Ragam Ide Kado Ulang Tahun untuk Anak Perempuan

matahari mall, kado untuk anak perempuan, ulang tahun anak perempuan

Ide kado ulang tahun untuk anak sering membuat orang dewasa jadi kewalahan. Sebenarnya memilih kado ulang tahun untuk anak sangat mudah kok. Apalagi jika kita berencana memberikan kado ulang tahun untuk anak perempuan. Ada banyak pilihan kado yang bisa menjadi inspirasi bagi kita.

Penasaran tentang ragam ide kado ulang tahun untuk anak perempuan?

matahari mall, kado untuk anak perempuan, ulang tahun anak perempuan

Yuk simak ulasannya berikut ini :

Buku Cerita Edukatif

buku edukasi, hadiah, kado untuk anak perempuan, hadiah ulang tahun, ulang tahun anak perempuan

Buku cerita edukatif sangat bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang otak anak. Biasanya anak-anak perempuan yang gemar membaca akan memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik. Itulah sebabnya pilihan kado berupa buku cerita edukatif bisa menjadi alternatif menarik di hari ulang tahun anak perempuan. Mudah-mudahan jenis kado yang satu ini mampu menumbuhkan minat baca anak sedini mungkin.

Sepeda Roda Dua

Anak perempuan juga akan senang jika diberi sepeda roda dua. Anak perempuan yang belum bisa mengendarai sepeda pun bisa mulai belajar bila mendapatkan kado ulang tahun yang satu ini. Pilihkan sepeda roda dua yang ukurannya sesuai dengan ukuran tubuh anak. Sehingga anak-anak tidak kesulitan mengendarai sepeda barunya. Untuk urusan warna, pilihkan saja warna favorit anak agar anak semakin senang dan bersemangat menyambut hadiah barunya.

Pakaian Tidur yang Nyaman

matahari mall, hadiah ulang tahun anak perempuan, kado untuk anak perempuan
Pic credit: Matahari Mall

Di MatahariMall, ada berbagai merek pakaian tidur anak perempuan yang berkualitas dan dibanderol dengan harga terjangkau. Bukan hanya modelnya yang variatif, pilihan warna dan  ukurannya juga sangat beragam. Pasti kita tidak ragu lagi memilihkan pakaian tidur yang tepat sebagai kado untuk anak perempuan. Tak perlu khawatir akan boros jika kita membeli pakaian tidur atau kebutuhan rumah tangga lainnya di MatahariMall.

Alat Musik

Anak perempuan yang hobi bermain musik pasti sangat gembira kalau mendapat hadiah berupa alat musik baru. Belikan alat musik berkualitas yang sesuai dengan kegemaran anak. Nanti pasti anak-anak akan semakin bersemangat belajar memainkan alat musik. Maka tumbuh kembang otak anak pun akan semakin maksimal dengan stimulasi pelajaran musik.

Keempat jenis kado tersebut pasti menjadi ide menarik ketika kita sedang bingung menentukan jenis kado yang tepat. Mari melengkapi kebahagiaan ulang tahun anak dengan kado yang bermanfaat!

Mengembangkan Bisnis Lewat Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri

Akhir-akhir ini, saya terkagum-kagum dengan beberapa toko online langganan. Gimana enggak, dari yang tadinya cuma ambil barang di Tanah Abang untuk dijual lagi, sekarang mereka sudah bisa produksi sendiri dalam jumlah yang tidak sedikit. Dengan teknik pemasaran yang tepat, ribuan produk mereka biasanya terjual hanya dalam sekali waktu. Bahkan sampai ada yang bikin waiting list segala lho!

Begitu juga teman-teman saya yang tadinya berwirausaha kecil-kecilan di rumah untuk mengisi waktu luang, kini usahanya mulai membesar dan menguntungkan orang-orang di lingkungan mereka dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Padahal mah, bisnisnya bukan sesuatu yang gimana gitu. Sederhana aja seperti bikin kue merangkap party planner, jualan bros sekaligus bikin pelatihannya, membuat mukena dan bekerja sama dengan marketplace ternama sampai produk makanan berbahan dasar tuna yang kemudian menjadi oleh-oleh khas kota tertentu.

Kalau diperhatikan, semakin banyak orang yang saya kenal yang memilih untuk berwirausaha pada 5 tahun belakangan ini. Dan itu nggak cuma ibu-ibu rumah tangga macam saya yang ingin tetap bisa berkarya dan mandiri tanpa harus meninggalkan kewajiban utama mengurus keluarga. Malah anak-anak muda (ish, berasa tua deh jadinya) yang baru lulus kuliah atau bahkan masih kuliah banyak yang mencoba peruntungan mereka sebagai entrepreneur. Menurut saya itu keren banget. Ketimbang buang-buang waktu mencari kerja kesana kemari atau keluyuran nongkrong nggak jelas.

Apalagi Indonesia sedang memerlukan banyak sekali wirausahawan baru karena salah satu syarat untuk menjadi negara maju adalah memiliki jumlah entrepreneur minimal 2% dari total populasi negara tersebut. Sedangkan menurut survei pada tahun 2013, jumlah pewirausaha di negara kita hanya 1,65% dari penduduk Indonesia.

wmm-2016

Nah, untuk mendorong penguatan kualitas dan kuantitas pengusaha muda pencipta lapangan kerja di tanah air, Bank Mandiri menggelar kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sejak tahun 2007. Perhelatan ini telah memberikan pembinaan dan pengembangan bisnis kepada lebih dari 25.000 wirausaha muda dari seluruh Indonesia melalui kegiatan workshop, coaching, promosi dan pemasaran serta pembiayaan. Mantap ya. Pasti senang banget dong sudahlah dapat ilmu dari pelatihan, dibantu strategi promosi dan pemasarannya, masih mendapatkan bantuan modal.

Khusus untuk Wirausaha Muda Mandiri tahun ini yang mengambil tema Muda, Inovatif, Peduli, Bank Mandiri mengincar wirausaha muda di bidang pemanfaatan teknologi untuk layangan keuangan atau FinTech. Kategori ini dipilih karena banyak sekali potensi pada industri jasa finansial yang bisa digarap melalui inovasi teknologi digital seperti untuk funding, lending, payment system, penjualan pulsa, pembayaran tagihan dan sebagainya. Cocok banget untuk para wirausaha muda yang terjun ke business startup nih.

Namun, bidang usaha lain juga tetap dikompetisikan kok di WMM 2016, antara lain:

  1. Wirausaha Industri, Perdagangan dan Jasa
  2. Wirausaha Boga
  3. Wirausaha Kreatif
  4. Wirausaha Teknologi
  5. Wirausaha Sosial

Banyak lho manfaat yang bisa diperoleh kalau mengikuti program Wirausaha Muda Mandiri, beberapa di antaranya adalah:

  1. Belajar berkompetisi dalam bidang bisnis.
  2. Mendapatkan pengetahuan terkini dalam dunia bisnis dan manajemen yang sangat berguna bagi perkembangan bisnis.
  3. Pemenang program WMM 2016 khususnya pada kategori Teknologi Digital Financial Technology berkesempatan mendapatkan suntikan modal dari PT Mandiri Capital Indonesia.
  4. Memperluas jejaring bisnis karena seluruh peserta WMM 2016 berhak bergabung dalam Wirausaha Mandiri Forum (WM Forum), sebuah organisasi yang dibentuk oleh para alumni program WMM sejak tahun 2007.
  5. Hadiah puluhan juta bagi pemenang di masing-masing kategori.

img-20161125-wa0003

Nggak susah kok untuk mengikuti program ini. Proses pendaftaran Wirausaha Muda Mandiri 2016 bisa dilakukan secara online melalui website www.wirausahamandiri.co.id dengan memasukkan informasi dan data pendukung mengenai seluruh data pribadi hingga data usaha. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya dan dimulai sejak 14 September serta akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2016. Berhubung waktunya sudah tinggal 2 minggu lagi, saya sarankan untuk mengunduh brosur dan petunjuk pengisian formulir (proposal usaha) WMM 2016 dan menyiapkan berbagai dokumen pendukungnya dari sekarang.

wmm-keik-pisang-villa-versi-4

Selamat mencoba ya. Semoga berhasil mengikuti jejak para pemenang Wirausaha Muda Mandiri seperti Elang Gumilang yang sukses sebagai developer perumahan RSS di Bogor; Denny Delyandri yang berhasil meraih omzet hingga Rp 20 milyar melalui bisnis kek pisang villa di Batam; Mery Yani dengan usaha telur asinnya di Karawang atau Nurana Indah Paramita dengan usaha pembuatan turbin pembangkit listrik tenaga arus laut yang bernama T-Files.

Tips Menyimpan Sayuran Di Kulkas Agar Tahan Lama

tips menyimpan sayuran di kulkas, kulkas, beli kulkas, blanja.com

Salah satu yang saya rindukan dari masa-masa tinggal di Indonesia adalah mlijo alias tukang sayur keliling. Pak No dan Dul adalah 2 tukang sayur langganan mama saya di Sidoarjo, dan di rumah kami di Parung, ada juga 2 tukang sayur yang setiap pagi menyediakan kebutuhan dapur ibu-ibu perumahan kami. Keberadaan mereka berarti banget lho buat kami, para ibu. Kalau sehari aja nggak lewat pasti pada merasa kehilangan dan bingung mau masak apa.

Di sini, sayur mayur hanya tersedia di pasar, supermarket atau kedai-kedai. Nggak ada deh tukang sayur yang rajin keliling menawarkan dagangannya. Meski sekarang di dekat rumah sudah ada kedai sayur, jenis yang dijual kebanyakan hanya sayuran berdaun hijau. Sedangkan untuk sayur favorit anak-anak seperti wortel, brokoli dan buncis ya mau nggak mau harus beli di supermarket atau pasar yang cukup jauh. Supaya nggak tiap hari ke pasar atau supermarket akhirnya saya membeli sayuran yang akan dimasak untuk beberapa hari ke depan dan kemudian di simpan di kulkas.

Kenapa repot sekali nyetok sayur ya? Ya, karena sayuran adalah salah satu makanan sehat yang wajib dikonsumsi. Baik itu sayuran hijau atau sayuran yang berwarna putih seperti sawi putih dan kol mengandung vitamin dan nutrisi lain yang menyehatkan dan sangat baik untuk tubuh. Karena kebaikannya itulah, nggak cuma orang dewasa yang wajib mengonsumsi sayuran, anak-anak pun sangat dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran.

Sayuran selain untuk menjaga kita dari penyakit, juga sangat bagus untuk kulit. Maka dari itu ada baiknya jika kita selalu menyediakan sayuran untuk setiap hidangan di meja makan. Sayuran yang masih segar adalah sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun bagi kita yang sibuk bekerja atau yang rumahnya jauh dari pasar seperti saya nggak mungkin bisa setiap saat ke pasar untuk membeli sayuran. Oleh karena itu agar selalu tersedia sayuran, pastinya kita menyimpan beberapa jenis sayuran di dalam kulkas agar tetap segar. Kulkas memang alat pendingin yang paling ampuh untuk menyimpan sayuran atau buah agar tetap tahan lama dan segar.

 

© Can Stock Photo / furzyk73
© Can Stock Photo / furzyk73

Tetapi kita juga harus memperhatikan cara penyimpanan yang benar di dalam kulkas. Karena jika tidak sayuran akan mudah membusuk. Berikut beberapa tips menyimpan sayuran di kulkas agar tahan lama yang bisa kita praktikkan di rumah.

1. Cuci Sayuran Terlebih Dahulu

Tips pertama agar sayuran agar tahan lama dan segar adalah dengan mencuci sayuran yang baru saja kita beli. Misalnya kita beli wortel, bayam atau kol ada baiknya jika dicuci terlebih dahulu walaupun belum akan dimasak. Cuci hingga bersih, jika perlu hingga dibilas dua kali lalu tiriskan dulu agar airnya hilang. Dengan mencuci sayuran terlebih dahulu setelah kita beli akan membuat kuman-kuman yang ada hilang dan kulkas kita tetap bersih sehingga suhu di dalam kulkas tetap stabil.

2. Bungkus Dengan Tisu Dapur, Plastik Bening atau Wadah Kedap Udara.

Setelah sayuran dicuci dan ditiriskan, tips selanjutnya agar sayuran tetap tahan lama adalah dengan membungkusnya. Sayuran hijau bisa kita bungkus dengan tisu dapur. Tisu dipercaya dapat menjaga kelembabapan yang ada pada sayuran yang dibungkus sehingga tidak mudah busuk. Sedangkan wortel, terong, brokoli, buncis dapat kita simpan dalam plastik bening. Jangan dicampur ya, pastikan masing-masing sayur disimpan dalam plastik terpisah. Untuk jenis selada setelah ditiriskan, pisahkan lembaran daunnya dan simpan dalam wadah kedap udara. Kemudian setelah dibungkus, kita letakkan di tempat penyimpanan kulkas yang ada di paling bawah kulkas.

Tips agar sayuran tetap tahan lama saat disimpan di kulkas di atas adalah beberapa tips yang bisa kita praktikkan di rumah. Namun, yang paling penting adalah kita harus menjaga keadaan kulkas agar tetap bersih dan kering sehingga kulkas tidak banyak mengandung kuman yang dapat menyebabkan sayuran cepat membusuk. Suhu kulkas juga harus dijaga dalam keadaan normal. Jadi jangan malas juga membersihkan kulkas ya.

Kalau sedang berencana membeli kulkas, ada baiknya jika membeli kulkas di tempat yang terpercaya seperti blanja.com. Membeli kulkas di tempat yang terpercaya dan terjamin kualitasnya, akan membuat kulkas lebih awet dan sayuran yang kita simpan pun akan lebih tahan lama dan segar.

 

5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger

Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

“Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
 

1. Harus Suka Menulis

Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

  • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
  • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
  • Iklan: pendek dan persuasif.
  • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

2. Kuasai Topik

Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

4. Original

jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.

Jenis Pakaian yang Wajib Dimiliki Wanita Berhijab

Wanita berhijab kini tidak akan tampil kuno dan membosankan lagi. Sebab ada banyak sekali variasi hijab yag siap mendukung penampilan. Jadi, kita hanya perlu rajin-rajin mengikuti tren busana untuk wanita berhijab. Supaya penampilan kita bisa senantiasa disesuaikan dengan karakter dan tren yang sedang populer.

jenis-pakaian-yang-wajib-dimiliki-wanita-berhijab

Berbicara soal hijab, tentu saja wanita berhijab wajib memiliki beberapa jenis pakaian ini. Sehingga aktivitas sehari-hari semakin lancar dengan gaya berbusana yang tepat.

Hijab Aneka Warna dan Motif

Hijab dengan aneka warna dan motif akan melengkapi gaya wanita berhijab. Jadi, jangan lupa menyiapkan hijab berwarna gelap, cerah, dan hijab bermotif. Sebelum membeli hijab, pilihlah warna-warna yang serasi dengan warna pakaian yang kita miliki. Dengan demikian, perpaduan pakaian dan hijab jadi lebih selaras dan menarik.

Ciput

Penggunaan ciput akan membuat rambut kita menjadi lebih tertata rapi. Di samping itu, bentuk hijab pun akan lebih teratur dan tidak mudah berubah kalau kita menggunakan ciput untuk menata rambut. Padanan warna ciput sebaiknya disesuaikan dengan warna hijab dan pakaian yang kita miliki. Namun kita juga bisa menyiapkan persediaan ciput dengan warna netral seperti hitam, putih, dan cokelat.

Manset

Ketika kita terpaksa untuk menggunakan pakaian lengan pendek atau pakaian yang panjang lengannya kurang, kita bisa menggunakan manset sebagai pelengkap. Miliki beberapa pasang manset yang berkualitas sehingga tidak mudah melar bila sering digunakan. Manset berkualitas akan mendukung penampilan kita agar kelihatan rapi.

jenis-pakaian-yang-wajib-dimiliki-wanita-berhijab-1
credit: mataharimall.com

Kaos Lengan Panjang

Kaos lengan panjang sangat nyaman digunakan ketika beraktivitas di rumah. Pilih saja kaos yang berukuran agak longgar dengan bahan nyaman yang menyerap keringat. Sehingga aktivitas rumah tangga tidak membuat kita kegerahan karena baju yang sempit atau bahannya panas.

Dress Lengan Panjang

Untuk urusan dress lengan panjang, percayakanlah pada MatahariMall. Karena MatahariMall juga dikenal sebagai online shop dress wanita muslim dengan koleksi super lengkap yang modern. Kalau ingin berbelanja dress lengan panjang, jangan ragu untuk mendapatkannya di MatahariMall. Karena semua koleksi toko online ini siap memenuhi kebutuhan kita.

Dari Ibu Bekerja Menjadi Ibu Rumah Tangga. Siapa Takut?

working mom, stay at home mom, ibu bekerja, ibu rumah tangga, masa transisi ibu bekerja ibu rumah tangga

Saya nggak bisa lupa ketika mama saya kembali bekerja untuk menafkahi keluarga setelah perceraiannya dengan ayah saya. It was 25 years ago, I was 9 or 10, my siblings was 6 and 5 years old. Mama saya tadinya adalah ibu rumah tangga dengan berbagai aktivitas seperti terima jahitan baju, buka salon, buka katering juga kalau nggak salah. Walaupun demikian beliau selalu ada di rumah setiap saat saya membutuhkannya. Tapi hari itu, saya pulang ke rumah kakek dan nenek sepulang sekolah, tempat kami tinggal selama beberapa tahun setelah perpisahan orangtua saya, dan tidak menemukan mama saya di sana. Seketika itu juga, saya -yang terlahir sebagai drama queen- tidak berhenti menangis. Ada rasa khawatir beliau nggak akan pulang lagi ke rumah seperti ayah saya dan berbagai perasaan lain. Malamnya, sepulang kerja, beliau menasihati saya supaya memahami kondisi kami saat itu, bahwa beliau harus bekerja karena alasan yang sangat kuat. Hari pun berlalu, perlahan saya dan adik-adik terbiasa dengan status mama sebagai ibu bekerja dan beliau tetap bekerja sampai pensiun beberapa tahun lalu. I’m very proud of her, everybody does. 

Lantas, ketika saya beranjak remaja, saya menyadari bahwa saya tumbuh di lingkungan di mana para ibunya bekerja di luar rumah. Mama saya, Bude, Tante, mama tiri, juga sebagian besar sepupu mama saya bekerja di luar rumah. Iya, bahkan nenek-nenek saya adalah ibu bekerja. Jadilah saya pun tumbuh dengan mereka sebagai role model, menjadi wanita karir adalah impian saya. Cita-cita saya nggak tanggung-tanggung, diplomat dan jurnalis dengan harapan dapat bekerja secara mobile, bertemu dengan orang-orang dengan berbagai karakter dan menikmati berbagai lingkungan baru.

Saat kuliah, saya pun mulai menapaki dunia kerja, dari menjadi asisten guru di playgroup yang dikelola oleh Fakultas tempat saya belajar sampai menjadi customer service di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris franchise yang cukup besar di Surabaya dan pertama di Sidoarjo saat itu. Dan saya menikmatinya, sampai akhirnya kuliah terbengkalai karena nggak bisa membagi waktu sehingga ayah tiri saya dan mama harus memberi ultimatum supaya saya segera menyelesaikan skripsi atau tidak lagi dibiayai kuliah. Setelah memperoleh gelar sarjana, saya berusaha mewujudkan cita-cita sebagai wanita karir meski bukan sebagai diplomat atau jurnalis.

working mom, stay at home mom, ibu bekerja, ibu rumah tangga, masa transisi ibu bekerja ibu rumah tangga

Long story short, setelah menikah dan pindah ke Jakarta untuk kedua kalinya, saya pun terpaksa mengganti blazer dengan daster sebagai seragam “kerja” sehari-hari. Seperti yang sering dirasakan kebanyakan ibu bekerja yang beralih menjadi ibu rumah tangga, satu bulan pertama sangat menyenangkan, bisa seharian di rumah, nggak harus buru-buru bangun pagi supaya nggak telat ngantor, santai (apalagi karena punya ART), bisa jalan-jalan kapanpun dan bisa main sama anak sepanjang hari. Pokoknya mah, indah dunia saat itu. Sampai kemudian dunia api menyerang saya mulai jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang berulang, pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai serta merasa kehilangan identitas diri karena hanya dikenal sebagai mamanya Cinta dan istrinya pak Lukito.

Apalagi karena memang nggak punya role model ibu rumah tangga dan sejak kecil terbiasa dibantu asisten rumah tangga, saya merasa bahwa pekerjaan rumah adalah pekerjaan pembantu. Jadi ada perasaan kecil hati ketika harus diam di rumah dan mengerjakan sendiri hal-hal yang biasa dilakukan si Inem. Sedihnya lagi, kok kaya nggak ada apresiasi dari suami dan anak-anak akan “pengorbanan” saya sebagai IRT. Akibatnya, saya mengalami masa transisi yang cukup berat dan walau sudah menjalani peran ini selama 6 tahun, kadang perasaan itu datang lagi, membuat saya rindu masa-masa bekerja di kantor. 

Baca Juga: Pekerjaan Saya Keren

Awalnya saya kira cuma saya yang mengalami perasaan seperti ini dan membuat saya merasa bersalah karena seakan nggak ikhlas menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Tapi ternyata banyak juga ibu bekerja yang merasakan hal yang sama dalam masa transisi menjadi stay at home mom. Dan ternyata lagi, meskipun gegar budaya ini mungkin tidak dapat dihindari, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membuat masa-masa ini menjadi lebih mudah and I really wish I knew these earlier

1. Cari Support Group Baik di Dunia Nyata Maupun di Dunia Maya.

Rasanya ini mudah dilakukan ya di jaman sekarang. Banyak sekali komunitas atau grup ibu-ibu (dan ayah) rumah tangga yang dapat kita temui, nggak usah jauh-jauh, coba cari majelis taklim di sekitar kita, dekati ibu-ibu tetangga yang biasanya cuma kita sapa saat akan berangkat ke kantor. Masih nggak pede atau nggak punya banyak waktu untuk keluar rumah karena anak masih bayi? Mainlah ke forum-forum ibu-ibu di dunia maya. Walau nggak bertemu muka, kadang bisa chatting, curhat, baca candaan seru di grup bisa membuat kita lebih bersemangat. Selain itu biasanya mereka akan mengatur playdate untuk ibu dan anak di waktu tertentu.

Intinya, bergaulah dengan sesama ibu rumah tangga, nggak usah ambil peduli dengan stereotipe yang menyebut IRT hobinya cuma ngegosip. Sungguh, IRT jaman sekarang jauh lebih canggih dari itu lho. Nggak sedikit dari komunitas ibu rumah tangga ini yang membuat berbagai kegiatan menarik seperti seminar parentingcooking class dan sejenisnya. Jadi beredarlah di dunia nyata atau maya.

working mom, stay at home mom, ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, adaptasi ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga
cari support group yang isinya penuh cinta ya

Oh, ya. Di masa transisi ini, hindarilah segala perdebatan yang bertema ibu bekerja vs ibu rumah tangga. Sesungguhnya ini cuma bikin kita makin galau dan mudah emosi. Mau membela ibu bekerja kok ya sudah nggak kerja lagi, tapi mau membela ibu rumah tangga toh ya kita masih jadi IRT newbie. Juga hindari dulu teman-teman dan keluarga yang hobinya mengomentari segala hal secara negatif. Yang ada kita makin baper kalau dibilang, “Duh, sayang amat. Kerjaan bagus-bagus kok ditinggal. Nggak sayang tuh sama gaji dan bonusnya? Nanti kalau sudah bosen jadi ibu rumah tangga susah lho mau cari kerjaan seperti itu lagi.” Please deh.

2. Tekuni Hobi Kita

Masak, fotografi, blogging, yoga, merajut, tenis, renang. Apa saja asalkan itu positif. Kemungkinannya bisa tak terbatas. Pastikan saja kita punya aktivitas tertentu yang kita sukai dan dapat kita tekuni, minimal 30 menit sehari saja cukup. Ada waktu luang untuk melakukannya lebih lama? Lebih bagus lagi. Namun, usahakan dilakukan secara rutin. Karena ada penelitian yang membuktikan bahwa, hobi yang ditekunin selama 30 menit setiap hari secara rutin akan memberikan hasil yang signifikan dari yang hanya dilakukan sesempatnya.

working mom, stay at home mom, ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, adaptasi ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga
tapi jangan sampai kaya gini yah

Aktivitas ini dapat membantu kita untuk mengisi waktu luang, mengurangi kejenuhan daaaan membuat kita tetap memiliki identitas dan kebanggaan pribadi. Oya, nggak sedikit dari teman-teman saya yang akhirnya memperoleh penghasilan dari hobinya ini lho. Berawal dari sekadar bikin kue untuk anak-anak  lalu dibagi ke tetangga, sekarang bisa jadi bakul kue rumahan dengan omset jutaan rupiah setiap bulan. Niatnya cuma menyalurkan hobi berenang eh lantas diminta menjadi pelatih renang untuk ibu-ibu dan anak-anak. Tadinya hanya belajar decoupage dan lettering untuk dekorasi rumah sendiri, sekarang kewalahan menerima pesanan. Nah, lumayan banget kan. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Baca Juga: Kisekii. Jadilah Diri Sendiri dan Temukan Keajaibannya

3. Jangan Berharap Terlalu Tinggi, Terutama Di Awal Masa Transisi

Mungkin, di hari pertama berhenti kerja, kita membayangkan diri kita seperti Martha Stewart yang dapat menghidangkan aneka masakan sehat dan lezat; membuat berbagai kerajinan tangan sebagai alat belajar dan bermain anak-anak, sekaligus Dr. Sears dan personil Nanny 911 yang dapat memahami segala perilaku anak lantas membuat mereka berperilaku baik dan tenang seharian. Lalu di akhir hari, suami dan anak-anak akan membuatkan kita piagam atau medali sebagai ibu terbaik di dunia.

working mom, stay at home mom, ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, adaptasi ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga
hmmm yayaya

Harapan yang tinggi seringkali membuat kita jadi kecewa luar biasa ketika nggak teraih, Makanya kita perlu menyadari bahwa perlu waktu untuk dapat melakukan peran sebagai ibu rumah tangga dengan lancar, terutama bagi yang tadinya terbiasa dibantu asisten rumah tangga. Kacau dan bingung di awal itu wajar. Sama wajarnya ketika anak-anak dan suami seakan-akan tidak menghargai hasil kerja kita. Tapi percaya deh, kehadiran kita di rumah, makanan hangat yang tersedia di meja, senyum riang kita saat menemani anak-anak bermain dan suami nonton tv, terutama dukungan serta kasih sayang kita sangat berarti bagi mereka meski mungkin nggak diucapkan.

4. Temukan Kenyamanan Kita Sendiri

Pakai celana yoga atau daster untuk anter anak sekolah karena nggak sempat dandan? Nggak masalah.
Bikin stok nugget, chicken roll, dan segala makanan siap goreng di kala sempat supaya praktis ketika menyiapkan bekal suami dan anak-anak. Silakan!
Merasa nggak pandai masak dan lebih memilih menggunakan jasa katering harian supaya suami dan anak-anak terjamin makannya sambil kita belajar masak? Nggak ada yang ngelarang juga.
Pakai laundry kiloan? Boleh!
Rumah berantakan dengan mainan dan hasil karya anak-anak? Yah, nggak papa juga.

Atur rumah dan aktivitas sehari-hari sepraktis dan senyaman mungkin bagi mama dan keluarga. Tempatkan breakfast/snack station di salah satu sudut rumah supaya anak-anak dapat mengambil sendiri sarapan dan camilannya tanpa harus mengotori dapur. Jika memungkinkan siapkan satu area khusus untuk tempat bermain anak-anak agar nggak mengotori seluruh rumah.

Kalaupun mama merasa sanggup memasak, membuat hasta karya, mencuci dan setrika baju, membersihkan rumah serapi mungkin dan anak-anak dapat menjaganya, itu bagus banget. Tapi sekali lagi, nggak semua mama mampu menjadi seperti Astri Nugraha. Yang penting mama, suami dan anak-anak nyaman, sehat dan bahagia. Nothing else matter.

5. Aplikasikan Keahlian dan Ketrampilan Kita di Kantor Dulu Dalam Mengatur Rumah dan Keluarga

working mom, stay at home mom, ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, adaptasi ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga

Menjadi ibu rumah tangga pun memerlukan manajemen waktu dan emosi yang baik. Dan pengalaman kita sebagai ibu bekerja dapat membantu pekerjaan rumah menjadi lebih efektif dan efisien dengan membuat to do list dan skala prioritas. Tapi kalaupun meleset dari jadwal ya sudah, namapun kita mengurus anak ya, bukan benda mati, nikmati saja. Dan seperti para pekerja di kantor, kita juga perlu meningkatkan ketrampilan seperti ikut kursus masak, seminar parenting, update info-info terkini soal pendidikan anak, kemampuan bahasa asing dan sebagainya supaya dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga.

6. Saling Dukung Dengan Pasangan

working mom, stay at home mom, ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, adaptasi ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga

Ketika kita berhenti bekerja, otomatis pasangan kita menjadi pencari nafkah tunggal bagi keluarga. Buat sebagian keluarga mungkin bukan masalah besar, tapi bagi sebagian lain tertutupnya satu sumur bisa jadi menimbulkan problem baru. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, sebaiknya kita diskusi dengan pasangan, bagaimana mengatasi hal ini. Begitu juga dengan pembagian pekerjaan rumah. Karena merasa sebagai pencari nafkah, ada yang merasa tidak perlu lagi membantu di rumah. Kalau kita merasa nggak masalah dengan hal itu ya nggak papa. Tapi, di awal masa transisi, bisa jadi kita merasa kelelahan karena tidak biasa mengerjakan semua hal sendiri. Oleh karena itu dukungan dari pasangan sangat diperlukan di masa ini. Baik bagi yang bertugas mencari nafkah di luar rumah maupun untuk yang bertanggungjawab mengurus rumah tangga. Bicarakan harapan sampai kecemasan kita dengan pasangan dan cari jalan keluarnya. Dengan demikian masa transisi menjadi ibu rumah tangga akan menjadi lebih mudah dijalani.

Setelah beberapa bulan, biasanya kita sudah mulai bisa menguasai medan perang peran baru kita dengan lebih baik dan menikmatinya. Jadi tak perlu khawatir berganti peran. Menjadi ibu rumah tangga mungkin nggak semenarik pekerja kantoran tapi percayalah, kita tetap bisa bersenang-senang serta menjadi versi terbaik dari diri kita dengan peran tersebut.