Browsing Category:

Life Hacks

  • morning routine for busy mom, morning routine, mom, lifehack
    Blogger Profiles, Life Hacks

    Ritual Pagi Untuk Mood Yang Lebih Baik

    Moms, pernah nggak sih merasa bad mood berkepanjangan? 

    Malas bangun dari tempat tidur, malas ngapa-ngapain, kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang disukai, kepala rasanya penuh dengan berbagai pikiran harus mengerjakan ini dan itu tapi kemudian semuanya berantakan. Menjalani kegiatan sehari-hari pun menjadi sekadar rutinitas tanpa arti. Seakan-akan tubuh dan pikiran nggak nyambung, badannya di mana, pikirannya sudah berkelana ke mana-mana. Moody, bawaannya pengen makan tapi trus nyesel karena kebanyakan makan, akhirnya uring-uringan lagi. Hal-hal kecil bisa bikin kita emosi dan pengennya seharian itu sendiri, tiduran, main hape atau baca buku. Ya, perasaan semacam itulah? Pernah?

    Saya sedang mengalaminya dan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa minggu. Sampai suami saya menyuruh saya ke dokter karena melihat saya yang nampak nggak seperti biasanya. Padahal saya tahu secara fisik saya sehat, never been this fit, thanks to the Body Balance class yang saya ikuti seminggu 2 kali belakangan ini. Bahkan mulai minggu lalu sesi “olahraga” bertambah karena di sore hari anak-anak suka minta ke Billionth Barrel Monument untuk cari Pokemon :))

     

    Karena kondisi ini banyak pekerjaan yang terbengkalai, termasuk urusan ngeblog. Banyak hutang tulisan yang belum saya lunasi, kalaupun akhirnya saya posting saya merasa nggak memberikan 100% usaha saya untuk menulis hal itu. 

    Periode vakum ngeblog ini memang selalu saya alami. Ada saat-saat saya sangat produktif, bisa posting beberapa kali dalam seminggu dengan banyak sekali ide tulisan yang bermunculan. Masih sempat juga untuk berkontribusi di situs-situs lain di sela-sela aktivitas rutin seperti ngurus rumah, antar jemput anak-anak, masak, bergaul, berkomunitas, olahraga dan sebagainya. Kadang memang merasa seperti sprint karena harus mengerjakan sesuatu dengan cepat, sehingga tiap abis Maghrib sering merasa kelelahan tapi saya happy. 

    Lalu muncul periode seperti yang sedang saya alami saat ini. And I feel unhappy

    Kemudian, saya mulai membaca satu per satu blog teman-teman yang tergabung dalam grup V Arisan Link Blogger Perempuan. Lantas mengagumi betapa produktifnya mereka, betapa cerianya nada dalam tulisan mereka. Dan saya semakin merasa down hahaha. Iya, kok saya nggak bisa seperti itu. Katanya pengen jadi blogger profesional, mengalahkan mood saja nggak bisa. Duh.

    Baca juga: Working At Home Mom: Blogger Profesional

    Apalagi ngeliat blog dan aktivitasnya Tia Marty, seorang blogger dan penulis yang sangat produktif menurut saya. Ya, gimana enggak, selain rajin menulis aneka reportase dari berbagai event yang ia kunjungi sebagai blogger, Tia juga berprofesi sebagai scriptwriter untuk serial Bro and Bray, Laundry Kiloan, Kos-kosan Jogja, Lovepedia: Dilema Sahabat, dan layar unggulan: Cinta Seutuhnya. Keren yaa. Profesinya sebagai penulis skrip ini memungkinkan Tia untuk berkenalan dengan para artis, lho. Seru liat foto-foto Tia bareng beberapa pemain sinetron di akun Instagramnya.

    Masih belum puas, Tia yang bergabung dalam berbagai komunitas penulis dan blogger seperti IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis), Blogger Reporter Indonesia, Blogger Perempuan dan Writer Blogger juga sudah menerbitkan beberapa buku fiksi maupun non fiksi. Hiaaa, produktif banget kan. Trus masih sempat juga jalan-jalan dan menyalurkan hobi memotretnya sambil mempromosikan hasil karyanya di media sosial.

    Tia Marty, tiamarty.com, arisan link, blogger perempuan, profil blogger, blogger, scriptwriter

    Buku-buku karya Tia Marty

    Ketika saya mencoba mengorek rahasianya, Tia mengaku nggak punya kiat khusus untuk menjaga moodnya supaya tetap produktif dalam berkreasi. Dia hanya berusaha membuat skala prioritas dalam setiap kegiatannya. 

    “Aku utamakan yang deadline dulu yang aku kerjakan, misalnya menjelang deadlineskrip, aku fokus di situ. Kalau sudah selesai baru ganti fokus nulis buku atau blog.”

    Untuk blog sendiri, walau rajin datang ke event dan mendapat job review, Tia nggak punya target khusus. “Aku jalaninnya santai. Sesempatnya saja,” ujarnya. Meski demikian ternyata beberapa tulisan di blog tiamarty.com sudah berhasil menjadi juara di beberapa kompetisi blog, lho. Itu yang namanya sersan kali ya, serius tapi santai. Maklum, bagi Tia, dunia penulisan ini adalah hal yang dia sukai sehingga ia mengerjakannya dengan senang hati. “Kalau lagi nggak moodya aku tinggalin sebentar buat nonton, jalan-jalan, makan, tidur.”

    Tia Marty, tiamarty.com, arisan link, blogger perempuan, blogger, scriptwriter

    Nah, mungkin itu ya, rahasia supaya periode demotivasi saya ini nggak makin berlarut-larut. Melakukan sesuatu yang saya suka. Tapi, untuk ibu-ibu dengan aktivitas random seperti saya ini, agak susah menjaga mood mungkin ya. Lagi hepi masak di dapur, eh udah waktunya jemput anak sekolah. Lagi nulis, eh, si kecil udah ngoceh-ngoceh minta ditemenin main. Mau ngopi-ngopi cantik sama temen-temen kok ya kerjaan rumah menuntut diselesaikan. Ya udahlah, saya mah tidur aja akhirnya :))

    Namun, ternyata masalah ini nggak cuma saya sendiri yang menghadapi kelelahan mental seperti itu dan menurut beberapa contekan yang saya baca salah satu obatnya adalah melakukan rutinitas rutin tiap pagi supaya seharian dapat melakukan aktivitas dengan tubuh dan pikiran yang segar. Apa aja sih?

    morning routine for busy mom, morning routine, mom, lifehack

    1. Bangun Lebih Dulu dari Penghuni Rumah Lainnya

    Iya, ini pasti sudah rutin dilakukan emak-emak ya. Tidur paling malam (kecuali suami begadang nonton film atau pertandingan olahraga) dan bangun paling pagi. Etapi karena jujur saja saya ini bukan morning person, biasanya suami saya bangun lebih dulu sih, mungkin mesti dicoba deh bangun lebih pagi dari dia.

    2. Minum Segelas Air Hangat dan Perasan Lemon

    Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dengan minum segelas air hangat dan perasan lemon setelah bangun tidur dan sebelum minum teh, kopi atau susu. Air dengan perasan lemon dapat merehidrasi tubuh kita yang kekurangan cairan karena tidur selama 6-8 jam, meningkatkan imunitas tubuh dengan vitamin C yang terdapat dalam lemon, menutrisi sel-sel otak kita dengan potasium, membantu liver mengeluarkan racun dari tubuh, dan masih banyak lagi. Ini adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan energi di pagi hari. 

    3. Ibadah

    Sholat Subuh atau doa pagi atau ritual apa saja yang bisa mendekatkan kita kepada Sang Pencipta. Dengan khusyu’ berdoa, dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal yang perlu kita lakukan di hari itu serta mengurangi stres. Setelah beribadah, luangkan waktu untuk mensyukuri hal-hal yang kita terima di pagi itu. Bisa bangun dalam keadaan sehat, anak-anak yang tidur nyenyak semalam, atau apa saja. Mungkin kita juga bisa membuat jurnal kebahagiaan dengan mencatat 3 hal yang membuat kita bersyukur hari itu. Bersyukur ternyata dapat meningkatkan mood dan energi kita secara natural lho. Huhuhu, mungkin iya ya, selama ini saya kurang bersyukur dan lebih banyak mengeluh sehingga mood tak kunjung membaik.

    4. Regangkan Tubuh

    Saya tuh suka merasa pegel dan kaku tiap bangun tidur. Mungkin karena posisi tidur yang kurang tepat kali ya, soalnya sambil ngelonin anak lanang sih. Kalau sudah gitu, badan jadi nggak enak banget untuk memulai aktivitas di pagi hari. Tapi setelah mulai ikut kelas body balance, keluhan itu mulai berkurang, dan ternyata memaksakan diri untuk berolahraga ringan, minimal meregangkan tubuh di pagi hari bisa membuat kita lebih segar sepanjang hari. Nggak usah susah-susah, cukup dengan berbaring di tempat tidur sambil menarik lutut ke arah dada lalu dipeluk sambil menggoyangkan tubuh ke kanan dan kiri untuk meregangkan tulang belakang dan melepaskan cadangan energi.

    Begitu bangun dari tempat tidur, regangkan tubuh semaksimal mungkin. Rentangkan tangan ke atas sambil menggoyangkan jari-jari dan berdiri jinjit supaya tubuh bagian bawah juga ikut meregang. Enak banget rasanya, aliran darah jadi terasa lancar.

    ritual pagi untuk mood yang lebih baik. lifehack, mom'slife, morning routine for mom

    5. Hirup Udara Segar

    Kalau lagi nggak buru-buru, sebelum menyiapkan sarapan anak-anak, saya suka keluar ke halaman belakang sambil membawa tumpukan baju kotor untuk dimasukkan ke mesin cuci yang terletak di teras belakang. Segar sekali menghirup udara pagi, merasakan rerumputan basah di telapak kaki dan memandangi langit yang pelan-pelan menerang. Supaya lebih mantap, sekalian duduk di luar sambil minum air lemon hangat itu tadi. 1-2 menit saja sudah cukup membuat kita fresh.

    6. Jalan Pagi

    Jalan pagi dapat membantu mengurangi stres, melemaskan otot-otot, menurunkan berat badan dan menjernihkan pikiran kita. Cukup 10-15 menit sehari keliling kompleks perumahan konon sih bisa memberi efek menakjubkan bagi kesehatan tubuh, jiwa dan pikiran kita.

    7. Cek Agenda Kegiatan dan Buat Prioritas

    Nah, ini! Membuat to-do-list atau daily planner akan memudahkan kita membuat skala prioritas hal-hal yang harus kita lakukan segera dan mana yang bisa menunggu. Catatan ini juga dapat mengurangi beban otak kita yang harus terus-menerus mengingat dan berpikir tentang rencana harian kita. Kalau semua tercatat dengan rapi pasti akan lebih mudah bagi kita memastikan apakah kita berada di jalur yang benar hari ini. 

    Begitulah 7 ritual pagi yang bisa membantu kita menjalani hari-hari sibuk dan melelahkan dengan lebih semangat dan pikiran yang jernih. Kalau dilihat semua sepertinya berat ya dan berarti harus bangun lebih pagi. Jadi, nggak masalah kok kalau kita mau memulai satu ritual dulu sampai terbiasa lantas ditambah lagi dengan ritual yang lain. One small step at a time lebih baik daripada terus-menerus berada dalam kondisi mental yang tidak produktif ini. Yuk, dicoba bareng-bareng. Atau mungkin mama ada ritual yang selalu dilakukan tiap pagi untuk meningkatkan mood? Ditunggu sharingnya ya.

  • arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger
    Babbles, Blogger Profiles, Life Hacks

    Working At Home Mom: Blogger Profesional

    Sebagai istri, tugas utama kita adalah membantu suami mengurus rumah tangga dan anak-anak, ya Ma. Namun, beberapa di antara kita juga bekerja di luar rumah dengan berbagai alasan, mulai untuk berkontribusi pada keuangan keluarga, mencari aktualisasi diri sampai ingin mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dengan susah payah di bangku kuliah. 

    Tapi bagaimana jika suami menginginkan kita untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan fokus mengurus anak dan dirinya? Bisakah kita tetap mengaplikasikan ilmu, membantu keuangan keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat? Jawabnya, bisa! Kawan saya, Rahmah Usman Karateng yang lebih dikenal dengan nama pena Amma O’Chem telah membuktikannya.

    arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

    Bergelar Magister di bidang ilmu Kimia dari Universitas Hasanudin, Makasar tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi perempuan yang berasal dari kota Maros, Sulawesi Selatan ini. Supaya ilmunya bermanfaat, Amma, panggilan akrabnya, bekerja sebagai dosen di Universitas Palangkaraya. Profesi ini ditekuninya sampai ia harus mengikuti suami pindah ke Surabaya. 

    Saat itulah, Amma harus rela meninggalkan pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga mendampingi suami dan merawat putri semata wayangnya. Namun, Amma tidak berhenti berkarya. Hobi menulis di blog yang dijalaninya sejak tahun 2008 dan mulai dikerjakan secara profesional pada tahun 2011, menjadi tempat Amma mengaktualisasikan diri. Di sela-sela waktunya, Amma mengelola 3 blog pribadi dengan tema yang berbeda. Dan ketiganya cukup sukses memiliki pembaca setia dengan statistik yang .

    Blog istanacinta.com merupakan blog parenting yang berisi interaksi keseharian Rahmah dengan putrinya Salfa lengkap dengan info tempat wisata yang mereka kunjungi dan tips parenting. Dengan tulisan khas Amma yang apik, kategori yang cukup rapi dan tema blog manis minimalis bernuansa ungu dan putih, Istana Cintanya Amma dan Salfa menarik untuk dibaca dan dijadikan jujugan para ibu muda untuk mencari informasi atau sekadar bertukar cerita.

    Blog kedua adalah resensikata.com yang sesuai namanya didedikasikan untuk mengulas buku-buku yang telah ia baca atau mengikuti giveaway tentang buku. Blog ketiga dan blog utamanya Amma adalah ChemistRahmah yang memiliki tagline Al Chemist of Rahmah: Selaksa Kata si Jemari Ajaib. Lifestyle blog inilah yang kemudian membawa Rahmah mendapat predikat Emak Of The Month dari salah satu komunitas Blogger juga masuk sebagai Top Blog Indonesia no. 1 pada tahun 2013 dari Top Blog Indonesia. Tak melupakan ilmunya, Amma tetap berusaha berbagi ilmu dalam postingan-postingan di blognya yang berkategori Chemistry-Kimia di samping artikel tentang tempat wisata, masakan, curhat dan reportase event.

    arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

    Keseriusan Amma mengelola ketiga blognya membuatnya dikenal di kalangan blogger dan beberapa kali dipercaya menyampaikan materi tentang blogging di kalangan umum maupun terbatas. Rupanya panggilan sebagai pengajar memang nggak bisa lepas dari penulis beberapa buku antologi ini. 

    Nah, jadi jangan takut kehilangan kesempatan untuk berkarya dan bermanfaat meski tinggal di rumah. Banyak jendela terbuka saat satu pintu tertutup jika kita mau ikhlas dan membuka hati. Banyak kesempatan yang bisa kita ambil, salah satunya dengan menjadi profesional blogger seperti Rahmah. Tapi tentu dibutuhkan ketekunan dan kerja pintar yang beretika agar dapat mendulang emas dari blogging.

    Memiliki blog yang dapat mendatangkan penghasilan bagi kita bukan hal yang mudah. Kapan hari waktu googling free printable blog planner,  saya menemukan bahwa banyak sekali hal yang harus dilakukan seorang blog sampai dapat disebut sebagai blogger profesional. Mulai dari menentukan konsep blog, tema postingan setiap minggu, membuat ilustrasi atau infografik bahkan video yang menarik, belajar SEO, dan masih banyak lagi. 

    bloggingorg, monetize blog, how to make money from blog

    it takes times, effort, money and commitment to be a professional blogger

    Jadi, sebelum memutuskan mengembangkan blog dari hobi menjadi pekerjaan profesional, yuk kita siapkan dulu kemampuan berikut ini:

    Manajemen Waktu

    Menjadi blogger profesional berarti kita konsisten untuk mengalokasikan waktu tertentu setiap hari untuk menulis, mencari ide, membuat konsep, blog walking sampai update status di media sosial. 

    Mengatasi Kegagalan

    Nggak mudah menjadi blogger profesional, kadang paid review kita dikritik klien karena nggak sesuai dengan yang dia minta, di waktu lain alexa rank melorot tajam karena ditinggal mudik selama beberapa minggu dan nggak tersentuh sama sekali, kali lain page view yang tiba-tiba menurun drastis. Apakah kita cukup kuat mengatasi semua hal itu dan membangun semangat menulis dari awal?

    Membuat Konsep dan Mengaplikasikannya

    Membangun blog dan brandingnya bukan hal yang bisa kita lakukan dalam semalam. Sejak awal kita harus menentukan mau di bawa ke mana hubungan kita blog yang kita kelola. Sekadar jadi tempat curhat kah, atau dimonetizekah. Memang banyak sih blogger profesional yang berawal dari blogger curhat atau sekadar berbagi pengalaman seperti Rahmah. Namun, kalau ingin mengejar mereka tentu kita nggak bisa menerapkan strategi yang sama. Jadi pikirkan dengan matang konsep blog yang kita inginkan, buat rencana pengembangannya dan aplikasikan.

    Menginvestasikan Sebagian Uang yang Kita Peroleh Untuk Mengembangkan Blog Kita

    Siapa yang begitu dapat honor job review langsung belanja online? Sayaaaa!!! Berarti saya belum punya mental sebagai blogger profesional nih hehehe. Seharusnya kita menginvestasikan minimal 20% dari penghasilan kita untuk mengembangkan blog. Mulai untuk membeli domain TLD dan hosting, membeli template blogger yang SEO friendly, kursus SEO, kursus menulis, berlangganan internet yang cepat dan dapat diandalkan, membeli kamera bagus supaya dapat menghasilkan gambar-gambar cantik untuk ilustrasi blog dan masih banyak lagi.

    Kalau kita sudah merasa mampu melakukan hal-hal tersebut, berarti kita sudah siap nih melangkah menjadi blogger profesional, karena sebenarnya bagian tersulit dari memulai pekerjaan ini adalah mengembangkan kualitas dan disiplin diri kita sendiri. 

    Mau belajar lebih lanjut? Sekarang sudah banyak buku dan situs yang memberi informasi bagaimana membuat blog profesional dan mendapatkan uang darinya, seperti artikel yang menjadi salah satu sumber tulisan ini  How to Make Money Blogging: From Start to Business. Yuk, semangat lagi ngeblog biar bisa keren seperti mbak Amma dan alexa rank nggak melorot terus. 

     

    Image source: https://blogging.org/blog/how-to-make-money-blogging

     

  • life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan
    Blogger Profiles, Life Hacks

    5 Tips Menjadi Ibu Produktif ala Ayu Novanti

    Beberapa waktu lalu saya membaca status salah seorang blogger yang mencari ibu-ibu yang memiliki pekerjaan sampingan baik fulltime maupun parttime di luar aktivitas mereka sebagai ibu rumah tangga. Ternyata yang komen banyak sekali. Ada yang menjalankan usaha online shop, penulis, menjahit, menerima pesanan kue dan masih banyak lagi. Hebat banget ya ibu-ibu jaman sekarang, masih bisa meluangkan waktu untuk berkarya  di sela-sela kesibukan mengurus suami, anak-anak dan rumah. Teman saya Dahlian Ayu Novanti, salah satunya.

    life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan

    Pemilik blog ayunovanti dan toko online jahitanibu ini termasuk ibu rumah tangga yang berkarya di usianya yang masih sangat muda. Dan semuanya itu ia lakukan dari rumah lho. Nah, bagaimana kiatnya menjadi ibu yang berkarya dari rumah? Yuk, simak tips dari Vanti berikut ini.

    Find Your Passion

    Temukan hal kita sukai. Baik itu menulis, menjahit, membuat kue, desain web, desain baju, dan masih banyak lagi pilihannya. Vanti sendiri sebenarnya sudah ngeblog sejak SMA, namun baru tahun November 2014 memutuskan untuk menulis lagi karena suaminya membelikan website sebagai kado ulang tahun ke-24. Hal ini memacu semangatnya untuk kembali menulis, menyalurkan hobi lamanya.

    Terbuka Dengan Tantangan Baru

    Awalnya, blog ayunovanti.com hanya digunakan sebagai sarana curhat atau sekadar menuangkan isi kepalanya. Tapi setelah sempat bekerja di public relation agency, yang kebanyakan proyeknya melibatkan blogger, ia berusaha menulis lebih serius dan menjajaki kemungkinan memperoleh penghasilan tambahan dengan menjadi blogger profesional. Sekarang melalui blognya yang berkategori lifestyle blog, Vanti mulai mendapatkan tawaran kerjasama seperti job review dan menjadi content writer. Ia pun tak segan mengikuti lomba blog untuk mengasah kemampuan menulisnya.

    Jangan Takut Jenuh

    Namanya ibu-ibu yang baru belajar menghasilkan uang sendiri, seringkali kita merasa jenuh dan kemudian malas melanjutkan sesuatu yang sudah dirintis tersebut. Tapi sebaiknya perasaan bosan jangan dihindari. Kalau sedang jenuh dengan suatu kegiatan ya jangan dipaksakan untuk melakukan hal tersebut. Seperti yang dilakukan Vanti. Ibu yang baru melahirkan anak pertamanya pada bulan Agustus 2015 lalu ini, mencoba mengatasi perasaan bosan ngeblognya dengan cara rajin menengok ke komunitas blogger supaya dapat ilham menulis. Ketika kejenuhan belum teratasi, ia pun mencari proyek lain yang bisa menggugah semangatnya seperti Jahitan Ibu yang dirintisnya bersama sang mama.

    Bergabung Dengan Komunitas Serupa

    Untuk menjaga semangat dalam melakukan pekerjaan kita, sebaiknya bergabung dalam komunitas yang sejalan dengan kegiatan kita. Misalnya grup memasak, grup blogger, grup MLM, grup menjahit dan sebagainya. Manfaat lainnya adalah kita dapat memperoleh ilmu-ilmu baru, mendapatkan info-info terkini serta memperluas jaringan dan membuka rejeki.

    Utamakan Keluarga

    Sebagai ibu rumah tangga, tugas utama kita adalah mengurus suami, anak dan rumah. Sehingga kita harus mengatur waktu sebaik mungkin supaya kebutuhan anak dan suami tetap terpenuhi meski kita memiliki kesibukan lain. Begitu pula yang dilakukan oleh Vanti. Misalnya ketika harus meninggalkan anak untuk belanja kain, Vanti akan menyiapkan ASI perah bagi bayinya.

    ayu novanti, ayunovanti.com, arisan link

    Ternyata nggak susah kan ya menjadi ibu yang produktif? Intinya adalah menemukan passion dan pandai mengatur waktu aja sih. Vanti sudah membuktikannya walaupun menurutnya sampai saat ini, ia pun masih terus berusaha mengatur waktunya lebih baik.

    Nah, untuk tips parenting lain serta serba-serbi kehidupan seorang ibu, yuk langsung main aja ke blog ayunovanti.com. Meskipun baru mulai ngeblog lagi sejak tahun 2014, blog Vanti memiliki konten yang menarik dan cara penulisan yang apik. Gaya bahasanya pun khas ibu muda jaman sekarang. Santai namun nggak alay sehingga membuat betah yang membacanya.

  • Life Hacks

    Nyaman Menghadiri Pesta Pernikahan

    Beberapa kali saya membaca curhatan tentang tamu-tamu yang merasa diperlakukan kurang menyenangkan oleh panitia penyelenggara saat menghadiri pernikahan. Mulai dari antrian untuk salaman yang terlalu panjang, makanan yang terbatas sampai ruang VIP yang hanya boleh dipakai oleh orang-orang tertentu.

    http://i736.photobucket.com/albums/xx4/pojokmungil/WEDDINGINV_zps32125b35.jpg

    Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, beberapa hal di bawah ini bisa jadi perhatian supaya bisa nyaman dan menikmati pesta pernikahan.

    1. Jika dalam undangan ada tulisan RSVP1, maka konfirmasikan kehadiran kita paling lambat 2 minggu sebelumnya.

    Biasanya undangan semacam ini dilakukan jika pesta dalam bentuk duduk di meja makan. Konfirmasi kehadiran diperlukan supaya pihak penyelenggara dapat memastikan jumlah hidangan yang harus disediakan dan pengaturan tempat duduk yang nyaman bagi masing-masing tamunya.

    2. Kenakan pakaian yang rapi, sopan tapi nyaman.

    Sebenarnya mudah memilih busana yang pas untuk menghadiri pesta pernikahan. Kecuali ada dress codenya, kita selalu bisa mengenakan pakaian tradisional daerah asal kita atau busana nasional negara setempat. Saat berada dalam sebuah pesta, wajar sih kalau kita ingin tampil semaksimal mungkin, apalagi perempuan ya. Tapi mengenakan kebaya dengan korset yang terlalu ketat dipadu dengan stiletto kadang bisa membuat kita tidak nyaman. Pakailah busana rapi yang bisa menyembunyikan kekurangan tubuh kita, menyerap keringat dengan baik dan tidak terlalu mencolok. Ingat, fokus dalam acara ini seharusnya adalah pengantin, bukan kita.

    Oya, ini berlaku juga untuk anak-anak. Jangan sampai supaya mereka tampil lucu dan menggemaskan dipakaikan baju yang membuat mereka tidak nyaman. Bisa-bisa baru 15 menit berada di tempat pesta, anak-anak sudah merengek minta pulang karena kegerahan.

    3. Makan secukupnya sebelum berangkat.

    Meski kita tahu bahwa di acara nanti akan tersedia banyak hidangan yang bisa kita santap tapi sebaiknya isi perut sebelum berangkat. Roti, susu, buah atau apa sajalah yang bisa membuat kita tidak kelaparan selama perjalanan menuju tempat pernikahan.

    Hal ini juga berlaku bagi keluarga mempelai. Biasanya jika acara diadakan pagi hari, panitia akan menyediakan sarapan dalam bentuk nasi kotak bagi keluarga atau among tamu yang sudah harus siap dirias pagi-pagi buta. Tapi ada baiknya juga kita mempersiapkan diri sendiri, terutama kalau bawa anak-anak. Enggak semua makanan yang dipesankan oleh panitia bisa dimakan oleh anak kita. Supaya mereka nggak cranky karena lapar, yang akhirnya bisa bikin kita emosi, lebih baik siapkan saja makanan yang biasa mereka makan.

    Begitu pula jika acara diadakan di siang atau malam hari. Intinya sih ojo njagakne. Buang jauh-jauh pikiran, “Ah, nanti makan di tempat acara aja.” Urusan perut ini sensitif. Lapar bisa bikin kita emosi sementara prosesi pernikahan yang panjang seringkali membuat kita harus menunggu sebelum bisa menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah. Belum lagi kalau ternyata yang tersaji tidak sesuai selera. Jadi sebaiknya datanglah dengan perut terisi dan hati yang senang.

    Lagipula, menghadiri pesta dengan perut terisi membuat kita tidak lapar mata saat melihat aneka hidangan dan bisa menahan diri untuk mengambil makanan secukupnya.

    4. Hargai Ruang VIP.

    Apapun hubungan kita dengan mempelai; entah itu sepupu, ipar, kakek, nenek, sahabat, atau bos, sebaiknya tidak memasuki ruang VIP kecuali dipersilahkan oleh among tamu atau event organizer (EO). Ingat, penggunaan ruang VIP dan siapa saja yang bisa masuk di dalamnya adalah hak mempelai dan orang tua mereka. Jangan karena merasa sebagai keluarga dekat lantas bisa masuk begitu saja.

    Selain tempatnya lebih kecil, hidangan yang ada dalam ruang VIP biasanya sudah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang sudah tercantum dalam daftar yang bisa masuk. Kalaupun kita yakin bahwa rombongan kita termasuk dalam daftar tersebut, bicaralah dengan EO atau among tamu yang menjaga tempat tersebut. Enggak susah rasanya kan bertanya, “Mas/mbak, kami dari keluarga A, sepupu mempelai wanita. Boleh kami duduk di sini?” Bisa jadi kita tidak dipersilakan duduk di ruang VIP karena EO atau among tamu tidak mengenali wajah kita.

    Tapi pengalaman saya pribadi menghadiri pernikahan adik-adik kandung, saudara ipar dan sepupu-sepupu, justru kami malas duduk di ruang VIP sebelum mempelai dan orang tuanya turun dari pelaminan. Lebih seru rasanya berbaur dan ngobrol dengan tamu undangan lain sambil menyicipi berbagai hidangan yang ada.

    5. Mengambil hidangan dengan bertanggungjawab.

    Sering sekali saya menyaksikan piring-piring yang masih penuh dengan sisa makanan tergeletak di meja sementara pemiliknya mungkin sudah sibuk memilih menu yang lain. Sayang sekali. Apalagi kalau ada yang membuang begitu saja menu yang jadi incaran orang banyak. Haduuuuh, itu rasanya pengen nabok orangnya pake clucth deh.

    Nah, untuk menghindari makanan terbuang sia-sia, ambil saja secukupnya. Ukur kemampuan perut kita menampung makanan dan pikirkan apakah benar-benar perlu mengambil semua menu yang ada. Kalaupun memang benar-benar lapar mata, ajak pasangan atau teman untuk mengambil menu yang berbeda supaya bisa saling menyicipi isi piring masing-masing.

    6. Hargai tuan rumah and enjoy the party!

    Sebagai penyelanggara hajat, tentu pengantin dan keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkan tamu-tamunya. Mulai dari dekorasi ruangan yang indah, makanan yang terpilih rasa dan menunya sampai susunan acara yang diharapkan selain sakral juga bisa menghibur para undangan. Tapi, tentu mereka tidak bisa menyenangkan SEMUA orang yang hadir. Jadi kitalah yang harus pandai membawa diri menikmati semua hasil kerja keras orang-orang yang terlibat dalam pesta tersebut.

    Kalaupun ada beberapa hal yang kurang berkenan di hati enggak perlulah diumbar ke sana kemari, terutama melalui sosial media. Jagalah perasaan pengundang yang mungkin bisa membaca keluhan kita di facebook atau blog. Jangan sampai hanya karena rasa makanan yang tidak sesuai dengan lidah kita misalnya, jadi merusak hubungan persaudaraan.

    Selamat bersenang-senang di pesta pernikahan!

    1.  In the context of social invitations, RSVP is a request for a response from the invited person or people. It is an initialism derived from the French phrase Répondez s’il vous plaît, literally “Reply if it pleases you” or “Reply please” []
  • Life Hacks, Review

    Perpanjang SIM, Nggak Repot Lagi

    Yelloooow… *lap lap blog*

    Huaaa sudah lama ya nggak nulis di sini. Sebenarnya banyak banget yang mau diceritain tapi apa daya antara keluarnya ide sama ketersediaan waktu untuk nulis tuh jarang sinkron (baca: malas). Tapi mumpung lagi mudik nih dan banyak santai karena nggak harus berkutat dengan antar jemput sekolah, laundry dan rumah dan piring kotor mau coba nulis dikit-dikit lagi.

    Kali ini mau cerita tentang pengalaman perpanjangan SIM alias surat ijin mengemudi yang akan habis masa berlakunya bulan Juli 2014. Masih lama sih tapi mumpung mudik lah jadi diurus sekalian daripada nunggu tahun depan takut keburu mati malah repot.

    Jujur aja sebenarnya agak malas ngurus kartu-kartu identitas yang berhubungan dengan pegawai pemerintahan atau aparat keamanan. Berdasarkan pengalaman nggak ada tuh yang cepat, nyaman dan menyenangkan. Apalagi ingat pas suami ngurus SIM yang sudah mati beberapa tahun dan alamat di SIM lama berbeda dengan alamat di KTP sekarang. Beuuuuh, harus cabut berkas lah, masukin berkas, lantas disuruh bikin baru, tes tulis, tes praktik, nggak lulus. Ulang tes lagi. Sampai akhirnya minta tolong “orang dalam” untuk urusin baru deh dapat tuh SIM.

    Makanya supaya nggak kejadian seperti itu saya berusaha perpanjang sebelum habis masa berlaku. Dan supaya cepat saya cari informasi tentang SIM corner atau SIM keliling karena banyak yang bilang proses di sana lebih mudah dan bebas calo.

     photo 1279B596-D9C7-43C9-95B9-F3A247EDF409_zpsse11qtll.jpg

    Masalahnya alamat di SIM lama saya masih Sidoarjo, sementara e-KTP sudah ikut alamat mertua di Tuban. Padahal kalau mudik ya domisilinya lebih sering di Sidoarjo daripada Tuban. Ketika saya coba tanya ke twitter @polressidoarjo disarankan untuk mutasi SIM aja ke alamat baru. Walah, repot bener sih. Mana ke Tubannya juga belum jelas kapan.

    Tiba-tiba saya teringat masih punya KTP beralamat Sidoarjo yang memang sengaja saya simpan meski pernah berKTP Bogor dan sekarang punya e-KTP Tuban. Setelah dicek alhamdulillah masih berlaku sampai tahun depan. Hahaiii, nekat lah berangkat ke SIM Corner di Sun City Sidoarjo untuk perpanjang surat ijin mengemudi.

    Alhamdulillah sampai di sana, counter yang saya tuju sepi. Langsung kasih SIM lama dan KTP ke petugas pendaftaran untuk dicatat dan dilampirkan ke formulir lalu bayar asuransi sebesar Rp 55.000,- Setelah itu formulir beserta lampirannya diserahkan ke petugas yang lain untuk diproses dan bayar Rp 80.000,- untuk biaya perpanjangan SIM A. Sebentar kemudian disuruh masuk ke ruangan untuk kelengkapan data, tanda tangan, cap jempol dan foto. Nggak sampai 5 menit setelah itu SIM sudah jadi dan saya bisa pulang. Huaaaa seneng banget. Cepat, nyaman dan praktis.

    Salut untuk kepolisian yang berusaha memudahkan masyarakat untuk mengurus SIM. Dengan adanya SIM keliling dan SIM corner nggak harus panas-panas antri di Polres setempat dan berebut dengan para calo. Pelayanan yang diberikan pun cepat. Biaya yang harus dibayar juga jelas tanpa ada pungutan liar.

    Ada yang punya pengalaman bikin SIM baru atau perpanjangan SIM juga? Mau dong baca ceritanya 🙂

  • Life Hacks

    Keajaiban Perfect365

    Sebagai emak-emak yang jarang dandan lengkap dan lebih banyak berkutat di dapur tapi pengen eksis di sosmed, urusan bikin foto profil itu agak bikin minder. Maklum sebagai perempuan kan pasti pengen keliatan kece tapi apa daya setiap kali foto yang ada malah keliatan kucel.

    Tapi sejak kenal aplikasi Perfect365 jadi senang deh foto selfie buat dijadikan propic sosmed. Nggak perlu minder foto tanpa dandan karena dengan aplikasi ini muka kucel pun bisa tampak cantik seperti dipulas sama make up artist keren.

    Cara pakainya pun gampang sekali. Dan bisa diinstal di smartphone bersistem operasi Android maupun iOS. Kalau Symbian atau Blackberry saya kurang tahu sih karena nggak punya gadgetnya.

     photo 7ED140CA-8036-4F9E-B6EC-1406F2ADA82D-11358-000008B4506FC151_zps0ee33026.jpg

    As easy as 1 2 3

     photo E9CC8CF3-F5E8-4066-91BB-773FF673BC69-11358-000008B4596B7B32_zpsc5e61aa0.jpg

    Sudah pantes jadi anggota JKT48, belum?

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Fitur yang ada di aplikasi ini juga user friendly. Mau yang praktis ada pilihan hot style yang terdiri dari berbagai macam gaya make up mulai yang natural sampai drama sekali. Tapi kalau nggak ada yang cocok tinggal edit sendiri aja. Selain yang standar seperti eyeshadow, blush on dan lipstik, juga ada yang lebih advance. Bisa ubah warna iris mata seperti pakai lensa kontak berwarna, bikin pipi lebih tirus dan memutihkan warna gigi. Hihihi seru yah. Ini guilty pleasure saya banget deh.

    Meskipun menyenangkan, kalau boleh saran sih untuk diupload di sosial media sebisa mungkin pakai yang paling mendekati wajah asli kita aja. Asal muka keliatan segar tanpa lingkaran hitam segede bola bekel. Jangan sampai pas kopdar pada kaget karena antara foto profil dan aslinya jauh berbeda hehehe.

  • Babbles, Life Hacks

    Think Twice Before You Tweet

    Belakangan ini, teman saya suhu Yohanes Hans lagi rajin ngetwit setelah sekian lama menghilang dari linimasa. Dan topiknya tentang awareness di sosial media, asli bikin saya merasa tertampar tamparbalik.

    Intinya sih, beliau mengingatkan kalau di era digital begini orang yang mau berbuat jahat bisa dengan mudah mengumpulkan informasi pribadi dari hal-hal yang kita bagi di internet, terutama twitter. Seringkali tanpa sadar kita menuliskan hal-hal yang bisa digunakan orang untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membuat profiling tentang kita (langsung berasa nonton Criminal Minds). Huaaaa masa sih?

    Serius lho, pernah nggak sih kita ngetwit:

    Selamat ulang tahun mamaku tersayang, ibu (nama lengkap) yang ke-65.

    Tahu nggak kalau nama ibu kandung itu adalah informasi penting yang digunakan oleh bank dan kartu kredit untuk verifikasi data. Once people know about our mother’s name; bank yang kita gunakan dari status seperti:

    Lagi antri nih di Bank Capek Antri, kalo nggak perlu buat online shop, males deh punya tabungan di sini

    alamat rumah:

    Bu ibu, jangan lupa ya ntar sore dateng arisan ke rumah gue. Alamatnya: Jalan xxxxxx

    dan tanggal lahir kita:

    alhamdulillah, udah tambah lagi umur gue hari ini. 25 is great, right?

    bisa mereka jadikan alat untuk bobol rekening kita di bank. Serem yeuuuh.

    Menurut suhu Yo, twit tentang kondisi kita di suatu keadaan tertentu juga bisa digunakan orang untuk merancang situasi yang bisa bikin kita lengah, dia contohin beberapa status:

    Duh, naik sepeda malem-malem keluar kompleks gini bikin bingung dan takut.

    lagi di taksi, tidur dulu ah

    tiap pakai high heels selalu pusing dan mau pingsan

    tiap hisap asap rokok, pikiran selalu blank.

    Dengan ngumpulin twit seperti ini, orang tinggal perlu cari konsistensi dari perilaku kita terhadap kondisi itu untuk menjadikan kita korban kejahatannya.

    Yang saya jadikan highlight dari beberapa twitnya om suhu (sebenarnya banyak contoh-contoh lain, silakan mampir di akun twitternya @yohanes_hans yah) adalah betapa seringnya kita eh saya ding, berbagi data tentang keluarga, terutama anak. Siapa namanya, berapa umurnya, di mana sekolahnya plus check in tiap jemput anak di foursquare, siapa nama gurunya, kelas berapa sampai berapa kali kita terlambat jemput mereka di sekolah. Ternyata itu bahaya banget sodara-sodara. Kepikiran nggak dengan data-data itu yang bisa dilacak dengan mudah di twitter, foursquare, google maps, orang yang emang niat jahat bisa gampang menculik anak di sekolah.

    Lantas saya jadi mikir sendiri, kalau begitu sama dong dengan status-status:

    si Ayah nih nggak pulang-pulang dari kantor, udah ngantuk banget nungguinnya.

    paling nggak suka kalau suami dinas luar kaya gini. pusing ngurusin rumah sendirian, takut juga kalau malam.

    duh, ayang nih, selalu terlambat jemput kantornya. Jadi bengong bego deh di tempat abang siomay. Mana sendirian lagi.

    yang memberikan informasi bahwa di hari-hari tertentu kita sedang sendiri dan merasa tidak nyaman dalam kondisi tersebut. Tinggal tunggu informasi selanjutnya dan konsistensinya aja, misal si ayang telat jemputnya hari apa aja sih, suami dinas luar berapa minggu sekali dan berapa hari, juga si ayah telat pulang hari apa aja biasanya. Jadi deh kita calon korban yang empuk. Jeng jeeeeng….

    Memang sih, kita bebas mau nulis apapun di sosial media tapi juga harus tahu resiko yang dihadapi itu apa aja. Kalau kata suhu Yo, “Disarankan untuk tidak menulis alamat rumah kita, nomor mobil kita dan kebiasaan buruk kita yang berhubungan dengan semua hal itu.” Nggak ada ruginya kok lebih berhati-hati saat eksis di dunia maya sekarang, apalagi om suhu bilang, “Belakangan saya punya firasat kuat kalo sindikat perdagangan wanita & anak di Indonesia udah semakin paham memakai info di dunia maya.”

    Oya, satu lagi pesannya, “Yang juga penting adalah men-setting agar foto foto bersifat personal di akun Facebook kita tidak ‘open for public‘ yg artinya bisa dilihat oleh semua orang yg tidak masuk dalam friend list kita. Foto foto yg disetting ‘open for public‘ hanya disarankan utk item atau produk dagangan yg diperjualbelikan. Kita bisa melihat kesalahan semacam ini dilakukan oleh para remaja putri ABG sekarang yg settingan foto di akun Facebook mereka bisa dilihat oleh semua orang asing yang bukan teman mereka. Untuk jaman sekarang hal seperti itu kurang baik karena mengundang hal yang beresiko, yang kita tidak tahu apa yang bisa dimanfaatkan dari foto foto tersebut.”

    Uh well, better safe than sorry kan yah?

  • Life Hacks

    Sehat itu Butuh Pengorbanan, Jenderal!

    Kemarin sore saya iseng browsing online shop yang jual bento tools. Biasalah, euforia mamah yang anaknya sudah selesai liburan, pengen bikin bento lucu-lucu untuk bekal sekolahnya. Walaupun sudah dapat snack dari sekolah, Cinta suka nggak doyan, kecuali kalau menunya pas seperti sosis atau camilan khas Melayu semacam lepet. Maklum, lidah Jawa gini kalau cuma dapat roti isi kurang nendang.

    Pas browsing malah nemu situs tentang perbentoan yang bagus banget. Namanya justbento.com. Di situ selain ada resep dan tip bento sehat lagi praktis, juga ada pengetahuan tentang bento itu sendiri. Cara freezing nasi, bikin nasi tetap fresh dan masih banyak lagi. Tapi nggak ada menu khusus anak-anak dengan model yang kawaii gitu. Ini bento secara umum, yang bisa dinikmati oleh orang dewasa. Keren banget lah pokoknya.

    Setelah baca-baca sampailah saya di blog pribadinya Maki si pemilik justbento.com. Di sana dia menceritakan perjuangannya melawan kanker. Mulai dari kesedihannya karena tubuhnya merasa nggak nyaman sampai kecintaannya terhadap makanan yang mulai memudar. Semua dituangkan dalam bentuk sketsa, di mana gambar-gambarnya bikin terenyuh. Menurut Maki, sketching adalah salah satu bentuk katarsis bagi dia, selain menulis selama berjuang melawan kanker ini.

    Sketsa terakhir Maki bercerita tentang terapi tahap ketiganya dan ini mengingatkan saya pada seorang teman mama saya yang akhirnya meninggal karena kanker. Padahal ketika terakhir berobat ke Singapura, si tante ini sudah dinyatakan bersih dari sel kanker, meski tetap harus waspada akan kemungkinan muncul lagi. Nah, tak lama kemudian kankernya benar ada lagi dan menjalar semakin cepat.

    Waktu nengok beliau di rumah sakit rasanya terenyuh, seorang perempuan aktif terbaring lemah karena kanker. Sama seperti nenek, kakek dan tante sepupu dari pihak mama. Kanker merenggut semua dari orang yang mengidapnya dalam waktu yang cepat.

    Jujur aja, penyakit ini jadi salah satu kekhawatiran terbesar saya. Faktor pemicunya yang beraneka ragam, termasuk pola makan yang kurang sehat, gaya hidup sampai beban pikiran, menjadikan kanker salah satu penyebab kematian teratas di dunia. Serem yah.

    Meski di negara-negara maju banyak penderita kanker yang bisa sembuh total dan hidup sehat sampai bertahun-tahun. Kenyataan di Indonesia yang terjadi sebaliknya. Oleh karena itu sepertinya cara terbaik adalah menghindari penyebab kanker.

    Banyak artikel-artikel kesehatan yang menyarankan supaya kita menjaga makanan, rutin berolahraga sampai mengkonsumsi makanan/minuman tertentu untuk mencegah kanker. Tapi kok ya berat ya rasanya menjalani hidup sehat begitu. Apalagi buat saya yang lebih suka jajan daripada jarang masak sendiri karena nggak sempat. Hadeeeeuuh…

    Sepertinya harus mulai memaksakan diri nih untuk lebih rajin lagi masuk dapur dan masak! Terutama buat si kecil yang sedang butuh asupan makanan bergizi, bukan sekadar karbohidrat dan protein (baca nasi dan ayam goreng/butter nestum chicken-prawn/butter egg chicken). Meski mungkin rasanya nggak seenak makan di resto tapi kalau gizinya seimbang tentu lebih sehat kan yah (pembelaan diri).

    Selain makanan dan olahraga teratur juga sepertinya harus mulai menyiapkan asuransi kesehatan yang mengcover kanker juga nih, ada nggak sih? Secara pengobatan kanker membutuhkan biaya yang nggak sedikit, kalau dibantu dengan asuransi kan minimal nggak sampai menyusahkan keluarga dari segi ekonomi. colek pak suami

    Oya, untuk perempuan juga harus rutin melakukan SADARI setiap bulan dan pap smear bagi yang telah aktif secara seksual setahun sekali. Pap smear nggak sakit kok, serius, been there done that and going to do it again by the end of this year. Malah menurut saya lebih sakit intravaginal ultrasound atau yang kita kenal dengan istilah periksa dalam waktu hamil dulu. Dengan pemeriksaan dini ini akan lebih mudah ditemukan penyebab dan penanganan yang tepat saat ada sesuatu yang abnormal, seperti saat saya menemukan benjolan di payudara beberapa tahun silam.

    And tonight I’m going to pray for Maki and other people fighting cancer, semoga diberi kekuatan dan untuk menjalani pengobatan supaya segera pulih kesehatannya. Dan semoga kita dijauhkan dari penyakit ini. Aamiin…

  • financial planning
    Life Hacks

    Ketika Hal Buruk Terjadi

    Kemarin mamak Astri Kunto melalui akun twitternya ngomongin tentang perempuan yang hidupnya tergantung penuh pada suami, alias nggak punya penghasilan sendiri. Yang dibahas adalah, bagaimana seandainya suami meninggal lebih dahulu? Ini tentu berat karena untuk ibu rumah tangga seperti saya kehilangan suami selain kehilangan pasangan hidup, orang yang saya cintai, berarti hilang juga pencari nafkah utama dalam keluarga.

    financial planning

    Akhir-akhir ini jujur saja hal itu sering terlintas dalam pikiran saya. Hidup cuma bertiga di negeri orang dengan kendali penuh rekening keluarga pada suami, gimana kalau terjadi sesuatu padanya. How will we survive? Can we?

    Begitu juga seandainya suami memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan lain dan kita memilih hidup dengan anak-anak daripada menjalani poligami (amit-amit jabang bayi *ketok meja 3x), sampai kapan kita mampu bertahan hidup dari harta gono gini.

    Maka itu penting sekali merencanakan safety steps dalam menghadapi keadaan darurat ini. Toh, yang namanya umur dan jodoh itu meski kita sudah berusaha sebaik mungkin tetap saja ada kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apa saja sih? Ini adalah beberapa yang terpikir oleh saya, silakan menambahkan jika ada yang kurang:


    Bekerja

    Bekerja nggak harus di kantor. Membuat online shop seperti yang banyak dilakukan ibu rumah tangga belakangan ini, menggeluti MLM, menjadi paid blogger juga termasuk bekerja. Istilah kerennya working at home mom. Minimal kita punya penghasilan sendiri yang rutin agar tidak 100% tergantung secara finansial kepada suami.

    Nggak tahu mau kerja apa? Nah hobinya apa? Masak? Bikin kue? Fotografi? Nulis? Ngetwit dan punya ribuan follower? Semua itu bisa jadi lahan pekerjaan lho kalau ditekuni dengan serius. Suka masak bisa bikin katering, hobi bikin kue bisa dikembangkan jadi toko kue online. Nggak sedikit kok ibu-ibu yang sukses di bidang ini.

    Saving for Rainy Days

    Dilarang bekerja oleh suami? Marilah kita menyisihkan sebagian uang belanja untuk ditabung. Tentu harus didiskusikan lebih dulu sama suami ya, karena saya baru diingatkan seorang teman bahwa harta suami yang diamanahkan ke kita itu akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

    Tabungan ini penting. WAJIB punya, apalagi kalau kendali keuangan sepenuhnya dipegang oleh suami. Usahakan minimal kita punya tabungan minimal sebesar 3 kali pengeluaran bulanan. Masukkan dalam pos dana darurat yang hanya bisa digunakan benar-benar saat keadaan darurat. Ingat, The Great Singapore Sale saat lagi bokek berat bukan termasuk kondisi darurat, meski tas idaman diskon 70% dan yang kita punya sudah butut sekalipun.

    Keadaan darurat ya berarti yang saya sebutkan di atas, saat kehilangan pencari nafkah (suami di PHK, meninggal atau bercerai) atau orang tua sakit dan butuh biaya perawatan.

    Asuransi Jiwa

    Ketika pencari nafkah utama kita meninggal dalam kondisi kita tidak bekerja, uang yang didapat dari asuransi jiwa ini bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sementara sampai kita mendapatkan pekerjaan. Please remember bahwa nggak mudah mendapatkan pekerjaan saat ini, apalagi kalau sudah sekian tahun tidak bekerja. Dengan adanya asuransi jiwa ini minimal kita nggak akan langsung jatuh miskin meski pasti harus mengetatkan beberapa pos pengeluaran. Biaya anak-anak sekolah pun tetap bisa tercover.

    Nah, yuk mari berdiskusi dengan suami, menyiapkan tindakan preventif jika terjadi kondisi darurat. Belajar mengatur keuangan sebaik mungkin, jangan boros untuk hal-hal yang sifatnya tersier *ngomong sama kaca*.

    Sedangkan untuk para suami yang lebih suka istrinya di rumah, total menjadi ibu rumah tangga mengurus Anda dan anak, please make sure orang-orang yang menyayangi Anda ini tidak terlantar saat Anda diPHK, meninggal atau memilih untuk bercerai.