Bros Dari Pita Ala Ibu-Ibu KB Seria

Yang namanya kumpul-kumpul sambil arisan kayanya nggak lepas dari keseharian ibu-ibu Indonesia ya. Coba deh mulai dari arisan di perumahan, arisan bareng ibu-ibu di sekolah anak (kalau anaknya 2, arisannya bisa ikut dua kelompok), arisan sama ibu-ibu seprofesi, you name it. Jenis arisannya sendiri sekarang makin banyak. Kalau jaman mama kita dulu mungkin cuma arisan uang dan arisan panci, jaman digital gini ada dong arisan emas, arisan buku, arisan iPhone dan kamera mirrorles, arisan jalan-jalan dan masih banyak lagi yang dikelola secara online. Asli deh, yang kaya gini ini diperlukan modal kepercayaan yang besar ya. Setor uang ke orang-orang yang secara fisik belum pernah kita temui di dunia nyata. 

Buat sebagian ibu (baca: khususnya saya) jumlah arisan nggak penting, yang penting ngumpulnya, karena acara ngumpul inilah yang sebenarnya seru. Makanya saya jarang ikut arisan dengan jumlah besar, selain sayang uangnya juga karena tujuan utamanya bukan itu.

Tapi sebagian lain, memanfaatkan arisan sebagai kesempatan untuk nabung. Masuk akal juga sih, dengan ikut arisan mau nggak mau kan kita menyisihkan sejumlah tertentu uang belanja yang bisa diambil kemudian saat tiba waktunya. Sebenarnya tabungan formal jenis ini sudah ada di beberapa bank, seperti CIMB Niaga dengan nama Tabungan Mapan, di mana kita setor ke bank jumlah tertentu setiap bulan dalam jangka waktu tertentu. Dan setelah waktunya berakhir, dana kita bisa langsung cair ke tabungan utama. Kenapa saya ngasih contohnya tabungan dari bank CIMB Niaga? Ya karena saya tahunya itu, secara mantan pegawai gitu :))

Cuma, sepertinya tabungan jenis ini masih kalah pamornya dengan arisan ya. Setidaknya di lingkungan saya sih seperti itu, ibu-ibunya lebih memilih ikut arisan atau menginvestasikan uangnya ke asuransi unit link dan reksadana. Nah, sejak merantau ke Brunei saya kira nggak akan ketemu lagi sama yang namanya arisan tapi ternyata saya salah. Hari pertama saya gabung dengan komunitas ibu-ibu Indonesia di wilayah Seria dan Kuala Belait (biasa disebut ibu-ibu KB Seria), langsung diajak arisan yang baru memulai putaran barunya. Jadilah, sejak saat itu sampai sekarang saya sudah ikut 3 putaran arisan di komunitas ini. Dan, sahabat-sahabat saya di Jakarta, para mamak bundar alias Circle Moms, rencananya akan mulai juga arisan putaran baru bulan ini setelah lama vakum. Tujuan kedua arisan ini sama, supaya bisa ngumpul secara rutin dan mempererat persaudaraan antar anggotanya.

View this post on Instagram

Indonesian ladies in KB – Seria

A post shared by Alfa Kurnia (@alfakurnia) on

Karena tujuan itulah, arisan di komunitas KB Seria bukan jadi acara utama setiap kali kami berkumpul di hari Rabu, minggu pertama bulan berjalan, sehingga yang nggak ikut arisan pun sangat diperbolehkan untuk bergabung. Dan sejak 2 tahun lalu, pada acara yang diberi judul silaturahmi ini selalu ada sharing session dari salah seorang ibu yang ditunjuk karena memiliki keahlian sesuai tema bulanan. Jadi misalnya bulan Januari temanya cooking class ya dicari seorang ibu yang mau berbagi ketrampilan memasaknya. Sejauh ini sudah pernah ada kelas investasi, bikin cireng, dekor kue, kesehatan organ intim wanita, bikin bunga dari manik-manik dan masih banyak lagi. Nggak harus sulit kok, sederhana pun nggak apa-apa yang penting bermanfaat dan acara silaturahmi nggak sekadar menjadi ajang bertukar gosip. 

Nah, pada hari Rabu kemarin kegiatan silaturahmi ibu-ibu KB Seria selain arisan juga diisi dengan crafty class membuat bros dari pita.

Pengajarnya adalah mbak Yulisma Jamalin yang biasa kita panggil mbak Uun. Mbak Uun ini memang terkenal kreatif. Selain pandai crochet tanpa pola, cross stitch, bikin bunga dari manik-manik juga akhir-akhir ini merambah ke bidang doodling dan coloring yang lagi ngetren itu. Jadi nggak heran lah kalau beliau yang ditunjuk untuk mengisi crafty class.

View this post on Instagram

Silaturahmi ibu-ibu KB Seria bulan September 2016

A post shared by Alfa Kurnia (@alfakurnia) on

 

Karena keterbatasan waktu, maklum, ibu-ibu KB Seria kan bagaikan Cinderella, jam 12 teng sudah harus bergegas memacu kendaraan masing-masing untuk menjemput anak-anaknya pulang sekolah, menyiapkan makanan untuk para suami yang pulang makan siang di rumah, dan aktivitas lain, maka mbak Uun pun memilihkan ketrampilan sederhana untuk kami. Selain mudah dibuat, bahannya pun gampang dicari. Jadi, kami pun bisa ngajarin anak-anak untuk membuat sendiri di rumah. Senang lah. Pas banget untuk isi kegiatan libur sekolah minggu depan.

Bros Dari Pita

Bahan:

4 buah pita hijau dengan panjang berbeda
3 buah pita perak dengan panjang berbeda
(Selisih antara ketujuh pita ini masing-masing 1 cm)
Kain keras dipotong kotak untuk alas pin
Pin
Manik-manik
Lem tembak

 

Cara Membuat:

1. Lipat masing-masing pita menjadi dua bagian sama panjang sampai terbentuk garis lipatan di tengah pita, lalu buka lagi.
2. Bubuhkan lem panas ke garis lipatan di tengah pita, lalu bawa ujung kanan kiri pita ke tengah, tempel. Lakukan hal yang sama pada semua pita.
3. Susun pita dari yang paling panjang di bawah sampai yang paling pendek di atas sesuai selera. Setelah puas dengan susunan pita, lem bagian belakang masing-masing pita agar menempel satu sama lain.
4. Bubuhkan lem ke bagian tengah pita paling atas, susun manik-manik di atasnya.
5. Tempel kain keras di bagian paling belakang pita, lalu tempel pin di atas kain keras.
6. Bros dari pita siap digunakan.

Catatan:

Kalau nggak ada lem tembak, bisa juga dijahit dan saya pribadi sepertinya lebih suka dijahit karena manik-maniknya gampang lepas kalau cuma ditempel dengan lem tembak.

Nah, gampang kan? Rencananya mau ajak Cinta bikin ini juga setelah dia pulang dari Science Camp minggu depan. Lumayan untuk isi liburan sekolah. Yuk coba yuk.

 

Yuk, Buat Snow Playdough Bersama Si Kecil

snow playdough, play dough, diy, children activities, essential oil, young living

“Snow playdough, hmmm apa sih itu? Jenis play dough yang seperti apalagi?” Begitu pikir saya saat membaca judul resepnya di salah satu web. Bikin play dough mungkin sudah biasa ya. Anak-anak juga sudah lumayan sering bikin play dough sendiri pakai berbagai resep yang beredar di internet, mulai dari yang cuma dicampur pakai air panas sampai yang dimasak. Buat cloud dough pun pernah juga. Jadi begitu lihat resep snow playdough ini, saya tertarik untuk mencoba. Apalagi resepnya gampang dan nggak pakai perwarna yang bisa bikin repot membersihkannya.

snow playdough, playdough, kids activities, essential oil, young living

Akhirnya hari Minggu kemarin, saya ajak Cinta untuk bikin adonan ini. Semangat banget dia, apalagi waktu tahu bahwa aktivitasnya mau divideokan, walaupun saya masih ragu untuk mengunggahnya ke youtube. Hehehe. Ternyata memang gampang banget membuat snow playdough ini. Sayangnya, resep yang saya dapatkan kurang jelas dan nggak ada fotonya. Jadi nggak tahu harusnya bentuk si snow playdough ini seperti apa, cuma dijelaskan seperti teksturnya salju. Nah, masalahnya satu-satunya salju yang pernah saya tahu adalah salju yang ada di Snow World BSD beberapa tahun lalu dan sepertinya kurang representatif untuk mengetahui tekstur salju sesuai petunjuk si resep.

Setelah mencoba resep aslinya dan menemukan bahwa hasilnya terlalu lengket sehingga nggak bisa dibentuk, saya dan Cinta pun memutuskan untuk menambahkan tepung jagung sampai teksturnya mirip playdough. Hanya saja versi ini lebih lentur dan lembut.

Oya, dalam resep asli menggunakan body lotion yang tanpa pewangi dan essential oil. Essential oil yang saya gunakan kali ini adalah Lemon dari Young Living yang berfungsi sebagai pewangi dan pembangkit mood sekaligus menenangkan anak-anak. Bisa juga menggunakan essential oil lain seperti peppermint, lavender atau apa saja yang ada di rumah. Tapi kalau nggak ada essential oil, juga bisa diskip kok. Atau diganti dengan body lotion yang harumnya disukai anak-anak.

snow playdough, playdough, kids activities, essential oil, playdough quote, quote about playdough, quotes

Setelah jadi, anak-anak senang banget mainnya, dari yang awalnya mau berbagi sampai rebutan adonan, dilanjutkan dengan tepung yang bertebaran di mana-mana dan berakhir dengan dibuangnya adonan yang mulai kering ke tempat sampah. Ih, kan sedih ya ngebuang body lotion. Tapi namapun udah nggak bisa dipakai main lagi ya buat apa juga disimpan. Yang penting sudah berani nyoba resep baru dan seseruan main bareng. Penasaran? Yuk, bikin juga. Dijamin gampang dan menyenangkan. Selamat mencoba!

snow playdough, diy playdough, playdough, kids activity, essential oil, young living

SNOW PLAY DOUGH

Bahan:

1 cangkir tepung jagung/tepung maizena
3/4 cangkir body lotion tanpa pewangi
3 tetes essential oil (optional)

Cara Membuat:

Campur semua bahan dalam mangkuk. Aduk rata sampai kalis dan bisa dibentuk.

Catatan:
Campur sedikit demi sedikit sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan.

Finger Paint: Homemade vs Factory Made

fingerpaint, diy fingerpaint, fingerpaint homemade, messy play

Rasanya sudah lama sekali nggak main pakai finger paint. Padahal dulu aktivitas ini jadi salah satu favorit kakak Cinta. Tapi berhubung saya suka kesal karena bekas yang selalu nempel di lantai dan dinding padahal sudah dikasih alas, akhirnya finger paint sempat jadi mainan terlarang di rumah. Sampai kemarin saya lihat ada diskonan finger paint di sebuah toko buku. Kebetulan dia juga ngeklaim kalau produknya non-toxic dan aman untuk anak-anak di atas 3 tahun. Akhirnya saya beli deh tuh finger paint. Pas kakak Cinta juga kepingin bikin art project pakai cat jenis ini.

finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

Setelah hampir seminggu dianggurin, akhirnya hari Jumat yang lalu saya mengajak anak-anak bermain menggunakan finger paint ini. Tapi berhubung Keenan belum 3 tahun, saya pun mencoba membuat lagi finger paint dari bahan-bahan yang ada di dapur yang lebih aman untuknya. Sekaligus ingin membandingkan finger paint pabrikan dengan yang buatan rumah. Setelah browsing  dari berbagai pilihan resep finger paint yang ada di internet, pilihan saya jatuh ke resepnya Martha Stewart karena nampak mudah dan bahan-bahannya ada di rumah semua.

Martha Stewart Finger Paints

Bahan

  • 4 sendok makan gula
  • 1/2 cup tepung maizena
  • 2 cups air dingin
  • Containers
  • Pewarna makanan

 

Cara Pembuatan

  1. Aduk rata gula dan tepung maizena di dalam panci. Tambahkan 2 gelas air lalu masak dengan api sendang sampai adonan menjadi kental. (Adonan akan lebih kental saat dingin)
  2. Bagi ke dalam beberapa wadah plastik. Tambahkan pewarna makanan. Aduk rata sambil dinginkan adonan.

Tekstur finger paint rumahan jauh berbeda dari yang pabrikan. Karena dibuat dari tepung jagung yang dimasak, finger paint rumahan ini seperti lem, kental dan slimmy. Jenis pewarna yang digunakan juga ternyata berpengaruh terhadap kepekatan warna. Saya menggunakan pewarna makanan cair yang ketika dioleskan ke kertas jadi transparan.

finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

Finger paint homemade ini cocok untuk anak pra sekolah yang sedang mengenal tekstur, seperti Keenan. Entah kenapa dia nggak suka kalau tangannya kotor dan lengket. Aktivitas ini bisa bermanfaat untuk mengurangi rasa jijiknya dengan cara yang menyenangkan. Yah, pada percobaan ini sih belum berhasil ya. Keenan cuma mau main sebentar. Tapi sudah ada kemajuan dari yang awalnya menggunakan stik es krim lama-lama dia mau mencelupkan jarinya ke dalam cat, meski setelah itu buru-buru minta dilap.

Selain mengenal tekstur, cat rumahan ini juga bermanfaat mengenalkan anak akan perubahan suhu dari hangat ke dingin. Juga kita bisa menambahkan aromatherapy supaya anak belajar bau-bauan. Pasti seru ya.

Kekuranganya, finger paint rumahan ini nggak bisa disimpan. Kemarin karena sisa banyak saya coba simpan dalam container plastik kedap udara. Lantas diletakkan dalam lemari dengan suhu ruang. Setelah beberapa hari ternyata teksturnya jadi berubah lebih cair. Juga berbau asam yang tajam. Jadi sebaiknya sih bikin sedikit-sedikit aja supaya bisa habis sekali pakai.

finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

Sementara finger paint buatan pabrik yang digunakan oleh Cinta warnanya lebih pekat, teksturnya juga lebih halus. Seperti cat air atau cat akrilik pada umumnya. Cat ini menurut saya memang lebih cocok untuk anak lebih besar yang sudah mulai ‘serius’ membuat karya seni. Warna-warnanya yang pekat juga seusai untuk belajar mengenal warna sekunder karena campuran dari warna-warna primernya nampak lebih jelas.

finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint
finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

Keenan sendiri nampak lebih nyaman ketika diajak bermain dengan finger paint pabrikan ini. Dia nggak keberatan tangan dan kakinya saya olesi cat untuk kemudian ditempel di kertas. Bahkan beberapa kali minta diulang. Mungkin karena nggak terasa lengket jadi dia nggak risih ya.

Well, apapun medianya, baik yang buatan sendiri maupun bikinan pabrik, banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari messy play seperti ini. Salah satu yang utama adalah merangsang imajinasi dan kreativitas anak. Selain itu dengan finger painting anak bisa:

  1. Memperoleh pengalaman menyenangkan yang bisa menstimulasi indra peraba
  2. Mendapat pengetahuan tentang warna primer dan sekunder dengan mencampur berbagai macam warna.
  3. Terstimulasi indra penglihatannya.
  4. Menguatkan otot-otot tangan dan jarinya dan melatih motorik halusnya.
  5. Lebih tenang dan belajar konsentrasi.
  6. Bersenang-senang!

 

finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

DIY Piring Terbang

Hari Minggu yang lalu di rumah aja seharian, niatnya mau ngeberesin printables color matching yang sudah diunduh dari situs Indonesia Montessori sama bikin alat main berhitung es krim untuk Keenan tapi entah kenapa kok lagi nggak mood. Tapi mau nganggur aja kok nggak enak juga, eh abis cuci piring liat gelas bekas minuman pearl tea dan teringat salah satu postingan di Facebook Page Home Learning Me. Akhirnya nyoba deh bikin flying saucer ala ala buat mainan anak-anak.

Seperti biasa, tiap bikin hastakarya (hampir) semua orang di rumah dikaryakan. Kakak Cinta dapat tugas menggambar alien dan melekatkan karton ke badan alien supaya kokoh plus mengecat badan piring terbang serta menghias gelas dengan glitter sesuai idenya. Sementara papa merekatkan mangkuk plastik ke piring kertas dengan super glue. Lumayan lho dengan bikin prakarya seperti ini kakak Cinta jadi lupa sama haus dan laparnya. Yuk ikutan membuat piring terbang, gampang kok caranya. Kali ini disertai foto step by step supaya lebih mudah dipahami.

DIY Piring Terbang

Bahan:

Piring Kertas
Mangkuk Plastik
Gelas dengan Tutup Setengah Lingkaran (saya pakai gelas bekas pearl tea Gong Cha)
Gambar alien yang sudah dilapisi karton atau kertas tebal supaya kokoh
Double Tape
Super Glue
Cat Poster & Glitter jika perlu untuk hiasan

Cara Membuat:

1. Lekatkan bagian belakang gelas pada bagian belakang piring kertas dengan double tape dan lekatkan bagian atas mangkuk plastik pada bagian belakang piring kertas yang lain dengan super glue.

2. Beri hiasan atau cat masing-masing piring kertas dan mangkuk plastik sesuai kesukaan. Saya dan Cinta memilih untuk memberi cat berwarna biru pada piring kertas dan hijau pada mangkuk plastik.

3. Gunting gambar alien dan rekatkan pada bagian bawah mangkuk plastik lalu lekatkan tutup gelas setengah lingkaran dengan double tape.

4. Hias bagian dalam gelas sesuai keinginan. Cinta memilih memberi lem dan glitter untuk efek sinar piring terbang yang berkilau.

5. Lekatkan kedua bagian dalam piring kertas yang tidak berwarna dengan double tape.

Piring terbang siap dimainkan. Selamat bermain!

DIY Perisai Captain America

Hari pertama puasa Ramadhan papa dan kakak Cinta libur. Berhubung sudah selesai masak untuk buka puasa nanti (menunya minimalis, cukup sup daging, perkedel kentang dan puding coklat. Kakak Cinta minta dibikinin orak-arik telur tuna keju, bisa dimasak menjelang buka puasa) dan nyuci dan merasa nggak ada kerjaan, tiba-tiba teringat rencana bikin shield alias perisai ala Captain America untuk Keenan. Gara-garanya waktu ke Toys R Us hari Minggu lalu Keenan liat mainan perisai itu dan nampak tertarik tapi mau beli kok sayang ya. Abis meski dia lagi suka segala sesuatu tentang Avengers, Keenan tuh kalau bukan mainan yang bisa dia bawa kemana-mana, gampang bosen anaknya. Daripada cuma jadi pengisi kotak mainan mending bikin sendiri aja deh. Kayanya gampang kan, cuma lingkaran dengan gambar bintang di tengahnya.

 photo 1494B253-4BB5-4778-AD9A-93F0401F8E01_zpshyt2beva.jpg

Nah, mumpung di rumah ada kardus air mineral langsung deh siang-siang belum mandi bikin-bikin. Ternyata memang gampang kok. Yang agak tricky buat saya adalah membuat bentuk bintangnya. Supaya cantik saya serahkan saja ke yang lebih ahli, si Papa hehehe. Saya bikin lingkaran-lingkaran dan ngecat ajalah. Itupun dibantu sama Cinta yang semangat banget lihat cat poster yang sengaja saya simpan buat proyek-proyek kerajinan gini.
Berhubung kerjanya gotong royong ya cepat juga selesainya. Anak-anak lumayan senang sih. Dan seperti dugaan saya, abis dikagumi, dilihat-lihat, dilempar-lempar jadi frisbee trus digeletakin gitu aja di meja. Nah, untung kan bikin sendiri.

 photo C60D28DC-E23D-4476-8FD3-1525EE360985_zpshpqmartg.jpg photo E5340DB9-5389-472D-AD55-D187B3B3DB86_zpshozzr3lt.jpg

Buat yang anak-anaknya lagi suka juga sama Avengers dan senang buat kerajinan, bikin aja perisai ini. Lumayan lah untuk main-main di rumah aja. Caranya ada di bawah ya. Maaf nggak ada foto step by stepnya karena terlalu konsen bikin jadi nggak kepikiran untuk foto satu persatu. Tapi beneran gampang kok. Yuk dicoba!

DIY Captain America’s Shield

 photo E86571A0-27A6-4786-8B00-008764D12CBE_zpsuxhyoi1k.jpg

Bahan yang diperlukan:

Kardus yang agak tebal
Cat poster atau akrilik atau cat apa saja
Double tape
Kuas cat
Jangka (Bisa diganti dengan piring atau print templatenya dari internet)
Gunting

Cara membuat:

1. Buat 2 buah lingkaran sama besar dari kardus lalu lekatkan dengan double tape.

2. Gambar 3 buah lingkaran di dalam perisai.

3. Di lembar kardus yang lain, buat lingkaran yang besarnya sama dengan lingkaran terkecil pada perisai lalu gambar bentuk bintang dalam lingkaran tersebut. Gunting dan cat dengan warna putih.

4. Cat masing-masing lingkaran dari yang terluar dengan warna merah, putih, merah dan terakhir biru.

5. Setelah semua cat kering. Lekatkan bintang pada bagian tengah perisai dengan double tape.

6. Gunting kardus menjadi bentuk segi empat yang ukuran panjang dan lebar sesuai dengan genggaman anak. Lekatkan dengan double tape pada bagian belakang perisai.

7. Have some fun with it!

Bikin Masker Sendiri, Yuk!

Saya ini penggemar berat masker. Sejak kenal yang namanya perawatan muka, masker adalah favorit saya. Mulai dari masker bubuk keluaran Mustika Ratu atau Sari Ayu yang penggunaannya harus dicampur dengan toner Sari Mawar, peel off masker Oriflame sampai masker lembaran dari berbagai merek perawatan muka yang cukup terkenal seperti SK-II, The Faceshop atau keluaran drugstore macam Watsons pernah saya coba, meskipun tidak rutin.

Ada perasaan rileks saat memakai masker, apalagi kalau pakainya pas kulit muka lagi buluk banget atau setelah berpanas-panasan di luar rumah. Bisa sampai ketiduran dengan masker yang masih menempel di muka tuh.

Sayangnya, kebanyakan masker yang dijual di pasaran terbuat dari bahan-bahan yang saya nggak ngerti kandungannya. Selain itu harganya yang lumayan juga bikin nggak bisa sering-sering beli.

Nah, sebagai emak irit dengan fasilitas internet dan aplikasi Pinterest serta kecanggihan om google, saya menemukan beberapa resep masker yang bisa dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur. Salah satunya adalah facial scrub yang juga bisa dipakai untuk masker dari website Homemadeforelle ini.

 photo 10B5CDBF-90DA-45D7-ABF2-283792982F3B_zpskp45vg3r.jpg

Ini dia bahan-bahan masker yang sudah saya modifikasi:

1/8 cup rolled oats (diblender sampai hancur)

2 sdm madu (atau secukupnya sampai adonan masker dapat dioleskan ke muka)

1/4 sdt pala bubuk

5 tetes Lavender YL Essential Oil

Caranya gampang sekali. Cukup aduk semua bahan sampai tercampur dengan baik. Setelah itu bisa langsung diaplikasikan ke wajah yang sudah bersih atau seperti yang saya lakukan, dinginkan beberapa saat dalam lemari es.

Masker ini cocok untuk kulit yang berjerawat atau sedang mengalami iritasi karena terdiri dari madu yang berfungsi melembabkan dan mengandung antiseptik. Kandungan ini berguna untuk menyembuhkan luka akibat iritasi.

Oatmeal sendiri termasuk hypoallergenic dan dapat menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit serta melembabkan. Sedangkan pala dan the magic oil Lavender bersifat antibakteri, anti inflamasi sehingga cocok untuk menenangkan kulit yang iritasi maupun jerawat. Lavender juga berfungsi untuk mendinginkan kulit yang mengalami sunburn.

Berdasarkan pengalaman saya memakai ini, setelah dibersihkan dengan air sambil menggosok muka dengan lembut (hey, masker ini bisa jadi face scrub juga kan), kulit jadi terasa kenyal dan bersih sekali. Wangi lavendernya juga bikin tenang. Nyaman banget lah.

Oya, resep di atas bisa untuk 2 kali pemakaian dan tahan 1 minggu jika disimpan di kulkas. Yuk, dicoba!