bandingkan dengan saya yang, ah sudahlah…

    Kalau artikel tentang parenting, lifehack dan job review banyak dijumpai di blog lain, termasuk blog saya ini, tidak demikian dengan artikel travelingnya. Sebagai keturunan Minang, yang bercita-cita mengunjungi tanah leluhur suatu hari nanti, artikel Yurma tentang Sumatera Baratlah yang paling menarik perhatian saya. Apalagi yang diulas Yurma adalah hal-hal baru bagi saya, seperti saat beliau mengikuti Wisata Heritage Green Industri bersama komunitas Wegi; bertualang di tempat persembunyian tentara Jepang di jaman perang dulu; berwisata budaya di Batusangkar dan masih banyak lagi.

    Pengen jalan-jalan ke Sumatera, main deh ke blog yurmawita.com. Dijamin membantu sekali untuk membuat rencana perjalanan ke Sumatera khususnya Sumatera Barat. Ditulis dengan alur yang runut dan bahasa yang enak dibaca dan dilengkapi oleh foto-foto yang menarik membuat saya seakan ikut berjalan-jalan ke tempat-tempat yang beliau kunjungi. Nggak cuma tentang Sumatera Barat lho, di blog yurmawita.com, kita juga bisa menjumpai berbagai artikel tentang Bengkulu. Ya, maklumlah, Yurma memang asli Bengkulu. Obyek wisata di daerah Sumatera Selatan pun tak luput dari jelajahnya. Mungkin ke depannya kita akan bisa membaca kisah traveling Yurma dan keluarganya ke daerah lain di Indonesia seperti cita-citanya.

  • ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog
    Blogger Profiles

    7 Kategori Menarik di Blog Ria The Chocolicious

    Setiap membuat resensi blog dari teman-teman grup 5 Arisan Link Blog Perempuan, hal pertama yang saya lakukan adalah membuka satu per satu kategori dalam blog tersebut, memindai secara cepat tulisan-tulisan yang kiranya menarik, lantas mencari hal unik yang menjadi keistimewaan blog atau si empunya blog. Tapi, untuk kali ini saya kesulitan melakukannya. Bukan karena blog tersebut tidak bagus, justru karena hampir semua kategori di dalamnya sangat menarik untuk dijelajahi.

    Yup, blog gado-gado yang lebih dikenal dengan istilah lifestyle blog milik Ria Tumimomor memang memiliki konten yang menarik bagi saya. Mulai dari kategori foto, review, culinary, fashion, travel, life dan interview layak untuk dijelajahi satu per satu karena isi masing-masing kategori berbeda. Nggak kaya punya *ehm* saya yang satu tulisan bisa masuk dalam beberapa kategori hehehe. Apa saja sih? Yuk, kita bahas satu persatu kategori di blog Ria The Chocolicious.

    ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

    FOTO

    Di kategori ini, Ria menulis tentang pengalaman dan pengetahuannya di bidang fotografi. Mulai dari tips foto yang keren sampai photography preference yang terbagi dalam 3 tulisan. Semuanya bagus dan bikin pengetahuan saya bertambah saat membacanya.

    REVIEW

    Di sinilah, Ria meletakkan semua resensinya mulai dari film, aplikasi telepon pintar sampai blog teman-teman dari grup 5 Arisan Link Blogger Perempuan. Dengan gaya tulisan yang to the point, artikel-artikel tersebut nggak membosankan untuk dibaca dan membuat saya ingin mencoba benda-benda yang diresensikan.

    CULINARY

    Pernah nggak sih pengen makan di suatu restoran tapi takut apakah makanannya halal atau enggak. Kalau di Brunei selama restoran tersebut nggak memasang plang warna merah bertuliskan Bukan Tempat Makan Orang Muslim, biasanya sudah memiliki sertifikat halal. Bahkan di foodcourt sisi penjual makanan halal dan non halal dibedakan. Jadi ya, santai aja.

    Hal berbeda terjadi saat saya mudik ke Indonesia. Banyak tempat makan yang memang mengakomodasi kepentingan orang-orang yang tidak keberatan dengan halal tidaknya makanan tersebut. Sehingga harus benar-benar hati-hati dalam memilih atau bertanya langsung kepada pelayan restoran apakah kami bisa makan di tempat tersebut.

    Nah, di blog Ria The Chocolicious, saya menemukan beberapa restoran yang menyajikan masakan non halal. Tentu ini sangat bermanfaat bagi pembacanya. Baik yang non muslim maupun muslim. Karena ternyata setelah saya membaca tulisan di kategori tersebut, teman-teman non muslim pun nggak jarang kesulitan mencari menu masakan tertentu di sebuah restoran. Dan aneka tempat makan yang diresensi Ria membuat kami mudah memutuskan untuk makan atau tidak makan di tempat tersebut tanpa ragu lagi.

    FASHION

    Setelah punya anak 2 dan berat badan bertambah 10kg sejak menikah 10 tahun yang lalu, saya menjadi buta fashion. Memilih mode baju pun rasanya serba salah. Pakai kaos dan jeans kok ya rasanya udah nggak sesuai umur, pakai gamis dan khimar kok kaya mau ke pengajian, pakai blouse dan celana model tertentu kok keliatan gemuk banget. Makanya saya jarang mau difoto seluruh badan sendirian. Nggak pede, cyyyn.

    Tapi, artikel-artikel di kategori fashion blog Ria The Chocolicious membuat saya percaya bahwa apapun bentuk tubuh dan usia kita, akan selalu ada style yang cocok dan membuat kita tampil lebih menarik dan percaya diri. Minimal nggak malu-maluin kalau jalan bareng suami dan anak-anak di akhir pekan.

    TRAVEL

    Di sinilah Ria menuliskan kisah perjalanan di kota-kota yang ia kunjungi. Selain cara penulisan yang apik dan runut, tulisan tentang travel ini juga dilengkapi oleh foto-foto yang berkualitas bagus. Seolah-olah kita ikut berjalan-jalan bersama si pemilik blog ke tempat tersebut.

    LIFE

    Temukan segala yang berhubungan dengan pendapat Ria tentang isu yang sedang hangat saat ini atau tips mengurus administrasi yang diperlukan saat orangtua kita meninggal seperti penutupan rekening, pembuatan akta kematian, IPTM. Bagi saya itu penting untuk diketahui karena tahu sendiri kan ya, birokrasi di layanan kependudukan Indonesia masih agak ribet. Serius lho, untuk pindah KK aja dari Tuban saya diminta untuk ngasih foto, akta kelahiran, surat nikah dan dokumen lain yang sudah diminta kelurahan saat kami mendaftarkan diri sebagai penduduk kota Tuban. Coba, buat apa punya dokumen dobel-dobel gitu? Ribet banget kan? *curcol detected*

    INTERVIEW

    This one is really interesting. Biasanya kita hanya mengetahui sebuah akun media sosial, start up, brand fashion, buku tanpa tahu siapa yang ada di baliknya. Nah, di kategori ini kita bisa mengulik orang-orang tersebut dan mengenalnya lebih dalam. Belum banyak sih tapi seru. I really love to read about people, how they start somehing and how they could inspire others. Jarang-jarang ada blog yang menulis tentang ini apalagi dalam format tanya jawab, ini membantu sekali untuk saya yang susah fokus membaca tulisan panjang kali lebar dalam satu kali duduk. So, this category is my favorite.

    Oya, untuk bisa membaca tulisan-tulisan tersebut dengan mudah, Ria meletakkan labelnya di bagian atas blog yang dapat terbaca begitu kita membuka halaman depan. Nggak cuma itu, bahkan blog ini punya aplikasinya sendiri lho. Pemilik gadget keluaran Apple bisa mengunduh aplikasi blog Ria The Chocolicious secara gratis via AppStore. Keren kan. Langsung aja main ke http://riatumimomor.com.

    ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

  • Babbles, Beauty & Fashion

    Serunya Rebutan Belanja di Toko Online

    Sebenarnya saya nggak sering-sering amat belanja online. Apalagi produk fesyen yang dijual lewat Instagram. Penyebabnya adalah beberapa kali kecewa dengan kualitas bahan dan model yang nggak sesuai dengan foto yang dipajang. Sejak saat itu, kalau beli baju atau hijab saya lebih suka lewat Zalora atau Hijabenka.
    Karena itulah saya sedikit banget follow akun online shop di akun IG utama saya. Padahal awal-awal mainan IG yang saya follow kebanyakan ols, bahkan sampai bikin akun IG khusus untuk mengikuti toko-toko online. Tapi kemudian saya coba lebih selektif. Yang sering posting SFS sehari 10 posting jelas saya unfollow. Pening bok kalau liat timeline IG isinya iklan semua. Beberapa akun yang tetap saya ikuti sampai sekarang antara lain karena pernah beli dan suka dengan kualitas barangnya, ols punya teman, foto-fotonya bagus dan nggak ikut SFSan gitu.

    Nah, beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman berencana untuk patungan beli kado ulang tahun untuk seorang sahabat, sebut saja namanya Mawar. Karena pilihan barang keren dan modis tapi terjangkau di Brunei ini sedikit, kami memutuskan untuk belanja online di Indonesia untuk kemudian dibawa ke Brunei oleh Melati yang lagi mudik. Kami pun mulai stalking online shop yang difollow si Mawar ini, yang membuat saya akhirnya follow akun-akun itu untuk ngeliat barang-barangnya karena kebanyakan akun mereka digembok. Dari situlah saya sadar kalau barang-barang jualan di IG sekarang udah keren-keren banget dan kualitasnya bagus-bagus dilihat dari testinya. Apalagi mereka nggak segan-segan endorse beauty blogger atau hijaber yang memang terkenal selektif pilihan barangnya. 

    Bertepatan dengan itu, setibanya di Brunei, Melati ngasih oleh-oleh berupa 2 pashmina yang bahannya enak banget dipake dan mudah diatur. Dan nggak lama kemudian, seorang teman yang lain cerita tentang jilbab instant yang sering dia pakai dan saya suka karena modelnya manis juga bahannya nggak tipis meski lentur. Ketebalan bahan kerudung akhir-akhir ini agak penting buat saya karena mulai risih pakai yang nerawang meskipun saya juga pakai dalaman yang panjang sampai menutup leher. 

    Lantas, si teman ini, Anggrek, menyebut sebuah akun OLS di IG tempat dia membeli jilbab itu sambil bercerita kalau belinya pake rebutan. Yang ternyata sama dengan OLS tempat Melati beli pashmina oleh-oleh tadi. Sebenarnya nama akun itu nggak asing buat saya tapi saya males follow karena ya belinya pakai rebutan itu. Apalah enaknya beli harus cepet-cepetan kirim Line/WA. Emangnya saya kurang kerjaan banget mantengin IG demi menunggu waktu upload. 

    Eh, nggak lama kemudian, Anggrek ngasih tahu kalau si OLS itu mau upload produk dalam waktu dekat dan dia ngajakin order bareng dengan dia yang mesenin. Karena penasaran dan merasa nggak pake repot akhirnya saya ikut order. Alhamdulillah dapet. Dan setelah barang diterima, ternyata saya suka pake banget sodara-sodara. 

    Jadilah setelah itu saya jadi follow OLS tersebut dan mulai menemukan beberapa akun yang menjual lagi barang yang mereka beli dari si OLS. Istilahnya tangan kedua, bukan reseller. Kenapa ada tangan kedua? Ya karena barang yang dijual oleh OLS tersebut terbatas, bahkan satu alamat cuma boleh pesan dalam jumlah yang ditentukan. Jadi yang nggak kebagian bisa beli lewat tangan kedua itu tadi walaupun harganya jelas lebih mahal. 

    Nah, setelah beberapa kali titip order lewat Anggrek, saya iseng nyoba pesan sendiri dengan beberapa tips dari dia. Antara lain:

    1. Follow dan hidupkan notifikasi akun ols tersebut di IG jadi kita nggak ketinggalan info produk yang akan diupload dan waktu uploadnya.

    2. Pilih produk yang mau dibeli sebelum si OLS open order. Biasanya 1-2 hari sebelum open order, OLS itu akan upload pilihan warna dan produknya. 

    3. Siapkan format Line/WA sesuai petunjuk order mereka. Nah, di sini saya lebih suka pakai Line. Karena kita bisa nulis dulu dan meski keluar dari aplikasi, tulisan itu nggak terhapus. Jadi nggak capek copy paste.

    4. Pantengin waktu open ordernya. Biasanya 5 menit menjelang open order, si OLS akan upload foto yang berisi format order dan persiapan untuk order. 

    5. Dalam waktu 5 menit itu, rajin-rajin refresh timeline IG karena tepat pada waktu yang sudah ditentukan, si OLS akan upload foto yang bertuliskan “Send your chat now.” Percayalah, ketepatan & kecepatan mengirim chat ini pengaruh banget dalam perolehan barang hahaha. Secara dalam menit pertama aja biasanya dia menerima ratusan chat dari WA dan Line. 

    6. Sabar menunggu balasan. Beberapa kali chat dibalas setelah beberapa jam, pernah juga dibalas dalam waktu kurang dari satu jam. Tapi pasti dibalas kok meski sekadar mengabarkan kalau barang yang kita pesan sudah habis.

    7. Kalau kehabisan barang tersebut tapi kita naksir banget, coba ke Shopee. Biasanya para tangan kedua menjual produk yang mereka dapat di sana, tentu dengan selisih harga mulai dari 5000-20000 lebih mahal dari harga aslinya.

    Setelah mempraktikkan tips tersebut, alhamdulillah beberapa kali berhasil mendapatkan barang pesanan saya di akun @heaven_lights dan @pulchragallery. Bahkan gantian dengan teman, saya menerima titipan order dari temen-temen yang lain. Tentu nggak memungut jasa titip ya. Wong sama tetangga dan untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual lagi. Kalaupun nggak dapat biasanya karena memang stoknya cuma ratusan. Sedangkan kalau ribuan, Insya Allah dapat. 

    Beda lagi dengan OLS yang menjual produk fesyennya lewat web meski info produk dan waktu open ordernya tetap diumumkan lewat akun instagramnya seperti @vanillahijab. Sejauh ini saya baru 2 kali berhasil rebutan lewat web. Kalau ini memang keberhasilan bergantung pada kecepatan internet dan keberuntungan rasanya. Tapi begitu dapet rasanya seneng banget.

    Perasaan deg-degan nunggu open order, kirim chat dan menanti balasan itu bikin kecanduan juga lho. Apalagi kualitas produk yang dijual memang bagus dan selalu aja ada produk atau warna baru yang bikin kita kepingin punya. Akhirnya nggak sadar orderan demi orderan bikin rupiah melayang dengan deras. Memang harganya nggak mahal-mahal amat. Untuk jilbab instant dan pashmina rata-rata 60000 – 85000, sementara baju seperti kemeja, tunik, dress dibandrol mulai 100000. Tapi kalau sampai ketagihan order kan ya tekor lah lama-lama.

    Jadi ya pinter-pinter deh milih mana yang dibutuhkan. Atau kalau memang nggak bisa menahan hasrat rebutan belanja online, sekalian aja terima jasa titip order lalu jual tangan kedua atau sekalian buka akun di Shopee. Kan lumayan menyalurkan hobi belanja tapi nggak keluar duit malah dapat pemasukan hehehe.

    Teman pojokmungil suka rebutan belanja di toko online juga nggak? Cerita yuk pengalaman serunya.

  • anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger
    Blogger Profiles, Parenting

    5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Anak ke Sekolah di Usia Dini

    Sekarang sudah bulan Oktober dan karena tahun ajaran baru di Brunei akan dimulai bulan Januari, akhir bulan ini kakak Cinta dan Keenan akan menjalani end year examination. Untuk kakak Cinta hal ini berarti mamanya harus sudah siap-siap bikin latihan soal-soal dari materi pelajaran sejak awal tahun sampai sekarang. Sedangkan untuk Keenan agak santai karena sekolahnya yang sekarang nggak ngasih ujian untuk anak KG 1, cuma ada evaluasi harian dari aktivitas dan perilaku sehari-hari aja. Setelah ujian selesai di minggu pertama bulan November nanti, siap-siap terima rapor dan kenaikan kelas deh. Dan karena berencana memindahkan Keenan ke sekolah baru, berarti harus mulai hunting sekolah dari sekarang.

    Beruntungnya tingal di Seria, meskipun nggak terlalu banyak pilihan sekolah tapi kita bisa daftar sekolah 1-2 bulan sebelum tahun ajaran dimulai, walaupun biasanya pendaftaran sudah mulai dibuka pada bulan Agustus. Berbeda dengan pengalaman saya dulu menyekolahkan kakak Cinta di sebuah kelompok bermain di dekat rumah kami di Gunung Sindur, Bogor sana. Saya harus mulai cari sekolah jauh-jauh hari bahkan pembayaran uang gedung dan lain-lain harus sudah diterima oleh sekolah beberapa bulan sebelum tahun ajaran berlangsung untuk memastikan Cinta mendapatkan tempat di sekolah tersebut. Di beberapa sekolah yang lebih ngetop di Jakarta, menurut pengalaman teman-teman saya, pendaftarannya malah bisa lebih awal lagi, ada yang harus indent 1-2 tahun sebelumnya. Jadi kalau mau masuk TK umur 4 tahun ya harus daftar mulai umur 2 tahun. 

    Soal memasukkan anak sekolah ini memang sering jadi dilema untuk orangtua ya, nggak cuma soal mencari sekolah yang seusai untuk anak dan kantong serta dekat dengan rumah, tapi juga soal kapan tepatnya anak mulai bersekolah. Bahkan hal ini merupakan salah satu keputusan penting yang kita buat dalam 5 tahun kehidupan anak. Untuk ini saya coba mencari pendapat dari seorang sahabat blogger yang pernah menjadi guru di kelompok bermain selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi guru bagi putranya di rumah, Anis Khoir.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    Menurut Anis dan beberapa ahli kesehatan anak serta parenting, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak yaitu:

    1. Kesiapan Anak Untuk Bersekolah

    Kesiapan anak untuk bersekolah biasanya erat kaitannya dengan beberapa hal, yaitu berpisah dengan orangtua (atau pengasuhnya), adaptasi di lingkungan baru dan rentang konsentrasi. Jadi kalau memang anak masih belum siap, ya jangan dipaksa. Karena bagaimanapun menurut Anis, pengasuhan dan pendidikan di usia dini yang terbaik tetap dari ibu. 

    2. Usia

    Anis menyarankan supaya orangtua tidak memasukkan anak ke sekolah pada usia terlalu dini karena sebenarnya pada usia sampai 4 tahun yang dibutuhkan anak adalah lingkungan yang aman untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan itu hanya didapatkan di rumah. Anak usia tersebut juga pada dasarnya belum terlalu perlu bersosialisasi dengan teman sebayanya karena mereka belum bisa bermain bersama-sama, kalaupun nampak bermain berkelompok sebenarnya mereka sedang bermain bersama, alias asik dengan mainannya sendiri dan tidak berinteraksi satu sama lain.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    3. Kesehatan Anak

    Kalau anak kita selama ini memiliki kesehatan yang cukup baik, boleh aja masuk sekolah di usia dini. Hanya pastikan dia memiliki kekebalan tubuh yang cukup dan jumlah murid di kelas nggak terlalu banyak. Menurut Dr Anatoly Belilovski, dokter anak sekaligus direktur Belilovski Pediatric di Brooklyn, NY, semakin banyak jumlah anak di dalam kelas, semakin rentan anak tertular penyakit dari teman sekelasnya. Ini saya alami banget dengan Keenan, sejak masuk sekolah hampir setiap bulan terkena common cold. Bahkan dulu kakak Cinta ketika di KG 2 pernah juga tertular cacar air padahal sudah pernah vaksin cacar air dan saat itu 9 anak dalam 1 kelas mendapat cacar air. Karena itu, Dr. Belilovski menyarankan kalau anak pernah mengalami infeksi serius seperti infeksi telinga, bronkhitis dan lainnya, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk menyekolahkan dia sampai kekebalannya lebih baik.

    4. Tingkat Konsentrasi

    Ini yang sering dikeluhkan oleh para guru kelompok bermain, ya setidaknya dalam kasus saya sejak Keenan masuk sekolah sering sekali mendapatkan keluhan bahwa Keenan nggak mau duduk diam di kelas. Bahkan baru saja beberapa hari yang lalu gurunya Keenan cerita kalau Keenan nggak mau belajar menulis dan lebih memilih berjalan-jalan di dalam kelas. Tapi sebenarnya memang rentang konsentrasi anak usia pra sekolah masih rendah, walaupun menurut Rachel Rudman, seorang terapis khusus okupasi anak, anak diharapkan dapat berkonsentrasi sesuai dengan usianya, misalnya Keenan sekarang umur 3,5 tahun, dia seharusnya bisa duduk dan mengerjakan sesuatu dengan tenang selama 3,5 menit. Namun, Rudman menambahkan bahwa seharusnya kesulitan konsentrasi bukan penghalang anak untuk bisa bersekolah, bahkan dalam beberapa kasus, dengan bersekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Jadi kalau anak sudah mampu fokus untuk menyelesaikan puzzle sederhana, menggambar selama beberapa menit, menyusun balok kayu atau lego, berarti dia aman untuk masuk sekolah.

    5. Choose Wisely

    Ketika anak memang harus bersekolah di usia dini, baik karena kedua orangtuanya bekerja dan nggak ada pengasuh; ibu tinggal di rumah tapi merasa nggak bisa memberikan stimulasi maksimal untuk perkembangan si anak; atau seperti kasus saya yang menjadikan sekolah sebagai pengganti terapi, maka Anis menyarankan untuk memilih sekolah yang benar-benar memahami tumbuh kembang anak, seperti:

    • Jam pelajaran tidak terlalu lama
    • Memiliki kebijakan yang lebih longgar berkaitan dengan school separation anxiety, alias mengijinkan ibu atau pengasuh untuk menemani anak di sekolah sampai ia benar-benar siap untuk ditinggal sendiri.
    • Program yang dimiliki tidak memaksa anak untuk keluar dari zona nyamannya. Artinya, ya semua aktivitas di dalam kelas benar-benar disusun dalam rangka yang menyenangkan bagi anak. Hal ini penting supaya anak memiliki pengalaman yang positif di tahun pertamanya bersekolah.

    Nah, kalau ternyata kita memutuskan untuk menunda anak bersekolah sampai usianya lebih matang tapi bingung apa saja aktivitas yang bisa kita lakukan bersama anak di rumah, main-main saja ke blog http://www.aniskhoir.com. Meskipun belum terlalu banyak, blog yang ditulis oleh ibu muda lulusan Pendidikan Matematika ini berisi beberapa permainan sederhana yang dapat kita buat untuk anak seperti ublek dan pasak konsentrasi serta tip supaya balita kita gemar membaca.

    anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

    Blog ibu dari 1 putra bernama Hazwan ini juga berisi tentang berbagai informasi menarik seputar Tuban, kampung halaman suami saya. Sayang saya belum sempat kopdar dengan Anis saat mudik ke Tuban lebaran lalu dan karena bulan lalu rumah mertua akhirnya laku terjual dan beliau pindah ke Surabaya untuk tinggal bersama adik ipar saya, sepertinya tahun-tahun mendatang kami nggak akan mudik Tuban lagi. Jadi agak nyesel gitu baru sempat kenal dengan blog lifestyle yang mulai serius ditekuni Anis sejak bulan Juli 2016 lalu, meskipun dia sudah ngeblog mulai tahun 2009. Lebih nyesel lagi karena baru tahu di Tuban juga ada komunitas blogger Tuban, coba kalau tahu kan tiap mudik ke Tuban nggak cuma ngedekem di rumah aja ya. Masa 10 tahun jadi mantunya orang Tuban cuma tahu Bravo, Samudera, alun-alun, Gua Ngerong dan RM Kurnia Dewi sih. Bahkan ke Pantai Boom yang dekat rumah aja saya belum pernah. Zzzzz. Sungguh rugi saya.

    Tapi nggak rugi kok main ke blog milik mahmud abas kelahiran kota Kediri yang tampilannya bertema minimalis ini. Artikel-artikelnya ditulis dengan manis dalam gaya bahasa serius tapi tidak membosankan. Banyak hal-hal baru yang bisa didapat di sana, bagi saya yang menarik tentu soal parenting dan Tuban. Tapi yang lain juga tidak kalah seru. Hanya saja saya berharap Anis bisa lebih rajin lagi mengisi blognya supaya pembaca yang main ke sana bisa selalu mendapatkan bacaan segar yang menarik.

  • Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
    Blogger Profiles, Life as Mom, Life Hacks

    5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

    Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

    Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

    Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

    Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

    jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

    Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

    Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

    “Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

    Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

    Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
     

    1. Harus Suka Menulis

    Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

    • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
    • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
    • Iklan: pendek dan persuasif.
    • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

    2. Kuasai Topik

    Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

    3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

    Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

    Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

    4. Original

    jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

    Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

    5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

    Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

    Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.