Monthly Archives: October 2010

Belajar Ilmu Kesehatan Anak, Yuk

PESAT Dulu, waktu Cinta masih bayi banget, sebagai orang tua baru saya sering panik kalau tiba-tiba dia demam atau pilek. Bahkan Cinta bersin-bersin aja udah khawatir jangan-jangan anak ini sakit. Belum lagi tangisan tangisan heboh tiap malam, BAB yang keras, demam setelah imunisasi dan sebagainya. Entah sudah berapa banyak dokter anak yang saya kunjungi sekedar untuk menerima diagnosa batuk, pilek dan radang tenggorokan. Berbagai resep obat mulai dari sirup sampai puyer yang isinya bisa lebih dari campuran 5 macam obat pun saya terima demi menenangkan hati saya dan kakek neneknya yang khawatir akan kesehatan Cinta.

Continue reading

(Bukan tentang) Kak Ros dan Opah

upin ipinSiapa yang tak kenal dengan 2 tokoh di samping? Ya, kak Ros dan Opah adalah kakak dan nenek dari budak budak badung nan comel Upin dan Ipin. Seperti yang kita tahu, Upin dan Ipin adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuannya Ros dan neneknya yang biasa mereka panggil Opah. Karakter Ros dan Opah dalam mengasuh Upin Ipin ini, mengingatkan saya akan karakter khas seorang ibu dan nenek dalam pengasuhan seorang anak. Ros, meskipun sebenarnya adalah kakak dari Upin Ipin tapi seakan mewakili seorang ibu muda yang galak dan tegas kepada anak-anaknya. Sedangkan Opah, seperti lazimnya seorang nenek, suka memberi petuah, sabar daaaaaann kadang memanjakan cucu-cucunya. Sikap Opah yang seperti itu kadang membuat kak Ros gemas karena pada akhirnya dua bocah itu lebih nurut kepada Opah yang memanjakan mereka daripada Ros yang sering melarang ini dan itu. Continue reading

Sebulan tanpa ART

familySejak tanggal 4 September yang lalu, mbak yang biasa bantu-bantu di rumah pamit pulang untuk lebaran di kampung. Jauh sebelumnya udah ditanya apakah dia bakal balik atau enggak dan dia bilang nggak berani janji karena berat sama anaknya di kampung. Ya okelah, dari awal sih feeling saya udah bilang kalo dia kerja selama dua bulan itu niatnya cuma mau cari duit buat lebaran. Tapi entah kenapa, mungkin karena udah terlanjur cocok sama kerjaannya, Cinta juga udah bisa dekat sama dia, saya berharap banget dia balik. Beneran deh, sama si Indah itu saya terima beres, rumah bersih, masakan enak dan orangnya jujur. Gimana saya nggak cuma tinggal makan tidur dan ngurusin Cinta aja kerjaannya. Selain itu dia pinter dan update berita, nggak suka nonton sinetron, sering ngobrol soal berita apa aja yang ada di TV malah soal pendidikan dan cara mengasuh anak dia nggak kalah sama ibu-ibu yang melek internet.

Continue reading