5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Wanita

jam tangan wanita

Jam tangan wanita adalah salah satu aksesoris yang pasti menjadi bagian dari outfit kita sehari-hari. Ya nggak, Ibu-ibu? Selain fungsi utamanya sebagai penunjuk waktu, jam tangan yang serasi dengan busana juga menunjang penampilan kita.

Tapi, jujur saja saya bukan termasuk penggemar jam tangan walaupun selalu memakainya setiap hari. Nggak seperti suami yang hobi mengkoleksi jam tangan, saya justru setia dengan sedikit jam tangan wanita. Bahkan seingat saya, saya nggak pernah membeli sendiri jam tangan saya. Kalau nggak dibelikan orang tua, ngembat jam tangan mama atau dibelikan suami.

Saya ingat banget oleh-oleh pertama yang dibawakan oleh suami saat dia tugas ke luar negeri adalah jam tangan wanita merk Swatch dengan bentuk rantai seperti kerang berwarna pink muda dengan batu-batuan kecil sebagai pemanis. Itulah jam tangan wanita pertama yang saya punya hahaha. He was so thoughtful.  Dia memilih model yang cocok dengan pribadi saya yang simple, lebih suka memakai aksesoris yang manis tapi nggak mencolok dan nggak bikin kulit sensitif saya gatal. Jam tangan itu akhirnya saya pakai ke mana-mana. Ke kantor, jalan-jalan atau pesta selama bertahun-tahun sampai akhirnya dibelikan lagi yang baru yang senada dengan jam tangan dia.

Jadi selama ini saya memang menyerahkan urusan perjam tanganan ini kepada suami saya. Sampai terakhir kemarin saya ulang tahun pun kadonya jam tangan.

Cuek Soal Jam Tangan

Kecuekan saya soal jam tangan ini ternyata diikuti oleh anak sulung saya. Satu-satunya jam tangan yang dia punya adalah jam tangan digital merek Casio dengan sport band kado ulang tahun ke-8 dari temannya. Memang bagus sih, diameter jam yang kecil dan warna muka jam yang merupakan perpaduan pink dan silver terlihat manis tapi nggak norak. Nggak heran kalau jam ini dia pakai untuk segala aktivitas sampai setelah 3 tahun warna bandnya mulai kotor. Tapi tiap kali ditawarin beli jam nggak pernah mau karena merasa jamnya masih bisa dipakai. Alhamdulillah punya anak irit itu bikin mamak hepi ya hahaha.

Meski nggak pernah beli jam sendiri, saya tetap menyimpan beberapa tips memilih jam tangan wanita yang saya kumpulkan dari beberapa sumber yang bisa teman-teman praktikkan saat ingin membeli jam tangan.

Sebelum Membeli Jam Tangan Wanita, Perhatikan Beberapa Hal Ini:

jam tangan wanita

Personal Style

Sebelum memilih jam tangan, perhatikan style berpakaian kita sehari-hari. Sporty kah, elegan kah, feminin atau girly kah? Dengan begitu akan lebih mudah memilih model jam tangan yang cocok untuk kita. Apakah classic roundmasculine squarechic rectangular atau curvy ordinary. Kalau masih bingung, kita bisa menjadikan perhiasan atau aksesoris yang sering kita pakai sebagai acuan. Karena kalau kita memilih hanya karena jam itu sedang tren atau karena modelnya lucu tapi ternyata nggak sesuai dengan style kita, kan sayang ya karena bakal jarang terpakai.


Material

Sekarang ini banyak sekali pilihan jam tangan wanita dengan material yang berbeda-beda. Ada emas kuning klasik, rose gold dan pink gold yang memberikan kesan mewah dan elegan. Ada stainless steel yang timeless dan cocok untuk segala aktivitas. Dan keramik yang modern, praktis dan tidak mudah tergores.

 

jam tangan wanita, memilih jam tangan wanita, matahari mall
Material jam tangan wanita, ki – ka: emas, stainless steel, keramik. Sumber foto: matahari mall

 

Diameter dan Tipe Casing

Biasanya diameter jam tangan wanita antara 28 – 33mm. Diameter ini cocok untuk jam tangan yang kita gunakan sehari-hari atau acara khusus. Tapi banyak juga yang lebih suka jam tangan dengan diameter lebih besar. Biasanya sih ada di jam tangan sporty, smart watch dan boyfriend watch. Tinggal pilih aja mana yang kita suka.Dulu saya selalu pakai jam tangan wanita dengan diameter kecil tapi akhir-akhir ini saya lebih suka pakai yang di atas 35mm. Ternyata meski pergelangan tangan saya kecil keliatan oke kok pakai jam dengan diameter yang lebih besar asal case dan bandnya ramping sehingga nggak berkesan bulky.

Straps

Untuk strap jam tangan saya menghindari yang terbuat dari kulit meski memberikan kesan modern dan stylish karena saya alergi dengan strap kulit. Favorit saya adalah bracelet strap untuk kesan klasik dan formal dan rubber karena mudah dibersihkan, awet dan nggak mudah rusak karena parfum.

jam tangan wanita, tips memilih jam tangan wanita, matahari mall
Jenis straps, ki – ka: leather, bracelet, rubber. Sumber foto: matahari mall

Brand

Ini khusus untuk teman-teman yang sedang bingung memilih jam tangan untuk istri, teman wanita atau ibunya. Coba perhatikan merek yang paling sering mereka pakai, baik itu jam tangan, tas atau aksesoris lain. Perempuan pecinta merek Guess atau Fossil tentunya nggak bakal nolak kalau dikasih hadiah jam tangan wanita dari brand yang sama.

 

 

Memilih Kerudung Pashmina Yang Nyaman Untuk Ibu Berhijab

Sebagai macan ternak alias mama cantik antar anak yang salah satu tugas utamanya adalah mengantar jemput anak-anak sekolah, after school program, main di taman, playdate ke rumah teman dan aktivitas lainnya, seringkali saya bingung memilih pakaian yang tepat, apalagi sejak saya berhijab.

Kalau dulu sih gampang aja ya, pakai kaos sama celana sudah cukup untuk semua aktivitas seharian. Tapi sekarang, rasanya sudah nggak nyaman lagi pakai kaos dan celana yang cukup ketat. Sementara kemeja dan rok kadang terasa terlalu formal, belum lagi model hijab yang harus dikenakan juga harus disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan dan aktivitas sehari-hari.

Memakai bergo atau jilbab instan tentu lebih praktis ya. Modelnya pun sekarang sudah bervariasi. Tapi, kadang saya juga ingin tampil beda terutama kalau ada kegiatan lain setelah antar anak sekolah seperti arisan, pengajian, rapat POMG atau sekadar sarapan bareng sahabat tercinta.

Boleh dong, sesekali mama tampil lebih cantik dari biasanya dengan kerudung pashmina atau kerudung segiempat. Masalahnya, nggak seperti kerudung segiempat yang lebih simpel dibentuk, kerudung pashmina kadang perlu usaha ekstra dan banyak jarum untuk membentuknya.

Karena itu, saya mengutamakan kenyamanan saat memilih kerudung pashmina sebagai paduan busana sehari-hari, di saat harus menghadiri acara setelah mengantar anak sekolah. Padahal tadinya saya suka asal aja memilih kerudung yang pada akhirnya numpuk di lemari karena ternyata nggak nyaman dipakai.

Supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama, saya membuat panduan untuk diri saya sendiri dalam memilih kerudung pashmina untuk paduan busana sehari-hari saya, seperti ini:

1. Bahan

Karena biasanya kerudung akan saya gunakan dari pagi sampai anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 1 siang, saya memilih bahan yang adem, nggak tipis tapi nggak terlalu tebal dan mudah dibentuk seperti katun, diamond crepe atau rayon. Bahan tersebut cocok untuk cuaca di hutan tropis yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di siang hari.

kerudung pashmina, matahari mall

Apalagi di tempat saya tinggal nggak ada tempat makan atau kumpul-kumpul yang mewah, sehingga bahan seperti chiffon, sutera atau maxmara agak berlebihan untuk aktivitas sehari-hari. Tapi saya tetap punya kok kerudung pashmina dengan bahan istimewa tersebut untuk dikenakan pada acara-acara spesial.

2. Warna

Warna hitam, merah, krem, dan warna pastel jadi pilihan saya dalam menentukan kerudung yang akan saya pakai agar mudah dipadu padankan dengan koleksi pakaian saya. Warna-warna tersebut juga cocok dengan warna kulit saya agak agak gelap sehingga nggak keliatan kusam.

kerudung pashmina, matarahi mall

Untuk kulit putih, menurut para ahli busana, sebaiknya menggunakan kerudung berwarna gelap dan terang. Pemilik kulit putih juga disarankan menghindari warna nude dan pastel. Sedangkan pemilik warna kulit kuning langsat dianjurkan menggunakan kerudung berwarna pink, kuning atau biru muda. Warna-warna tersebut dapat membuat wajah nampak lebih cerah. Tapi hindari warna coklat gelap, krem atau hijau daun, ya.

Dan sahabat PojokMungil yang berkulit sawo matang lebih cocok menggunakan warna pastel dan gelap seperti hitam, biru tua atau merah tua supaya tampak lebih cantik serta hindari warna coklat yang mirip dengan warna kulit.

3. Style

Sebagai ibu-ibu yang rempong, banyaks sekali yang harus saya lakukan ngurusin di pagi hari. Mulai dari menyiapkan sarapan dan bekal, mandikan si bungsu, serta memastikan rumah sedikit rapi sebelum ditinggal pergi. Karena itu saya nggak punya banyak waktu untuk menggunakan kerudung dengan model yang aneh-aneh. Mending sisa waktu yang ada saya gunakan untuk mengaplikasikan produk perawatan wajah yang sekian langkah itu sampai meresap sempurna.

Jadi, saya lebih suka memilih model yang ringkas dan hanya membutuhkan nggak lebih dari tiga jarum atau peniti, seperti yang ada dalam video dari Sunsilk Indonesia ini:



Dengan tiga pertimbangan tersebut di atas, saya pun menyortir koleksi kerudung saya dan hanya menyimpan yang sesuai kriteria tersebut. Sedangkan sisanya saya hibahkan ke mbak yang kerja part time di rumah. Setelah disortir saya jadi lebih mudah lo, memilih kerudung yang akan saya kenakan. Nggak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama di cermin untuk memadukan jilbab dengan pakaian, lumayan menghemat waktu banget.

Kalau sahabat PojokMungil biasanya punya pertimbangan apa dalam memilih kerudung untuk sehari-hari? Yuk share di kolom komen.

Wisata Budaya Impian Bersama Keluarga di Garuda Wisnu Kencana Bali

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak

Bali adalah salah satu tempat wisata impian saya. Sudah lama sekali saya nggak ke Bali. Terakhir ke sana bersama keluarga kira-kira 9 tahun yang lalu, saat kakak Cinta berusia lebih kurang 1 tahun. Banyak kenangan manis yang kami peroleh saat berwisata ke Bali bersama Cinta termasuk pengalaman pertamanya bermain di pantai dan menolak terkena pasir pantai.

9 tahun setelah itu, Cinta (dan Keenan tentu saja) tumbuh menjadi anak pantai. Mereka senang sekali kalau diajak ke pantai, padahal pantai di Kuala Belait tempat kami tinggal sekarang meskipun bersih tapi masih kalah indah dari Kuta. Apalagi sekarang katanya banyak spot pantai di Bali yang ramah anak.

Selain ke bermain ke pantai, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi bersama keluarga di Bali seperti Bali Safari & Marine Park, Alas Kedaton, Bali Bird Park serta tentu saja situs budaya Garuda Wisnu Kencana.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Apalah arti mengunjungi pulau Dewata yang keindahannya terkenal ke seluruh penjuru dunia itu kalau nggak sekaligus mempelajari budayanya, ya kan? Nah, salah satu alasan saya ingin mengunjungi taman budaya Garuda Wisnu Kencana ini, karena banyaknya ulasan positif di berbagai situs travel online.

“Taman Garuda Wisnu Kencana sepertinya adalah taman budaya terbaik yang pernah saya kunjungi. Terletak di Badung, GWK terkenal dengan patung raksasa dewa Hindu, Wisnu dan tunggangannya, Garuda.” – Michelle Frank Lee dalam blog pribadinya.

Meskipun proses pembangunan Garuda Wisnu Kencana belum benar-benar selesai, taman budaya yang didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pemahat hebat di Indonesia ini sudah menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Terutama bagi mereka yang memang suka dengan wisata budaya Hindu. Selain patung Wisnu dan Garuda, banyak atraksi yang bisa kita nikmati dan lakukan di area GWK. Mungkin memang agak membosankan untuk anak ya, apalagi kalau mereka nggak biasa ke tempat wisata budaya semacam ini. Tapi, saya tetap ingin mengajak anak-anak ke sini jika kami berlibur ke Bali karena berbagai manfaat ini:

3 MANFAAT BERWISATA KE TAMAN BUDAYA GARUDA WISNU KENCANA BALI

  1. Edukatif

GWK memang didesain untuk mengenalkan budaya Hindu pada khususnya serta budaya Bali pada umumnya. Selain bisa belajar tentang mitologi Hindu yang diwakili oleh patung Wisnu dan Garuda, kita juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian khas Bali, seperti Tari Bali, Tari Barong Keris, instrument Rindik, Joged Bumbung, Kecak Garuda Wisnu dan sebagainya.

“Kami sangat menikmati pertunjukan tari tradisional di amphitheatre, di mana para penarinya mengundang pengunjung untuk menari bersama mereka. Anak saya juga menyukai suguhan film pendek yang bercerita tentang Garuda.” – Jofarjo, turis dari Perth dalam TripAdvisor.

  1. Menikmati Pemandangan yang Indah

Di era Instagram ini, salah satu alasan memilih tempat tujuan wisata adalah apakah dia instagramable atau enggak. Iya kan? Iyain aja deh ya biar saya senang :))

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Di GWK banyak sekali spot foto yang instagramable saking indahnya pemandangannya. Setelah puas antri foto di depan patung dewa Wisnu dan Garuda, konon berfoto di Lotus Pond is a must. Tebing batu kapur ini tadinya adalah area yang nggak terurus dengan baik, setelah GWK mulai dibangun, justru area ini menjadi salah satu tempat favorit para turis yang berkunjung ke GWK karena keindahannya yang eksotis dan artistik.

  1. Beraktivitas Outdoor yang Seru

Anak-anak seumur Cinta dan Keenan mungkin akan bosan ya kalau cuma diajak jalan keliling taman melihat patung dan tebing. Tapi, menurut info tentang Garuda Wisnu Kencana di blog Traveloka, ada berbagai aktivitas outdoor yang bisa dilakukan untuk membuat mereka senang. Mulai dari mengelilingi area Lotus Pond menggunakan Segway serta mencoba flying fox di area yang sama, sampai mencoba ketangkasan rappelling & rock climbing, marine bridge serta bertualang menggunakan ATV.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
gambar diambil dari situs resmi GWK

Sepertinya berwisata ke Garuda Wisnu Kencana nggak akan cukup kalau hanya sebentar ya. Menurut beberapa resensi yang saya baca masih banyak atraksi di sekitar GWK yang juga dapat kita nikmati dan banyak penginapan di sekitar GWK yang dapat kita jadikan pilihan bermalam saat berkunjung ke Bali.

Untuk kemudahan pemesanan tiket dan hotel, kita dapat menggunakan layanan baru Traveloka yaitu pemesanan tiket dan hotel yang dapat dilakukan dalam 1 paket. Dengan menggunakan layanan pesan tiket dan hotel secara bersamaan, kita bisa lebih hemat sampai 20% tanpa harus menggunakan kode promo apapun dibandingkan dengan memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Liburan senang dan hemat tentu impian kita semua ya. Selamat berwisata ke Bali. Semoga saya bisa segera menyusul ke sana.

Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

kidzoona surabaya

Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak. Karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak.

Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju KidzoonaSurabaya bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

 

Harga dan Aturan di Kidzoona Surabaya

Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona Surabaya di TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak.

Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona Surabaya adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran.

Di Kidzoona Surabaya, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
Regular
Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
Member
Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

* Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
** Harga tiket per Desember 2017
*** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel. Dengan berbekal laptop, saya duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

Ada Apa Di Dalam Kidzoona Surabaya?

Arena profesi Kidzoona Surabaya tempat saya duduk jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi dan burger mainan. Mereka dapat merancang bunga dan menjualnya. Serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang dan banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada. Kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori. Di arena ini ada beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain.

Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Meski nggak besar, cukup memadai kok bagi mereka bermain sementara kakak-kakaknya bertualang di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga. Karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

Pertama kali kami ke Kidzoona Surabaya di TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar yang boleh dimakan di rest area.

Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

Remaja Usia 13 – 16 Tahun Nggak Boleh Masuk Kidzoona Surabaya

Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona Surabaya, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena ada keperluan lain di TP, adik ipar mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain. Rencananya, sementara saya dan adik ipar bisa keliling Tunjungan Plaza, anak-anak dijagain sama auntynya ini.

Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak. Atau bisa bilang kalau berusia 17 tahun dan masuk dengan tiket pendamping.

Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona Surabaya punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

Atau kalau mau lebih irit bisa main ke Kidzoona Surabaya di Marvel City. Sampai postingan ini terbit, ada promo kalau beli tiket lewat aplikasi Fave. Lumayan sih, untuk tiket bermain 1 jam jadi Rp 45.000 (termasuk 1 pendamping) dan yang tiket bermain 1 hari jadi Rp 90.000 (termasuk 1 pendamping) berlaku untuk weekdays, weekend dan hari libur nasional.

Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

 

Wardah Exclusive Matte Lip Cream, Hadiah Istimewa Untuk Sahabat Tercinta

Wardah Lip Cream, Ide Kado untuk Wanita, Kosmetik, matahari mall, hadiah untuk sahabat wanita, hadiah untuk istri

Beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita tentang rencana pesta akhir tahunnya bersama teman-teman perempuannya. Acara ini memang rutin mereka lakukan setiap tahun sejak kuliah. Tentu bukan pesta mewah di hotel-hotel berbintang ala selebgram atau artis-artis ibukota ya. Biasanya sih sekadar berkumpul di sebuah rumah makan atau di rumah salah satu dari mereka dan tukar kado.

Ajang tukar kado ini biasanya yang paling seru dan memilih kado yang tepat untuk sahabat tersayang, apalagi dengan tema kado tertentu kadang bisa bikin pusing tujuh keliling. Tahun ini, acara teman saya itu bertemakan beauty. Jadi, mereka akan berkumpul di rumah salah seorang teman dan mengundang make up artist untuk bikin kelas dandan. Sehingga, tema kadonya pun nggak jauh-jauh dari produk kecantikan.

Kelihatannya gampang ya memilih produk kecantikan yang tepat untuk dijadikan kado, tapi dengan banyaknya pilihan nggak jarang malah bikin susah menentukan pilihan yang tepat. Tapi, 5 produk kecantikan ini dapat menjadi hadiah istimewa untuk sahabat tercinta:

 

Hadiah untuk Wanita, Kado untuk Wanita, Wardah Lip Cream, Produk Kecantikan
picture credit: Lisy – Pixabay

Makeup Sponges 

Sebenarnya makeup sponge ini sudah lama sekali digunakan di dunia kecantikan untuk mengaplikasikan foundation. Namun, sejak Beauty Blender mengeluarkan spon kosmetik dengan bentuk yang unik dan warna yang cerah, produk kecantikan ini mulai dikenal semakin luas. Bahkan banyak make up artist yang meyakini bahwa cara terbaik untuk mengaplikasikan makeup dalam bentuk cair adalah dengan menggunakan spons khusus kosmetik, karena spons berfungsi menyerap kelebihan produk kosmetik cair yang kita gunakan dan membuat make-up yang kita gunakan nampak rapi dan rata. 

Hadiah ini tentu cocok sekali untuk teman yang sedang senang belajar dandan. Apalagi dengan bentuk yang beraneka ragam dan warna-warni yang cantik, selain untuk dandan, spons makeup ini juga dapat jadi koleksi yang mempercantik meja rias.

Set Kuas Makeup

Tahukah sahabat Pojok Mungil, bahwa ada bermacam-macam kuas makeup yang digunakan untuk produk-produk kosmetik yang berbeda. Kuas untuk mengaplikasikan bedak tentu berbeda dengan kuas eyeshadow, dan kuas untuk alis nggak bisa digunakan untuk memulas lipstik.

Satu set kuas makeup basic tentu akan sangat bermanfaat bagi teman yang suka dandan. Pilih produk yang berkualitas ya, agar hasil pulasan makeup terlihat flawless

Wardah Lip Cream, makeup brushes, kuas makeup, hadiah untuk wanita, hadiah untuk sahabat, ide kado untuk wanita, ide kado untuk istri, ide kado untuk ibu, ide kado untuk pacar, produk kecantika
picture credit: kinkate – Pixabay

 

Wadah Kosmetik

Rasanya nggak ada seorang pecinta makeup yang bisa menolak hadiah berupa wadah kosmetik. Baik berupa pouch, tas maupun cosmetic organizer yang dapat diletakkan di meja rias. Jika ingin memberi tas kosmetik, pilihlah yang cukup besar untuk menampung kosmetik sehari-hari, namun cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam tas. Cari juga motif pouch yang sesuai dengan kepribadian si teman. Sekarang banyak lho produk tas kosmetik lokal berbahan kulit dengan kualitas yang bagus dengan harga yang bersahabat dengan kantong. Bahkan bisa diberi emboss nama sahabat yang akan kita beri hadiah.

Nail Polish/Nail Art Gift Set

Kalau sahabat kita suka menggunakan menghias kukunya, satu set cat kuku beraneka warna atau peralatan nail art bisa jadi pilihan kado yang tepat. Pilih cat dan dekorasi kuku yang berkualitas baik, halal (jika perlu) dan sesuai dengan kepribadiannya. 

Kosmetik

Bagi sahabat yang suka dandan, kado berisi kosmetik tentu akan jadi hadiah istimewa baginya. Nggak harus kosmetik impor yang mahal, sekarang sudah banyak sekali produk kosmetik lokal berkualitas ekspor dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya saja, kadang memilih kosmetik yang tepat jadi tantangan tersendiri. Tapi, biasanya perempuan akan suka diberi hadiah lipstik atau pewarna bibir. Kosmetik yang satu ini termasuk salah satu yang pasti dimiliki oleh perempuan, yang nggak terlalu suka dandan sekalipun.

Kosmetik bibir keluaran merek lokal sekarang pun sudah mulai jadi pilihan banyak orang. Kualitasnya bisa diadu dengan merek impor dan biasanya warnanya sesuai dengan tone kulit orang Indonesia. Salah satu produk lipstik lokal yang jadi favorit adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream. Berbentuk liquid lipstick, Lip Cream Wardah memiliki 12 warna menarik, mulai dari nuansa bold sampai yang nude.

 

Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini memiliki konsistensi yang cukup kental dan pigmentasinya cukup baik, meski untuk nomer 10 favorit saya si Berry Pretty perlu dua kali aplikasi sampai warnanya terlihat rata di bibir. Karena formulanya transferproof, lip cream Wardah cukup tahan lama asal nggak makan makanan berat yang berminyak. Harganya yang sangat terjangkau bisa jadi pilihan tepat untuk kado akhir tahun bagi sahabat tercinta. Apalagi Wardah terkenal dengan komitmennya memproduksi kosmetik halal sehingga nggak perlu was-was lagi dengan kandungan lip creamnya.

 

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

Jadi blogger itu harus mau mengembangkan diri ya, supaya bisa bertahan di tengah ramainya dunia blog sekarang ini. Selain kualitas tulisan yang baik (baca: enak dibaca), blogger sekarang juga dituntut untuk bisa membuat infografis dan menyajikan foto-foto yang jernih sebagai pendukung artikel-artikelnya di blog. Apalagi yang suka ikut lomba blog, dua hal itu tentu bisa jadi nilai tambah di mata juri ya.

Tapi beberapa blogger merasa belum cukup puas dengan menyajikan tulisan yang baik lengkap dengan infografis dan foto, sehingga mereka merambah ke video blog atau yang lebih dikenal dengan istilah vlog. Vlog ini biasanya digunakan blogger untuk memberikan info yang lebih jelas kepada pembacanya tentang apa yang mereka tulis, khususnya tulisan untuk launching produk, resensi dan tutorial kosmetik sampai review tempat wisata.

Video-video yang diunggah di YouTube dan disematkan di tulisan pada blog ini juga bisa dimonetize lho, sehingga blogger dapat memperoleh penghasilan tambahan dari video yang dilihat oleh pembaca blognya. Selain itu vlog juga dapat mendukung branding kita sebagai blogger, meningkatkan traffic blog serta menambah subscriber atau follower blog. Menarik ya. Hal inilah yang dilakukan oleh Retno Kusumawardani, blogger Malang yang aktif menulis di blog http://www.lemaripojok.com.

Berawal dari sekadar iseng, Retno membuat akun di YouTube untuk menyimpan video-video dari akun Smule-nya. Kemudian ibu dari Atha, Ai dan Aksa ini mengunggah video untuk diikutsertakan ke Giveaway yang diadakan oleh Pakde Cholik, pemilik blog www.abdulcholik.com. Sejak itu, Retno mulai rajin mengunggah video di YouTube untuk kemudian disematkan ke artikel blognya seperti review Redwin Sorbolene Moisturizer dan Romantisnya Westlake Resort Jogja. Selain itu ada beberapa video menarik yang diunggah Retno tapi sayangnya nggak ditulis di blog, padahal sudah ditonton sebanyak lebih dari 2000 kali di YouTube, yaitu tutorial membuat pigura dari kertas ala mas Atha.

Tanpa video pun, blog Lemari Pojok sudah cukup menarik. Berkategori lifestyle yang fokus pada review dan parenting, tulisan Retno menarik untuk dibaca. Tema blognya pun enak dilihat dan cukup mudah untuk mencari artikel yang kita inginkan karena label tiap tulisan tersusun rapi di sisi kanan blog. Yang paling saya suka dari blog Lemari Pojok ini adalah blogpost berlabel beauty. Mungkin karena bukan beauty bloher, semua yang ditulis Retno mudah saya pahami sebagai emak-emak yang awam di dunia skin care dan kosmetik. Semua informasi yang saya butuhkan tersaji di situ.

Artikel yang memiliki banyak viewer di blog lemaripojok nggak jauh-jauh dari tempat wisata dan multivitamin untuk anak. Khas blog bertema parenting ya. Tapi yang nggak kalah menarik adalah artikel-artikel yang berisi resep masakan dengan label camilan, mulai dari yang sulit (bagi saya) seperti roti sampai tahu aci favorit saya. Duh, bikin pengen langsung main ke Malang dan minta dibikinin gitu hahaha. Coba deh aneka resep ini dibikin video sederrhana langkah-langkah masaknya trus diupload ke YouTube mungkin akan semakin banyak pembaca tulisan itu ya.

retno kusumawardani, blogger, youtuber, blogger perempuan, arisan link, lemaripojok.com, lemari pojok, blog lemari pojok

Menurut Retno, bikin vlog itu susah susah gampang, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong macam kami. Mengatur mood dan waktu untuk ngeblog aja sudah ngos-ngosan apalagi harus ditambah dengan vlog yang memang cukup menyita waktu. Tapi bagi teman-teman pembaca Pojok Mungil yang ingin merambah dunia vlogging, beberapa tips yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber ini mungkin bisa dipraktikkan. Yuk belajar sama-sama:

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

5 Hal yang Harus Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog.

  1. Tujuan Lo Apa?

Seperti menentukan kategori blog, kita juga harus punya tujuan saat akan membuat kanal YouTube. Tentunya yang mendukung konten blog kita ya. Misalnya sebagai beauty blogger, kita khususkan vlog kita pada review kosmetik, skin care dan tutorial make up. Food blogger bisa mengunggah resep-resep yang ia praktikkan atau tempat makan yang dicoba. Atau emak-emak blogger parenting kaya saya dan Retno misalnya bisa mengisi vlognya dengan tutorial bikin mainan anak atau ya review buku bacaan untuk anak, tempat wisata dan event khusus di sekolah anak. Yang penting vlog ini harus bermanfaat bagi blog kita. Kalau enggak rugi lho, secara bikin vlog itu melelahkan hehehe.

  1. Maksimalkan Penggunaan Gadget Kita

Punya mirrorless atau kamera DSLR yang memiliki fungsi merekam video tentu jadi nilai plus karena video yang dihasilkan pasti akan bagus. Tapi ada istilah it’s the man behind the gun. Jadi jangan kecil hati kalau nggak punya gadget canggih. Ponsel jaman sekarang pun dilengkapi dengan fitur video, dan itu bisa kita manfaatkan untuk bikin vlog. Untuk mendapatkan video yang baik pelajari juga teknik lighting dan cara-cara merekam video dengan ponsel. Banyak tutorialnya di YouTube maupun webinar yang bisa kita ikuti.

  1. Belajar Basic Video Editing

Bikin vlog yang bagus nggak cuma rekam trus unggah ke YouTube. Coba deh lihat video-video di YouTube yang kita suka dan betah ngeliatnya, pasti kualitasnya bagus dan sudah diedit dengan baik. Mengedit video sebenarnya paling bagus pakai laptop dengan aplikasi seperti iMovie, Windows Movie Maker atau Final Cut Pro X dan Adobe Premier yang hampir semuanya berbayar. Tapi kita juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel seperti iMovie dan Viva Video, tentunya kalau beli edisi premium bisa lebih bagus pilihan editingnya. Kalau mau yang gratis, langsung aja pakai YouTube editor.

  1. Tulis Blogpost yang Bisa Memuat Video Kita atau Sebaliknya, Buat Video yang Mendukung Blogpost Kita.

Kalau tujuan kita membuat video di YouTube untuk meningkatkan view blogpost, jangan lupa tuliskan link artikel kita di deskripsi video, begitu juga dengan link semua media sosial kita. Sebaliknya jangan lupa ajak pembaca blog kita untuk subscribe dan like video kita untuk meningkatkan viewer kanal YouTube. Seperti video Retno tentang membuat pigura dari bubur kertas itu kalau dibuat blogpost dan linknya dicantumkan di deskripsi video tentu akan membuat penonton vlog mengunjungi blognya dan meningkatkan trafficnya.

  1. Konsisten

Kalau ini PR banget nggak sih? Jangankan bikin vlog, ngeblog aja masih moody hihihi. Tapi percaya deh blogger yang konsisten menulis di blog tentu akan punya pembaca setia, begitupun vlog. Menurut blogger/vlogger yang sudah profesional, minimal 1 bulan sekali deh kita bikin vlog untuk disematkan ke blogpost kita. Semakin sering bikin vlog, semakin mudah juga katanya. Dari yang tadinya bingung mau ngomong apa jadi lebih terbiasa dan nggak gagap lagi. Yang awalnya videonya ala kadarnya jadi lebih semangat untuk belajar editing supaya lebih menarik dan enak dilihat. Jadi nggak boleh ada kata malas ya! Practice makes perfect! *ngomong sama kaca*