Monthly Archives: August 2010

KulTwit Tentang Broken Home oleh @AlissaWahid

Kalau di sini saya mengutip beberapa twit tentang broken home dari kultwit mbak @AlissaWahid tentang apa itu broken home, dampaknya bagi anak dan bagaimana supaya bisa survive dalam keadaan itu. Nah, di postingan ini versi lengkapnya. Yuk belajar mengerti, memahami dan menolong serta mendampingi para “korban” broken home supaya menjadi survivor yang sukses.

The responsibility of a Mother to her children is to love their Dad, the responsibility of a Father is to love their Mom #brokenhome

The foremost & basic need of a humanbeing is security. After being born, the first psychological development is basic trust#brokenhome

This need for security is the foundation for the next psycho.development: autonomy, initiative, identity & so on..#brokenhome

When a baby learns that she can trust her Mother/othercaregiver, she will have a sense of security that others care for her#brokenhome

Buat manusia, finding his place in this world & having meaningful relationship adl hal dasar utk kesehatan jiwa #brokenhome

Hubungan ayah ibu mrpkn model hubungan yg tdekat utk anak. Dr sini anak belajar bgmn bangun hubungan bmakna dg org lain#brokenhome

Saat basic trust tcapai, anak mrs secured. Saat lihat hubungan orgtua, anak mbangun konsepnya ttg hubungan yg bermakna#brokenhome

Continue reading

I thought I was a Survivor

Baca kultwitnya mba @AlissaWahid tentang #brokenhome seakan membuka kembali lembaran lama yang sudah saya tutup rapat-rapat. Selama ini saya selalu berujar, “I was a broken home child BUT I’m proud of it coz it makes me stronger. I’m a survivor.” Saya menganggap diri saya adalah seorang survivor yang sukses karena tidak terjerumus dalam hal-hal negatif seperti menjadi pecandu obat-obatan terlarang, kabur dari rumah dan sebagainya. Saya hidup normal, mulai dari SD sampai kuliah beberapa kali memperoleh penghargaan akademis walaupun bukan yang terbaik. Mengikuti berbagai kegiatan, berprestasi dan memiliki banyak teman yang saya sayangi dan menyayangi saya. Bekerja, menikah dan memiliki anak, lalu menjadi ibu rumah tangga. Membangun keluarga kecil saya sendiri. Semua baik-baik saja, orang tua saya walaupun berpisah tetap berhubungan baik. Adik-adik saya juga tidak ada yang bermasalah. We’re aaaaaall good.

Sampai semalam membaca dampak-dampak yang dialami para “korban” broken home dan tersadar bahwa ternyata saya termasuk salah satu produk gagal. Secara kasat mata mungkin ya saya baik-baik saja, nothing’s wrong with me tapi ternyata saya selama ini gagal mengelola emosi dan memiliki ego yang tidak sehat sehingga selalu merasa insecure terhadap apapun yang saya miliki. Dari sebelum menikah, saya selalu merasa bahwa hubungan yang saya miliki dengan pasangan tidak akan bertahan lama. Kalaupun bertahan lebih dari 2 tahun (saya pernah pacaran selama 4 tahun dan akhirnya putus) selalu punya khayalan somehow ini bakal berakhir juga. Entah karena dia yang selingkuh atau saya.

Continue reading

WordPress Error

Beberapa hari yang lalu, sambil nunggu waktunya buka puasa iseng utak atik blog. Cari-cari plugin untuk twitter dan themes yang lebih simple. Setelah dapat yang cocok di hati dengan koneksi Telk*ms*l Fl*sh yang lagi super lemot mulai menginstall themes dan plugin. E lhadalah, setelah selesai install satu themes (lupa namanya) tiba-tiba blog mendadak blank alias kosong semua. Nggak cuma tampilannya, bahkan masuk ke wp-adminnya juga yang tampak di layar cuma warna putih, nggak ada kolom log in.

Malamnya setelah Cinta tidur, mulai buka-buka forum WordPress dan googling tentang blog yang hilang dan cara mengembalikannya. Menemukan banyak cara sih tapi berhubung nggak terlalu ngerti utak atik cPanel saya cari yang paling gampang, termasuk yang ini dari forum WordPress:

blog blank

Continue reading

Majalah Favorit

majalah

Memilih majalah yang cocok dan disukai Cinta ternyata gampang-gampang susah. Sejak usianya 1 tahun, saya sudah suka membelikan majalah  dan buku untuk Cinta, sekedar mengenalkan tentang buku dan sebagai bahan bacaan atau kegiatan saya dan Cinta. Awalnya sih semua majalah dicoba, mulai dari Playhouse Disney, majalah Disney Princess (ada dua seri setiap bulannya), Bobo, Mentari dan Bona. Sampai lama-lama semua karakter Disney ada majalahnya; Winnie the Pooh, Tinkerbell dan yang terakhir Toy Story. Begitu juga dengan karakter dari CBeebies ada Charlie and Lola dan In The Night Garden. Kurang Barney and Friends, The Backyardigans, Thomas dan Strawberry Shortcake yang belum ada :D

Favorit Cinta sih majalah Princess dan sejak rajin baca itu dia ingin sekali jadi seorang Princess, mulai dari pilihan bajunya yang harus serba pink dan terusan, sepatu yang feminin sampai memanggil dirinya Princess Cinta :D Sayangnya di antara sekian banyak majalah isinya ya serupa, pasti ada cergam, mewarnai, mencari perbedaan gambar. Ada sih majalah National Geographic for Kids tapi Cinta kurang tertarik waktu ditunjukin dan akhirnya nggak jadi beli. Yah, namanya juga majalah untuk anak-anak balita juga aktivitas di dalamnya begitu-begitu aja. Continue reading

Menyusui di Tempat Umum

Seperti kata @sabai di sini, minggu ini adalah World Breastfeeding Week dimana organisasi ibu menyusui di seluruh dunia termasuk AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) menggunakan momen ini untuk berkampanye semaksimal mungkin mengenai manfaat-manfaat menyusui bagi ibu dan anak. Tahun ini tema kampanye WBW yang diusung oleh AIMI adalah “Menyusui: Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi,” dengan slogan “Sayang Bayi, Beri ASI”.

Kenapa menyusui saja perlu dikampanyekan dan disosialisasi? Bukankah menyusui itu proses alamiah seorang ibu memberi makan untuk anaknya? Well, banyak alasan kenapa banyak ibu yang tidak mau menyusui, mulai dari ASI-nya tidak keluar, takut bentuk payudaranya berubah menjadi tidak bagus, promosi susu formula yang berlebihan sampai malas karena tidak praktis. Tidak praktis? Iya, antara lain karena ibu harus membawa anaknya kemana-mana supaya dapat disusui setiap si anak menginginkan, malu jika harus menyusui di tempat umum sehingga ia harus “terkurung” di rumah sampai anak disapih, padahal yang namanya menyusui nggak cuma sampai ASI Eksklusif 6 bulan tapi berlanjut sampai 2 tahun atau lebih tergantung kesepakatan anak dan ibu.

Soal menyusui di tempat umum ini yang paling sering dipersoalkan oleh banyak pihak, bahkan dari kaum perempuan sendiri seringkali memandang risih kegiatan ini. Bahkan ada juga yang menganggap menyusui di tempat umum dan tanpa sengaja memperlihatkan payudara adalah pornoaksi. Padahal, banyak ibu yang mau tidak mau harus menyusui di tempat umum karena terbatasnya ruangan ibu dan anak atau nursery room. Anak yang minum ASI tidak seperti anak yang diberi susu formula yang bisa diperkirakan waktu minum susunya. Kadang anak minta menyusu bukan saja karena ia haus atau lapar tapi juga karena merasa tidak nyaman.

Continue reading