Monthly Archives: July 2010

Tentang Jampi Jampi Varaiya dan Penyihir

Ulang tahun kemarin dikasih kado buku Jampi Jampi Varaiya karangannya Clara Ng sama kakak ipar. Seneng banget dapat kado buku bacaan dan langsung habis dalam semalam :D Selain si JJV ini saya juga punya 2 buku karangannya Clara Ng yang lain, yaitu Malaikat Jatuh dan Cerita Lain sama Tiga Venus. Dibandingkan dengan 2 buku itu, menurut saya JJV bukan salah satu karya terbaiknya Clara Ng.

Berbeda dengan Malaikat Jatuh yang gloomy atau Tiga Venus yang walaupun ringan tapi isi ceritanya bagus banget, Jampi Jampi Varaiya yang berkisah tentang petualangan 3 penyihir; Oryza, Xander dan Pax mencari ramuan anti racun untuk kakak dan adik Oryza: Zea dan Solantum di Pulau Varaiya ini agak cheesy. Mungkin karena kebanyakan dialog atau karakter Xander yang annoying sekali. Tapi ya lumayan lah buat hiburan, untung nggak beli sendiri hihihi *dibalang lemari buku*

Continue reading

Nicknames

Photobucket

Baca ucapan selamat ulang tahun di dinding Facebook yang buanyak banget itu (terima kasih ya teman-teman, terharu banget. Really lighten my lonely birthday), saya senyum-senyum sendiri baca sebutan teman-teman untuk saya. Ada yang manggil Nia, Alfa, Fla, Fafa atau mama Cinta. Hayaaaah, banyak sekali ya nickname saya.

Kadang-kadang saya merasa bingung lho dengan banyaknya nama panggilan itu. Apalagi entah kenapa saya kok selalu mengasosiakan satu nickname dengan peran tertentu. Maksudnya gini, panggilan mama Cinta tentu berhubungan dengan peran saya sebagai mamanya Cinta dan otomatis perilaku saya di lingkungan tersebut akan keibuan. Sementara yang manggil Nia kebanyakan adalah keluarga atau teman di mantan kantor baru jadi ya pembawaannya beda. Begitu juga dengan panggilan Alfa atau Fla.

Continue reading

My New Life Begin at 30

birthday

Ulang tahun kali ini memang extra ordinary alias nggak seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saya merayakan ulang tahun dengan makan di luar sama keluarga besar, tapi tahun ini saya rayakan berdua sama Cinta aja. Sedih? Awalnya sih enggak, biasa aja. Eh, rada kesel karena suami belum ngucapin juga sampe jam 9 :D Apalagi Cinta lagi sakit batuk pilek jadi konsentrasi sepenuhnya ke dia. Rencana merayakan sorangan wae dengan nongkrong di mal lanjut spa pun batal karena nggak tega ninggal si kecil. Yeah, that’s what I called mommy’s life. Child always comes first :)

Baru beberapa minggu ini saya merasakan hidup yang benar-benar mandiri jauh dari orangtua. Jadi ibu rumah tangga sepenuhnya, ngurusin rumah sendiri. Intinya belajar hidup sendiri pun tanpa suami yang lagi kerja di luar negeri. Jauh berbeda dengan 29 tahun sebelumnya yang saya jalani di rumah mama walau sudah menikah sekalipun.

Continue reading

Hari Pertama Sekolah

2 minggu ini baik di Twitter, Facebook maupun Multiply banyak sekali cerita tentang pengalaman para ayah dan ibu menghadapi hari pertama sekolah anak(-anak)nya setelah libur beberapa minggu. Saya pun mengalaminya tanggal 19 Juli 2010 yang lalu. Cinta menjalani hari pertamanya bersekolah di kelas Kelompok Bermain Besar (KBB) KB-TK Al Falah, Gunung Sindur, Bogor. Setelah seminggu sebelumnya saya dan suami menghadiri Open House sekolah tersebut dan diberi daftar perlengkapan yang harus dibawa di hari pertama itu, yang cukup membuat kami pontang panting hunting dari mal ke mal *alesan padahal emang dasar doyan ngemal*, mempersiapkan seragam, tas, dan bekal akhirnya hari itu datang juga.

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama Cinta bersekolah. Di usia 1,5 tahun dia sudah ikut babyclass di Baby Smile School Sidoarjo. Setelah lulus dalam waktu 1 semester, melanjutkan ke kelas Friday Fun di Honey Bee PreSchool Sidoarjo. Di dua sekolah sebelumnya Cinta sangat mudah beradaptasi dengan kelas, guru dan teman-temannya. Malah di kelas Friday Fun hampir tidak pernah mencari saya untuk menemaninya di kelas walaupun beberapa teman yang usianya lebih muda masih ditunggui ibu atau pengasuhnya. Berbekal pengalaman tersebut saya cukup percaya diri bahwa anak kecil ini akan melalui hari pertama di sekolah barunya dengan mudah. Continue reading

KulTwit #SuamiTertekan dan #IstriTertekan oleh Alissa Wahid

Relasi suami dan istri seringkali tidak berjalan dengan mulus, terutama saat salah satu atau bahkan keduanya sedang berada pada kondisi yang buruk. Seperti balita yang tantrum saat orangtuanya tidak bisa mengerti kebutuhannya karena tidak bisa memahami bahasa yang diucapkan si anak, orang dewasa pun bisa bersikap “aneh” ketika pasangannya tidak bisa mengerti ketika ia sedang merasa tertekan. Komunikasi yang nggak nyambung antara makhluk Mars dan Venus akibat “bahasa” yang berbeda malah bisa memperburuk keadaan.

Mbak Alissa Wahid, seorang psikolog yang juga anak pertama Gus Dur dalam beberapa kesempatan memberikan kultwit atau kuliah melalui tulisan di Twitter tentang apa, mengapa dan bagaimana menghadapi suami atau istri yang sedang tertekan. Tulisan tersebut memberikan pencerahan kepada suami atau istri untuk lebih memahami ketika pasangannya berada pada kondisi tertekan. Untuk tulisan-tulisan tentang hubungan suami, istri dan anak yang lain, silahkan follow Twitternya beliau.

Continue reading