Mendekati Lebaran seperti ini di inbox multiply saya banyak sekali cerita ibu-ibu yang bingung soal ART atau babysitter-nya. Yang curhat karena ART-nya nggak bagus, babysitternya males sampai pusing karena para asisten domestik itu pulang dan ga balik lagi. Alhamdulillah saya selama ini belum pernah punya masalah serius dengan asisten rumah tangga. Rejeki banget di tengah banyaknya ART yang sibuk pacaran, nggak jujur, dan sebagainya, saya selalu mendapatkan maid yang baik.
Sejak punya anak baru 2 kali saya punya asisten rumah tangga sendiri. Yang pertama sih sebenarnya bukan ART tapi BabySitter karena kerjaan utamanya adalah mengurus segala keperluan Cinta selama saya tinggal bekerja. Walaupun demikian dia juga ringan tangan alias nggak pilih-pilih kerjaan, kalau asisten mama saya sedang cuti dia mau bantu-bantu kerjaan rumah tangga. Begitu juga saat kami berlibur (waktu itu namanya berlibur karena belum tinggal) di rumah sekarang dia yang ngerjain semua kerjaan rumah tangga seperti nyapu, ngepel, nyuci, setrika. Saya tinggal masak aja sama nemenin Cinta main. Malah kadang kalo saya lagi repot (baca:online) ya dia yang suka nemenin Cinta nonggo, main sama anak tetangga sebelah sekalian dia bergaul sama mbak-mbak ART yang lain.
Selama 2 tahun masa kerjanya saya puas dengan hasil kerjanya, orangnya rajin, sayang sama Cinta dan bisa dipercaya. 3 kriteria itu yang paling penting untuk saya. Ya, namanya juga manusia ya pasti adalah kekurangannya tapi selama 3 itu terpenuhi masih bisa ditolerir lah. Tadinya dia mau ikut pindah ke sini dengan catatan gajinya dinaikkan, saya sih nggak masalah selama masih masuk akal tentu juga dengan syarat dia mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sayangnya setelah Lebaran tahun lalu kami berencana mau ikut suami yang tugas ke Brunei sehingga memutuskan nggak pakai jasa dia lagi. Si mbak pun akhirnya pindah kerja ke tempat yang bisa ngasih gaji lebih tinggi
Eh setelah dia pindah kok visa tinggal kami ditolak dan akhirnya batal ngikut ke Brunei. Akhirnya saya yang sudah nggak kerja lagi pun mengurus sendiri Cinta tanpa bantuan babysitter. Ketika kami mau beneran pindah ke Jakarta beberapa kali menghubungi dia dan menawarkan untuk kembali kerja sama saya, awalnya dia mau tapi belakangan menolak. Memang sih sengaja minta si mbak ini kembali karena saya sudah terlanjur merasa nyaman dan aman kalau dia yang kerja di rumah. Apalagi dengan maraknya berita penculikan seperti sekarang ini rasanya nggak tenang kalau meninggalkan Cinta cuma berdua sama asisten yang masih asing.
Berhubung si mbak BS nggak mau balik, dengan bantuan tante saya mendapatkan asisten yang sekarang. Alhamdulillah orangnya juga niat kerja dan jujur. Yang sekarang ini malah semua dia kerjakan mulai dari nyapu, ngepel, cuci (pakai tangan), setrika sampai masak. Sehingga saya tinggal ngurusin Cinta. Mbak yang sekarang juga sama seperti mbak BS yang suka ngobrol dan telpon telponan tapi semua kerjaan dia beres jadi saya nggak punya alasan untuk komplain. Belakangan juga Cinta mulai mau main dan dekat sama si mbak walaupun belum mau ditinggal berdua aja. Sayang sepertinya setelah lebaran ini dia nggak balik karena kangen sama anaknya. Yah, mudah mudahan bisa dapat ganti yang sama bagusnya karena walaupun sebenarnya bisa ngatasin sendiri semua kerjaan di rumah tapi rada repot juga apalagi di rumah cuma berdua sama Cinta.
















hihihi..
ikut mengalami balada ART juga ya ma..
aku yang terberat itu kalau ditinggal ayahnya zua dinas, uuuh baru deh kerasa sepinya..
hehehe iya bun… Yang sekarang balada beneran karena ga punya ART *nangisbombay*